Oh My Arsenio

Oh My Arsenio
Chapter 11


__ADS_3

Sesungguhnya pada tiap tiap hari adalah libur. Tapi tidak saat, seseorang babak belur menghajar rindu. Ia hanya mengenal waktu lembur, dan mengingat kekasih.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING:)


kini arsen telah pergi dari pekarangan rumah anindira, dan Dira kini mulai memasuki rumahnya, tentu saja dengan keadaan yang Acak acakan, tekanan batinya sungguh membuatnya kacau.


" kakak, kakak dari mana?" tanya Brayen yang sebenarnya sangat cemas sedari tadi dengan sang kakak


" ayo kakak ceritakan padamu di kamar" jawab Dira


namun saat Brayen dan Dira akan memasuki kamar Dira, tiba tiba Olivia datang bersama black


" terimakasih sayang sudah mengantarku pulang" kata Olivia dengan manja kepada sang kekasih


" sama sama sayang, apa aku boleh bertanya padamu" kata black pada Oliv


"tentu saja sayang" jawab Oliv


" siapa laki laki dan wanita itu?" kata black bertanya pada Dira


" dia adik dan kakaku, kenapa memangnya?" jawab Olivia pada kekasihnya lagi


" tentu saja aku ingin tau, jika benar begitu kan mereka juga akan menjadi keluargaku juga" kata black kenapa Olivia


" sungguh aku begitu beruntung karna memliki dirimu sayang" jawab Oliv sambil memegang pipi sang kekasih


" begitupun aku sayang, ya sudah masuklah aku akan pulang" kata black pada Oliv


" baiklah kau hati hati dijalan oke" jawab Olivia


" oke " hanya itu jawaban dari black


setelah black pergi, Olivia mendekati sang adik dan sang kakak, dia berniat untuk pamer kepada kedua saudaranya karna dia memiliki kekasih kaya raya


" bagaimana kekasihku, kaya tampan, hahaha kau pasti tidak akan mendapatkan lelaki seperti itu, dan bahkan tidak akan mendapatkannya" kata Olivia dengan angkuhnya


" lagian kakak tidak akan iri dengan apa yang kak Olivia punya, kak Dira bukan kak olive " jawab Brayen mewakili kakaknya


" diam kau kenapa kau selalu membela dia hah?" kata Olivia sambil mengacungkan tanganya kepada Dira


" sudah sudah kalian tidak perlu bertengkar" kata Dira pada kedua adiknya itu.

__ADS_1


" ini semua kerena kamu, tau kamu itu pembawa sial, lebih baik kamu pergi dari sini" jawab olive dengan wajah yang memerah karna marah


" apa salah kakak olive kenapa kamu begitu membenci kakak seperti ini" kata Dira dengan mata yang sudah berkaca kaca


" kakak tau, siapa penyebab kematian ibu kakak?" tanya Olivia pada kakaknya


" tii...tidak bukanya ibu meninggal karena kecelakaan" jawab Dira


"tidakkkk,, tapi dia meninggal karna mendonorkan jantungnya untuk kakak tanpa sepengetahuan ayah, makanya kini ayah sangat membenci kakak, dasar anak sialan tidak berguna" sontak kata kata olive sungguh membuat Dira hancurrrr se hancur hancurnya, jadi inilah penyebab ayahnya membecinya??? penyebab ibunya meninggal juga dirinya????


" tidak mungkin, kau becanda kan olive??" kata dira sambil terus meneteskan air matanya


" jika tidak percaya tanya saja pada ayah anak pembawa sial" jawaban olive sungguh membuat Dira semakin hancurrr


" kak olive cukup Brayen bilang " kata Brayen membentak Olivia


" sudah kak ayo kita masuk ke kamar" kata Brayen pada sang kakak, tentu saja Brayen memapah tubuh ringkih sang kakak, dia berjalan pelan, hatinya merasa sakit melihat sang kakak terluka seperti ini.


se sampainya di kamar Brayen mendudukkan kakaknya di kasur tempat tidur Dira.


" kakak sudahlah jangan dengarkan kata kata kak olive itu semua tidak benar", kata Brayen mencoba menenangkan sang kakak


" kakak sudah tidak kuat Brayen, kakak lelah dengan semua ini, kenapa kakak selalu disakiti, apa salah kakak, apa kurang semuanya yang sudah kakak lakukan di keluarga ini, kenapa mereka jahat kepada kakak Brayen", kata Dira sambil terus menangis sesenggukan


" sudah kak tidak perlu di pikirkan lagi, lebih baik kakak istirahat, karna besok kakak akan bekerja" jawab Brayen pada sang kakak


******


morning


kini Dira berbeda memang dari biasanya, dia tampil lebih cantik, dengan polesan make up yang lebih terlihat, karna dia memang menutupi matanya yang bengkak akibat menangis hampir semalaman, setelah selsai dengan aktivitas paginya Dira langsung turun, dan bergegas untuk pergi ke kantor.



dibawah sudah ada ayah Brayen olive ibu, tentu saja Olivia dan ibu berusaha membuat keributan dengan sang dira, namun berbeda sekarang, dia yang merasa sudah sakit hati, dia hanya diam saja, dia berlalu meninggalkan ibunya yang sedang berceloteh akibat dari Dira tidak membersihkan rumah tadi pagi.


sesampainya di kantor dia disambut oleh kedua sahabatnya, siapa lagi kalau buka Amel dan Dimas, mereka adalah dua sahabat Dira yang paling Dira sayang


" Hay Mel Hay dim " sapa dira pada kedua sahabatnya


" Hay juga dir " jawab dimas


" kalian berangkat jam berapa? tumben udah dikantoe" kata Dira lagi

__ADS_1


" ya elahh kira mah biasa Dateng jam segini kan Lo udah jadi sekertaris makanya jarang liat kita, ya ga dim" jawab Amel pada Dira


" heheh iya juga si, ya udah nanti kita makan siang bareng yuk" kata Dira menawarkan kepad keduua sahabatnya


" boleh siapa takut " jawab Dimas dengan antusias.


" ya udah gue naik dulu ya guys, selamat bekerja kalian semangat" kata Dira pada kedua sahabatnya


" oke semangat juga buat Lo Dir" jawab Amel


Dimas Chandrawinata



**


Dira kini sudah berada di meja kerjanya, sang bos sudah berada di dalam ruanganya ternyata, lalu Dira mengecek jadwal sang bos untuk hari ini, dan masuk ke dalam ruangan arsen


tok..tokk


" permisi pak" kata Dira sambil mengetuk pintu


" masuk" jawab arsen pada Dira


" maaf pak, hari ini bapak ada meeting dengan klayen pukul 10.00 pagi di cafe Xx dan setelah itu ada pertemuan untuk penada tanganan kontrak dengan PT. jaya abadi pukul 2 siang " kata Dira menjelaskan kepada sang bos


" baiklah kamu urus semuanya" jawab arsen pada Dira.


" baik pak saya akan mengurusnya permisi" kata Dira


setelah kepergian Dira, arsen yang sebenarnya sedari tadi memperhatikan Dira pun kini tengah senyum senyum sendiri, pasalnya Dira terlihat cantik hari ini, namun itu lah arsen dia langsung menepis semua pikiran itu, karna dia pikir dia tidak memiliki perasaan apapun kepada sang sekretaris, dan satu lagi dia ingin menikah dengan Dira juga agar dia terbebas dari perjodohan yang dilakukan sang orang tua kepadanya.




**


Dira yang sudah keluar dari ruangan pak asren segera menyelesaikan segala tugasnya, namun sungguh otaknya tidak bisa berhenti memikirkan apa yang dikatakan Olivia tadi malam, apakah benar dia penyebab ibunya meninggal?? dan benar saja, air matanya pun kembali tumpah, dia sudah tidak bisa menahannya lagi, hatinya merasa sangat perih jika mengingat bahwa penyebab kematian sang ibu adalah dirinya sendiri.


" ya Tuhan kenapa cobaan ini berat sekali, hikss... hiksss,,, ke apa aku tidak pernah bahagia, apa kau tidak pantas bahagia, apa benar aku hanya anak pembawa sial" kata Dira sambil terus menangis.


arsen yang sebenarnya tadi akan keluar dan tak sengaja melihat dira menangis pun merasa iba, dan dia ingin mendekat namun dia urungkan, di hanya mendengar apa yang dira katakan tanpa mengatakan apapun dan tanpa melakukan tindakan apapun untuk menenangkan Dira.

__ADS_1


:))))))))))


Hay autor balik lagi nih, apa kabar kalian, sehat kan?


__ADS_2