Oh My Arsenio

Oh My Arsenio
Chapter 4


__ADS_3

Aku senang ketika mau memberi kabar dan tak membiarkanku khawatir seharian untuk sekedar menunggu balasan pesan darimu. Karna bagiku, mengetahui kamu dalam keadaan baik baik saja adalah sebuah ketenangan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING:)


sesampainya mereka di lantai 39, arsen yang baru saja melihat ruangan itu pun langsung masuk, dan David tentu masih setia menemani sang bos.


Dira yang bingung akan melakukan apa jadi yaaa dia mencoba masuk ke dalam ruangan presedir untuk menanyakan apakah ada tugas yang perlu di kerjakan atau tidak.


tok..tok..tokk


" masuk" kata arsen dengan mimik wajah yang datar


" permisi pak, ada yang bisa saya bantu? atau ada pekerjaan yang bisa saya selesaikan?" tanya Dira dengan sedikit takut


" memangnya kau tidak diberi tahu tugasmu ha?" jawab arsenio dengan nada sedikit tinggi


" sudah, tapi..." belum sempat Dira menjawab sudah dicela oleh arsen


" sudah Sanah keluar kau membuatku pusing, dan ini berkas ini kau kerjakan jangan sampai ada kesalahan, jika ada kesalahan kau tau sendiri akibatnya" kata Arsen dengan mata yang terlihat mematikan


glek.


Dira langsung menciut nyalinya ketika melihat mata arsen yang sungguh menakutkan baginya, namun jujur saja Dira mengagumi ketampanan CEO muda itu.


" baik pak akan saya kerjakan" jawab Dira lagi sambil mundur untuk keluar


" kalo begitu saya permisi" kata Dira lagi


" tunggu" kata Arsen lagi pada anindira


" apa lagi pak" jawab Dira yang mulai kesal


" kau berani menjawabku dengan nada tinggi, kau pikir kau siapa haaa?" kata arsen mulai emosi, dan ya David yang melihat itu hanya diam saja, pasalnya dia sudah tau watak dan karakter dari bosnya itu, meskipun sebenarnya ada sedikit rasa kasian terhadap anindira.


" tii..tidak pak maaf" jawab Dira dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya, menang Dira adalah anak yang paling takut jika di bentakk apa lagi diperlakukan dengan kasar oleh lelaki.


" buatkan aku kopi" kata arsen tanpa rasa bersalah


" baik pak" jawab Dira sambil berlalu keluar dari ruangan sang bos


" jangan di bentak bentak dong bos dia tuh nangis kan" kata David kini membuka suara


" cih cengeng sekali masa gitu aja nangis" jawab arsen pada David


" bos kebiasaan, nih cewe itu hatinya lembut bos ga ada cewe yang mau di bentak bentak gitu, lagian dia cantik kok bodynya ajahh beehhhhh" kata David lagi

__ADS_1


" dasar mata buayaaa kau" jawab arsen terkekeh dengan ucapan David


" eh kau tertawa saat aku membahas wanita tadi? sungguh keajaiban" kata David lagi sambil bertepuk tangan


" sudah Sanah masuk ruangan mu tidak usah banyak bicara, mau ku pecat kau?" jawab arsen pada david


" baiklah baiklah bos hahahaha" kata David sambil berlalu pergi


bos saya berharap ini memang benar, sepertinya anindira adalah gadis yang baik dan polos, semoga dia bisa membuatmu tersenyum lagi seperti dulu, luka itu, semoga bukan hanya mengering tapi menghilang kata David dalam hati.


**


Dira keluar dengan keadaan mata yang masih ingin saja menangis, namun dia tahan dia tidak boleh lemah demi sang keluarga, dia sekarang menuju pantry untuk membuatkan kopi untuk sang bos.


sebenarnya Dira tidak tau berapa ukuran pas kopi yang biasa bos minum tapi dia hanya menggunakan ukuran yang biasa dia buat untuk sang ayah.


selesai membuat kopi Dira langsung mengantarkan ke ruangan pak arsen


tok..tok..tok


" permisi pak ini kopinya" kata Dira dan hanya dibalas anggukan oleh sang bos


" ya sudah saya keluar dulu pak permisi" kata Dira lagi, padahal di dalam hati dia sudah menggerutu pasalnya sudah dibuatkan kopi tidak ada rasa terimakasih wkwk.


**


" untung saja dia bosku dan juga sedikit tampan coba kalo cuma OB aku remes remes mukanya tuh" grutu anindira saat itu.


sialnya saat Dira sedang menggerutu pak David keluar .


" perusahaan memperkerjakan kamu untuk bekerja bukan untuk menggerutu tentang bosmu, selesaikan cepat pekerjaanmu jangan banyak bicara" kata David masih dengan muka datarnya.


"eh embb maaf pak" hanya itu jawaban dari dira


ya Tuhan kenapa bos dan asisten sama saja, sama sama menyebalkan, sama sama dingin, sama sama kaku, dan sama sama kulkas, huhh, bisa mati berdiri nih kalo aku ngadepin dua orang orang ini setiap hari grutu anindira dalam hati wkwk ingin menggerutu dengan bibirnya namun dia takut ketahuan lagi sedang memaki maki bosnya.


**


srupuutttt


kira kira gitu yaa suara bos arsen saat meminum kopi buaya Anindira


kenapa kopinya enak banget yah padahal kan semua kopi juga sama apa karna buatan itu anak makannya jadi enak kata arsen sambel menyeruput kopinya yang masih panas


ting


" Anindira masuk keruangan saya" kata arsen dengan nada datarnya dan muka kulkasnya

__ADS_1


" iya pak ada apa memanggil saya?" jawab Dira yang kini di ruangan pak arsen


" apa jadwal saya hari ini?" tanya arsen pada Dira


" jadwal bapak hari ini masih kosong" jawab Dira lagi


" ok baiklah" kata arsen lagi


" dan satu lagi setiap hari buatkan kopi Seperti ini" kata arsen pada Dira


" kopi saya enak pak?" jawab Dira penuh semangat


" biasa aja" kata arsen padahal menurutnya kopinya sungguh nikmat


" huft katanya ngga enak tapi minta dibuatin tiap hari" gumam Dira pelan agar tak terdengar


" kalo ngomong yang keras jangan Umad umed kaya gitu" kata Arsen pada Dira


" tidak pak saya tidak berkata apa apa" jawab Dira


" dasar pembohong, sudah Sanah keluar, ini sudah masuk jam makan siang, pesankan saya makanan" kata arsen pada Dira


" bapak arsen mau saya pesankan makanan apa" jawab Dira


" apa saja terserah" kata arsen sambil terus mengotak Atik keyboard di laptopnya


" baiklah pak saya akan pesankan, permisi saya keluar dulu" jawab Dira dengan wajah kesal.


:)))))))))))))))))))


penampilan anindira saat bekerja



hayy


nungguin up yah


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca


LIKE


COMENT


VOTE


LOVeđź–¤

__ADS_1


__ADS_2