Odnoliub

Odnoliub
CHAPTER 7


__ADS_3

Readiness in that self


needs to produce


extraordinary.🥀


✨✨✨


"Siapin cemilan, dan cari


Tempat yang nyaman


Untuk membaca"


|| Ready...... Go! ||


Jangan lupa vote and komentarnya


||Happy Reading||


__



20.00 WIB


Drrtt-drrtt


Aku pun meraba-raba meja untuk mencari gadgetku.


"Siapa, sih. Yang nelpon malam-malam," aku mengucek mataku dan mengangkat telepon.


"Hallo," sambil menguap.


"...."


"Eh, pak Verrell," aku tersontak kaget ketika dia menyebutkan namanya.


"....,"


"Besok kita, meeting," aku memiringkan mulutku.


Meeting... Aku kan bukan sekretaris nya. Gumam ku dalam hati.


"Siap, pak. Besok kan?," Kataku.


Jantungku berdebar-debar ketika dia mengucapkan, have a nice dream.


Oh my God, ini seriusan? Aku gak bermimpi kan?


Aku menarik selimutku untuk berteriak kegirangan.


May 24, 2015


"Tolong, ambilkan berkas untuk meeting di atas meja saya," Verrell menyuruh salah satu karyawan nya.


Astaga, ternyata aku telat. Aku jalan secara pelan-pelan, dan menunduk supaya dia tidak mengenaliku. Mumpung, dia lagi nelpon ini kesempatan ku untuk masuk ke kantor.


"Hey," verrell memanggilku dan berlari mendekatiku. Aku gagal, dia berhasil memberhentikan ku di pintu masuk kantornya.


(Berbalik mengarah nya) "iya, pak," tersenyum manis.


"Kamu ingat kan, hari ini kita mau ngapain?," Kata verrell dengan menatap ku manis.


Btw, dia sudah sembuh nih. Syukurlah, kalau dia sudah sembuh dari sakitnya.


"Ingat, pak," menggaruk-ngaruk kepalaku padahal tidak ada yang gatal.


"Ini, pak dokumennya," karyawan itu memberikan dokumen yang disuruh oleh verrell.


"Kamu ikut saya," verrell menarik tanganku. Tapi, aku melepaskan nya.


"Saya kan, bukan sekretaris bapak," jelasku kepada verrell. Verrell hanya tertawa kecil kepadaku, apa yang lucu aku kan serius, kalau aku bukan sekretaris nya.


"Udah ayo, (menarik tanganku) sekarang kamu saya angkat jadi sekretaris pribadi saya," bisik verrell kepadaku.


Ha? Sekretaris pribadi, aku naik jabatan nih. Gumam ku dalam hati.

__ADS_1


Di perjalanan 🍂


"Oh iya, nanti kamu yang presentasi ya," kata verrell dengan mudahnya berbicara dan menyuruh ku.


Presentasi? Tanyaku dalam hati.


"Tenang, kamu pasti bisa," Verrell melihatku dan memegang tanganku.


Aku pun menatap verrell dengan senyuman manis. Ini sebabnya, aku nyaman ketika dekat bersama verrell. Dia sangat hangat, dan bisa membuat ku tenang.


✨✨✨


Verrell membuka kaca mobilnya.


"Kita sudah sampai. Gimana kamu sudah siap?," Kata Verrell dan tersenyum kepadaku.


Aku pun mengangguk dan membalas senyumannya.


"Selamat datang, pak," salah satu rekan meeting verrell menyapanya.


Aku hanya menunduk dan tidak ingin melihat. Argh, kenapa aku deg-degan banget. Apa yang harus aku katakan nanti.


"Aku yakin kamu pasti bisa," Verrell berbisik kepadaku.


Tak... Tak... Tak...


Aku hanya mendengarkan bunyi hentakan jam yang ada di ruangan itu. Sebentar lagi, aku akan presentasi.


Verrell menyenggol ku dan menyuruh ku untuk presentasi mewakili perusahaan kami. Aku berdiri dan tersenyum kepada semua orang.


Aku memejamkan mataku dan mulai menarik napas supaya rasa grogi ku hilang. Tepat aku berdiri di hadapan mereka semua dan mereka menatapku penuh dengan keseriusan.


Tetap tenang, santai jangan grogi. Gumamku dalam hati sambil menatap mereka satu-persatu.


Verrell hanya senyam-senyum sendiri melihatku. Dasar, apa yang sudah dia rencanakan? Kalau aku gagal menyampaikan presentasi ini, perusahaan dia yang bakalan malu.


Baiklah, aku akan memulai nya. Gumam ku dalam hati sekali lagi sambil membuka laptop.


"Good morning, all," kataku dengan bijak.


"Morning," mereka menjawabnya.


"We are here to give our new product that I am publishing next month," sambil menunjukkan produk baru dari perusahaan kami.


Sesekali aku melihat verrell, ketika aku melihatnya verrell tersenyum manis kepadaku. Itu yang membuatku semangat dan percaya diri.


2 jam berlalu aku presentasi 🍂


Semua orang bertepuk tangan kepadaku. Apakah presentasi ku bagus?


"Thank you for your attention, everyone.


Hopefully what I have to say is useful for everyone. I resign, and good afternoon everyone," aku mengukir senyuman bahagia di pipiku.


✨✨✨


"Pak, kita makan dulu ya," Verrell menyuruh supir pribadinya untuk berhenti di restaurant.


Kami pun berhenti sejenak untuk mengisi perut kami yang sudah crunky.


"Bapak, makan bareng kita aja," tawar verrell kepada supir nya.


"Gak usah, pak. Nanti, saya makan dirumah saja," tolak pak supir secara halus.


"Udah, ikutan aja. Lagian gak apa-apa kok," bujuk verrell.


Pak supir mengangguk kepadanya. Kami pun memesan makanan yang ada di restaurant yang kami datangi.


"Presentasi kamu, (menguyah makanannya) sangat bagus. Semua investor, pada suka dengan penyampaian mu," menyantap makanannya.


"Terimakasih, pak. Ini semua kan, berkat bapak juga," aku tersipu malu.


"Gimana kalau kamu, (Verrell menyedot minumannya) jadi sekretaris, plus asisten saya," tawar verrell kepadaku.


(Aku tersedak) "sekretaris, pak?" Tanyaku kepada Verrell.


Verrell mengangguk dan menyantap makanannya lagi. Aduh, sekretaris lumayan tuh. Akhirnya, aku naik jabatan. Aku pun mengangguk kepadanya menandakan bahwa aku setuju.

__ADS_1


Akhirnya, kami selesai makan. Verrell mengantarkan ku sampai ke depan villa ku.


"Cie..," aku tersontak kaget, ketika Oliv sudah berada di dekatku.


"Kamu rupanya, Oliv. Aku kira siapa, kamu ngagetin aja lah," sambil mengelus dadaku.


"Aku mau curhat, boleh gak?," Oliv memasang wajah sok cute nya kepadaku. Sebetulnya, aku malas banget dengerin curhatan nya. Tapi, kalau dia sudah memasang wajah yang sok cute nya. Aku gak bisa nolak.


"Kita ke kamar ku," aku mengajak Oliv untuk ke kamarku.


Krek... Bunyi suara pintu.


"Mau curhat apaan?, Cepetan ya, aku ngantuk banget," sambil merebahkan diriku di kasur.


"Sabar," kata Oliv.


"Aku mau curhat, kamu tahu kan," aku memotong perkataan Oliv.


"Aku gak tahu," kataku.


"Yah, iya lah. Aku kan, belum ngasih tahu," Oliv memasang wajah jutek nya.


Aku hanya bergeming. Berat banget mataku. Sampai aku melotot kan mataku dengan tanganku.


"Cepetan," kataku dengan kesal.


"Kamu tahu kan, Dery. Aku suka samanya. Tapi, dia suka aku gak ya, blablala... Blablala..," Oliv berbicara terlalu panjang. Sehingga membuat ku tertidur pulas.


Setelah beberapa detik, menit, dan jam dia curhat.


"Rachael..," teriak nya.


"Ehm," kataku.


"Rachael," Oliv menggoyang-goyang badanku.


"Apaan,?" Sahutku.


"Kamu dengarkan gak sih, aku curhat?," Oliv mengerek kepadaku.


"Dengar," sahutku lagi.


"Ih, kamu kok tidur sih. Udah ah, aku pergi aja," Oliv ngambek kepadaku, biarlah dia ngambek. Palingan, besok gak ngambek lagi.


Maaf kan aku Oliv, aku sangat lelah dengan hari ini. Kamu tahu kan, aku tadi selesai meeting. Dan semua tenaga, gak tenaga sih. Semua pikiran ku terkuras habis karena meeting itu.


⭐________⭐


"Coba aja dulu, urusan


Salah dan benar nya


Belakangan."


|| Odnoliub||


⭐_________⭐



Selamat malam readers...


Maaf nih, aku telat up.


Soalnya, aku revisi balik.


Tadi, terhapus semua nya.


😭😭


Tapi, aku usahain supaya aku bisa up malam ini. Ini semua untuk kalian.


Jangan lupa krisar nya, Vote nya juga.


Aku tunggu ya...🥺


Salam manis dan hangat dari author super kece

__ADS_1


Darwan Wijaya.


__ADS_2