Odnoliub

Odnoliub
CHAPTER 2


__ADS_3

"**siapin cemilan, dan cari


Tempat yang nyaman


Untuk membaca."


|| Ready.... Go! ||


Jangan lupa vote and komentar nya


|| Happy reading**||


___


07.00 WIB.


Aku pun bersiap-siap untuk mencari pekerjaan di kota ini.


Hari ini, aku harus dapat pekerjaan. Gumam mu dalam hati.


Aku pun melangkahkan kakiku. Dan pergi ke dunia yang liar ini. Jujur, ini pertama kalinya aku pergi sejauh ini tanpa permisi sama orang tuaku. Hmm.... Durhaka kah aku?Sepertinya tidak.


Sampai lah aku di depan perusahaan yang super megah. Perusahaan tertinggi dan terbesar di kota ini. Yah, perusahaan yang terkenal dan terbaik di kota ini. Aku menatap dan melihat kiri dan kanan ku. Ternyata, para karyawan nya bukan orang sembarangan. Terlihat dari mobil yang mereka bawa.


Apa.... Aku udah gila, melamar bekerja di sini? Aku bergumam dalam hati.


Fyuh....


Aku menarik napas ku dan membuang nya.


Tanpa rasa ragu, aku pun melangkah dan masuk ke perusahaan tersebut.


Wahhh.....


Aku ternganga takjub melihat keindahan perusahaan ini. Perusahaan yang memiliki tingkat 25 ini terlihat lebih megah ketika aku masuk ke dalam nya.


Bruk.... Aku menabrak seorang pria.


Untung saja, pria itu memegang aku. So, aku tidak sempat terjatuh.


Eh, tapi... Bentar bentar. Pria ini, bukannya yang mengalami kecelakaan kemarin?Tapi, cepat amat sembuh nya ?


Aku pun terus memandang wajahnya berharap apa yang aku pikirkan itu benar.


"Kan benar!" Sontak ku.

__ADS_1


Seketika, orang-orang pada melihat ke arah ku. Apa sih yang aku lakukan?Malu-maluin saja.


Aku pun menutup wajahku, sangkingkan malu nya. Tiba-tiba pria itu membukanya dengan lembut.


Aduh.... Hati ku seketika cair.


"Hey..."


Kami pun melihat ke arah sumber suara tersebut.


Bruk...


Dia menjatuhkan ku. Dasar, laki-laki. Sebelum mendapatkan yang dia inginkan, dia kejar-kejar. Eh, ketika sudah mendapatkan nya dan sudah nyaman, malah di campakkan.


"Auu..." Aku pun berdiri sambil melihat ke arah mereka.


Sebetulnya, aku jutek banget sama dia. Untuk apa dia menolong ku, kalau ujung-ujungnya menjatuhkan ku. Apa dia gak tahu, rasanya itu sakit banget.


"Momy" kata pria itu.


Momy... Aku bergumam dalam hati.


Ternyata, itu momy nya. Eh, tapi momy itu apaan sih? Apa, panggilan sayang?


Aku pun menutup mulutku ketika pria itu mencium pipi wanita itu. Pemandangan apa sih ini dan ini lagi, kenapa aku kok sebal banget samanya. Jangan bilang, aku suka samanya. Tolong dong hati, jangan suka dulu kita kan gak tahu dia itu seperti apa. Terus dia punya pacar atau enggak?


∆∆∆∆


Tok...tok..tok.. aku mengetuk pintu ruangan HRD perusahaan itu.


"Masuk" terdengar dari dalam ruangan.


Aku membuka pintu nya dan menutup pintunya kembali.


"Kamu?" Aku dan pria itu sama-sama tersontak kaget.


Lagi-lagi aku merasa malu, bukan malu sih tapi "SEGAN".


"Ada keperluan apa anda ke perusahaan saya?" Kata pria itu, dengan dinginnya.


Waduh! Ini mah, idaman banget. Pria yang memiliki sifat-sifat dingin, sedingin es di kutub Utara. Sebetulnya, gak sedingin itu sih. Dasar, alay!


"Sa...saya.." tiba-tiba aku grogi.


Ada apa ini, aku merasa dadaku sesak ketika dia menatap ku dengan manis. ****** aku! Sepertinya, aku mimisan. Aku pun menunduk dan mengambil tissue untuk mengelap hidungku.

__ADS_1


"Maaf, pak" aku merasa malu banget.


Tapi, aku harus terlihat cool. Yah, jadilah perempuan yang cool. Pria itu tersenyum malu ketika melihat ku bertingkah aneh. Fix, ini menambah aku semakin malu.


"Saya, mau melamar kerja disini, pak." Bersikap cool.


"Boleh, saya melihat berkas-berkas mu" sambil menyodorkan tangannya.


Aku pun mengangguk, dan memberikan dokumen ku kepada nya. Suasana kembali hangat dan manis Ketika dia memegang tanganku.


Momen apa sih ini? Kok, jadi seperti ini ya?


"Eh, maaf." Pria itu pun melepaskan tangannya.


Hati ku berbicara, lama pun gak papa.


Aku pun tersenyum tipis dan kembali tersipu malu.


Pria itu pun melihat dokumen ku. Aduh.... Seandainya, kau tahu isi hatiku.


Apaan sih. Aku bergumam dalam hati.


"Okay, kamu saya terima kerja disini."


Aku pun tersontak bahagia, ketika aku diterima di perusahaan ini.


"Terimakasih, pak. Terimakasih" aku memeluk nya.


Tetapi, dia melepaskan pelukan itu. Eh, ini bukan modus ya. Ini cuman tidak di sengaja. Sangkingkan bahagia, aku sampai lupa mengontrol diri. Gak papa deh, yang penting aku pernah memeluk nya.


Aku pun pergi dari ruangan nya dan pergi untuk mengambil peralatan bekerja ku. Dia hanya tertawa melihat ku.


"Gadis itu, SWEATER GIRL'S" kata pria itu.


Yah, aku memang suka memakai sweater kemana-mana. Dari aku kecil,  aku sudah menyukai sweater. Gak heran! Semua orang memanggil aku "Sweater Girl's"


____


"**Kita tidak pernah tahu, apa yang


Sedang di persiapkan Tuhan


Untuk kita."


|| Sweater Girl's** ||

__ADS_1


____


__ADS_2