Oh My Arsenio

Oh My Arsenio
Chapter 3


__ADS_3

Kamu Melihat aku menunggu. Kamu menyaksikan aku bertaruh dengan rindu, kamu bisa merasakan dia doaku menginginkanmu, tapi, kamu memilih untuk tidak peduli. Dan anu berjasil menjadi satu satunya yang paling bodoh dalam cerita yang ku ciptakan sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING:)


kini Dira dan Amel sudah berada di ruangannya, dengan setumpuk berkas yang siap untuk di geluti


" huft kerjaan hari ini kayaknya banyak banget deh" kata Dira pada Amel


" iya nih ada CEO baru malah tugas makin banyak huhhhh" jawab Amel yang satu divisi dengan Dira


" udah ga usah ngeluh, mending dikerjain biar cepet kelar" kata Dimas yang baru saja masuk ke dalam ruangannya


" baru Dateng lu" tanya Amel pada Dimas


" iya nih tadi kesiangan Bangunya biasa lah begadang hahahahah" jawab Dimas dengan mimik wajah tanpa rasa bersalah


" cih dasar " kata Amel


namun saat mereka tengah mengobrol manja diruangan kerja, tiba tiba kepala HRD datang, ya siapa lagi kalo bulan ibu Freya, dia masih berumur 29 tahun, dan sudah menikah namun ditinggal sang suami meninggal, sungguh mengenaskan padahal pernikahanya waktu itu baru berumur delapan bulan, dan mungkin itu juga penyebab beliau menjadi galak.


" selamat pagi" sapa Bu Freya pada mereka bertiga


" pagi Bu, ada yang bisa saya bantu" jawab Dimas pada Bu Freya


" saya minta Anindira untuk datang ke ruangan saya sekarang" kata Bu Freya


" hahhh??? saya Bu???" jawab Dira kaget


" ya kamu, cepet keruangan saya lima menit lagi saya tunggu" kata Bu Freya


" aduhhhh kenapa nih gue dipanggil Bu Freya apa jangan jangan gue bikin kesalahan yah" kata Dira pada kedua sahabatnya itu


" iya jangan jangan lu mau di pecat aduhhh gimana dong" jawab Amel yang justru membuat Dira menjadi semakin takut


" udah ga usah gitu deh, lebay kalian, Dira Sanah temuin Bu Freya dulu, nanti malah dimarahin beneran kalo ga nurut", kata Dimas mencoba menenangkan dira


" ya udah gue ke ruangan Bu Freya dulu yah" kata Dira pamit kepada kedua sahabatnya.


Dira kini sudah melangkahkan kakinya untuk keruang HRD, sungguh hatinya sangat gusar, dia sangat merasa takut jika benar dia melakukan kesalahan dan di pecat bagaimana nanti dengan nasibnya ya tuhaannn selamatkan Dira


tok..tok..tok


" permisi Bu " kata Dira yang masuk ke dalam ruangan Bu Freya


"eh Dira silahkan masuk dir" jawab Bu Freya


" iya Bu, ada apa ya ibu memanggil saya, apakah saya melakukan kesalahan Bu, tolong jangan pecat saya Bu" kata Dira dengan mimik wajah yang sudah tegang


" siapa yang akan memecatmu, saya hanya akan menjadikan kamu sebagai sekertaris CEO baru yang nanti akan datang memimpin perusahaan, tidak ada penolakan, dan kamu harus tau menjadi sekertaris gajimu akan naik dua kali lipat dari biasanya hanya Rp. 15.000.000.00 juta menjadi Rp. 50.000.000.00 juta, tapi dengan gajih segitu banyak, kamu harus bekerja lebih ekstra, bahakan jika bos meminta kamu untuk melakukan pekerjaan di luar kantor kamu harus siap dan bisa karna gajih dan totalitas kerjamu haru sesuai" kata Bu Freya menjelaskan kepada Anindira

__ADS_1


" tapi Bu kenapa harus saya" jawab Dira yang sebenarnya masih bingung


" karna saya liat kamu adalah pekerja yang ulet, dan kamu adalah orang yang sabar, tentu saya berfikir kamu bisa mengahadapi sikap CEO baru kita yang terkenal cuek, arogan, dan dingin" kata Bu Freya lagi


" baiklah Bu kalo begitu saja akan menerima pengangkatan kerja saya menjadi sekertaris", jawab Dira lagi


" baiklah, ini berkas berkas tentang bos, kamu bisa pelajari, dan segera kamu kemasi barang barangmu dan naik ke lantai 39, tempat kerjamu mulai sekarang disana, dan ingat lakukan dengan cepat karena 20 menit lagi CEO akan datang" kata Bu Freya pada Dira


" baiklah Bu terimakasih" jawab Dira sambil berlalu untuk keluar dari ruangan Bu Freya.


Dira berjalan dengan langkah gontai, dia masih tidak percaya kini dia menjadi sekertaris, dia senang setidaknya gajinya kini lebih besar, namun dia juga harus bisa menggambil resiko pasalnya dia juga akan bekerja dua kali lipat dari biasanya.


sesampainya di ruangan dia langsung diserbu pertanyaan dari Amel sahabatnya, dia sangat kepo kenapa Dira bisa dipanggil oleh Bu Freya


" dir kenapa Lo dipanggil Bu freya?"


" Lo ngga di pecat kan?"


" Lo bikin kesalahan apa?"


" Dira jawab dong jangan diem aja, dan ini kenapa barang barang lo diberesin semua?" kata Amel dengan pertanyaan panjang lebar


" tenang aja amelku sayang, ga dipecat kok, cuman dipindahin aja jadi sekertaris CEO" jawab Dira singkat dan padat


" haahh apa lo dipindah jadi sekertaris?" kata Amel kaget


" iyaaa mel, udah ya aku mau beresin barang barang ini ke ruangan baruku" jawab dira lagi


" oke makasih Mel ku sayang" jawab Dira lagi


akhirnya mereka berdua pergi menaiki lift menuju lantai 39 tempat kerja sekretaris, sesampainya disana mereka berdua segera membereskan barang barang Dira, agar rapi saat nanti CEO muda datang.


" cek cek, untuk semua karyawan untuk segera turun ke aula karna CEO muda sudah sampai"


Seperti itu kira kira isi pengumuman yang di berikan oleh Bu Freya


" yuk turun sekarang gue penasaran deh gimana CEO muda kita " kata Amel yang menarik tangan Dira


" sabar mel sabar hihh" jawab Dira lagi


**


kini semua karyawan sudah berada di aula karna sang CEO kini telah sampai dan sedang berjalan ke arah mereka bersama dengan asisten yang tidak kalah tampan.


" wahhh liat tuh CEO tampan sekali" karyawan l


" iyaa ganteng banget asistennya juga ga kalah ganteng ya tuhannnn makhluk Tuhan yang paling se-xy mereka awwww" karyawan ll


" gilaaaaa tuh CEO sama asistennya ganteng banget coyyyy" kata Amel penuh semangat


" biasa aja kali mel" jawab Dira yang sebenarnya kagum dengan makhluk Tuhan yang satu ini

__ADS_1


" beruntung banget si Lo bisa jadi sekertaris CEO muda nan tampan itu haha " kata Amel lagi pada sang sahabat


" udah diem deh brisik banger " jawab Dira karna tidak tahan dengan ocehan sang sahabatnya itu


kini sang CEO dengan sang asisten sudah berdiri di hadapan semua karyawan, dan tentu saja hampir semua karyawan terpanah dengan dua lelaki yang kini berdiri dihadapan mereka


" baik semuanya harap tenang, CEO muda akan memperkenalkan dirinya kepada kalian semua" kata Bu Freya dengan menggunakan microfon


" silahkan pak" kata Bu Freya sambil memberikan micorfon kepada sang CEO


" selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya Arsenio Dhafin Alvarendra, CEO baru di perusahaan ini, berdirinya saya disini untuk menggantikan posisi papah saya, dan semoga kita bisa berkerja sama dengan baik, dan di samping saya ada asisten saya bernama David terimakasih" kata arsen dengan oenuh wibawa


David G Pramandito



asisten juga sekaligus sahabat dari arsen, mereka sudah sangat dekat bahkan saking dekatnya mereka sudah seperti saudara, dimana ada arsen disitu ada David, umur David juga tidak jauh berbeda dengan arsen, sekarang dia berumur 27 tahun, dan seratusnya adalah jomblo, namun sifat David sungguh lebih dingin dan lebih kejam dari pada arsen, dan sifat itulah yang bisa menjaga Arsen hingga arsen hingga detik ini masih dalam keadaan baik.


**


setelah proses pengenalan di aula kini Arsen David dan tentunya Dira yang mengekor dibelakang mereka berdua pun pergi ke ruangan Presdir


namun ditengah perjalanan tiba tiba Dira menabrak arsen dari belakang, karna tidak sengaja Dira melamun dan tidak memperhatikan arsen di depannya


brukkk


" awww aduhhhh " kata Dira sambil memegang jidatnya


" kalo jalan liat liat, dan untuk apa kamu mengikuti saya, tidak punya pekerjaan kamu hah?" kata arsen dengan mimik wajah menakutkan


", maa..maaf pak saya tidak sengaja, perkenalkan nama saya, Anindira Deolinda Clarissa, disini saya bekerja sebagai sekertaris bapak" jawab Dira gugup


" cih bisa bisanya memperkerjakan sekertaris bodoh seperti ini" gumam arsen namun masih bisa terdengar oleh Dira


huhh sabar dir sabar demi uang 2x lipat itu, untung saja ganteng coba kalo udah om om gue peres tuh mulut yang kalo ngomong ga difilter dulu kata Dira dalam hati


", tidak perlu memaki saya dalam hati, cepat masuk lift pekerjaanmu banyak hari ini" kata arsen tanpa ekspresi


" maaf pak" hanya itu yang dapat Dira ucapkan saat itu pasalnya dia sangat Gugun berada satu lift dengan CEO dingin dan asisten yang kejam.


:)))))))))))))))))


jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah


LIKE


COMENT


VOTE


agar author rajin up nya dan semangat membuat cerita

__ADS_1


LoVEđź–¤


__ADS_2