Oh My Arsenio

Oh My Arsenio
Chapter 5


__ADS_3

Ku harap kelak kita punya satu kesempatan di mana semuanya tepat. Sekali saja mendapat izin Tuhan untuk sama sama merasakan bahagia tanpa harus menyakiti hati yang lainnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING:)


kini jam kantor telah usai saatnya semua karyawan untuk pulang, tapi tidak dengan anindira, dia belum diperbolehkan pulang oleh sang bos, entahlah padahal saat itu dia sudah tidak ada pekerjaan, huhh sungguh menyebalkan bukan?


tok tok tok


" permisi pak saya izin pulang hari sudah mulai larut" kata Dira pelan pelan pada bosnya agar tidak disembur


" hm" hanya itu jawaban dari arsen


" baiklah terimakasih pak saya permisi" jawab Dira lagi dan berlalu untuk pulang.


arsen yang memang sudah selsai dengan semua pekerjaanya pun kini berlalu untuk pulang, karna memang ini sudah melewati jam kerja kantor


" vid ayo pulang " kata arsen pada David


" baiklah bos" jawab David


mereka pun keluar dari ruangan, dan kantor tersebut memang sudah tampak sepi, pasalnya sudah larut saat iru.


David segera saja mengambil mobil di tempat parkir VVIP di kantor, dan dengan cekatan membuka pintu mobil untuk sang bos


" silahkan bos" kata David pada arsen


" hm " kata itu saja yang keluar dari mulut arsen.


tiga puluh menit perjalanan dari kantor menuju apartemen milik David, yaaa memang David itu tinggal sendiri di apartemen, dia tidak ingin tinggal di mansion keluarganya, jika ditanya alasanya, karna mungkin arsen memang lebih nyaman tinggal sendiri.


" bos saya langsung pulang saja yah" kata David setelah mengantarkan arsen


" baiklah" jawab Arsen yang berlalu dan memasuki apartemen mewahnya.



gambaran apartemen arsenio

__ADS_1


sesampainya di apartemen dia langsung merebahkan tubuh lelahnya di sofa, huft sungguh meskipun hari ini adalah hari pertamanya menjadi CEO muda, namun sungguh sangat melelahkan.


setelah merasa puas membaringkan tubuhnya di sofa dia beranjak untuk membersihkan dirinya, karna dia sudah merasa sangat lengket dengan keringat yang menempel di badanya sedari tadi.


**


di tempat lain seorang gadis kini tengah berjalan menuju rumahnya, gadis itu terlihat sangat kusut, wajah lelah.


sesampainya di rumah minimalis itu, dia langsung masuk ke dalam rumah, dan tidak lupa mengucapkan salam


gambaran rumah anindira meskipun sederhana tapi Alhamdulillah masih layak pakai:)



" assalamualaikum" kata Dira sambil masuk ke dalam rumah


" dari mana saja kamu jam segini baru pulang hah?" jawab sang ibu tiri.


ya seperti itulah nasib Dira, saat dia berangkat ke kantor dia akan dihadapkan dengan sebuah pertengkaran, saat dia pulang dia akan mendapatkan Omelan dari sang ibu, tidak ada senyuman, tidak ada kasih sayang, dan sungguh hal yang sangat Dira inginkan adalah saat dia pulang dalam keadaan lelah ibunya menyambutnya dengan senyum kasih sayang dan perhatian, namun semua itu mungkin hanya hayalan saja, karna itu semua tidak akan pernah mungkin terjadi.


" maaf Bu Dira lebur hari ini agar dapat gaji lebih" hanya itu jawaban yang dapat Dira keluarkan dari mulutnya


" bagus sering seringlah lembur agar gajihmu banyak" kata ibu lagi tanpa ada rasa belas kasih


Dira langsung saja memasuki kamarnya, dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur, sungguh badanya sangat lelah hari ini, ditambah beban pikiran yang dia rasakan membuat tubunya sungguh tidak kuat menopang beban hidupnya.


tok tok tok


" kakak Brayen boleh masuk?" kata Brayen dari luar kamar


" boleh dek masuk aja ga papa" jawab Dira pada sang adik


" kakak pasti capek banget yah kerja seharian?" tanya Brayen pada Dira


"engga sayang kakak ga capek kok" jawaban Dira pada sang adik, dia tidak mau membuat Brayen menjadi memikirkan tentang dirinya, sungguh saat ini penguat hidupnya hanya brayen.


" sini biar Brayen pijit kakak yah", kata Brayen menawarkan pada sang kakak


" boleh kalo kamu mau" jawab Dira dengan senyuman

__ADS_1


dan sekarang Brayen mulai memijit bahu sang kakak, dia memijit sambil bercerita kepada kakanya tentang temanya tentang kampus, semuanya Brayen ceritakan, dan itu membuat anindira senang sekali, dia merasa ada harapan untuk tetap hidup.


" kak tanganku udah pegel nih, yuk kita makan udah laper di Brayen" kata Brayen sambil memonyongkan bibirnya hihihik


" hahaha sayang, ya sudah ayo kita makan dulu" jawab Dira sambil menarik tangan adiknya untuk makan malam.


namun saat kedua anak itu sedang mengambil makanan tiba tiba sang ibu datang dan marah marah.


" hey siapa yang menyuruhmu untuk makan ha, tidak ada jatah makan untukmu malam ini" kata sang ibu pada Dira


" tapi Bu Dira sangat lapar" jawab Dira pada sang ibu


" cih apa peduliku padamu ha, cepat cuci semua pakaian ini, sebelum kamu menyelesaikan semuanya, jangan harap kamu bisa makan" kata ibu tirinya


" ibu kenapa ibu jahat sekali pada kakak, kakak sudah sangat lelah bekerja hari ini, dia hanya ingin makan Bu, lagian uang untuk membeli makanan kan uang dari kakak" kata Brayen mencoba membela sang kakak


" sudah tidak papa biar kakak cuci pakaian dulu, kamu lanjut makan saja" jawab Dira dengan senyum yang di paksakan.


**


dengan langkah gontai tubuh lemas dan perut yang lapar dira menuju tempat pencucian, bahkan di rumah Dira ridak ada mesin cuci, jadi Dira harus beekrja lebih keras, namun di hati Dira sungguh merasa sedih, untuk makan saja dia harus bekerja seperti ini dulu, dia terus saja menangis saat sedang mencuci, Brayen yang melihat sang kakak sungguh tidak tega, namun jika Brayen membantu Dira justru ibu akan membuat Dira menjadi lebih susah.


**


di tempat lain, arsenio yang sedang berkutat dengan laptopnya, tampak serius, jari jarinya terus menari di keyboard, namun saat iya tengah serius, terlintas bayangan tentang gadis cantik tanpa polesan make up, ya siapa lagi tentu saja anindira.


namun arsen dengan segera menepis pikirnya itu, dia berfikir karena mungkin dia merasa bersalah saja kepada Dira, karna memang sudah larut malam arsen akhirnya merebahkan tubuhnya di kasur king size milik ya.



:))))))))))


sedih banget deh sama nasib Dira huh:(


jangan lupa ya guys untuk berikan dukungan kepada author.


LIKE


COMENT

__ADS_1


VOTE


LOVeđź–¤


__ADS_2