Oh My Arsenio

Oh My Arsenio
Chapter 19


__ADS_3

Ternyata semesta memiliki banyak perkara baik, tak terhitung. Salah satunya, kau dan aku masih diizinkan berbahagia dengan cara masing masing, meskipun ditempat yang tak sama bersama orang berbeda


HAPPY READING:)


tok tok tok


"permisi pak, bapak menyuruh saya masuk ada apa?" tanya dira kepada sang bos, "tidak saya hanya ingin bertanya kenapa kemarin kamu pulang terlebih dahulu?" kata arsen kepada dira, "aahhh itu pak kemarin saya sangat lapar makanya saya pergi untuk pulang dulu, maaf pak" hanya itu jawaban dari dira, dan arsenio tentu saja geram, pasalnya dia adalah laki laki yang tidak mau disalahkan, egois, semaunya sendiri, "harusnya jika kamu lapar kamu tahan sebentar bukan malah meninggalkan pekerjaan kamu seenaknya, jangan mentang mentang kamu calon istri saya, kamu bisa berbuat semau kamu, inget kamu itu saya gaji untuk bekerja, bukan untuk berbuat sesuka hati" kata arsen dengan nada sedikit tinggi, dan dira yaaa tentu saja menangis karna merasa takut.


"maafkan saya pak saya salah, saya tidak akan mengulanginya lagi" jawab dira dengan air mata yang sudah bercucuran. "sudah tidak usah menangis, cengeng sekali, saya tidak suka ada perempuan menangis seperti itu" kat arsen sambil terus fokus kepada laptopnya, " baiklah pak, kalo begitu saya keluar dulu" kata dira, "hmmm, ingat nanti jam 11 kita akan feeting baju pengantin, david akan mengantar kamu saya akan menyusul setelah pekerjaan saya selesai" kata arsenio lagi, "baiklah pak tidak apa apa saya mengerti" jawab dira. setelahnya tidak ada jawaban lagi yang keluar dari mulut arsen, tentu saja dira langsung keluar dari ruangan itu, dengan hati yang menggerutu, kesal sekali rasanya, memiliki bos yang seperti itu, huhh menyebalkan.


••••••••••••••••••••


"dari pada aku disini lebih baik aku menemui amel dan dimas huh aku sangat merindukan mereka, rasanya sudah lamaaaaa sekali tidak bertemu mereka" kata dira berjalan sambil ngoceh sendiri. namun saat dira sedang berjalan tiba tiba dari arah lain arnetta wanita yang benar benar sombong dan benar benar merasa paling berkuasa pun menabrak dira, dan benar saja dia langsung marah marah "woyyyy kalo jalan tuh pake mata cewe gatel" kata netta yang terkesan memang sedang mengejek dira.

__ADS_1


visual arnetta



"perasaan kamu yang nabrak saya kok kamu yang marah marah, dan cewe gatel? maksud kamu apa ngatain aku kaya gitu" kata dira yang sedikit tidak trima dengan omongan teman satu kantornya itu, "benar kan apa yang aku bilang, inget ya jangan pernah gangguin pak arsen apalagi berusaha untuk godain dia, dia cuma punya aku, inget itu" kara netta berlalu sambil meninggalkan dira, dan dira yang mendapat perlakuan seprti itu hanya menghiraukan dan berlalu pergi untuk segera menemui temenya.


•••••••••••••••••••••


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2