Odnoliub

Odnoliub
CHAPTER 17


__ADS_3

...••••••••••••••...


...Cek typo...


...••••••••••••...


...love will grow like ...


...a flower that...


...is blooming.🥀...


...✨✨✨...


..."Siapin cemilan dan cari...


...Tempat yang nyaman...


...Untuk membaca"...


...|| Ready... Go! ||...


...Jangan lupa Vote dan komentarnya...


...|| Happy Reading ||...


..._________...


2 jam kemudian


Prak...


Verrell membanting pintu kamar mandi. Aku tersontak kaget dan berbalik ke belakang untuk melihat verrell. "kau sudah sembuh?" Kataku sambil mengedipkan mataku. "Aa..," Verrell berdecak kesal dan dia mengedipkan matanya.


"Kau kenapa, mengedipkan matamu?" Tanyaku kepada verrell.


"Kau sendiri, kenapa mengedipkan mata?" Balas verrell sambil merebahkan dirinya di kasur.


"Aku?" Aku menunjuk diriku dan menatap verrell.


Verrell melirikku, "setan," ucapnya kesal. Aku memanyunkan bibirku. Dan kembali menatap layar tv.


"Kau nonton apa?" Verrell menegakkan badannya dan menatapku.


"Drama," kataku dengan nada berbisik. Verrell melambai-lambaikan tangannya dan menutup hidungnya.


"Kau, belum menggosok gigimu," katanya dengan nada yang berdengung. "Belum," balasku.


"Gosok gigi dulu sana," verrell menarik tanganku dan menyuruhku untuk mandi. "Merepotkan," Verrell kembali merebahkan tubuhnya dan menutup matanya dengan telapak tangannya.


Tiba-tiba, Bruk...


"Ups," aku menjatuhkan Rak kaca yang ada di sudut kamar mandi sebelah kiri.


"Kau ngapain?" Teriak verrell dari luar. "Mati aku," aku menepuk jidatku dan membereskan remahan kaca yang sudah berserak. Seketika, aku mengingat kejadian itu lagi.


"Apa yang sudah dia lakukan," pergi membuka tangannya dan berniat untuk mendatangiku.


"Jangan, masuk!" Aku memperingatkan verrell supaya tidak masuk sembarangan ketika seseorang sedang mandi. Akhirnya, verrell kembali merebahkan tubuhnya dan menutup matanya dengan telapak tangannya.


Kejadian itu, sungguh membekas di ingatan ku. Tak akan, ku lupakan semua yang sudah dilakukan oleh ayahku kepadaku dan ibuku.


Kata-kata itu, terus terngiang-ngiang di diriku dan sepertinya kepalaku begitu sakit.


"Ahh," aku memegang kepalaku dan pandanganku sedikit remang-remang.


"Kenapa ini?" Semakin lama, rasa sakit di kepalaku semakin terasa.

__ADS_1


2 jam kemudian


"Kau sudah selesai mandi," verrell melirikku sebentar. "Sudah," kataku dengan lemas.


Aku mengambil remot tv yang ada di dekat verrell dan menghidupkannya.


"Kau masih nonton drama itu lagi?"


"Iya," balasku. Yah, walaupun aku sudah kehilangan beberapa scene setidaknya, dramanya masih berlanjut dan belum bersambung.


Verrell membuka satu persatu jari jemarinya yang putih dan melirik drama yang aku lihat. "Kau, suka dengan drama ini?" Verrell tersontak kaget dan menutup kembali matanya. "Enggak kok, aku gak suka dengan drama." Verrell mengelak dan membuang wajahnya dari hadapan televisi. "Yakin?," Aku melirik verrell.


"Kau kalau mau nonton, nonton saja," verrell melambaikan tangannya. "Baiklah," aku mengeraskan suaranya. Berharap, verrell mau menonton drama itu.


...✨✨✨...


••••••••••••• DIALOG DRAMA •••••••••••••


Dia siapa?


Aku siapa?


Kau siapa?


Aku dimana?


Dan ini, kenapa ada padaku?


Kau anak siapa?


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"Kau manusia, dia itu hewan yang tak berakal, dan wanita itu," aku menunjuk ke arah wanita jahat yang sudah merebut kekasih temannya sendiri. "Dia itu, orang terkutuk di dunia ini," aku berdecak kesal ketika menjelaskan wanita itu.


Verrell, mengintip ku dari sela-sela jarinya dan tertawa kecil.


Aku melirik verrell, dan berkata "yakin, gak mau lihat?" Kataku sambil menatap layar tv kembali. Verrell melirikku sejenak, lalu berkata "Tidak," lagi-lagi dia berkata seperti itu, gengsinya terlalu besar.


Gengsi aja yang di besarkan, padahal dia juga mau nonton, Dasar!.


"Awas di belakang mu," aku berteriak dan mengigit jempol ku. "Untung saja, kau cepat datang,"kataku sambil menghela napas.


Lagi-lagi, verrell menonton melalui dari jari-jarinya.


Jahat banget, wanita itu. Gumam verrell dalam hati.


"Ha? Dia ketabrak mobil, dasar wanita berhati iblis itu ya," aku berdecak kesal.


"Apa-apa, dia ketabrak. Siapa yang nabraknya?" Verrell terbangun dan ikut menonton denganku. "Itu, wanita yang sudah menjadi pelakor," aku memanyunkan bibirku dan melirik ke verrell.


"Kau tahu, apa itu pelakor?"tanya ku kepada verrell. "Tahu, perebut suami orang,"balas verrell dengan cuek. Kami berdua, masih menatap layar kaca tv sambil mengobrol.


"Kalau aku ya,"aku menyeruput kopi yang sudah aku sediakan sebelum menonton drama tadi. "Kalau sempat, suamiku bermain di belakang ku, gak akan ku maafkan. Kalau bisa, aku menganggapnya tidak pernah hadir di hidupku," ujarku kepada Verrell.


"Diam lah, kau lihat saja drama itu. Jangan banyak berbicara," balas verrell dengan kesalnya.


"Kasihan wanita itu, harus masuk rumah sakit lagi," aku memasang wajah lesu.


"Berikan remote nya kepadaku, berikan," verrell meminta remote tv itu kepadaku. "apaan sih? Aku gak mau," aku menggenggam kuat remote tv itu.


Verrell menatapku dengan sinis, "berikan!"kata sekali lagi.


Aku kembali menatap Verrell dengan sinis dan menggenggam kuat remote tv itu, "kalau aku gak mau?"tanyaku kepada verrell.


"Kalau kau gak mau," Verrell memberhentikan perkataannya. "Kenapa?"balasku kepada verrell. "Aku," tiba-tiba, Verrell menarik remote itu dari tangan ku. Tanpa, menunggu lama, aku juga menarik remote itu, dan pada akhirnya kami saling tarik menarik. "Berikan kepadaku," kata Verrell. "Aku gak mau," jawabku. Terus menerus seperti itu, hingga


Aku terjatuh di pelukan verrell. Aduh, apa-apaan sih ini. Kenapa bisa terjadi seperti ini.

__ADS_1


Tanganku menyentuh dadanya verrell dan tangannya Verrell memegang pinggangku. Kami saling tatap-tatapan tanpa berkedip.


Ada apa ini? Aku kok sesak sekali? Aku bergumam dalam hati.


Aku kok merasakan sesak di dadaku. Apakah ini yang dinamakan cinta pandangan pertama. Gumam Verrell dalam hati.


"Kau tahu," kali ini Verrell membuka pembicaraan terlebih dahulu dan kami masih dalam posisi yang sama.


"Momen ini, yang aku harapkan ketika kita berdua," apa? apa kata verrell. Sebetulnya, aku juga seperti itu. Ingin merasa dekapan Verrell lebih lama. "Aku," Verrell menyelipkan rambutku di telingaku, "aku takut kehilanganmu," katanya dengan berbisik.


Aku juga, aku juga takut kehilanganmu. Aku gak mau kau pergi. Gumam ku dalam hati.


...✨✨✨...


"Apa yang kalian lakukan?"


Ibunya verrell, aku cepat-cepat berdiri.


"Apa yang sudah kalian lakukan?" Ibunya verrell menaikkan satu alisnya sambil mengibaskan rambutnya.


"Momy, kau sudah pulang,"Verrell tersenyum manis dan menghampiri ibunya.


Cepat pergi. Ucap verrell sambil melirikku.


Karena hal itu, aku pun cepat-cepat pergi dari sana sebelum ibunya verrell marah besar.


"Diamond momy, ketinggalan,"ucap ibunya Verrell sambil memperbaiki rambutnya.


"Aa, gitu ya, baiklah," Verrell tertawa kecil lalu pergi untuk mengambil berlian ibunya.


"Dasar, anak itu,"


Aku menghampiri verrell dan mengejutkannya, "hey," kataku sambil mengintip dari pintu kamar ibunya. "Astaga, kau ini,"verrell berdecak kesal sambil mencari berlian ibunya. "Nyari apa,"kataku dengan nada berbisik. "Aku cari berlian ibuku," sambil melihat kolong-kolong kasur. "Berlian, itu di meja rias ibumu,"kataku dengan berbisik.


Lah, matamu kemana aja Verrell.


Aku memasang wajah datar dan verrell pun menggaruk-ngaruk kepalanya, padahal tidak ada yang gatal.


"Ini,momy. Berliannya," Verrell memberikannya sambil tersenyum manis.


"Kalian gak ke kantor," tanya ibu verrell sambil memasang kalung, dan anting berliannya.


"Hari ini libur," balas verrell dengan senyuman manisnya lagi.


"Oh, ajak tuh Rachael refreshing gitu. Daripada kalian di rumah berdua,"


Apa yang dikatakan ibunya Verrell, ada benarnya juga. Mumpung lagi libur dan gak ngapa-ngapain.


"Baiklah," balas verrell sambil mengantarkan ibunya ke depan gerbang.


...⭐_________⭐...


..."Gerbang cinta Akan...


...terbuka Dengan ...


...Sendirinya."...


...|| Odnoliub ||...


...⭐_________⭐...



Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Vote dan komentarnya


Salam hangat dan manis dari Author super kece

__ADS_1


Darwan.


__ADS_2