
Yang aku doakan, juga sedang aku usahakan. Mungkin tidak terlihat dan seharusnya memang tidak perlu terlihat. Mengalir saja, ikuti alur. Jika waktunya tiba, semua akan ada jawabanya. Satu hal yang pasti, tugas tidak mungkin salah ketika merestui
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING:)
"bos tadi mengatakan apa?" tanya David kepada sang bos. "hah apa? memangnya saya mengatakan apa?" begitulah memang arsen, selalu saja harga diri tetap diagungkan padahal dia sudah memuji bagaimana kecantikan sang calon istri.
"bagaimana pak dengan gaun ini? apakah cocok dengan saya?" tanya Dira kepada arsen namun tidak dijawab oleh arsenio hanya ada anggukan, dan itu membuat Dira kesal, kenapa ada lelaki seperti arsenio didunia ini? lelaki menyebalkan, keras kepala, semaunya sendiri pokoknya sifat buruk melekat di dalam diri arsenio.
__ADS_1
setelah dia selesai dengan gaun pengantin yang akan dia pakai, kini giliran arsenio mencoba jas yang akan dia pakai nanti saat menikah dengan Dira, selama 20 menit arsen berada diruang ganti, dira yang sudah tidak sabar pun langsung masuk ke dalam ruang ganti, pasalnya dia merasa kesal, mengapa berganti baju saja harus selama itu?? seperti wanita saja. namun saat tiba tiba Dira masuk ternyata arsenio masih bertelanjang dada dan
aakkkkhhhhhhhh "pak sungguh saya tidak melihatnya pak" kata Dira yang menjadi sangat malu, dia sangat mengerutuki kebodohannya, kenapa dia harus menyusul arsenio yang jelas jelas sedang berganti baju, kau sangat bo*doh dira. "kenapa kau masuk hah? apa kau sudah tidak sabar melihat badan sispack dari suamimu ini? cepat buka matamu" kata arsenio yang merasa geram, pasalnya arsen merasa Dira tidak sopan, bagaimana bisa dia tau, bahwa ia sedang berganti baju malah main nylonong masuk saja. "maafkan kelancangan saya pak, saya kira terjadi sesuatu kepada bapak, karna bapak berganti baju sudah hampir 20 menit lamanya pak, saya mohon maaf" kata Dira membuat alasan. namun alasan Dira sungguh diluar dugaan, membuat hati sang CEO berdebar, dia merasa calon istirnya itu begitu perhatian kepadanya.
"hmmmm baiklah kali ini kamu saya maafkan, keluar Sanah saya belum selsai, dan jangan masuk sebelum saya keluar" kata arsen dengan sedikit menahan untuk tersenyum. "baiklah pak maafkan saya sekali lagi pak" kata Dira. setelah Dira keluar dari ruang ganti, sungguh arsen langsung tersenyum sumringah sekali, sambil menatap dirinya di cermin lalu dia berkata
"arsenio dhafin alvarendra kamu memang lelaki sempura, kamu tampan, kamu kaya, kamu cerdas, hahahah tentu saja Dira akan dengan mudah jatuh cinta denganku, badanku pun sangat bagus, lihatlah perutmu arsen huuhhh sangat se*xy sekali, pasti Dira sekarang sedang membayangkan betapa indahnya tubuhku ini" kata arsen berkata pada dirinya sendiri sambil menatap cermin.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Hay guys
__ADS_1
welcome back👋