
...Dream🥀...
...✨✨✨...
..."Siapin cemilan dan cari...
...Tempat yang nyaman...
...Untuk membaca."...
...|| Ready... Go! ||...
...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Vote dan komentarnya...
...|| Happy reading ||...
..._________...
Hospital
"Gimana keadaannya, dia baik-baik saja kan?" Tante Yongsuk sangat mengkhawatirkan Verrell.
Bukan kah dia, gak suka lihat Verrell. Tapi, tampak dari raut wajahnya begitu sangat khawatir ketika dia mengetahui tentang keadaan Verrell.
"Dia baik-baik saja, kita tinggal nunggu di sadar saja,"kata dokter yang merawat Verrell.
[ Mode mimpi on ]
Dimana aku?
Kali ini, Verrell berada di suatu rumah yang pastinya, dia tidak mengetahui itu rumah siapa.
Verrell melihat sekeliling isi rumah itu. "Rumah ini, apakah aku pernah berada di rumah ini?"
Dep...
Langkahnya terhenti ketika dia menemukan sebuah foto yang sudah di hiasi oleh bingkai dan terletak di meja kecil.
Dia mengambil foto itu, lalu meraba-rabanya. Verrell tersontak kaget, "Siapa wanita ini? Kenapa dia begitu akrab sekali denganku?"
Verrell masih menatap foto itu. Dan tanpa sengaja, air mata sudah menetes di pipinya.
Siapa sebenarnya wanita yang bersama Verrell?

Verrell terus mengelilingi rumah yang hanya berukuran 6x3,5 meter. Belum lagi di tambah ada ruangan bawah tanah yang cukup menarik sehingga membuat Verrell penasaran.
Cekrek
Verrell melihat takjub ketika memasuki ruangan bawah tanah tersebut. Ruangan yang berisi barang-barang antik dan beberapa alat-alat musik tradisional.
Verrell mengambil salah satu alat tradisional itu, "Bukankah, ini alat tradisional Korea Selatan?"
Verrell masih belum yakin atau bisa di bilang belum paham dengan semua ini. Sebenarnya, ini rumah siapa? Dan wanita yang ada di foto itu siapa?
Setelah Verrell selesai mengelilingi ruangan bawah tanah itu, dia pun kembali untuk melihat ruangan atas dari rumah itu.
Tiba-tiba
"Kau akan ku ceraikan sekarang juga," seorang pria berkata kasar kepada wanita yang sudah bersujud di kakinya.
"Aku mohon, jangan ceraikan aku. Kasihan Verrell,"
Dia tersontak kaget ketika wanita itu mengucapkan nama Verrell.
"Tenang saja, anakmu pasti aku jaga. Dan dia sudah aku anggap sebagai anak kandungku," ucap seorang wanita yang berlindung di belakang pria itu.
Wanita yang bersujud itu pun, berdiri dan mendekati wanita yang berada di belakang pria itu.
"Kau," dia menunjuk wanita itu sambil menangis. "Kau, sudah merebut suamiku."
__ADS_1
Jadi, wanita yang di belakang pria itu adalah pelakor?
"Sudah lah, kau pergi sekarang," pria itu mendobraknya hingga terjatuh.
Air mata menetes lagi di pipinya Verrell. Rasanya sakit, hancur dan perih ketika wanita itu di perlakukan seperti itu.
"Aa, sial," Verrell menyeka air matanya. Lalu, pandangan beralih ke arah seorang anak kecil yang baru saja pandai berjalan mendekati wanita yang sudah dikhianati.
"Ibu,"kata bayi itu lalu memeluk wanita itu.
Anak itu? Mirip sekali dengan Verrell. Apakah wanita itu adalah ibunya Verrell?
Akhirnya, Verrell berhasil melihat wanita yang di sebut pelakor itu. Dia tersontak kaget, ternyata wanita itu adalah, momy.
Lagi-lagi Verrell tidak paham dengan semua ini.
Dan benar, kalau wanita yang dikhianati itu adalah ibunya kandung.
Air mata sudah membanjiri pipinya Verrell. Rasanya, begitu seperti di sayat-sayat ketika melihat perlakuan ayahnya.
"Ibu," ucap Verrell sambil menyeka air matanya kembali.
[ Mode mimpi off ]
Akhirnya, Verrell tersadar dari tidurnya. "Aku dimana."
Tante Yongsuk langsung mendatangi Verrell dan mengelus kepalanya. "Syukurlah kau sudah sadar," Tante Yongsuk mengukir senyuman itu kembali di wajahnya. Senyuman yang sama ketika dia berhasil merebut ayahnya Verrell.
Gak mungkin, ini gak mungkin. Guman verrell dalam hati sambil menatap tajam Tante Yongsuk.
Karena hal itu, Tante Yongsuk langsung terkejut dan bertanya kepada Verrell, kenapa dia melihatku terlalu tajam. Gumamnya.
"Kau," Verrell memberhentikan perkataannya.
Sebaiknya, dia tidak perlu tahu apa yang aku alami tadi. Dan, biarlah aku yang mencari ibuku sendiri. Gumam Verrell.
Dasar, perempuan munafik. Verrell berdecak kesal di dalam hati.
"Rachael," tiba-tiba, terselip nama Rachael di pikiran Verrell.
"Dia belum datang sampai sekarang,"balas Tante Yongsuk kepada Verrell.
"Argh,"lagi-lagi, Verrell meringis kesakitan. "Aku harus menemukan Rachael," Verrell mencabut infus yang sudah tertempel di tangannya dan pergi untuk mencariku.
Karena hal itu, Tante Yongsuk mencoba untuk menahannya, "Kau mau kemana?"tanyanya.
Tetapi, Verrell masih berseri keras untuk pergi mencariku. Dia mengambil jaket hangatnya lalu mengambil kunci mobil dan dia pun melaju kencang untuk mencari ku.
"Dasar, anak itu,"decak kesal Tante Yongsuk.
...✨✨✨...
Sampailah Verrell di gedung X itu kembali. Dia memeriksa semua ruangan dan berteriak, Rachael.
Hanya terdengar suara hentakan kaki dan napasnya Verrell.
Rachael, kau dimana.
Verrell terus berteriak memanggil ku. Tetapi, tidak ada jawaban sama sekali dariku.
Tinggal satu ruangan lagi, yang belum Verrell buka.
"Sial," ternyata ruangan itu terkunci. Terpaksa Verrell harus mendobraknya.
Bruk
"Rachael," dia berlari menuju ke tempatku. Aku yang sudah terbaring lemah dan tidak sadarkan diri.
"Rachael," Verrell memelukku begitu erat. Dan dia meneteskan air mata bahagia di pelukanku.
"Aah,"aku menghembus napasku dan membuka mataku secara perlahan.
__ADS_1
Aku melirik Verrell dan berbisik kepadanya, "jangan pergi."
Karena hal itu, Verrell mengecup kepalaku dan mengatakan, aku akan selalu berada di sampingmu. Jangan pernah pergi lagi dariku.
...✨✨✨...
Hospital
"Gimana keadaan, kekasihku?"tanya Verrell kepada dokter yang memeriksaku.
Kekasih? Sejak kapan aku dan Verrell jadian?
"Keadaannya sudah membaik, detak jantungnya juga sudah kembali normal. Tetapi,"dokter itu memotong pembicaraannya.
"Tetapi apa?"tanya Verrell dengan penuh penasaran.
"Pukulan yang terjadi di pundaknya begitu sangat keras sehingga membuat cedera pada kepalanya. Karena hal itu, dia tidak akan ingat tentang masa lalunya. Atau bisa dibilang dia, amnesia," jelas dokter itu kepada Verrell.
"Apa, ini gak mungkin, ini gak mungkin dokter,"Verrell masih tidak percaya akan semua ini.
"Ini sudah takdir yang maha kuasa, kita harus ikhlas menerimanya," dokter itu menepuk pundak Verrell dan meninggalkannya.
Ceklek
Verrell menatapku dan memegang tanganku. "Ini semua gak bakalan terjadi kalau saja aku tidak mengizinkanmu untuk kembali,"Verrell meneteskan air matanya dan mencium tanganku.
Ini bukan salahmu Verrell. Kau tidak salah, ini salahku kalau aja aku nurut kepadamu. Ini semua takkan terjadi.
[ Mode mimpi on ]
"Ah, aku dimana?"kataku sambil melihat seorang wanita yang menghampiriku.
"Rachael,"wanita itu tersenyum manis kepadaku.
Siapa wanita itu, kok dia bisa kenal denganku?
"Rachael,"kata wanita itu sekali lagi.
Apakah, aku ada hubungan tersendiri dengan wanita itu.
"Kau siapa?"tanyaku kepada wanita itu.
Wanita itu hanya membalasnya dengan senyuman. Sebenarnya apa tujuannya, dan dia siapa?
"Rachael,"lagi-lagi dia hanya memanggil namaku tanpa memberitahu apa maksud dan tujuannya.
Tiba-tiba, wanita itu hilang seperti abu dari hadapanku.
[ Mode mimpi off ]
Aku terbangun dan melihat apakah wanita itu masih ada di hadapanku.
...⭐_____________⭐...
..."Sesuatu yang terlihat baik...
...Belum tentu...
...Di dalamnya baik."...
...|| Odnoliub ||...
...⭐_____________⭐...

Jangan banyak tanya
Langsung vote dan berikan komentar nya.
Salam hangat dan manis dari Author super kece
__ADS_1
Darwan.