
Aku mendoakanmu dari jauh, dengan keterbatasan yang terkadang membuat kita saling mengeluh. Dan keyakinan yang membuat tetap utuh. Kamu tetap menjadi bagian ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING:)
pagi ini matahari sudah bersinar sungguh dengan eloknya, seorang gadis dengan selimut yang membungkusnya masih asik dengan alam mimpinya.
namun kenyamanan itu tidak berselang lama pasalnya ibu tiri bak di sinetron memang dia rasakan sekarang, dengan kasar ia membangunkan Dira
" lihatlah putirmu yang pemalas jam segini masih belum bangun, hey kau wanita pemalas bangun kau harus kerja untuk menghidupi keluargamu" teriak sang ibu tiri kepada anandira
wanita yang biasa disapa Dira pun sungguh sudah tidak kaget dengan perilaku sang ibu tiri, namun dia hanya manusia biasa, dia kadang merasa sakit hati diperlakukan tidak adil oleh mereka, bahkan kadang Dira sampai disiksa jika tidak menuruti perintah mereka
" baiklah Bu aku akan segera bangun" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Dira saat itu.
Dira langsung saja bergegas untuk mandi karna memang waktu sudah semakin siang dia tidak ingin terlambat datang ke kantor, karna memang hari ini adalah hari penting pasalnya CEO muda akan datang untuk menggantikan sang presedir
hampir tiga puluh menit Dira bersiap siap, kini dia telah rapi dengan stelan baju yang biasa ia gunakan untuk bekerja, tidak perlu banyak bermake-up dia hanya menggunakan bedak dan lip blam agar wajahnya tidak pucat.
seperti biasa ketika dia turun untuk sarapan tidak ada senyum merekah yang menyambutnya, hanya ada tatapan kebencian di keluarga ini untuknya, dan yaaa hal itu sungguh membuat Dira kini menjadi wanita kuat, tidak mudah mengeluh, dan pandai mengatur mimik wajahnya agar tidak terlihat bak sedang mengemban berbagai masalah.
" kak berikan aku uang" kata sang adik tiri tanpa basa basi
" aku tidak ada uang, uangku sudah ku berikan semua kepada ibu Oliv" yaaa memang adik tirinya itu bernama Olivia, dia cukup cantik, namun sungguh sifatnya yang sombong dan selalu ingin tampil glamor membuat dirinya kewalahan sendiri
"jangan berbohong dasar pelit" kata Olivia lagi
__ADS_1
"aku tidak berbohong Oliv" jawab Dira lagi
" kemarikan dompetmu" kata Oliv sambil merebut dompet milik Dira
" kau ini sungguh pembohong besar, lihat ini apa kalo bukan uang ha?" kata Olivia sambil mengambil semua uang yang ada di dompet milik Dira
" tapi itu untuk naik ojeg ke kantor Oliv kalo kakak tidak punya uang bagaimana kakak bisa pergi bekerja" jawab Dira dengan muka sendu
" nih ku kasih kau uang 20 ribu untuk naik ojeg, dan ini dompetmu, cepat pergi Sanah, tidak usah sarapan, karna uangmu ini sangat sedikit, dasar kakak tidak berguna" kata Olivia yang kasar dan tentu saja membuat hati Dira sakit diperlukan seperti itu, namun apa daya Dila harus kuat menjalani semua cobaan ini.
" kakak kenapa kau seperti itu kepada kak Dira, dia sudah bekerja keras untuk membiayai hidup kita setidaknya kita berterimakasih, berkat dia kita masih bisa bertahan hidup" kata Brayen tulus, ya Brayen dia adalah salah satu adik tiri Dira, namun hanya dia yang menganggap Dira manusia di rumah itu, bahkan Brayen adalah salah satu kekuatan Dira untuk tetap bertahan di rumah yang seperti neraka.
" sudah dek tidak apa apa, kalau begitu kakak berangkat kerja dulu, kamu kuliah yang rajin yah" kata Dira kepada Brayen
" baiklah kak, kakak hati hati dijalan, jika butuh sesuatu hubungi Brayen saja" jawab Brayen lagi kepada Dira
" sudah tidak perlu bertengkar kakak berangkat dulu, assalamualaikum" kata Dira lagi kepada Brayen dan segera pamit.
seperti itulah setiap hari yang Dira rasakan, diperlakukan tidak adik, selalu bertengkar dengan ibu dan saudara tirinya, ditindas, kadang tidak diberi makan, bahkan sang ayah kandung pun ikut ikutan menyiksa Dira , sampai Dira tidak habis fikir, apakah ayah yang dulu sangat mencintai dirinya kini telah mati aaahh ya Tuhan betapa beratnya hidup Dira saat ini.
~||°||°||~
setengah jam perjalanan dari rumah dia ke perusahaan, kini Dira sudah sampai di depan perusahaan tempatnya bekerja, Dira dengan sesegera mungkin mengganti mimik wajahnya yang tadi masam dan sedih menjadi bahagia meskipun di dalam hati dia rapuh.
" Hay dira huhh ku pikir kau tidak berangkat hari ini hihihikk, aku sudah sangat kawatir", kata Amel.
ya dia Amel, Amelia janshon sahabat Dira yang tau segalanya tentang Dira, bahkan yang dilakukan oleh keluarga Dira Amel tau.
__ADS_1
"tentu saja aku masuk, kan hari ini akan ada CEO baru, aku tidak mau melewatkan momen melihat CEO itu hehehe" jawab Dira kepada sang sahabat
" baiklah ayo kita masuk ke ruangan, nanti Bu Freya marah marah kalo kita telat" kata Amel lagi sambil menarik tangan sang sahabat
" baiklah ayo kita masuk " jawab Dira
Hay kawan ini cerita baru dari author untuk kalian yah, semoga kalian suka dengan karya author hihihikk
silahkan dibaca cerita Arsen dan Dira semoga kalian suka
oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian setelah membaca cerita ini
terimakasih kawan:\)
semoga menghibur hehe
__ADS_1