
Maukah kau membantuku? Berdoalah dan selipkan namaku beserta namamu, semoga tuhan menjawabnya dengan .enempatkan kita di satu waktu yang memungkinkan untuk hidup bersama.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING:)
kini keluarga alvarendra sudah berkumpul di ruang makan, yaaa karna sekarang sudah saatnya untuk makan malam.
" nak makan yang banyak ya sayang" kata mamah pada arsen
" iya mah tentu saja" jawab arsen
" nak ada yang ingin papah bicarakan padamu" kata papah pada arsen
" bicara apa pah?" jawab arsen sambil mengunyah makananya
" mending makan dulu deh bicaranya nanti lagi pah" kata Gibran pada sang papah dan adik
" ya udah nanti setelah makan papah akan membicarakannya" jawab papah pada sang anak
dan tentu saja pandangan kakak ipar arsen tidak luput dari arsen, maksudnya??? yaaaa Rosa selalu saja curi curi padang terhadap arsen, namun tidak ada yang mengetahui gelagat Rosa, yang tahu ya hanya dia dan arsen, jujur saja, arsen sangat risih dengan pandangan seperti itu dari sang kakak ipar.
wanita tidak tahu diri, sudah memiliki suami tapi masih melihat lelaki lain dengan tatapan seperti ifu, cih menjijikan umpat arsen dalam hati.
setelah menyelesaikan rutinitas makan malam, mereka sekeluarga kembali ke ruang keluarga, mereka duduk santai santai sambil menikmati waktu yang sudah lama mereka lewatkan.
" papah tadi ingin bicara apa padaku?" tanya arsen pada sang papah
" papah ingin kamu segera menikah nak, umurmu sudah 28 tahun, jika kau tidak menikah juga papah akan menjodohkanmu dengan anak rekan bisnis papah" kata papah to the point, meskipun sebenarnya sang papah sudah mengetahui jika sang anak mulai mengagumi gadis sederhana, dan sang papah pun merestuinya jika bersama wanita itu, karna papah arsen sudah mencari tau segalanya tentang wanita itu
" baiklah arsen akan segera menikah, tapi tidak perlu papah menjodohkanku dengan anak teman bisnis papah, aku tidak sejelek itu untuk mendapat jodoh saja harus dicarikan cih" jawab arsen pada sang papah
" baiklah nak papah kasih waktu tiga bulan, jika kau tidak menikah juga kau akan papah jodohkan" kata papah lagi
" baiklah, tapi papah harus janji padaku, papah harus menerima seperti apapun pilihanku" jawab arsen, dan tentu saja jawaban arsen yang menjurus jika dia sudah siap menikah, membuat tubuh Rosa menegang, dia sungguh merasa kecewa dengan jawaban arsen, dan Gibran yang melihat perubahan wajah sang istri pun khawatir dan bertanya
" ada apa sayang, apa kau sakit?" tanya sang suami
" tidak mas aku hanya sedikit pusing saja, aku ke kamar dulu yah, pah mah, arsen" kata Rosa kepada seluruh keluarganya
", baiklah, Gibran antar Rosa ke kamar dulu ya pah mah sen" kata Gibran pada keluarganya
" baiklah antarkan dia ke kamar nak Sepertinya dia butuh istirahat" jawab papah kepada sang anak
" dan arsen juga harus kembali pah ke apartemen" kata arsen kepada papahnya
" tapi nak mamah masih merindukanmu sayang, kenapa buru buru sekali si" jawab mamah pada sang anak
__ADS_1
" arsen ada pekerjaan yang harus diselesaikan mah, besok arsen janji akan berkunjung kesini", kata arsen menenangkan sang mamah
" baiklah tapi kau harus hati hati" jawab mamah lagi
" terimakasih mah, bibi, ambilkan kunci mobil sportku", kata arsen pada sang pelajaran
" baik tuan muda Sebentar" jawab sang pelayan
" hm"
" ini tuan kunci mobilnya" kata bibi memberikan kunci mobil pada arsen
" terimakasih bi" jawab arsen
" sama sama tuan muda" kata bibi lagi.
" arsen jalan dulu ya mah pah" kata arsen pada kedua orang tuanya
" baiklah hati hati nak " jawab sang papah.
kini arsen sudah mulai keluar dari mansion keluarga alvarendra, dia duduk di kusri kemudi mobil sport miliknya, yaaa mobil miliknya yang berharga hingga 68 miliyar.
mobil koeningsegg CCXR Terevita
**
dan benar saja mereka berdua datang ke sebuah club, anindira yang masih bingung dengan keadaan ini pun bertanya pada sang ayah
" ayah untuk apa kau membawaku kesini?" tanya Dira pada sang ayah
" diam saja jangan berisik, kau ingin menjadi anak yang berbakti bukan kepada ayahmu hah" jawaban ayahnya sontak membuat anindira membungkam mulutnya.
dan benar saja penampilan Dira malam ini membuat lelaki hidung belang yang saat ini tengah menunggunya sangat terkesima. namun jujur saja, anindira sungguh tidak nyaman dengan baju yang diberikan sang ayah untuk iya kenakan. pasalnya baju itu menerawang dan membuat tubuhnya terlihat
" halo pak Ferdi selamat malam pak" sapa ayah Dira kepada laki laki itu.
" selamat malam juga bapak firman" jawab lelaki itu, yaaa nama ayah Dira adalah Firman Setiadi.
" apakah ini anak gadis mu?, sunggu sangat se-xy dia malam ini" kata pak Ferdi pada pak firman
" tentu saja itu anak gadisku, kau boleh menikahinya, dan tentu saja dengan begitu hutangku akan lunas denganmu" jawab pak firam, namun perkataan sang ayah sontak membuat dira kaget
" apa apaan ayah, aku tidak mau menikah dengan laki laki Seperti itu" kata Dira yang mulai membuka suaranya
__ADS_1
" jangan membantah, aku sudah ku jual kepadanya, jadi kau harus menikah denganya " jawab sang ayah pada Dira
" tidak Dira tidak mau" kata Dira lagi, dan dia langsung saja berlari keluar untuk menjauhi sang ayah, tentu saja itu membuat pak Ferdi geram
" apa apaan ini kenapa di kabur hah" kata pak Ferdi mengacak rambutnya, bagaimana tidak dia akan mendapatkan seorang perawan malam ini, tapi Dira malah kabur
" biarkan pengawal pak Ferdi yang mengejar diira, dia tidak akan lari jauh tenang saja" jawab pak firman
**
di saat dira sedang gencar berlari, tiba tiba para pengawal tuan Ferdi menangkap Dira, dan sontak menguat Dira berusaha melepaskan diri, Dira terus saja berteriak minta tolong, sampai ada mobil sport yang berhenti, dan hendak menolong gadis itu.
" lepasakan wanita itu, jika kau berani lawan lah aku" kata laki laki itu yang sekarang berdiri di depan para pengawal pak Ferdi
" siapa kau, tidak perlu ikut campur dalam masalah kami" jawab salah satu dari pengawal itu
", cih, kalian tidak punya nyali hah, beraninya menyakiti wanita?" kata lelaki itu lagi
" kurang ajar, ayo kita serang dia" kata salah satu pengawal itu lagi
dan benar saja mereka semua langsung baku hantam, 1 vs 4 saat itu, Dira yang melihat kejadian itu sontak ketakutan, dia takut jika terjadi apa apa pada bosnya.
bug
bug
bug
plakk
jduggg
plakk
creengggg
suara suara itu sungguh membuat Dira semakin merasa ketakutan, namun rasa takut itu hilang ketika melihat darah segar keluar dari sudut sang bos, ya tuhan apa yang akan terjadi nantinya.
namun, syukurnya Arsenio dapat mengalahkan para pengawal itu dengan tanganya sendiri, dan tentu saja pengawal itu berlari dengan kocar kacir.
setelah pengawal itu pergi Dira langsung menghampiri bosnya.
" pak arsen apa bapak baik baik saja?" tanya Dira yang langsung memegang pipi Arsen, tentu saja hal itu sontak membuat arsen salah tingkah.
:))))))))))
ayo dong jangan pelit LIKE , COMENT , dan VOTE
__ADS_1
biar author semangat buat up tiap harinya
LOVeđź–¤