
tidaklah kau bisa tenang sedikit sayang, aku sedang berjuang untuk hidup kita, tunggulah aku datang, bersabarlah, matahari kita akan terus bersinar bersama kebahagiaan kita. tenanglah:)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING:)
kini Dira dan mama Della tengah memasak di dapur, mereka tampak langsung akrab, karna memang Dira anak yang sangat mudah untuk bergaul dengan siapa pun, ditambah mereka berdua memiliki hobi yang sama, yaitu memasak
" Dira sayang apa kau suka sekali memasak seperti ini" tanya mama Della kepada Dira sambil memotong sayur
" suka mah, Dira memasak setiap hari, tidak ada hari tanpa Dira memasak hehe" jawab Dira kepada sang calon ibu mertua
" wahhh, bagus sekali, mamah sangat sekali ingin memiliki putri yang suka memasak, tapi kan anak mamah lelaki semua, dan punya menantu satu tidak pernah mau memasak, hobynya hanya belanja dan mengabiskan uang" kata mama yang sedikit kesal jika membahas tentang Rosa
" tenang saja mah, Dira akan menemani mama memasak setiap hari dan juga membuat kue, Dira pinter loh Bikin semuaaaa jenis kue", jawab Dira kepada mamah Della
" sungguh nak?" kata mama dengan antusias
" iya mah, Dira tidak bohong" jawab mama pada Dira
" yess akhirnya mamah punya teman juga dirumah ini " kata mama pada Dira
dan arsen yang sedari tadi memandangi dua wanita itu bercengkrama dengan senyum yang terus mengembang sungguh membuat arsen merasa senang, lega pula, karna setidaknya dia akan memiliki istri yang tidak hanya akan menyayanginya tapi menyayangi orang tuanya juga, karna arsen tau bagaimana sikap menantu itu dirumah ini, bahkan mama tidak pernah tertawa selepas ini setelah memiliki menantu, yaaa mungkin karna Rosa yang hanya memiliki hobbi belaja dan mengabiskan uang saja.
setelah mereka berdua berkutat di dapur kini makan malam telah selesai, para pelayan tentu saja langsung menyiapkan makan malam untuk dihidangkan
" diraa kamu kerja dimana nak?" tanya mamah Della sambil duduk di kursi meja makan
" Dira kerja sebagai sekertaris pak arsen mah" jawab Dira
" kok manggilnya masih bapak sih, harusnya mas dong atau ngga sayang" kata mamah pada Dira
" mamah ga usah aneh aneh deh, makan dulu ceritanya nanti lagi" kata arsen mencela omongan sang mamah
namun saat mereka tengah makan Gibran dan Rosa pulang dengan berbagai kotak belanjaan yang dibawa, yaa tentu saja itu Rosa yang membelinya
" Hay mah" sapa Rosa
" Hay juga nak" jawab mamah
" dia siapa mah?" tanya Rosa penasaran
" dia calon istri adik iparmu" jawab mamah
" wahh hebat sekali adikku memilih pasangan hahahah" belum sempat Rosa menjawab pernyataan dari sang mertua, sudah dijawab oleh suaminya
" sudah ayo kalian ikut makan, ini masakannya Dira tau" kata mama sambil melirik ke arah Rosa
" wahh jadi namanya Dira, Hay Dir kenalkan namaku Rosa menantu di keluarga ini dan dia adalah suamimu Gibran" kata Rosa Dengan angkuhnya
" iya kak, saya anindria" jawab Dira
__ADS_1
" lanjutkan saja mah makanya aku dan suamiku sudah makan tadi, sekarang kita mau ke kamar dulu capek udah keliling mall tadi mah" kata Rosa dengan sombongnya kepada sang mertua
Rosa masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kesal, bagiamana mungkin arsen mendapatkan calon istri dengan cepat, dan lagi istrinya sungguh tidak selevel dengan dirinya itu, memalukan
kamar
" mas emang mas setuju arsen sama gadis itu?", tanya Rosa pada Gibran
", setuju aja lah asal adiku bahagia emang kenapa sayang?", jawab sang suami
" gadis itu ga selevel sama kita, aku udah liat banget dari gayanya ga banget deh kampungan" kata Rosa lagi
" mamah sama papah tuh ngga bakal Mandang orang dari status sosialnya, asal arsen bahagia lagian kalo arsen dijodohkan perempuanya belum tentu baik, mending dia cari sendiri jadi dia tau baik atau tidak" jawab sang suami kepada sang istri yang membuatnya langsung menutup mulut
ruang tamu
mereka bertiga telah selesai makan malam, kini arsen dan Dira sudah bersiap siap untuk pulang.
" mah kita pulang dulu yah" kata arsen pada mamahnya
" baiklah kalian hati hati yah" jawab mamah
" hmm baiklah mah" kata arsen lagi
mereka sudah mamasuki mobil yang hendak melaju kencang dijalan. keheningan jelas tercipta diantara keduanya, hingga akhirnya mereka arsen membuka suara
" malam ini juga saya akan melamarmu di depan orang tuamu Dira" kata arsen pada Dira, yang sontak membuat Dira kaget dan juga kagum, pasalnya arsen saat itu terlihat sangat gantel man
" yah dari pada saya dijodohkan" jawab arsen yang sukses membuat Dira bingung tujuh keliling
" baiklah pak tidak apa apa" jawaban dari Dira
setelah beberapa lama perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah sederhana milik Dira, Dira membimbing arsen untuk memasuki rumahnya
" silahkan duduk pak, saya akan memanggilkan orang tua saya dulu" kata Dira pada pak arsen
" jangan panggil saya pak, panggil saya mas untuk malam ini" kata arsen pad Dira
" baiklah pak eh mas" jawab Dira
" silahkan panggil orang tuamu" kata arsen lagi
akhirnya Dira memanggil ibu dan ayahanya yang kebetulan mereka tengah berada di rumah
" ayah ibu hmm ada mas arsen dia datang untuk melamar Dira" kata Dira kepada sang orang tua yang sedang asik menonton tv
" siapa arsen itu" jawab sang ibu pada Dira
" diiaaa....." belum sempat Dira menjawab dengan lengkap sang ayah sudah andil ikut menjawab
" dia calon suami dari Dira, ayo kita keluar" kata sang ayah
__ADS_1
" baiklah, bagus juga jika kamu menikah, jadi rumah ini tidak terlalu sempit" kata sang ibu dan sontak membuat Dira merasa sedih tentunya.
mereka berjalan beriringan menuju tempat dimana arsen berada, sang ibu yang melihat ketampanan arsen pun ternganga, bagaimana bisa dira mendapatkan laki laki setampan arsen huhh sungguh menyebalkan
" apa tujuan nak arsen datang kemari?" tanya sang ayah langsung to the point
" saya ingin melamar Dira malam ini untuk dijadikan istri saya" jawab arsen dengan tegas
" semua itu saya serahkan kepada putri saya, karna yang akan menjalankan adalah dia, bagaimana Dira apa kau bersedia menjadi istrinya?" kata ayah pada Dira
" iya ayah Dira bersedia" jawab Dira dengan pelan
arsen yang sudah tau akan jawaban Dira terlihat biasa saja, dia masih menampilkan wajah datarnya, toh dia menikahi Dira juga karena tidak mau dijodohkan jadi untuk apa dia merasa senang?.
disaat obrolan demi obrolan terjadi, tiba tiba sang adik Olivia dia pulang kerumah, tentu saja diantar oleh kekasihnya si black itu haha
" halo yah Bu" sapa Olivia pada orang tuanya
" iya nak" jawab ibu lembut sekali
" dia siapa Bu?" kata Olivia pada sang ibu
" dia calon suami kakakmu nak" jawab ibu lagi
" baguslah jika anak pembawa sial itu segera menikah, jadi rumah kita tidak akan terasa panas lagi, lagian diliat liat calon suaminya tidak sekaya dengan kekasihku black hahahah" kata Olivia meremehkan arsen, dan arsen yang tau siapa laki laki yang dibawa Olivia pun tetap diam, orang yang 10 tingkat dibawahnya tidak perlu dia takuti
" Olivia jangan seperti itu sayang" kata black pada sang kekasih
" baiklah sayang maafkan aku, apa kau ingin mampir dulu?" jawab Olivia pada black
", tidak aku akan langsung pulang, om Tante saya pamit dulu" kata black pada orang tua Oliv
" hati hati nak dijalan" jawab ibu pada black
" baiklah Tan" kata black lagi
" dia seperti kulkas, kepada dia datar sekali Bu, dan kak apa tidak ada calon suami yang lain, sungguh pemandangan seperti ini yang akan kau lihat setiap hari? menjengkelkan" kata oliv yang sontak membuat arsen merasa kesal dan tentu membuat sang ayah merasa takut dengan ucapan Olivia yang akan membuat arsen marah
:))))))))))
visual Olivia guys yang gila harta dan selalu berpenampilan glamor
jangan lupa
LIKE
COMENT
VOTE
__ADS_1
LOVeđź–¤