
"Lepaskan..., pelayan ku sekarang juga!" Ucap Alex dan kemudian melangkah memasuki toilet.
Kedua laki- laki yang mendengar suara dari Alex, menjadi panik.
"Tu—Tuan, Tuan Casella.."
"Berani sekali kalian menindas pelayan ku?" Ucap Alex dingin kepada dua laki- laki itu.
"Tuan, Tuan Casella, maafkan kami..!" Ucap dua laki- laki itu sambil berlutut di hadapan Alex.
Alex yang geram atas kelakuan dua laki-laki itu, ia pun mendekatkan diri nya dan mencengkram bahu laki-laki itu sehingga laki-laki itu gemetar.
"Hah? Maaf? Untuk apa?" Ucap Alex.
"Maaf, Tuan Casella, kami tidak akan melakukannya lagi!" Ucap laki-laki itu. Kemudian Alex melepaskan cengkraman nya.
"Pergi dari sini sekarang!" Ucap Alex.
Kedua Laki-laki itu kemudian berlari keluar dari kamar mandi.
"Tuan Casella, Terim—" Belum sempat menyelesaikan kalimat nya, Bibir Arentha di tahan oleh satu jari telunjuk Alex yang menempel di bibir nya.
"Sebelum kamu mengucapkan terima kasih, bukankah pagi dan siang ini kamu sudah menghilang selama dua jam tanpa sebab? Pemotongan seribu dollar karena ketidak hadiran kamu!" Ucap Alex kepada Arentha dan kemudian melepaskan jari nya dari bibir Arentha.
"Aku di hukum oleh guru untuk membersihkan toilet!" Jelas Arentha.
"Itu urusan mu, sebagai pelayan, kamu harus siaga selama dua puluh empat jam penuh!" Ucap Alex dan setelah itu ia pergi meninggalkan Arentha sendirian di toilet.
Argggh, apaan sih, masa gara- gara telat dua jam, gajiku langsung di potong seribu dollar, lagian aku telat itu gara-gara di hukum guruuuu tauuu!
-----------
Asrama Royal Garden
__ADS_1
Malam hari nya, Arentha ia sudah siap- siap memakai baju pelayan nya, ia ke tiga Tuan muda itu menunggu di dekat tangga, setelah beberapa saat, ketiga tuan muda tersebut pun turun dengan setelan baju yang menarik ala-ala mafia.
"Arin, malam ini kamu tidak perlu membuatkan makan malam! Kami akan keluar!" Ucap Alex dan kemudian melenggang pergi.
"Hati-hati, Tuan, selamat bersenang-senang!" Ucap Arentha mengantar kan Tuan nya ke depan pintu, dan melambaikan tangannya.
Kemudian Arentha kembali masuk ke dalam Asrama dan menutup pintu nya rapat-rapat.
"YEAHHHH! Aku bebas, tidak perlu lagi melayani ketiga iblis itu malam ini!" Ucap Arentha kegirangan saat ketiga tuan nya itu telah pergi
Baru hendak mau bersantai-santai Arentha mendapat telepon dari telepon genggam yang ada di asrama Royal Garden.
Tringgg,tringgg
"Halo, taman Royal, ada yang bisa saya bantu?" Ucap Arentha.
"Sekarang cepat ke caffe bar Omnia!" Ucap seseorang dalam telepon tersebut.
"Apa?"
"Oke, aku mengerti, aku akan segera kesana!"
Setelah mendapat telepon tersebut, Arentha kemudian bersiap- siap untuk pergi ke caffe itu, ia mengenakan dress mini berwarna hitam dengan balutan putih di atasnya.
--------
Caffe bar Omnia
Arentha telah sampai di depan pintu caffe itu, ia pergi menghampiri kakak sepupu nya yang tengah berdiri menunggu Arentha disana.
"Kakak, apa yang terjadi?!" Ucap Arentha dengan nafas terengal-engal.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan! Cepat, pakai ini lalu masuk ke dalam!" Ucap Kakak nya sambil memberikan tas belanja kepada Arentha, Arentha pun melihat isi tas belanja itu, didalam nya terdapat sebuah topeng yang sangat cantik, identik dengan pakaian yang Arentha pakai malam ini. Setelah memakai topeng tersebut, Arentha dan Kakak nya pergi memasuki caffe bar tersebut.
__ADS_1
"Kak, ini pesta topeng ya? Kenapa aku harus memakai topeng seperti ini, dan kenapa kakak memanggil ku secara mendadak?!" Ucap arentha.
"Tentu saja karena aku butuh kamu untuk menemani ku pergi ke pesta bertema topeng pasangan di Omnia, karena syarat dari Omnia mengharuskan memiliki pasangan untuk bisa ikut pesta itu!" Ucap kakaknya sambil memeletkan lidahnya.
"Kak, kamu keterlaluan sekali! Padahal aku baru saja mau bersantai-santai! Kalau begitu aku mau pulang, sampai jumpa!" Ucap Arentha kesal.
"Ayolah, Arentha, mungkin saja kamu akan mendapat kan pacar yang kaya disini, dengan begitu kamu bisa lebih cepat menyelesaikan taruhan dengan papa mu itu." Ucap Rose ( kakak sepupu Arentha) sambil menahan tangan Arentha.
"Kalau menyelesaikan taruhan dengan cara ini, bukankah lebih baik aku ikuti kemauan papa untuk menikah saja!"
Saat sedang berceloteh, tiba-tiba kepala Arentha terkena lemparan sebuah bola kecil.
Tuk
"Aduh, siapa sih yang melempar!" Ucap Arentha sambil berbalik dan melihat ke arah dimana bola di lempar.
"Selamat kepada gadis beruntung pada malam hari ini!" Ucap MC yang ada di sana.
"Aku? Gadis beruntung? Aku?" Ucap Arentha bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, Nona, anda lah gadis beruntung malam ini!"
Mendengar hal itu, Arentha dengan mata bersinar- sinar datang mendekati sang MC.
"Apa ada hadiah nya?" Ucap Arentha secara mendadak.
"Untuk hadiah sih tidak ada, tapi kami memiliki kejutan yang lebih spesial untuk anda!"
"Woww, benarkah, apa, apa , apa, apa!" Ucap Arentha tidak sabar.
"Kejutan nya adalah... kamu bisa meminta satu permohonan apapun kepada para pangeran kita untuk mu!"
Ucap sang MC sambil membuka tirai merah yang ada di atas panggung. Setelah di buka, disana terdapat tiga laki-laki yang memakai baju elegan hitam ala- ala mafia.
__ADS_1
Eh, ohhh tidak, Tiga iblis itu lagi?