Odnoliub

Odnoliub
CHAPTER 16


__ADS_3

...🥀is all that...


...true?🥀...


...✨✨✨...


..."Siapin cemilan dan cari...


...Tempat yang nyaman...


...Untuk membaca"...


...|| Ready... Go! ||...


...Jangan lupa Vote dan komentarnya...


...|| Happy Reading ||...


..._________...


"kau sudah pulang verrell," aku mendatangi verrell di ruang santainya.


"Kau kok, belum tidur," balas verrell sambil membaca buku dan bersantai di kursi.


Wah, ternyata ruangannya begitu bagus seperti di cafe-cafe mahal.


"Aku gak ngantuk," aku menguap dan melihat ke arah botol yang di pegang oleh verrell.


"Gak ngantuk?," Tanya verrell kepadaku.


"Kau minum ya?," Aku menunjuk ke arah botol minum itu.


"Oh, ini," verrell menunjukkan botol itu. "kalau cuaca seperti ini, aku sering meminumnya," verrell menenguk minuman itu.


"Itu kan bisa memabukkan?," Aku menaikkan satu alisku dan duduk di hadapan verrell.


"Itu untuk mereka yang terlalu meresapinya, kalau aku beda. Aku minum karena bukan nafsu," lagi-lagi verrell menenguk minuman itu.


"Apa bedanya?," Tanyaku kepada verrell sambil menguap.


"Ya, beda. Aku gak bakalan mabuk setelah meminumnya," kata verrell kepadaku.


"Kalau begitu, aku juga mau di ajarin seperti itu," aku memasang wajah manisku. Verrell tersontak kaget. "Kau, mau minum bersamaku?," Tanya verrell kepada, aku pun mengangguk kepadanya.


Lokasi bar 🍂


Rachael, lihat saja. Aku bakalan membuatmu jatuh cinta kepadaku dan menikah denganku. Gumam Dery.


Dery meneguk beberapa botol alkohol. "Argh..," dia berdecak kesal.


"Hey," mengambil botol alkohol yang di genggam Dery. "Kau sudah terlalu banyak minum," laki-laki bertulang lunak yang selalu bersama Dery memperingatkannya, bahwa minum terlalu banyak tidak baik untuk dirinya. "diamlah kau," kata Dery dengan sangat kesal.


Rumah verrell 🍂


"Aku sudah minum terlalu banyak," kataku sambil sedikit mabuk. Astaga, apa yang sudah aku lakukan. Baru kali ini aku meminum-minuman yang di larang oleh negaraku. "Hahaha," aku tertawa sendiri layaknya orang gila. Kenapa lagi aku ini, seharusnya aku tidak meminumnya.

__ADS_1


"Kau tahu," aku menunjuk verrell. "Tahu apa?," Balas verrell kepadaku. "Aku belum memberitahunya, sebaiknya kau diam saja," kataku sambil menjatuhkan wajahku di meja. "Aku suka padamu," verrell menatapku dan dia tersenyum kecil ketika aku mengatakan, aku suka padanya.


Aku menengak kan kepalaku, dan berkata kepada verrell, "apa, aku kebanyakan minum?," Akhirnya, aku tersadar dari halusinasi ku. "Kau sudah sadar, cepat sekali," verrell terkejut ketika aku sudah kembali normal seperti biasa. "Oh iya," kali ini aku ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting. "Apa," verrell meneguk kembali minuman alkohol itu.


Aku menggaruk-ngaruk pahaku. "apa benar, kalau seseorang mengungkapkan perasaan pada saat salju pertama turun bakalan kenyataan," verrell menatapku dengan tatapan yang sedikit membingungkan baginya. "dari mana kau tahu, hal seperti itu?," Tanya verrell kepadaku. "Dari, drakor," aku menjawabnya dengan singkat. Verrell tertawa terbahak-bahak, seakan dia mengejekku. "Kau percaya dengan begituan?," Verrell menaikkan satu alisnya. "Iya," kataku dengan sangat lembut dan manis.


Verrell terdiam sejenak dan kali ini, dia berbicara begitu serius. "Itu semua benar, apa yang kau katakan. Semuanya itu benar," keadaan menjadi sangat canggung ketika verrell berbicara seperti itu. Rasanya, verrell sedang mengungkapkan isi hatinya kepadaku.


"Aku suka padamu," verrell mengatakannya dengan pelan. "Apa?," Sahutku dan membuat verrell terkejut. "ha, enggak kok," verrell tertawa kecil.


...✨✨✨...


2 menit kemudian 🍂


Kali ini, verrell tertawa seperti orang gila. Katanya, dia gak bakalan mabuk. Eh, malah sekarang dianya mengalami itu.


"Kau tahu," verrell menunjuk ke arahku sambil berhalusinasi. "Kau gak boleh pergi dari sini," verrell tertawa. Gak benar nih anak, sudah berhalusinasi. "Kau jangan pergi, aku mau nelpon Rachael" maksudnya, apaan sih. Aku bukan Rachael gitu. Aku hanya menatap verrell dengan wajah datar. "Aa.., gak di angkat. Biasanya, dia mengangkat telepon ku," verrell berdecak kesal dan berteriak, Rachael. Emang udah setres nih anak.


"Kau," verrell berdiri dan berjalan dengan sempoyongan ke sampingku. "Kau, jangan pergi," verrell memelukku dengan sangat kencang supaya aku bisa selalu bersamanya. "Aku, mencintaimu," verrell mengatakan itu dengan berbisik di telingaku.


Apakah yang di katakan verrell itu benar? Atau semua itu bohong? Aku masih tertegun diam dan memeluk erat verrell. "aku juga suka padamu," aku juga berbisik kepada verrell dan memeluknya hingga salju pertama turun.


Apakah ini jalan menuju percintaan ku?


Salju pun, turun dengan sangat indah ketika kami saling berpelukan erat di bawah satu atap.


---------------------------------------------------------


Lirik Lagu 'I Like You So Much, You'll Know It (A Love So Beautiful)'


I like the way you try so hard when you play ball with your friends


I love the little things, like when you're unaware


I catch you steal a glance and smile so perfectly


Though sometimes when life brings me down


You're the cure my love


In a bad rainy day


You take all the worries away


Love you every minute, every second


Love you everywhere and any moment


Always and forever I know I can't quit you


Coz baby you're the one, I don't know how


In a world devoid of life, you bring color


In your eyes I see the light, my future

__ADS_1


Always and forever I know, I can't let you go


I'm in love with you, and now you know


I'm in love with you, and now you know


Mari kita bernyanyi bersama.


Sambil berhalu, kalian di posisinya Rachael atau verrell yang saling berpelukan dengan sangat erat dan penuh kehangatan.


---------------------------------------------------------


...✨✨✨...


{ Mode mimpi on }


"Suatu saat, kau akan hidup bersamanya," ucap seseorang di dalam mimpi verrell.


"Suatu saat," lagi-lagi dia berbicara seperti itu dan membuat verrell gelisah.


"Tolong jaga Rachael,"


{ Mode mimpi off }


Verrell terbangun dari mimpinya. "Wanita itu," verrell menarik napasnya dan sepertinya, dia bakalan muntah.


"Verrell, kau tidak apa-apa?," Ucapku kepada verrell. Dan lagi-lagi, verrell masuk ke kamar mandi untuk memuntahkan minuman alkohol itu.


"Tante," aku mendatangi ibunya verrell. "Apakah Verrell baik-baik saja, dia sudah beberapa kali ke kamar mandi," aku mengedipkan mataku. Aku gak tahu, apakah itu sengaja atau tidak. Tapi, sepertinya itu terjadi dengan sendirinya. "Ha," ibunya verrell tertawa kecil, "dia tidak apa-apa, bentar lagi juga sembuh," ucap ibunya verrell sambil memainkan hp nya. "Oh, gitu," aku melihat verrell dengan mengedipkan mataku.


"Kalau begitu, Tante mau pergi dulu ya," ibunya verrell memanggil Nicko dan pergi untuk mengantarkan Nicko ke sekolah. "Oh iya, tolong jaga verrell ya," dia berpesan kepadaku untuk menjaga verrell. Aku mengangguk kepadanya dan tersenyum manis. Begitu juga sebaliknya, ibunya verrell membalas senyumanku.


Aku menghidupkan TV sambil menunggu Verrell keluar dari kamar mandi.


"Lama sekali," sudah lebih dari 5 menit dia bolak-balik ke kamar mandi.


"Apakah kau baik-baik saja?," Teriakku sambil mengemil.


Dan lagi-lagi, terdengar suara verrell muntah. "oh, oke," sepertinya, itu adalah jawaban bahwa verrell belum seutuhnya sembuh.


...⭐_______⭐...


..."Seandainya, itu ...


...Semua nyata."...


...|| Odnoliub ||...


...⭐________⭐...



Keluarkan semua uneg-uneg di kepala kalian.


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Vote dan komentarnya.

__ADS_1


Salam hangat dan manis dari Author super kece


Darwan.


__ADS_2