
Setelah Arentha keluar dari tersebut, Arentha akhir nya menemukan rumah sepupu perempuan nya, yang di mana rumah sepupu nya itu tidak jauh dari rumah besar yang tadi. Dan rumah sepupu nya cukup kecil dari pada yang Arentha bayangkan.
_Puff! Memalukan sekali! Untung saja aku pintar!_ batin Arentha mengingat kejadian yang tadi menimpa nya.
"Arentha!" Panggil seseorang yang tak lain adalah sepupu perempuan Arentha.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya sepupu Arentha sambil membawa tas dengan logo Chanel.
"Sepupu ku! Kak, akhirnya aku menemukan mu!"
Kedua gadis itu berlari mendekatkan satu sama lain.
"Kakak! Kamu lah angin nya."
"Arentha! Aku lah pasir nya."
Ucap ke dua gadis tersebut sambil berlari dengan dramatis ala-ala india.
"Arentha!" Panggil sepupu nya sambil menangis.
"Kakak! Ternyata Kakak sepupu masih menyayangi ku, sampai-sampai menangis begini saat bertemu dengan ku."
Kakak sepupu Arentha memeluk Arentha dan menangis di bahu nya, begitu sayang nya ia kepada sepupu nya itu.
"Kak, sudah jangan menangis, aku ti—"
Belum sempat Arentha menyelesaikan kalimat nya, sepupu nya sudah memotong pembicaraan nya terlebih dahulu.
"Arentha, aku di campakkan!"
Ups.. ternyata sepupu nya menangis itu bukan karena rindu kepada Arentha, melainkan ia di campakkan oleh seseorang. Yang sabar ya Arentha...
_Eh? Bukan nya menangis karena aku ya?_ Batin Arentha ngenes.
Tak selang lama Arentha melihat sepupu nya menangis, akhirnya ia menanyakan siapa yang mencampakan Kakak sepupu nya itu.
"Kak, siapa yang berani mencampakan kamu?" Tanya Arentha.
__ADS_1
"Dia.... Dia adalah laki-laki yang sempurna. Ayah nya seorang pemimpin keuangan Asia dan Ibu nya seorang Desainer pakaian Ternama, kakek nya adalah seorang politikus berpengaruh dan kakek nya yang satu lagi adalah seorang bos mafia Asia. Jika ada yang bisa menikahi nya, maka dia akan menjadi wanita nomor satu di Negara!" Jelas sang kakak sambil jingkrak-jingkrak yang bahkan hampir saja dia kayang.
*Reaksi Arentha ( - _ - )
"Sayang nya... Dia itu playboy!" Lanjut sepupu nya itu.
_Hah, playboy?_
"Arentha, aku tidak terima, kamu harus bantu aku untuk balas dendam!" Ucap Kakak nya sambil memegang kedua bahu Arentha serta menunjukkan mimik wajah nya yang menyeramkan.
"Si—siapa namanya? Kak, biar aku bantu.." Jawab Arentha ketakutan melihat ekspresi Kakak nya itu.
"Dia, Nama nya adalah Alex Casella, dia sering datang ke caffe bar Omnia!" Jawab Kakak nya yang tiba-tiba mendadak menjadi kalem setelah menyebutkan nama Alex.
Setelah Arentha mendengar penjelasan Kakak nya, ia berniat datang ke caffe bar Omnia di malam hari.
🌚✨🌚........
Malam hari pun tiba, Arentha berangkat ke sebuah Caffe bar Omnia, ia mengenakan pakaian dres cantik berwarna biru gelap, rambut nya yang panjang dan sedikit bergelombang di ujung rambut bawah nya, menambah kesan cantik pada diri nya.
Arentha menyusuri caffe bar yang ramai akan pengunjung tersebut, netra nya tak henti-henti nya memperhatikan sekeliling nya yang penuh dengan pria dan wanita, ada yang sekedar minum, atau makan, ada yang pelukan, dan bahkan ada yang ciuman, padahal mereka di perhatian oleh banyak orang.
Seorang pelayan di caffe tersebut yang sedang melihat Arentha celingak-celinguk langsung datang menghampiri nya. Seolah tau akan isi pikiran Arentha, sang pelayan memberitahukan sebuah kamar tempat Alex berada.
"Oh, apa nona juga sedang mencari tuan Casella? Dia berada di kamar sebelah sana, nona." Ucap sang pelayan
"Oh iya, terima kasih." Jawab Arentha sopan.
Setelah itu Arentha datang ke kamar yang di beritahukan tadi, ternyata kamar tersebut ialah kamar VIP, yang di mana kamar tersebut ialah kamar yang hanya di pesan oleh orang-orang kolomengrat karena harga beberapa jam di kamar tersebut ialah mencapai puluhan juta.
Arentha mendonbrak pintu tersebut dengan cara menendang nya.
*Bruak*
Di dalam kamar terlihat sesosok laki-laki berambut cokelat kemerahan dan memakai baju kemeja berwarna orange kecoklatan dan beberapa wanita yang tengah menawarkan sebuah anggur kepada laki-laki tersebut.
"Anggur nya, tua." Ucap salah satu gadis tersebut.
__ADS_1
_Hum, Apa dia itu Alex Casella? Ternyata ia Benar-benar seorang playboy!"_
Mendengar suara pintu di dobrak, membuat semua orang di dalam kamar tersebut menjadi kaget.
"Hey, berani sekali kamu masuk ke kamar ini! Mau mati ya kamu?" Ucap laki-laki itu yang tadi nya duduk, hingga berdiri.
Laki-laki tersebut melangkah maju menghampiri Arentha dengan marah.
Kemudian.....
*Bruuuk*
Laki-laki tersebut jatuh akibat dari kepeleset kulit pisang yang ada di lantai, kepala laki-laki itu hampir saja mencium kaki Arentha, dan untung nya Arentha sempat menghindar.
"Ha-ha-ha, terima kasih atas pemberian hormat mu pada ku. Ok. Sekarang bangunlah!" Ejek Arentha.
Laki-laki tersebut bangun dan menatap Arentha.
"Hey, siapa kamu sebenar nya?" Tanya laki-laki itu.
"Aku? Aku ini penggemar mu!"
"Penggemar ku?"
"Iyaa, jadikanlah aku sebagai pacar mu, bagaimana?"
Mendengar ucapan Arentha, laki-laki itu tersenyum jahat.
_Humph. Gadis sombong, akan aku permainan kamu!_ batin laki-laki tersebut.
"Ok deh, tapi kamu harus memperlihatkan ketulusan mu, bagaimana?" Tawar laki-laki itu.
"Oh, bagaimana caranya?" Goda Arentha sambil mendekatkan wajah nya ke arah laki-laki tersebut sehingga membuat wajah laki-laki itu memerah.
Mendengar ucapan Arentha yang setuju dengan ucapan nya, membuat laki-laki itu tersenyum puas.
Setelah itu ia kembali duduk di atas sofa yang berada di ruangan tersebut.
__ADS_1
"Cium saya!" Ucap lelaki itu dengan nada sombong serta menaikkan satu kaki nya di atas meja.