
Kamu bisa bersembunyi dan menjauh pergi dariku. Tapi tisak dari doaku. Dan meski kau tak ada kabar lagi, doaku tdtap mendekapmu setiap hari.
HAPPY READING:)
Kini jam sudah menujukan pukul sebelas, sudah saatnya anindira untuk pergi bersama asisten david untuk melakukan feeting baju, dira sudah keluar dari kantornya, namun saat dia sedang menunggu david tiba tiba sang adik datang, yaaa oliv, dira penasaran untuk apa sang adik datang kemari, namun benar saja sama persis seperti hari hari sebelumnya dia memaksa meminta uang kepada dira, "halo kak, bagi uang dong, gue ngga punya uang nih" kata oliv kepada sang kakak, "oliv kapan kamu akan berubah, kamu harua bisa hidup hemat dek", jawab dira kepada olivia " hehhhh lo udah berani hah sama gue, mau gue aduin ke nyokap lo hah, cepet kasih gue uang, gua gapunya banyak waktu buat ngladenin lo" kata olivia dengan nada keras sehingga mengundang banyak mata untuk melihatnya, huft akhirnya anindria memberikan sejumlah uang untuk adiknya, pasalnya dia merasa malu dengan tatapan semua orang, terutama asisten david yang sudah memeperhatikan mereka sejah oliv datang untuk meminta uang kepada dira. dan david yang melihat itu tidak menyangka, ternyata bukan hanya ayahnya yang kejam, ternyata hampir keluarga dira kejam seperi itu selain brayen, adik dari dira sekaligus teman dari adik david.
__ADS_1
"asisten david, maaf jadi membuat anda menunggu saya" kata dira mendekati david, " tidak papa nona, silahan masuk, nanti tuan arsen akan menyusul kita" hanya itu jawaban yang diberikan oleh david.
dan dira, tentu saja setelah masuk ke dalam mobil dia masih dalam pikiranya sendiri, dia sangat malu, dengan kejadian tadi, dan dia juga masih memikirkan bagaimana dia nanti akan menjadi istri dari CEO di kantornya, huhh sungguh membuatnya pusing.
setelah hampir setengah jam perjalanan, akhirnya mereka berdua sampai di sebuah butik ternama, dira yang baru pertama kali masuk kedalam butik inipun merasa bingung, canggung, huhh semuanya beradu menjadi satu, david yang melihat kegelisahan dari sang calon bosnya itupun mengerti, dia berinisiatif untuk mengantar dira masuk ke dalam agar dia tidak terlalu canggung nanti. "mari nona saya antarkan untuk masuk kedalam" kata david kepada dira, "baiklah asisten david terimakasih" jawab dira.
__ADS_1
"permisi tuan david, suatu kehormatan butik kami kedatangan anda, ada yang bisa kami bantu tuan" kata sang pelayan, "carikan baju pengantin untuk nona muda segeralah aku tidak punya banyak waktu, cari yang paling bagus" kata david kepada sang pelyan " baiklah tuan, nona mari ikut saya" kata pelayan itu, "baiklah mbak" jawab dira sambil tersenyum.
akhirnya dira mengikuti sang pelayan, dan saat dira tengah mencoba gaun, saat itu juga arsen datang "vid sudah lama disini" kata arsen mengagetkan david "eh bos, sudah lumayan, tadi sebelum saya mengantarkan nona dira, adiknya menemuinya dan meminta uang secara paksa, ternyata semua orang dirumahnya begitu kejam" kata david nyrocos, dan benar saja arsenio tidak mendengarkan david, dia malah fokus pada sang calon pengantin yang baru keluar dari ruang ganti sungguh, dia terlihat sangat berbeda mengenakan gaun itu, hanya satu kata yang keluar dari mulut arsenio saat itu
__ADS_1
"cantik"
david yang tahu omonganya tidak didengarkan oleh sang bos hanya bisa mendengus kesal, bagaimana tidak, dia sedang menceritakan hal penting tapi bosnya malah fokus ke nona dira yang memang dimata david terlihat sangat cantik.