
"Siapin cemilan, dan cari
Tempat yang nyaman
Untuk membaca"
|| Ready.... Go! ||
Jangan lupa vote and komentarnya
|| Happy reading ||
____
May 22, 2015
Fyuh... Aku menarik nafasku.
"Banyak banget yang harus dikerjakan." Melihat satu persatu dokumen yang ada di meja.
Hari ini adalah hari dimana aku sibuk banget. Mana deadline harus selesai hari ini juga. Aduh... Pusing banget nih.
(Sementara dari kejauhan)....
"Hey" melambaikan tangannya.
"Oliv?" Aku mengerutkan keningku.
(Mendekati ku) "Eh, nanti kita jalan-jalan, yuk."
"Aduh... Lihat nih! (menunjukkan deadline) banyak banget yang harus aku kerjakan, ditambah lagi hari ini harus selesai."
"Aku kira kamu gak sibuk. Hmm... Yaudah deh." Berbalik dan pergi.
"Tomorrow, ya..." Kataku teriak.
Oliv mengacungkan jempolnya....
Tiba-tiba, VERRELL sudah berada di belakangku. Ternyata, dia mendengarkan kan pembicaraanku dengan Oliv.
"Ini ada lagi yang harus di selesaikan." Menaruh dokumen itu di mejaku.
What?? Aku bergumam dalam hati.
"Iya, pak" kataku dan tidak melihat wajahnya.
Dia pun pergi meninggalkanku. Sebal...sebal...sebal... Baru lagi beberapa hari kerja udah dikasih deadline begitu banyak.
"Sabar, sabar, ini juga untukmu kan." Aku menenangkan diriku.
15.00 WIB.
Sudah lebih 6 jam aku berada di meja kerjaku dan tidak bergerak sama sekali selain hanya geser kursi ke kiri dan ke kanan.
"Aduh! (Memegang perutku) aku lapar banget." Aku pun pergi untuk mencari makanan.
Tetapi, VERRELL menahan ku. Dia gak tahu apa, kalau aku lapar banget.
"Mau kemana?" Kata Verrell.
"Mau (sambil menunjuk ke arah gak jelas) beli makanan, pak." Tersenyum tipis.
"Makanan?Tunggu selesai yang saya suruh, baru kau boleh beli makanan."
Mataku melotot dan aku menelan Saliva ku. So, aku disuruh puasa setengah jam gitu. No, no, no... Gimana aku mau fokus coba, mengerjakan itu semua. Tapi, ya sudahlah daripada aku di pecat.
"Baik, pak" sambil berbalik ke meja kerjaku.
VERRELL hanya tertawa kecil ketika dia berhasil mengerjaiku. Dan dia pun pergi dari hadapanku.
"Untung aja, kau bos ku. Kalau enggak, habis ku buat." Mengomel sendiri.
Fix, aku lapar banget. Seandainya ada orang baik di kantor ini membawakan aku makanan.
Aku melipat tanganku dan meletakkan nya ke meja. Dan aku menundukkan kepalaku.
"Excuse me!" (Sontak seorang pria)
"Eh (mengangkat kepalaku dan mengucek mata) ada apa ya ?" Kata ku.
"Ini, ada makanan" memberikannya.
"Makanan!Dari siapa?" Aku mengangkat sebelah alisku.
__ADS_1
"Aku hanya disuruh untuk memberikan ini."
Kebetulan, aku lagi lapar banget. Tanpa rasa segan, aku mengambil makanan itu.
"Terimakasih, ya." Ucapku.
Pria itu pun pergi. Aku membuka Makanan itu, bentar, Bentar.
"Surat??" Aku mengambil nya.
Aku membaca surat tersebut.
Selamat makan !!!
"Udah, gitu doang tulisannya ?" Aku pun membuang surat itu.
∆∆∆∆
"Gimana, sudah kamu berikan makanannya?" Kata VERRELL kepada pria itu.
"Sudah, pak" balas pria itu.
VERRELL pun tersenyum tipis dan menyuruh pria itu kembali bekerja. Ternyata, dia yang sudah memberikan aku makanan. Yah, bagus deh. Berarti dia perhatian sama karyawannya.
Sementara itu~~~~
Akhirnya, aku kenyang. Kalau sudah kenyang, kan enak mengerjakan segala jenis tugas yang menumpuk.
Aku pun melanjutkan pekerjaanku.
19.00 WIB.
"Finish." Kataku.
Aku pun bersiap-siap untuk pulang. Lelah banget, rasanya pengen tidur sepuasnya.
(Lihat jam) "mana sih, taksi ini. Kok gak ada yang lewat ya?" Kataku dengan penuh jutek.
Brum...
Sebuah mobil, sudah berhenti di hadapanku. Ini pasti, mobilnya VERRELL.
(Menurunkan kaca mobilnya) "bareng aku aja pulangnya" kata VERRELL.
"Taksi? jam segini? Di tempat ini? Halu kali ya." VERRELL geleng-geleng kepala.
"Emangnya kenapa, pak?" Kataku dengan penasaran.
"Disini tuh, jarang banget ada taksi lewat. Kalau mau naik taksi, di ujung sana (menunjuk ke persimpangan jalan) kalau di depan perusahaan ini, yakin dan percayalah sampai lumutan gak akan ada taksi yang lewat." Jelas VERRELL.
Aku hanya terbengong dan memikirkan, kota sebegini bagus kok gak ada taksi. Eh, rupanya ada tempat tersendiri untuk menaiki taksi. Tapi, kalau di Indonesia pasti ada taksi yang lewat. Mau itu perusahaan yang sampai menembus angkasa, ataupun yang Sampai menembus tanah pasti ada saja taksi yang lewat.
"Gimana, mau ikutan atau enggak." Tawar Verrell.
Hmmm...gimana nih, kalau aku ikut nanti malahan aku yang baper, terus suasananya hening kan gak asik. Gumam ku.
"Ya udah deh saya ikut, pak" aku pun naik ke mobil nya.
Di perjalanan~~~
Fix, untuk kedua kalinya aku bersamanya dalam suasana yang hening dan sunyi seperti kuburan. Dia hanya asik dengan gadgetnya, aku pun begitu supaya tidak terlalu bosan.
(Membuka pembicaraan) "Rachael, udah siap kan tugas yang saya berikan kepadamu?" Tanya Verrell.
Aku pun tersontak kaget dan membanting kan hp ku di pangkuanku dengan pelan.
Ya, ampun ketinggalan di kantor. Gumam ku dalam hati dan mengelus-ngelus dahiku.
"Gimana? Udah selesaikan?" Verrell menatapku.
"Ehm, anu pak. Tugasnya, ketinggalan di meja kantor saya." Tertawa kecil.
"Kamu gimana, apa tadi kamu gak ngecek terlebih dahulu sebelum pulang?" Geleng-geleng kepala.
Aku hanya tertawa kecil dan menggaruk-garuk kepalaku. Betapa bodoh nya lah diriku. Kenapa kok bisa lupa. Rachael, Rachael kebiasaan.
Kembali ke perusahaan~~~
Kami pun memutuskan kembali ke kantor, untuk mengambil berkas yang sudah aku kerjakan.
(Terengah-engah) "Untung saja, masih ada di meja ini." Kembali ke mobil.
Ketika ingin kembali ke mobil. Tiba-tiba, ada suara benda terjatuh di dalam salah satu ruangan yang tertutup. Apakah, masih ada yang masih bekerja jam segini?
__ADS_1
Aku pun melangkah perlahan sambil mendekati ruangan itu. Jantungku deg-degan, dan nafasku memburu. Jangan-jangan, itu setan kali.
Krek... Aku membuka pintu ruangan itu.
Gak ada siapa-siapa pun, apakah itu cuman kucing lewat.
Ah, sudahlah. Bergumam dalam hati.
∆∆∆∆
Sementara itu...
"Kok, lama banget ya?" Verrell cemas di dalam mobil.
"Apa, aku susul aja dia?" Pergi untuk melihat Rachael.
Prak... Bunyi benda jatuh.
"Kan, pasti ada yang iseng ini." Berbalik ke ruangan itu.
Krek... Membuka pintu dan masuk kedalamnya.
"Hello, anybodyhere?" Kataku.
Tapi, nihil tidak ada yang menjawab sama sekali. Yang terdengar hanya pantulan suaraku.
"Hello..." Aku berjalan mundur.
Dep... Lampu ruangan itu mati dengan sendirinya.
"Aaarghhhh...." Aku menjerit keras.
Verrell pun mendengarkan teriakan. Dan bergegas pergi ke tempat ku berada.
"Please, jangan main-main dong." Masih berjalan mundur dan ketakutan.
Langkahku terhenti ketika aku memegang tangan yang begitu dingin. Aku menelan Saliva ku dan gak sanggup untuk melihat ke belakang. Aku hanya meraba-raba tangan tersebut. Tiba-tiba, tangan tersebut hilang. Serius, ini menambah aku semakin ketakutan.
Aku pun berjalan lurus menuju pintu, sambil meraba-raba.
Ceklek... Bunyi mancis
Aku pun melihat ke arah sumber suara tersebut. Astaga!! Dia nya dong, yang tangannya dingin tadi. Malah main mancis lagi. Tapi, aku menghiraukannya. Aku pun terus meraba-raba hingga dapat meraih engsel pintu.
Play with me. Kata makhluk itu.
******!! Dia ngajak aku bermain. Seketika badanku kaku dan keringat mulai bercucuran. Ketika, dia memegang pundak ku.
Play with me. Kata makhluk itu lagi.
TUHAN, tolong lah aku. Aku bergumam dalam hati dan berdoa.
Makhluk itu memeluk ku, nafasnya terasa di telinga ku. Jangan, bilang dia suka padaku. Gak mau, gak mau yang benar saja pacaran sama setan.
Krek... Pintu ruangan itu terbuka.
"Kamu gak kenapa-kenapa?" Kata VERRELL dengan begitu cemas.
"Untung, bapak cepat datang." Membuang nafas.
Kami pun keluar dari ruangan itu. Ketika, Verrell menutup pintu ruangan itu. Disitu terjadi momen yang begitu membuat ku baper. Ntah, kenapa tiba-tiba aku ingin terjatuh. Dan untungnya, Verrell menangkap ku dengan cepat. VERRELL terus memandangku begitupun aku. Kami saling tatap-tatapan. Deg, deg, deg yang aku rasakan. Mungkin, Verrel juga merasakannya. Lebih dari 25 detik kami bertatapan dan akhirnya, kami sadar dan Verrell melepaskan ku.
"Maaf, pak. Saya gak sengaja terjatuh." Kataku sambil tersenyum tipis.
"Iya, iya. Sekarang kita pulang" kata VERRELL.
Kami pun pergi pulang dan dokumen nya, Untung saja gak hilang ketika kejadian tadi.
Akhirnya, aku sampai di villa ku. Aku pun merebahkan diriku di kasur dan lama-kelamaan aku tertidur pulas.
______
"Awal berjumpa memang terasa manis. Kalau sudah lama
Berjumpa, rasa manis
Itu akan hilang
Dengan
Sendirinya
|| Sweater Girl's ||
__ADS_1
_____