Odnoliub

Odnoliub
CHAPTER 18


__ADS_3

...•••••••••••••...


...Cek Typo...


...••••••••••••...


...🥀Never ...


...leave it.🥀...


...✨✨✨...


..."Siapin cemilan dan cari...


...Tempat yang nyaman...


...Untuk membaca"...


...|| Ready... Go! ||...


...Jangan lupa Vote dan komentarnya...


...|| Happy Reading ||...


..._________...


Wah, seriusan? Verrell mau ngajak aku jalan-jalan berdua. Apakah ini, apakah ini jalan menuju cintaku padanya. Tapi, apa dia menyukaiku.


Argh...


Aku menjerit, membayangkan semua itu. Seandainya, aku benar-benar bakalan menjadi nyonya Verrell. Aku bakalan terkenal dan di segani oleh banyak orang.


{ Mode Halu on }


"Nyonya..," teriak para para orang-orang yang sudah menungguku di perusahaan Verrell. Dengan membawakan Mading, yang bertulisan, I want to be like you.


Dan aku pun, melambaikan tanganku untuk mereka. Dengan memakai gaun yang super mewah, berkilau, dan mahal. Rambut yang ikal, Seperti sosis di gulung. Make-up, ala-ala wanita Korea Selatan. Disambut dengan, karpet berwarna merah yang sudah terbentang. Kamera dimana-mana untuk mengambil fotoku lalu di pajang di brand terkenal, oh My God.


Hey, hey, hey....


Verrell datang, untuk memelukku lalu mencium ku. Agresif sekali dia ya, apa gak malu di tempat keramaian begini.


Sadarlah...


{ Mode Halu off }


Verrell mencubit hidung ku. Astaga,


Ternyata cuman ngehalu doang. Aku memanyunkan bibirku dan memegang pipiku.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Verrell kepadaku sambil tertawa kecil.


"Ehm, anu-anu,"kataku dengan grogi.


Kalau aku beritahu dia, dia bakalan gak percaya. Malahan bakalan ilfil dan menjauhi ku.


"Arghh, gak mau," aku memukul-mukul dahiku.


"Kau kenapa?"lagi-lagi Verrell tertawa. Kali ini, dia tertawa terbahak-bahak sampai perutnya sakit.


"Ha?"aku mengukir senyuman paksa, karena memang ini yang seharusnya aku perbuat supaya tidak kelihatan bahwa aku sedang ngehalu. "I'm fine," .


Apakah Verrell bakalan percaya atau tidak?


"Oh,oke,"kata Verrell dengan cuek dan pergi meninggalkanku.


"Eh, btw anybusway," aku menghampiri Verrell dan duduk di sebelahnya.


"Apa?"balas Verrell, tetapi dia tidak melihat atau melirikku sama sekali. Dia sibuk dengan HP-nya.


"Kita jadikan, jalan-jalan?" Kali ini verrell melirikku. "Gak!" Jawabnya singkat.


Sad, ku menangis...


"Yah, padahal aku pengen jalan-jalan,"aku ngedumel dengan pelan. Dan melirik ke arah jam dinding yang terletak di atas televisi.


"Kau," kataku kepada Verrell. "Udah aku bilang, kita di rumah saja," balas Verrell dengan kesal. "Bukan itu!"aku melirik Verrell kembali. "Apa?" katanya lagi dengan cuek.


Ih, apaan sih. Kerjaan marah-marah mulu.

__ADS_1


"Kau, tidak menjemput, Nicko?" Verrell pun, tersontak kaget dan melihat ke arah jam tangannya.


"Astaga, aku kelupaan," dia pun bersiap-siap untuk pergi menjemput Nicko. "Aku boleh ikut?" Kataku sambil mengikuti kemana Verrell pergi.


"Ya sudah, cepatlah kau ganti baju," katanya dengan cuek.


Asik, akhirnya bisa keluar jalan-jalan juga.


1 jam kemudian


"Aa, lama sekali,"Verrell meletakkan wajahnya di atas meja.


"Aku sudah siap," aku termangu menatap Verrell.


Kenapa dia melakukan ekspresi seperti itu.



"Kau lama sekali," ucap Verrell kepadaku. "Kau kenapa?" Verrell mendekatiku dan berkata, ayo kita pergi. Dia menarik tanganku dan pergi untuk menjemput Nicko.


...•|•|•|•|•|•|•|•|•...


Drrtt-drrtt


"Kita berjumpa di tempat biasa,"


Seorang wanita di dalam taksi sedang menelepon seseorang yang sepertinya dia kenal.


"Baiklah,"


Balas dari seseorang itu.


...•|•|•|•|•|•|•|•|•|•...


"Kau kenapa, diam saja dari tadi?" Tanya Verrell kepada sambil menyetir mobilnya.


"Ehm, aku baik-baik saja,"balasku sambil memikirkan wajah Verrell yang sangat cute tadi.


"Oke,"


...✨✨✨...


"Dady..," teriak Nicko dari jauh dan berlari mendatangi verrell.


"Dady, dari mana aja? Aku udah nunggu lama," sepertinya, Nicko sangat lelah menunggu jemputan nya. Semua ini salahku sih, aku terlalu lama berganti baju.


"Dady, ada kerjaan yang harus di kerjakan tadi," Verrell mengukir senyumannya untuk Nicko.


Verrell sangat sayang kepada Nicko. Apapun yang di minta Verrell pasti di turuti. Walaupun, Nicko tidak anak kandungnya. Tetapi, Verrell sudah menganggapnya sebagai anak kandungnya.


Beruntung sekali wanita yang menjadi istrinya Verrell. Gumam ku dalam hati sambil tersenyum melihat mereka berdua.


"Dady, aku lapar," Nicko memegang perutnya. Dan berbicara, Seperti anak kecil yang masih berumur tiga tahun.


Ya ampun, lucu banget anak ini. Udah ganteng, lucu, imut, perfect pokoknya. Seperti Verrell, beruntung sekali aku bisa sedekat ini kepada verrell dan keluarganya.


"Kalau begitu, kau mau makan apa?" Tanya Verrell kepada Nicko.


"Aku mau makan, ice cream," Nicko begitu semangat ketika mengucapkan kata ice cream.


"Itu doang?" Nicko kembali berpikir lagi. "Ratatouille, boleh ya Dady?" Nicko mengelas kepada verrell dan memasang wajah yang begitu lucu.


Ya ampun, gimana mau menolak nya. Verrell pun, langsung mengatakan, baiklah.


•|•|•|•|•|•


"Selamat datang," sambut seseorang pria yang sudah menunggu lama.


Wanita itu duduk, dan mulai berbicara. "Aku, ada pekerjaan untukmu,"kata wanita itu sambil memberikan amplop yang berisi uang.


"Apa yang harus aku lakukan,"tanya pria itu dan wanita itu melemparkan selembar kertas foto dan diapun mengambilnya.


"Kau, harus bunuh dia,"kata wanita itu dengan ekspresi yang jahat.


"Baiklah, aku akan melakukannya," pria itu pergi meninggalkan wanita itu untuk menjalankan misi-nya.



...🔪 RACHAEL 🔪...

__ADS_1


...•|•|•|•|•|•|•|•...


...✨✨✨...


"Wah, lihat dia makan dengan begitu lahap,"aku tertawa kecil ketika melihat Nicko begitu kelaparan.


"Mama,"Nicko menatapku.


"Apa sayang,"sahutku kepadanya.


"Mama, besok datang ya ke pertunjukan musik ku,"


"Tapi," Verrell memotong pembicaraanku. "Besok, mamamu datang," aku menatap verrell begitu juga dia, sepertinya dia mengizinkanku untuk tidak bekerja pada esok hari.


"Mama, besok pasti datang,"aku tersenyum kepada Nicko. "Yee..,"Nicko teriak kegirangan.


15.00 WIB.


"Verrell, aku mau bicara kepadamu," aku berbisik kepada verrell.


"Nicko duluan ke mobil ya?"Nicko pun, menuruti apa yang di bilang verrell.


"Mau ngomong apa?"tanya verrell kepadaku.


"Aku mau kembali ke villa ku, bukan berarti aku tidak suka di rumahmu. Cuman, aku rindu dengan kamarku," kataku dengan sangat manis.


Verrell memegang tanganku. "Baiklah, kalau kau maunya begitu. Tapi, kau harus hati-hati jangan pernah berada di kesunyian," verrell mencium keningku, lalu tersenyum manis kepadaku. Aku pun langsung menganggukkan kepalaku.


...•|•|•|•|•|•|•...


"Malam ini, adalah malam terakhir mu, Rachael," pria misterius itu, mengintai kami. Sepertinya, dia bakalan berbuat sesuatu kepadaku.


...•|•|•|•|•|•|• ...


"Sampai jumpa, mama," verrell melambaikan tangannya. Aku pun membalas lambaiannya.


Ketika aku berbalik, tiba-tiba.


Bruk...


Seseorang, sudah memukul tengkukku dengan kayu balok.


Verrell, tolong aku.


Aku kok kepikiran Rachael terus ya? Apakah dia baik-baik saja,Verrell tidak tenang dan terus memikirkan Rachael.


Entah, kenapa semenjak lambaian tangan Rachael tadi itu menunjukkan bahwa bahaya sedang mengintai dia.


"Dedy, kenapa?"tanyanya.


"Dedy, it's okay,"verrell tersenyum paksa kepada Nicko.


Sudahlah, dia pasti baik-baik saja. Lagian, tadi ramai kok. Mungkin, aku yang terlalu khawatir kepadanya. Gumam verrell dalam hati sambil menghilangkan pikiran kotor itu.


...⭐___________⭐...


..."Yang terlihat, bakalan...


...Ada masanya...


...Semuanya bakalan...


...Terlihat."...


...|| Odnoliub ||...


...⭐___________⭐...



Hai readers.


Bertemu kembali dengan Author yang kece badai ini. Hehehe...


Bantu author ya readers. Untuk mendapatkan ribuan pembaca.


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Vote dan komentarnya.


Dan jangan lupa juga untuk share cerita ini, biar berbagi ke baperan.

__ADS_1


Salam hangat dan manis dari Author super kece


Darwan.


__ADS_2