
...Never mind, everything ...
...will never go back...
...to the way it...
...used to be.π₯...
...β¨β¨β¨...
..."Siapin cemilan, dan cari ...
...Tempat yang nyaman...
...Untuk membaca"...
...|| Ready...... Go! ||...
...Jangan lupa vote and komentarnya...
...||Happy Reading||...
...__...
Drrtt-drrtt... Telpon verrell berbunyi.
0008426xxxx
Pak Denis.
Verrell menghela napasnya dan mengangkat telpon dari pak Denis.
"Hallo," verrell memasukkan satu tangannya di saku celananya.
"Kau, sibuk?," Kata pak
Denis.
"Oh," melihat jam tangannya.
"Kebetulan, waktu saya
Lagi kosong. Ada keperluan
Apa ya?,"
"Bisa kita ketemuan,"
Ini bisa jadi jalan keluar ku, untuk mencabut Investasi dan terbebas dari perjodohan ini. Verrell tersenyum bahagia.
"Bisa, ketemuan dimana?,"
Tanya verrell kepada pak Denis.
"Saya bakalan sharelock
Lokasinya," pak Denis menutup
Telpon nya.
Kring...
Restaurant, di jalan xxxx
Verrell bergegas untuk menghampiri pak Denis. Aku pun melihat verrell.
Hmm... Mencurigakan, apa aku ikuti aja ya. Tanyaku dalam hati.
Sebelum itu π
__ADS_1
"Aa.., aku gak mau di jodohkan seperti ini," verrell menggigit jari jempolnya sambil berpikir.
"Sialan," verrell berdecak kesal.
"Oh," mata verrell membulat, sepertinya dia mengingat sesuatu.
"Nah, ini yang aku cari," verrell berhasil mendapatkan nomor investor baru yang bisa di bilang, investor itu adalah pengusaha yang sangat sukses di dunia. Wah, Untung besar nih.
Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi. Tolong tinggalkan pesan untuknya.
"Aa, gak bisa lagi di hubungi," verrell berdecak kesal dan mencoba untuk menghubunginya kembali.
Lagi-lagi, tidak di angkat. Sepertinya, harus meninggalkan pesan terlebih dahulu.
Selamat siang, pak.
Apakah saya bisa ketemuan dengan bapak?.
Terkirim ββ
Semoga dia mau berinvestasi di perusahaan ku. Gumam verrell dalam hati.
Setelah itu π
Sebab itu aku bisa mengetahui tentang pak Denis. Gumam verrell dalam hati sambil menyetir mobil.
"Pak, bisa lebih cepat gak?," Kataku kepada supir taksi yang aku naikin.
Sampailah aku di tujuan π
"Selamat siang, pak verrell," pak Denis menjulurkan tangannya lalu menyuruh verrell untuk duduk. Verrell membalas juluran tangannya dan tersenyum kepada pak Denis.
"Baik, kita langsung ke intinya," pak Denis sepertinya sudah tidak sabar ingin berkerja sama dengan perusahaan verrell. "Baik, pak," verrell membalasnya dengan sangat manis. Supaya, pak Denis bisa luluh dan benar-benar ingin menginvestasikan di perusahaan verrell.
"Saya sudah mengenal anda, anda adalah salah satu pemegang kekuasaan saham tertinggi di kota ini," wah, ternyata berita itu sudah mencapai di mana-mana."hah," Verrell tertawa kecil, "syukurlah, kalau anda sudah tahu tentang saya," verrell merendahkan dirinya. "Kamu hebat, masih muda sudah menjadi seorang yang sukses," lagi-lagi, pak Denis memuji verrell. "Biasa saja, gak terlalu memuji," verrell tersenyum manis, dan bercampur rasa bahagia. Kalau bisa di bilang, di dalam hatinya lagi terbang melajat ke angkasa.
Aku merasa tidak asing dengan lelaki yang bersama verrell. Lelaki yang sudah paruh baya, berkulit sawo matang, dan rambutnya sudah berwarna putih. Jangan-jangan, dia adalah
"Ayah," kataku. Seketika, pandangan pak Denis beralih kepadaku. Aku yang menyadari itu, segera pergi dari restaurant itu. "Rachael," kata pak Denis pelan. Verrell, tersontak kaget ketika pak Denis mengatakan nama, Rachael.
"Saya permisi sebentar," pak Denis pun pergi untuk menghampiriku.
Kenapa, aku harus di pertemukan lagi dengan laki-laki itu. Gumamku dalam hati sambil berjalan untuk meninggalkan restaurant itu.
...β¨β¨β¨...
"Rachael," suara terdengar oleh telingaku dan aku menghentikan langkahku. "Rachael, ternyata," aku memotong perkataan ayahku. "Pergilah, aku baik-baik saja," kataku dengan cuek tanpa melihat ke arahnya. "ayah merindukanmu," ayahku meneteskan air matanya. Untuk apa, untuk apa air mata itu. Udahlah, semua itu takkan pernah terulang kembali.
"Aku, gak merindukan ayah sama sekali," air mata sudah terjatuh di pipiku. Rasanya sakit, kalau di ingat kembali apa yang sudah terjadi.
[ Flashback mode on ]
"Ayah, aku mau boneka baru," aku merengek meminta kepada ayahku untuk di belikan boneka baru. "Kalau begitu," ayahku mengendong ku dan mencium pipiku. "Ayah," aku mencubit pipi ayahku dengan lembut. "Kita beli boneka baru,"ayahku tersenyum kepadaku dan kami pun pergi membeli boneka baru.
[ Flashback mode off ]
Keadaan menjadi canggung ketika aku dan ayahku sudah bersama di atas meja restaurant yang sudah tersedia makanan dan minuman. Aku menatap ayahku tajam, begitu sebaliknya ayahku menatap aku dengan rasa kekecewaan.
[ Flashback mode on ]
"Sudah siap?," Tanya ayahku kepada ibu tiriku.
"Sudah, mari kita pergi," ibu tiriku menggenggam tangan ayahku. Tetapi,
"Rachael, gak ikut?," Ayahku menanyakanku kepada ibu tiriku yang jahat. "Dia sudah tertidur. Sepertinya, dia lelah sekali hari ini," ujar ibu tiriku kepada ayahku. "oh, kalau begitu kau mau makan apa?," Tanya ayahku kepada kakak tiriku.
"Aku mau makan, ayam panggang," katanya dengan semangat. Mereka pun tertawa dan pergi meninggalkanku sendirian.
Sedangkan aku, "ayah, aku sakit,", aku terbaring lemah di kasurku menahan rasa panas di diriku.
__ADS_1
[ Flashback mode off ]
"Apakah kau," lagi-lagi aku memotong pembicaraan ayahku.
"Aku bahagia disini, memiliki perkejaan dan tempat tinggal yang nyaman. Ayah gak usah khawatirkan diriku, walaupun aku perempuan. Aku bisa menjaga diriku," aku masih menatap ayahku dengan penuh kekesalan dan kebencian.
Ayahku menghela napas, "ayah, sudah tua. Kita tidak tahu, kapan Tuhan mencabut nyawa ayah. Jadi, ayah mau membagikan warisan kepada kalian," aku membuang wajahku. Baru sekarang tersadarnya, baru sekarang dia menganggap aku anaknya? Aku hanya menggelengkan kepalaku.
"Aku gak butuh itu semua. Aku gak butuh pemberian dari ayah, asalkan ayah tahu, aku gak bakalan meminta sepersen pun, harta atau kekayaan ayah, ingat itu," aku pun pergi meninggalkannya. "oh iya," aku memberhentikan langkahku. "Ayah, jaga kesehatan," lalu aku pergi meninggalkannya.
...β¨β¨β¨...
"Maaf ya, sudah menunggu lama," verrell menatap pak Denis dengan penuh kecurigaan. Apa yang sedang di rahasiakan pak Denis kepada verrell. Dia terlihat sedikit kecewa, dan lelah.
"Kita lanjutkan, besok saja," verrell menyuruh pak Denis untuk beristirahat terlebih dahulu dan masalah investasi, biar semuanya di urus oleh asisten pak Denis saja.
Di taksi π
"Kenapa kau harus hadir lagi di hidupku," aku menatap ke arah jendela, dan mengusap air mataku. Tiba-tiba,
Kring....
Verrell
Online
Kau pulang secepatnya,
Aku tunggu di rumahku.
...Typing...
Tinggalkan semua perkejaan
itu. Kau pulang sekarang juga.
Ke, Rumahku.
Wajahku kembali berseri lagi.
^^^Baiklah aku akan ^^^
^^^Pulang.^^^
Di sepanjang jalan, aku tersenyum-senyum sendiri sampai-sampai supir taksi yang aku naikin tersenyum juga melihatku.
Semoga, verrell adalah seseorang yang di kirim untuk membahagiakan ku dan membuatku tertawa terus tanpa ada kesedihan lagi.
...β______β...
..."Di balik kekecewaan, ...
...Pasti ada satu ...
...Harapan dan impian...
...Yang sangat indah."...
...|| Odnoliub ||...
...β_______β...
οΏΌ
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Vote dan komentarnya
Salam manis dan hangat dari author super kece
Darwan
__ADS_1