
...Meeting to get close ...
...to each other is ...
...very important.🥀...
...✨✨✨...
..."Siapin cemilan, dan cari ...
...Tempat yang nyaman...
...Untuk membaca"...
...|| Ready...... Go! ||...
...Jangan lupa vote and komentarnya...
...||Happy Reading||...
...__...

20.00 WIB.
Aku menguap dan mengucek mataku.
"Jam berapa sih, ini,?" Kataku sambil melihat ke arah jam.
Astaga, udah malam. Mana aku belum mandi. Aduh, kenapa bisa ketiduran sampai selarut ini sih.
Aku pun cepat-cepat pergi ke kamar mandi. Tiba-tiba,
Drrtt-drrtt..
Aku mengambil gadget ku dan melihat isi pesan ku.
''Rachael, malam
ini kamu gak
Sibuk kan?''
Eh, verrell message aku. Dan nanyain, tentang diriku. Ada apa ini ya? Hmm... Aku deg-degan banget.
^^^''Oh, aku gak sibuk^^^
^^^Kok. (Emot manis)^^^
^^^Ada apa ya?'' ^^^
''Gini, aku mau ngajak
Kamu makan malam
Di rumah ku. Kamu
Mau?''
Makan malam, di rumahnya verrell. Aduh, gak salah lihat kan? Gumamku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
^^^''Aku gak bisa, verrell.^^^
^^^Aku, gak tahu mau ^^^
^^^Naik apa? (Emot sedih)''^^^
Bilang saja Rachael, kalau kau itu mau di minta jemput sama verrell.
Nanti, biar supir aku
Yang jemput kamu.
Zonk, berharap verrell yang menjemputku. Eh, ternyata verrell malah nyuruh supirnya untuk menjemput ku.
^^^''Oke deh, aku ^^^
^^^Siap-siap dulu.^^^
^^^See you...''^^^
__ADS_1
Aku pun cepat-cepat pergi ke kamar mandi.
...✨✨✨...
Sampailah aku, di rumah verrell yang super mewah. Verrell menghampiri ku, dan terbengong melihatku. Apakah dandanan ku aneh? Aduh, malu Banget aku.
"Kamu cantik," berbisik kepadaku dan tersenyum.
Kamu cantik? Kamu cantik? Kamu cantik? Fix, ini bakalan terngiang-ngiang di kepalaku.
Persiapan sebelum ke rumahnya Verrell 🍂
"Baju apa yang harus aku pakai," kataku pelan sambil mengambil baju di lemari ku.
Ambil baju satu, lempar ke tempat tidur, ambil lagi, lempar lagi, begitulah seterusnya sampai bajuku bertumpuk di kasurku.
"Huft, gak ada yang cocok," aku sebal.
Oh iya, aku kan kemarin habis beli baju baru. Kenapa gak kepikiran sih, astaga...
...'''''''''2 jam kemudian 🍂''''''''...
Akhirnya, aku selesai dandan. Biasa lah, perempuan kalau sudah berdandan lamanya minta ampun.
Aku melihat diriku di kaca lemari. Sambil memutar-mutar bajuku.
"Kamu cantik, Rachel. Tidak ada yang bisa mengalahkan mu," tersenyum sambil merapikan rambut.
Jeng... Jeng...
Semua penghuni villa, terpesona melihat kecantikan ku. Aku pun berjalan selayaknya bidadari. Memakai gaun ungu yang di lapisi oleh permata-permata kecil yang berkilau. Menambah kesan kewanitaan ku muncul. Sambil mengibas-ngibaskan rambutku, menambah kesan kecantikan ku semakin menambah.
"Ayo, pak, kita pergi," kataku kepada supirnya verrell.
...✨✨✨...
Verrell pun menuntunku ke meja makannya. Ya ampun, di sana sudah ada perempuan yang kemarin lagi. Aku hanya menundukkan kepalaku.
"Kamu kok, nunduk," wanita itu mendatangiku.
Aku hanya tersipu malu. Ternyata, aku kalah cantik sama dirinya.
"Ya udah, kita makan yuk," ajak wanita itu.
"Jangan malu-malu," kata wanita itu.
"Oh iya, Rachael. (Sambil menelan makanan nya) perkenalkan, dia ibuku," Verrell memegang tangan wanita itu. Oh, ternyata dia itu ibunya. Dan momy, adalah ibu. Astaga, aku kok bodoh gini ya. Gak paham arti dari momy.
Aku pun tersenyum manis kepada ibunya Verrell. Ketika kami lagi makan, tiba-tiba seorang wanita datang dengan tidak permisi.
"Hay, Tante," sambil mencium pipi ibunya Verrell.
"Hey," membalas ciuman wanita itu.
Sepertinya, wanita itu sudah akrab dengan ibunya Verrell. Aku masih lanjut makan dan tidak menghiraukannya.
(Wanita itu melihat ke arahku) "Tante, dia siapa?," Wanita itu menaikkan satu alisnya.
"Dia, sekretaris barunya Verrell," ibunya verrell tersenyum kepadaku. Aku pun membalas senyumannya.
Sepertinya, wanita itu tidak menyukai diriku. Apa salahku? Apakah aku pernah menyakiti nya?
"Verrell," teriaknya kepada verrell dan mendekatinya.
Verrell hanya tersenyum pahit kepadanya. Loh, ada apa dengan mereka. Apakah mereka sedang menjalani hubungan yang spesial.
"Kamu kok gitu, sayang," aku tersontak kaget ketika wanita itu mengucapkan kata, sayang kepada verrell.
"Kita udah putus," sahut Verrell kepada wanita itu.
Wanita itu hanya memiringkan bibir nya dan melihat diriku dengan penuh sinis. Aku hanya meliriknya sekilas dan kembali menikmati wejangan yang diberikan oleh keluarga Verrell.
"Dady," teriak seorang anak yang turun dari tangga dan menghampiri Verrell.
"Sayang, kamu kok bangun," Verrell mengendong nya dan mencium pipi anak itu.
"Dady, aku gak bisa tidur," anak itu memelas kepada Verrell.
"Kenapa?," Kata verrell.
Anak itu hanya menggelengkan kepalanya. Sepertinya, Verrel sayang banget sama anak itu. Anak yang imut, ganteng, dan lucu membuatku begitu nyaman.
__ADS_1
"Mama?," Ucap anak itu kepadaku.
Ha, mama. Gumam ku dalam hati.
"Itu bukan mama, tapi Tante Rachael," Verrell tersenyum kepada anak itu.
"Enggak, itu mama, mama...," Anak itu memeluk ku dan dia merasa bahwa aku adalah ibunya.
Aku pun mengisyaratkan kepada verrell, bahwa aku gak apa-apa di panggil mama sama anak nya. Sepertinya, dia kangen dengan kasih sayang dari seorang ibu.
"Sayang," sahutku sambil menggendong nya.
"Mama, temenin aku tidur ya," pinta anak itu kepadaku. Gimana aku bisa menolak permintaan nya. Dia memasang wajah yang begitu manis kepadaku. Aku pun mengangguk kepadanya.
"Yee...," Anak itu teriak kegirangan.
Aku mengantarkan anak itu untuk ke kamarnya dan menemaninya hingga dia tertidur lelap.
...''''Twinkle, twinkle little star...🎶''''...
Aku bernyanyi sambil mengelus-ngelus kepala anaknya Verrell. Apakah ini, rasanya menjadi seorang ibu? Sepertinya, rasa penat dan lelah hilang setelah melihat anak ini.
Akhirnya, dia tertidur pulas. Aku pun, keluar dari kamarnya dan izin pamit untuk pulang.
"Tante, Verrell. Aku pamit dulu ya," kataku sambil mendekati mereka di ruang TV.
"Aku antar ya," kata Verrell kepadaku.
"Gak usah, aku bisa pakai taksi," aku menolaknya dengan halus.
"Ini udah malam, (ibunya verrell mendekatiku) gak baik loh, perempuan pulang sendirian malam-malam. Biar verrell antar ya," bujuk ibu verrell kepadaku.
Kalau udah calon mertua, aku gak bisa nolak dong. Eh, calon mertua. Ngarep banget aku ya.
...Di perjalanan 🍂...
"Pasti tadi kamu gak nyaman ya, soal anakku manggil kamu mama?," Tanya Verrell kepadaku.
"Eh, enggak kok. Malahan aku nyaman banget loh," aku tersenyum manis.
"Makasih ya," Verrell menggenggam tanganku.
...✨✨✨...
"Terimakasih ya, makan malamnya," kataku kepada verrell.
Prak... Bunyi hentakan pintu kamarku.
Ah, hari ini aku bermimpi apa? Rasanya, kenangan hari ini ingin aku ulang terus-menerus. Gumam ku dalam hati sambil merebahkan diriku di kasur.
...⭐________⭐...
..."Aku gak pernah berharap...
...Untuk dicintai. Tapi,...
...Aku selalu berdoa...
...Untuk mendapatkan...
...Pasangan yang...
...Setia."...
...|| Odnoliub ||...
...⭐________⭐...

Ehm, ehm...
Ada yang baper nih, hehehe...
Silahkan utarakan isi hati kalian di kolom komentar.
Dan jangan lupa vote nya.
Udah dulu ya, see you next chapter.
Salam manis dan hangat dari author super kece
__ADS_1
Darwan Wijaya.