Oh My Arsenio

Oh My Arsenio
Chapter 6


__ADS_3

Siapapun pendamping mu kelam, ku mohon ingatlah aku. Sebagai satu untukmu yang tak pernah dua. Asing yang tak pernah usang. Yang selalu berusaha penuh. Yang tak pernah mencintaimu dengan separuh. Ingatlah aku, seseorang yang dianya sering meminta namamu sebagai pendamping sampai akhir.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING:)


pagi hari


kini matahari telah menampakkan cahayanya kembali, namun seindah cahaya itu, tak seindah dengan hari anindira. badan Dira remuk, badanya demam dan lemas, namun dia harus tetap memaksakan diri untuk bekerja.


" huft aku harus semangat ga boleh ngeluh" kata Dira bergumam sendiri


namun saat Dira akan bangun dan bergegas mandi tiba tiba sang ibu masuk dan mendobrak pintu kamar Dira


braakkkkk


" dasar anak tidak tau diri tidak tau diuntung berani beraninya kamu mencuri kalungku, kau pikir kau itu siapa ha? berani beraninya kau mencuri di rumahku" kata sang ibu tiri yang tiba tiba marah dan


pllaakkk


sebuah pukulan dari ikat pinggang mengenai pungguh milik Dira


" awwww Bu aku tidak mencuri apapun milik ibu hikss... hiksss kenapa ibu selalu jahat kepadaku apa salahku Bu" jawab Dira sambil menahan sakit


" sudah salah tidak mau ngaku lagi, mau saya pukul lagi kamu ha?" kata sang ibu pada Dira


dan


plaakkkkk


" ibu sudah cukup ibu keterlaluan apa yang ibu lakukan pada kakak, dari semalam ibu slalu menyiksa kakak, ibu sungguh tidak punya hati nurani" kata Brayen yang tiba tiba masuk ke dalam kamar Dira


" dia sudah mencuri kalung ibu Brayen dia pantas dihukum" jawab ibu pada Brayen


" tidak ibu, kalung ibu diambil oleh Olivia bukan kak Dira, jadi Oliv saja yang ibu marahi jangan kakak" kata Brayen dengan mata memerah karna menahan amarah


" oh begitu ya sudah nikmati saja rasa sakitmu aku tidak peduli" jawab ibu tanpa rasa bersalah


" sungguh ibu jahanam" kata Brayen penuh amarah


" sudah Brayen kakak tidak papa, kakak akan siap siap pergi ke kantor, nanti kamu anter kakak ya, sebenarnya kakak agak pusing " kata Dira pada sang adik


" apa sebaiknya kakak izin dulu tidak mau ke kantor" jawab Brayen pada Dira


" tidak sayang kakak harus kerja, demi kamu demi keluarga kita" kata Dira dengan air mata yang terus mengalir


" maaf ya kak karna ibu Brayen kakak jadi seperti ini" jawab Brayen pada Dira


" tidak apa apa kan ibu juga ibunya kakak, ya sudah kakak mandi dulu kamu tunggu dulu yah" kata Dira sambil berdiri menuju kamar mandi


" iya kak hati hati" jawab Brayen


**

__ADS_1


di satu rumah yang sama


" Olivia kamu yang ambil kalung ibu?" tanya mama kepada Oliv


" iya Bu, buat clubing tadi malem, ngga ada duit aku Bu" jawab Oliv tanpa ada rasa bersalah


" kamu itu keterlaluan, kamu itu wanita jangan pulang pagi saat bermain, apalagi dengan anak laki laki" kata ibu pada Olivia


" tenang aja Bu, aku lagi Deket sama cowok namanya black, dia orang terkaya ke 10 di Asia, dan dia sepertinya menyukai Oliv" kata Oliv dengan penuh percaya diri


" bagus nak, kamu memang anak kesayangan ibu, tidak seperti kakakmu hanya menyusahkan saja" jawab ibu dengan mata yang berbinar.


**


apartemen arsen



kini arsen telah siap dengan setelan jas berwarna cream muda dan sungguh itu membuat arsen terlihat sangat tampan pagi ini.


dia duduk sambil menunggu sang asisten David menjemputnya.


sepuluh menit menunggu akhirnya sang Asisten tiba dengan penuh wibawa dia menghampiri sang bos yang tengah menunggu.


" maaf bos saya telat " kata David pada sang bos


" santai aja vid ngga papa kok" jawab arsenio


hampir empat puluh menit perjalanan dari


apartemen ke kantor, kini mereka berdua telah sampai di sana, dan mereka tengah berjalan untuk memasuki lift, namun saat mereka tengah berjalan, David berpapasan dengan Brayen, ya Brayen sahabat dari sang adik.


" loh Brayen " kata David menyapa Brayen


" eh kak David, kak David kerja disini juga?" jawab Brayen kepada David


" iya bray, kamu ngapain kesini?" kata david lagi


" emmm kita boleh bicara sebentar ga kak?" tanya Brayen pada David


" bos boleh saya izin sebentar?" tanya David pada arsenio


" boleh silahkan vid" jawab arsen


" terimakasih bos" kata David lagi


" hm " hanya itu jawaban dari arsen


dan langsung saja Brayen dan David pergi ke kantin untuk berbicara berdua.


dan arsenio kini telah sampai diruanganya dia melihat anindira yang tengh duduk di meja kerjanya sungguh terlihat sangat cantik, dengan dress warna biru Dongker , dan kulit putih eksotis membuat aura kecantikanya semakin terlihat.


__ADS_1


sungguh arsenio terpana melihatnya, dia bahkan tidak menyadari wajah pucat Dira, karna ya memang wajahnya pucatnya tertutup dengan senyum yang tetap merekah dibibirnya, ya memang dira adalah wanita yang pandai bersandiwara dengan masalah hati, meskipun hatinya sakit bibirnya masih bisa tersenyum.


" selamat pagi pak" kata Dira menyapa sang CEO


" hm " hanya itu jawaban dari sang CEO.


dia langsung masuk ke ruangannya dan langsung di sambut oleh setumpuk berkas, dan yaaaa dia hanya bisa menghela nafasnya dan langsung saja menduduki kursi kebesarannya dan mulai menari narikan jarinya dia atas keyboard laptopnya.


**


di kantin


" apa yang ingin kamu bicaranya Brayen?" tanya David pada Brayen


" kakak apa kenal dengan kakaku? Anindira Deolinda Clarissa?" tanya Brayen to the point


" kenal dia sekertaris di Perusahaan ini, memang ada apa?" kata David pada brayen


" apa Brayen boleh minta tolong kak?" tanya Brayen pada David


yaaa memang mereka beruda itu sudah dekat pasalnya Brayen sering bermain dengan adik David kebetulan mereka satu kampus dan satu angkatan.


" minta tolong apa, kalo kakak bisa, pasti kakak bantu" jawab David pada Brayen


" jadi gini kak, kak Dira dari tadi malam dia tidak makan, saat dia akan makan ibu marah dan menyuruh dia untuk mencuci baju, dan tadi pagi saat kakak bsru bangun ibu menuduh kak Dira mencuri kalung, padahal kalung itu diambil oleh kak Oliv kak, dan ibu yang tengah marah memukul punggung kakak dengan ikat pinggang milik ayah sampai punggungnya memar, padahal kakak saat itu sedang demam, aku sudah bilang kakak untuk minta izin agar tidak masuk, tapi kakak memaksa untuk tetap bekerja, tolong jagain kakak Brayen kakz Brayen mohon" kata Brayen dengan mata yang sudah ber kaca kaca


" astaga, bagaimana bisa ibumu seperti itu pada anaknya sendiri?" tanya David yang kaget dengan cerita Brayen


" kak Dira hanya anak tiri kak, makanya ibu membedakan kami bertiga, kakak selalu diperlukan buruk oleh ibu, kadang aku ingin membela kakak, dan menbantu kakak saat di hukum, tapi jika saat dihukum aku membatu kakak, pasti kakak akan dipukul kalau tidak kakak akan diberi hukuman yang lebih berat, aku sempat menyarankan agar kakak pergi dari rumah, namun kakak tidak mau dia sadar akan kewajibannya, karena kakak adalah tulang punggung keluarga" kata brayen lagi yang sudah tidak kuat menahan air matanya


" baiklah kakak akan menjaga Dira dengan baik, sekarang kamu tidak perlu cemas, kamu lebih baik pulang dan bersiap siap untuk kuliah" jawab David berusaha menenangkan Brayen


"terimakasih kak, ya sudah Brayen pamit ya kak" kata Brayen lagi


" iya sama sama, hati hati ya dijalan" jawab David


" iya kak" kata David


:))))))))


makin sedih yah ceritanya:((((


jangan lupa buat


LIKE


VOTE


COMENT


biar author tambah rajin buat up-nya.


LOVeđź–¤

__ADS_1


__ADS_2