Odnoliub

Odnoliub
CHAPTER 3


__ADS_3

"**siapin cemilan, dan cari


Tempat yang nyaman


Untuk membaca"


|| Ready.... Go**! ||


Sementara keadaan kamarku ~~~


Ini asli, kamar ku berantakan sekali. Ingin ku berteriak kencang, tapi itu tak mungkin. Yah, mau gak mau aku harus merapikan kamar ku terlebih dahulu.


Baiklah, kita mulai bekerja disini dulu. Gumam ku dalam hati.


Aku pun mulai membereskan satu persatu pakaian ku yang berserakan di tempat tidurku. Wajar sih, namanya aku baru habis pindahan dan baru ingin mencari kerja. Jadinya, aku gak sempat buat membereskan kamar ku.


1 jam kemudian ~


Akhirnya, selesai. Aku melemparkan diriku di atas kasur.


Ah...begitu melelahkan. Gumam ku dalam hati.


Lama-kelamaan, aku pun tertidur dengan begitu pulas. Aku gak tahu, apa yang terjadi di luar, dalam, dan kamar villa. Sangkingkan, begitu melelahkan nya hari ini.


Tut...Tut...Tut... Suara bunyi telpon.


Aku tersontak kaget, ketika mendengarkan dengungan dari hp ku.


"Siapa sih, ganggu aja." Sambil meraba-raba dimana keberadaan hp ku.


Mataku melotot, dan aku pun berdiri untuk mengangkat telpon itu. Ternyata, yang menelpon aku adalah CEO perusahaan itu.


"****** ! Kenapa aku ketiduran ya." Memukul jidatku dan mengangkat telpon itu.


Aku pun bergegas untuk kembali ke perusahaan itu dan mengambil barang-barang yang di perlukan untuk bekerja di sana.


∆∆∆∆


13.00 WIB.


Akhirnya, aku sampai. Dengan keadaan ngos-ngosan, aku pun masuk kedalam perusahaan itu dan duduk di meja kerjaku. Semua orang menatap ku dengan sinis. Pemandangan apa lagi ini, baru pertama bekerja aku sudah mendapatkan tatapan mengerikan.


Tapi, ya sudah lah. Aku pun lanjut untuk bekerja.


Tak...tak...tak... Suara hentakan kaki.


Aku pun terdiam dan mendengarkan suara hentakan kaki tersebut.


Sepertinya, dia bakalan ke sini deh. Gumam ku dalam hati.


Suara itu semakin keras, semakin keras, dan semakin keras. Keringat mulai bercucuran. Aku seperti sedang di teror oleh setan. Aku pun menutup mata ku dengan tanganku.


Eh, ternyata dia hanya numpang lewat. Aku kira, dia datang ke tempat ku dan memarahiku terus memecat ku. Ternyata, bukan! Baiklah, aku pun lanjut untuk bekerja.

__ADS_1


Prak....


Tanpa sengaja, seorang wanita berhasil menumpahkan segelas kopi dingin ke celanaku.


"Aku minta maaf" sambil menyapu-nyapu celana ku.


Yah, sebagai wanita yang memiliki hati nurani dan jiwa malaikat. Aku pun memaafkan nya. Dia pun, mengajak aku untuk pergi makan siang.


14.00 WIB.


Kami pun duduk di restaurant dekat dengan perusahaan itu. Dan kami, bercanda gurau serta tertawa bersama.


"Oh iya, aku belum kenal sama mu. Perkenalkan nama ku OLIVIA. Kamu bisa panggil aku OLIV." Menyodorkan tangannya.


"Rachael" aku pun membalas sodoran tangannya.


Yah, nama ku adalah Rachael Amanda. Mungkin dulu, orang tuaku terobsesi dengan nama-nama orang luar negeri. Katanya sih, aku bakalan secantik mereka. Tetapi, kenyataan nya memang begitu. Aku itu wanita yang memiliki wajah cantik, kulit putih, bodygoals, dan rambut yang indah. Selain itu, aku suka dengan sweater. Kalau boleh jujur, hampir satu lemari semua isinya sweater.


"Kamu dari mana?" Olivia menatap ku.


"Aku dari Indonesia." Aku pun membalas nya.


"Wow, berarti kita samaan dong." Kata Olivia.


"Iya, kamu Indonesia bagian mana nya?" Aku pun menyedot minumanku.


"Aku asli orang Jakarta. Kalau kamu?" Olivia kembali bertanya.


"Aku, aku mah asli orang Bandung." Kataku


Aku pun membalas senyuman nya. Kami pun kembali bercanda gurau, dan menceritakan tentang kisah dari kehidupan kami.


19.00 WIB.


Bruk...


Aku pun melemparkan diriku di kasur. Akhirnya, hari ini sudah berakhir. Aku pun bersiap-siap untuk membersihkan diriku.


∆∆∆∆


2 jam kemudian~~


Aku sudah selesai mandi, dan aku berencana untuk pergi membeli makanan. Perut aku sudah crunky banget....


Kebetulan bulan ini adalah bulan dimana kota ini akan menghadapi musim dingin. Aku pun, pergi berjalan untuk membeli makanan.


Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di sampingku.


Siapa sih..  aku bergumam dalam hati.


Akhirnya, orang yang ada di dalam mobil itu membuka kaca mobilnya. Aku tersontak kaget, ternyata dia adalah bos ku. Aku pun memalingkan wajahnya ku, berharap dia tidak mengenal ku. Tetapi, hasil Nihil. Malahan dia sudah tahu ciri-ciri ku.


"Ngapain, disana. Ayo masuk ke mobil. Kita makan malam bareng." Kata pria itu.

__ADS_1


(Menatap ke arah nya) "ehm, gak usah pak, saya bisa sendiri." Aku menolak nya secara halus.


Pria itu pun turun dari mobil dan menghampiri ku.


"Udah, ayo.." dia pun menuntun aku ke mobilnya dan membuka pintu mobilnya.


Aku hanya membalas nya dengan senyuman. Sementara itu, keadaan di dalam mobil sungguh hening, seperti kuburan. Aku hanya menunduk dan tidak berani untuk mengutarakan kata-kata.


"Hey, kok nunduk aja." Kata pria itu sambil melihat di kaca depan mobil.


Aku pun mendongakkan wajahku.


"Enggak, pak" kata ku dengan penuh kesenangan.


"Jangan manggil bapak kalau kita lagi diluar. Kamu bisa panggil saya, Verrell."


"Baiklah, pak. Eh, maksudnya Verrell." Kata ku dengan penuh malu.


Dia hanya geleng-geleng senyum melihat over akting ku. Yah, aku terlihat begitu kaku dan tidak bisa bergerak sama sekali.


Restaurant cinta ~~~


Akhirnya, kami sampai di restaurant. Sebenarnya, nama restaurant ini bukan restaurant cinta. Aku hanya menamainya aja dengan itu. Berharap, Verrell menembakkan hatinya padaku di restaurant ini. Ya ampun, apa sih yang aku pikirkan. Mana mungkin lah, dia suka padaku.


Kami pun masuk ke restaurant itu. Restaurant yang super megah, terdapat banyak lampu-lampu gantung yang begitu indah, ditambah iringan musik dari biola yang bermain di restaurant itu. Ini pasti restaurant mahal.


Kami pun duduk, dan lagi-lagi suasana nya begitu dingin. Dan hanya saling tatap muka. Dia pun tersenyum tipis kepadaku. Aduh.... Momen apa lagi ini. Aku pun membalas senyumannya.


"Oh iya, ngomong-ngomong kamu orang baru di kota ini?"Verrell bertanya kepada ku.


"Iya." Jawab ku singkat.


Dia hanya mengangguk dan kembali menyantap makanan yang sudah ada di meja. Begitu pun, aku.


Setelah sekian lama di meja makan dengan suasana dingin tidak ada perbincangan sama sekali. Akhirnya, semua nya berakhir. Verrell pun mengantarkan ku sampai di depan villa ku. Aku pun bergegas masuk ke kamar ku dan mengunci pintu kamarku.


"Apakah aku mimpi?" Aku pun duduk di pinggir kasurku.


Ini baru pertama kalinya, aku diajak dinner sama lelaki. Apalagi, lelaki nya itu tampan banget.


"Bukan, ini bukan mimpi." Aku pun menghempaskan badanku ke kasur.


Aku hanya bisa tersenyum sendiri seperti orang gila. Dan lama-kelamaan, aku tertidur.


____


"Cinta itu akan tumbuh dengan


Sendiri nya tanpa paksaan


Dari pihak manapun."


|| Sweater Girl's||

__ADS_1


_____


__ADS_2