Odnoliub

Odnoliub
CHAPTER 14


__ADS_3

...Only time can ...


...answer that.🥀...


...✨✨✨...


..."Siapin cemilan, dan cari ...


...Tempat yang nyaman...


...Untuk membaca"...


...|| Ready...... Go! ||...


...Jangan lupa vote and komentarnya...


...||Happy Reading||...


...__...


"Aku gak apa-apa kok," verrell memberhentikan langkah kami. "Gak kenapa-kenapa gimana? Lihat tuh," menunjuk perut Verrell. "Lambung kamu kambuh lagi," aku menatap verrell dengan pandangan kekhawatiran. Lah, si Verrell kenapa. Kok, senyum seperti itu. "Kau baik-baik saja kan?," Kataku sambil memegang dahinya. "Aku baik-baik saja, aa..,"Verrell meringis kesakitan. "Enggak, kita harus ke dokter," aku memaksa verrell, tetapi verrell menahanku. "Aku baik-baik saja,".


"Aa...," Verrell meringis kesakitan lagi dan kali ini dia pingsan.


"Verrell, sadarlah, Verrell," aku menggoyang-goyang pipinya Verrel.


{ Mode mimpi on }


"Ini dimana," Verrell berada di suatu ruangan yang hanya di hiasi oleh lampu yang berukuran sedang.


Tak... Tak... Tak...


Suara hentakan kaki dan bayangan menghampiri Verrell.


"Tolong, jaga Rachael," seorang wanita paruh baya yang memiliki kulit putih dan rambut terurai serta bola mata berwarna hitam pekat menghampiri Verrell dan mengatakan, tolong jaga Rachael.


"Kau siapa?," tanya verrell sambil melihat wanita itu dari bawah sampai atas.


"Aku, ibunya," Verrell tersontak kaget.


"Tolong, jaga Rachael. Jangan pernah menyakiti nya," ibunya Rachael tersenyum manis kepada verrell..


Lama-kelamaan, bayangan ibunya Rachael menghilang dari hadapan Verrell.


{ Mode mimpi off }


"Tolong...," Kataku sambil teriak meminta tolong kepada orang-orang yang melintas di jalanan tempat kami berada.


"Tolong," air mata sudah menetas di pipiku.


"Hallo, iya iya pihak rumah sakit. Disini ada seseorang yang butuh bantuan," salah satu warga menghubungi pihak rumah sakit untuk membawa verrell ke rumah sakit.


"Aa..," Verrell tersadar. Aku memasang wajah bahagia dan memeluknya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja," kata verrell kepadaku.


"Dia sudah sadar, syukurlah," kata salah satu warga.


"Kau membuatku khawatir saja," aku terus memeluk verrell serasa, tidak ingin melepaskannya.


21.00 WIB


"Au," Verrell meringis kesakitan ketika aku mengobati bibirnya.


"Sedikit lagi," kataku sambil mengobati lukanya.


"Auu," verrell menggenggam tanganku dan menatapku dengan penuh kemanisan. Aku pun, menatap dia balik.


"Laki-laki itu siapa?," Tanya Verrell kepadaku. "Namanya Dery," aku lanjut mengobati lukanya verrell. "Aa, Dery? Pacarmu?," Tanya Verrell dengan penuh wajah kesal. "Pacar? Apaan sih? Ya, enggak lah," verrell masih menatapku dengan penuh kekesalan. "Udah ah, aku mau tidur," aku pun mengemasi kotak obat yang sudah ada di dekatku. "Kau,", Verrell menggenggam tanganku, aku pun menatap dia. "Bisakah kau melupakan, dery," keadaan menjadi sangat canggung. "Aku sudah melupakannya," aku tersenyum kepada Verrell dan berjanji, gak bakal mengingat Dery lagi.


"Kalau ini, kau bakalan lupa," Verrell mengecup bibirku dengan manis. Aku hanya terdiam, dan menatap verrell dengan sangat tidak percaya.


"Sudah, aku mau tidur dulu," aku bergegas untuk pergi ke kamarnya Nicko, sebelum semuanya menjadi hal yang tidak diinginkan. Lagi-lagi verrell menarik tanganku dan mengucapkan, good night.


Sudah lama sekali, semenjak ibuku sudah tidak ada lagi di sampingku. Kali ini, Verrell mengucapkan kata-kata itu dengan sangat penuh kemanisan, aku pun membalas ucapannya, good night too.


...✨✨✨...


"Excuse me," seorang wanita yang cantik, ehm.. gak terlalu banget sih, masih cantikan aku. Menghampiri ku, dan berlagak sok, seperti ratu. "Ada apa?," kataku dengan cuek. "Hello, lihat dong wajah saya," dia membunyikan jempolnya dan menyuruhku untuk menatapnya.


Cih, apaan sih.


Hahaha (tertawa jahat).


"Kau ngomongin aku dari belakang?," Aku mendengar bahwa dia berbisik.


"Enggak kok," mengibaskan rambutnya. "Verrell nya kemana ya, tolong panggilkan," lagi-lagi wanita itu memasang wajah sombong. "Sebentar," kataku sambil pergi ke ruangan Verrell.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," suara verrell terdengar dari dalam ruangan.


"Permisi, pak. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu,"


"Panas banget ya disini," wanita itu mengipas-ngipas wajahnya.


"Siapa?," Tanya Verrell kepadaku.


"Sayang..," tiba-tiba, wanita itu masuk ke ruangan verrell tanpa permisi. Dan dia sengaja menyenggol ku.


"Kalau begitu, saya mau lanjut kerja dulu," wajah ku penuh dengan ke keselan. Kenapa coba? Aku bisa kesal begini. Jangan-jangan, benar ! Aku menyukai verrell.


"Kau ngapain kesini. Udah ku bilang, kita gak ada hubungan apapun," verrell kesal dengan wanita itu.


"Eh," mendekati verrell dan memegang pundaknya. "Kamu ingat, siapa investor terbesar di perusahaan mu?," Kata wanita itu. Lagi-lagi, wanita itu membuat Verrell tidak berdaya. Bagaimana bisa, dia harus berhubungan dengan wanita yang nyebelin itu.


"Aku ingat," kata Verrell dengan penuh jutek. "Tapi," Verrell menatap wanita itu dengan sinis. "Aku gak bakalan mau menikah denganmu. Paham!," Verrell kembali membuka dokumen yang dia kerjakan dahulu.

__ADS_1


"Fine, aku bakalan bilang ke ayahku. Bahwa, ayahku akan cabut semua investasi di perusahaan ini," wanita itu berbisik kepada verrell dan memiringkan bibirnya. "Terserah," kata Verrell dengan penuh cuek.


"Ih, nyebelin," wanita itu menghentakkan kakinya dan pergi dari ruangan Verrell. Aku hanya melihat, dengan penuh kelucuan.


"Apa!," Eh, ada apa dengan wanita itu.


"Hahahaha," akhirnya, aku bisa tertawa lepas ketika dia sudah menjauhiku.


"Kenapa tertawa," aku tersontak kaget dan terdiam ketika Verrell datang tiba-tiba. "Eh, enggak kok," aku menundukkan kepalaku. "Ini ada pekerjaan lagi," melemparkan dokumen yang harus aku kerjakan.


Aku menelan Saliva ku dalam-dalam dan melotot kan mataku. Bakalan lembur lagi ini.


"Baik, pak," kataku dengan lemas. Verrell tertawa kecil, lalu pergi meninggalkanku.


...✨✨✨...


Di rumah Dery 🍂


"Hello, Dery," seseorang lelaki bertulang lunak menghampiri Dery dirumahnya. "Ngapain kau kesini," Dery berdecak kesal. "Oh my baby," sambil berlari manja ke tempat Dery. "Are you okay," kata laki-laki itu dengan menaikkan satu alisnya. "Aku baik-baik saja, sudahlah kau pergi sekarang juga," Dery pergi meninggalkannya. "Tunggu aku," laki-laki itu pun pergi mengejar Dery.


Di kantor 🍂


"Yah, lembur lagi dong," aku melihat begitu banyak tugas yang harus aku kerjakan. "yah, gak bisa nonton drakor favoritku malam ini," aku berdecak kesal. Aku Pasti, bakalan ketinggalan episode terbaik. Episode yang paling spesial, dimana semua rahasia si cewek, bakalan terbongkar. Sebal, sebal, sebal deh.


Verrell melihatku dari kejauhan dan tertawa terbahak-bahak melihat wajahku yang lesu. "Rachael, kau akan selalu bersamaku," kali ini, Verrell tersenyum tipis melihatku.


{ Flashback mode on }


"Tolong, jaga Rachael," perkataan wanita itu terus terngiang-ngiang di ingatan ku. Apa maksud dari wanita itu untuk menjaga Rachael.


{ Flashback mode off }


"Aa, sudahlah," Verrell pergi ke ruangan nya.


...⭐__________⭐...


..."Kekesalan, bakalan...


...mendatangkan...


...Penyesalan."...


...|| Odnoliub ||...


...⭐___________⭐...



Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Vote dan komentarnya


Salam manis dan hangat dari author super kece


Darwan.

__ADS_1


__ADS_2