Odnoliub

Odnoliub
CHAPTER 9


__ADS_3

...About the feelings ...


...off who knows?πŸ₯€...


...✨✨✨...


..."Siapin cemilan, dan cari ...


...Tempat yang nyaman...


...Untuk membaca"...


...|| Ready...... Go! ||...


...Jangan lupa vote and komentarnya...


...||Happy Reading||...


...__...


May 25, 2015


"Pagi, mom," sapa verrell kepada ibunya sambil nurunin tangga kamarnya.


"Pagi sayang," sahut ibunya yang sudah menyiapkan makanan di meja makan.


Verrell terlihat terburu-buru. Bisa jadi, dia bakalan telat ke kantor.


"Makan dulu," teriak ibunya verrell.


"Di kantor," jawab verrell yang sudah memasuki mobilnya.


"Dady," anak kecil itu teriak kepada verrell untuk memanggilnya.


Verrell pun mendatangi anak itu lalu mengendong nya.


"Dady, nanti bawa mama pulang ya," anak itu menatap verrell dengan sangat manis. Astaga, masih saja anak itu manggil aku, mama.


Verrell pun tersenyum kepada anak manis itu, "iya, Dedy bakalan bawa mama kerumah ini,"


"Yee...," Anak itu teriak bahagia.


Dia pun menurunkan anak itu dari gendongan nya dan permisi untuk pergi bekerja sekaligus membawaku.


Di kantor πŸ‚


Aku tergesa-gesa untuk pergi ke kantor. Berkat kejadian tadi malam, aku tertidur dengan pulas.


Mampus aku, aku telat. gumamku dalam hati sambil berlari terburu-buru.


Prak... Aku menabrak seseorang di pintu kantor ku. πŸ‚


"Sorry, mbak," kataku sambil membantunya berdiri.


Bentar, bentar wanita ini sepertinya aku kenal.


"Kamu," kata wanita itu sambil menunjukku.


Kan, perasaan ku selalu benar. Dia itu wanita yang mengaku sebagai pacar nya verrell. Sebenarnya, mantan sih.


Semua karyawan melihat kami. Kencang banget sih, suaranya sepertinya terompet tahun baru.


"Ih..," kata wanita itu sambil menghentakkan kakinya dan pergi dengan wajah yang kusam.


"Apaan, sih," kataku sambil geleng-geleng dan pergi ke meja kerjaku.


Setangkai bunga mawar sudah terletak di mejaku. Siapa yang sudah memberikan nya? Apakah bunga itu punya seseorang yang ketinggalan?


Aku pun mengambil bunga itu sambil celengak-celenguk mencari seseorang yang meletakkan bunga itu di mejaku.


"Surat," aku meraba-raba bunga itu dan ternyata, ada sepucuk surat yang sudah bersatu dengan bunga itu. Aku pun membuka surat itu dan membacanya.


Temui aku di lobi selepas makan siang.


Lobi? Temui aku di lobi? Apaan sih, siapa yang sudah iseng lakukan ini. Atau jangan-jangan, Verrell lagi. Tapi, gak mungkin dong dia.


Tanpa sengaja, aku melihat verrell yang baru saja sampai ke kantor ini dan pergi ke lobi.


Apa, benar dia yang memberikan bunga ini? Gumamku dalam hati sambil memutar-mutar kan bunga yang aku pegang.

__ADS_1


...✨✨✨...


13.00 WIB.


Akhirnya, waktu jam makan siang tiba. Aku pun berencana untuk menemui seseorang yang sudah memberikan bunga kepadaku.


"Hey, Rachael," Oliv teriak memanggilku. Astaga, anak itu ya gak malu apa.


(Mendekatiku) "makan, yuk," ajak Oliv kepadaku.


"Aduh, aduh, "sambil memegang perutku.


"Why, why?," Memutar-mutar kan badanku.


"Perut, aku sakit banget. Sepertinya, aku mau ke Toilet deh," kataku sambil berlari ke toilet dan meninggalkan Oliv.


"Okay, well," sahut Oliv pelan.


Lobi ini, sungguh menyeramkan. Hanya hentakan kakiku yang terdengar.


"Hello, anybodyhere,?" Kataku sambil memanggil seseorang itu.


Tidak ada sahutan suara yang terdengar hanya pantulan suaraku dan hentakan kakiku.


Tiba-tiba, sebuah tangan sudah menutupi mataku.


"Verrell," kataku sambil memegang tangannya.


Dia pun melepaskan tangannya dari mataku dan memelukku. Aku hanya terdiam tanpa seribu bahasa. Apa yang sudah dia lakukan? Gak sopan banget. Aku pun melepaskan pelukannya dan menatap nya.


"Dery," kataku sambil tidak percaya ternyata, dia adalah Dery.


"Iya, Rachael. Aku Dery," tersenyum manis kepadaku.


Dery, ngapain ke lobi ini. Apa dia, bekerja di sini? Tanyaku dalam hati.


"Oh, iya, (sambil memberikan sepaket bunga besar kepadaku) ini, bunga untukmu," katanya sambil tersenyum manis kepadaku.


Jujur, Dery juga gak kalah tampan dan manis dari verrell. Tapi, gimana lagi, aku gak punya perasaan apapun terhadap Dery.


"Aku gak bisa menerima bunga ini," aku menolak pemberian bunga darinya.


"A... Aku, gak bisa menerima bunga itu," tegas ku kepada Dery walaupun dalam keadaan gugup.


"Alah, kamu bilang aja lah. Kamu suka sama verrell kan?," Dery marah-marah kepadaku.


Ternyata, Dery sangat kasar kepada perempuan. Berbeda dengan Verrell. Walaupun, verrell terkesan cuek. Tetapi, dia memiliki hati yang begitu baik.


"Karena," aku menundukkan kepalaku.


"Karena, apa?," Dery teriak di depan wajahku.


"Karena, aku gak mau menyakiti perasaan teman ku sendiri," aku pun pergi meninggalkan nya.


...✨✨✨...


"Kamu kenapa," sapa Oliv kepadaku. Dia melihatku dalam keadaan yang begitu kesal dan ingin marah.


"I'm fine," balasku kepada Oliv sambil memeluknya.


"Serius, Lo gak apa-apa?," Oliv memegang pundak ku. Dan aku membalas nya dengan anggukan kepala.


Aku membanting hp ku di meja kerja. Apaan sih, Dery gak jelas banget. Padahal, aku samanya baru saja bertemu. Dan, hatiku hanya untuk verrell bukan Dery.


"Rachael," suara itu membuatku tersontak kaget dan melihat ke arahnya.


"Pak," kataku sambil berdiri dan menunduk kan kepala.


"Ikut saya ke ruangan ku," verrell berbalik badan dan pergi ke ruangannya. Ada apa ini? Aduh, jangan-jangan aku membuat kesalahan lagi.


Ruangan Verrell πŸ‚


"Duduk," verrell menyuruhku duduk. Lagi-lagi, aku masih menundukkan kepalaku.


"Kamu ngapain ke lobi?," Kenapa verrell bisa tahu, aku ke lobi.


Mampus aku. Gumam ku dalam hati.


"Kamu gak usah malu-malu, ngomong aja. Kamu ngapain ke lobi, terus laki-laki tadi siapa?," Verrell tertawa kecil kepadaku. Apa yang harus aku katakan.

__ADS_1


"Tadi..., Aku, jumpa temanku, pak. Iya, teman ku," aku tersenyum manis kepada verrell berharap dia percaya kepadaku.


[ Flashback mode on ]


Rachael, dia kok pergi ke lobi. Bukannya ini jam makan siang ya. Verrell bergumam dalam hati sambil melihat Rachael pergi dan mengikutiku.


"Dia ngapain,?" Verrell bertanya kepada dirinya sendiri.


Ha? Siapa laki-laki itu? Jangan-jangan dia pacarnya Rachael. Verrell pun terus melihat percakapan kami.


"Bunga?, Jadi Rachael udah pacaran dengannya?," Verrell terlihat sedikit kecewa di matanya. Rasanya, sakit dan perih ketika laki-laki itu memeluk Rachael. Verrell pun pergi untuk meninggalkan Rachael.


[ Flashback mode off ]


Ya ampun, ternyata verrell mengikuti ku dari belakang. Jangan-jangan, verrell cemburu denganku.


"Oh iya, nanti kamu pulang bareng aku aja," kata verrell sambil menyuruh ku kembali bekerja.


"What? Kenapa bisa ketahuan sih," aku mengacak-acak rambut ku.


✨✨✨


"Kita, kok ke rumah mu," kataku dengan tidak sopan.


Verrell hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan ku. Apa, dia marah?


"Dedy...," Teriak anak kecil yang berlari mendekati Verrell.


"Dedy, mama mana?," Tanya anak itu kepada Verrell.


Aku keluar dari mobil dan berlari kecil menuju anak itu.


"Mama...," Teriak anak itu kepadaku.


"Sayang," kataku sambil menggendong nya. Aku mencium pipinya. Tiba-tiba, Verrell memasang wajah jutek nya.


"Dedy, juga mau di cium dan di peluk sama mamamu," apa yang sudah dikatakan verrell. Kenapa dia berkata seperti itu. Dia membuat pipiku memerah dan aku menjadi tersipu malu.


"Mama, temenin aku bobok ya," bujuk anak itu kepadaku. Aku pun mengangguk kepadanya.


2 jam kemudian πŸ‚


Akhirnya, dua tertidur juga. Aku pun berniat untuk pergi pulang. Yah, karena hari sudah larut malam dan aku pun ingin istirahat.


"Kamu tidur disini saja, bareng Nicko," ibunya verrell mendekatiku dan menyuruhku untuk tidur di rumah mereka.


Ternyata, nama anaknya verrell adalah Nicko. Nicko Chan jihwoon. Nama yang sangat bagus.


Aku tidak punya pilihan lain. Seperti, aku harus tidur di rumahnya verrell. Lagian hari, sudah terlalu malam dan aku takut untuk pulang ke villa ku.


...⭐__________⭐...


..."Semua akan indah...


...Pada waktunya"...


...|| Odnoliub||...


...⭐_______⭐...


οΏΌ


Hai, hai wattpaders...


Gimana nih lebaran nya?


Walaupun lebaran tahun ini berbeda. Kita harus semangat dan gembira menyambutnya.


Ditambah lagi dengan membaca cerita aku. Hehehe...


Lebaran kalian bakalan seru deh.


Oh iya, sweater Girl's berganti menjadi Cinta yang Suci.


Karena, aku merasa judul yang baru itulah yang cocok untuk alur ceritaku.


Yaudah deh, jangan banyak curhat. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Vote dan komentarnya....


Salam manis dan hangat dari author super kece

__ADS_1


Darwan Wijaya


__ADS_2