
Royal Garden
Arentha sudah mengetahui siapa yang akan menjadi juri serta tuan nya, ia sudah bertekad untuk tetap mengikuti wawancara tersebut, tetapi ia tidak akan menunjuk kan siapa diri nya, ia menyamar menjadi gadis jelek, ia memakai pakaian yang sedikit kusam, rambut nya di kepang menjadi 2 dan ia memakai kacamata bulat, tak lupa juga ia memakai make up bintik-bintik di sekitar hidung nya.
"Silahkan masuk ke Royal Garden" Ucap penjaga di sana.
Setelah penjaga itu membuka kan gerbang, perempuan-perempuan yang ikut wawancara berdesakan untuk masuk.
"Indah nya, taman Royal sungguh sesuai dengan reputasi nya." Ucap salah satu gadis.
"Yupp," Jawab gadis di samping nya.
Arentha yang mendengar banyak pujian tentang kampus tersebut terlihat tidak peduli, apalagi pujian nya selalu mengarah ke tiga laki-laki itu.
_Hum, tidak di sangka iblis itu pandai menikmati hidup! Tapi aku tidak akan menyerah, dengan begini kalian pasti tidak mengenal ku kan!_ Batin Arentha berharap.
**********
Ruang Resepsionis Dalam Aula
Di dalam ruang resepsionis terdapat empat tempat duduk juri, di kursi pertama di duduki oleh Alex, kedua di duduki oleh Lanno dan yang ketiga di duduki oleh Evan, sedangkan di kursi ke empat tampak kosong.
Di dalam ruangan itu nampak sangat ramai akan perempuan yang akan mengikuti wawancara kerja.
Evan yang tengah sibuk mencari keberadaan Arentha, tidak menemukan keberadaan gadis itu.
"Kenapa gadis itu tidak kelihatan?" Tanya Evan.
"Aku rasa dia lari ketakutan karena kamu." Jawab kompak kedua laki-laki itu.
"Tidak, jangan kira aku bodoh, apa hubungan nya dengan ku!" Celetuk Evan.
"Siapa yang tahu?" Jawab kedua laki-laki tersebut sambil menaikkan 1 kaki nya di atas paha.
Untuk waktu yang lama, akhirnya pengetessan di mulai.
"Sekarang pengetesan pertama akan di mulai—"
__ADS_1
"Tunggu sebentar." Ucap Alex memotong pembicaraan seorang pria yang berkumis.
"Ada apa tuan Casella?" Tanya pria tersebut.
"Tes pertama, Kepada semua wanita yang barusan saja ribut, berteriak mengganggu suasana, untuk semua nya keluar dari taman Royal!" Tegas Alex membuat wanita-wanita itu mendadak diam, dan ada yang di keluarkan, membuat ruangan tersebut menjadi hening, karena tersisa beberapa orang saja.
Arentha yang melihat laki-laki itu memerintah sambil memasukan dua tangan nya di dalam kantung celana membuat dia sedikit bersembunyi di kerumunan.
Sombong sekali laki-laki ini! Batin Arentha sambil membenarkan kacamata nya.
"Ahem.. sekarang mari kita lakukan tes pertama, yaitu tes tertulis!" Ucap pria itu sambil memberikan sebuah kertas dan sebuah pen kepada masing-masing perempuan yang tersisa.
Dalam kertas tersebut terdapat beberapa pertanyaan yang harus di jawab oleh peserta wawancara.
Saat Arentha melihat pertanyaan dari kertas tersebut, ia sedikit menganga, karena pertanyaan nya itu.. sedikit aneh?
Siapa yang membuat pertanyaan yang bodoh ini? Batin Arentha tertekan.
*Pertanyaan*
1. _Apa kamu pernah berkencan? Ya/Tidak._
3. _Kamu akan menuruti sepenuh nya apa kata tuan? Ya/Tidak._
4. _Apa kamu suka banyak bicara? Ya/Tidak._
Dan yang terakhir.
5. _Apa kamu seorang perempuan? Ya/Tidak._
*Ekspresi Arentha saat membaca soal dari kertas itu.
( • _ • )>|
Setelah selesai menjawab semua soal yang ada di kertas tersebut dan di hitung jumlah nilai, ternyata hanya empat peserta yang lolos dari tes tersebut, termasuk Arentha.
"Berikut nya, empat orang yang lolos dalam wawancara akan masuk ke tes berikut nya, yaitu tes talenta!" Ucap pria berkumis sambil memberikan tes selanjut nya kepada peserta wawancara yang tersisa.
__ADS_1
Hanya tersisa empat orang saja, aku tidak menyangka akan ada banyak orang yang tidak lolos dari tes bodoh seperti ini! Batin Arentha yang mendapat persentase nilai 65%.
Setelah itu, pria tadi memberikan sebuah kertas kepada Alex untuk memilih topik dari pertunjukan talent.
"Tuan, silakan pilih topik untuk pertunjukan talenta!"
Arentha yang sedang melihat perbincangan antara Alex dan pria berkumis itu, tidak sengaja mendengar bisikan dari gadis di samping nya.
"Humph, aku tidak menyangka gadis sejelek ini berani datang untuk wawancara sebagai pelayan tuan muda,hahahaa" bisik Amara, seorang gadis yang masuk tes selanjut nya.
"Yup, benar, dia gak malu apa ya, udah muka nya jelek, dekil lagi." Jawab taman gadis itu mengeraskan suara nya agar terdengar oleh Arentha.
Dia kah? Gadis yang bicara dengan ku di depan pintu depan tadi? pikir Arentah dalam hati.
"Gadis jelek, jika aku jadi kamu, aku akan keluar dari tes ini, hahahaha," ejek Amara kepada Arentha.
Apa hubungan nya dengan cantik dan jelek? Cuma menjadi pelayan dan bukan istri, aku tidak paham dengan jalan pikiran gadis ini. Ucap Arentha dalam hati.
Setelah lama-lama Alex berdiskusi dengan pria itu, akhir nya topik pertunjukan dari tes ini sudah di tentukan.
"Oke, topik pertunjukan talenta adalah, merangkai bunga, silakan selesaikan dalam waktu tiga puluh menit!" Ucap pria itu kepada empat peserta yang tersisa.
Di sisi lain, ketiga laki-laki itu sedang asik mengobrol tentang siapa yang akan menang dan menjadi pelayan di asrama nya.
"Coba kalian tebak, siapa yang akan menang?" Tanya Evan.
"Di antara mereka, hanya Amara yang seorang anak kolomengrat, merangkai bunga adalah mata pelajaran wajib bagi kolomengrat, jadi mungkin dia yang akan menang." Jawab Lanno.
"Menurut ku tidak begitu." Jawab Alex dengan yakin.
"Kalau begitu, kenapa tidak bertaruh saja, 15 juta? Aku pilih Amara." Tawar Evan.
"Aku juga pilih Amara, kalau kamu? Alex." Tanya Lanno kepada Alex.
"Aku pilih..... aku pilih yang jelek di sana itu!" Jawab Alex sambil menatap Arentha.
Arentha yang merasa di tatap menjadi gugup dan was-was.
__ADS_1
Entah apa yang membuat laki-laki itu menatap Arentha, membuat Arentha bingung.
Kenapa sih, laki-laki itu natap aku terus. Batin Arentha.