Oh My Arsenio

Oh My Arsenio
Chapter 7


__ADS_3

Kedatanganku seperti diharamkan semesta, purnama berlalu sampai berulangpun foa temu dari rindu tak pernah diluluskan kita hanya menjadi kata kata dalam sajak maupun prosa, kau menjelma sebagai cuma a dan aku penikmatnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING:)


Tok tok tok


" masuk " kata arsen sambil mengerjakan pekerjaannya


" maaf bos tadi saya bicara sebentar dengan Brayen hehe" jawab David cengengesan


" ya sudah kamu ke ruangan sekarang kerjakan pekerjaanmu"kata arsen lagi tanpa melihat ke arah David


" baik bos terimakasih" jawab David lagi


**


kini jam sudah menunjukkan pukul 10.00 siang, dan tentunya arsen sudah merasa haus, pasalnya dia bekerja dari tadi tanpa minum.


" anindira" kata arsen dari serbang telfon


" iya pak" jawab Dira dengan suara yang lemas


" buatkan aku kopi" kata arsen lagi


" baiklah pak sebentar saya akan buatkan kopinya pak" jawab Dira lagi


"hmm" hanya itu jawaban dari arsen.


**


di tempat lain.


kampus


" yen Lo abis ngampus mau kemana lagi?" kata dika sahabat Brayen sekaligus adik dari David


" ga tau nih gue, lagian mau kemana lagi, pulang juga males Lo tau kan ibu gue gimana orangnya" jawab Brayen pada Dika


" ya udah yuk pergi ke cafe nongkrong sama temen temen"kata dika lagi


" hmm boleh deh kalo gitu" jawab Brayen


namun saat mereka akan pergi ke kelas, Brayen dan Dika tidak sengaja berpapasan dengan Olivia yaaaa Olivia adik dari Dira dan kakak dari Brayen


" Yen bukanya itu kakak Lo yak?" kata dika yang pertama kali melihat Oliv


" iya itu kan kak Oliv, sama siapa si dia?" jawab Brayen penasaran kepada Dika


" gue rasa dia itu black deh" kata dika pada Brayen


" emang lo kenal sama dia?" jawab Brayen

__ADS_1


" kenal lah, dia tuh hobbinya Gonta ganti cewe Bray, ga heran si orang kaya soalnya, tapi yaaa mau gimana lagi ya kan?, kalopun kita nasihatin kakak Lo ga bakal dengerin dia, soalnya kakak Lo kan gila harta" kata Dika blak blakan pada sahabatnya


" bener juga omongan lo dik, tapi bodoamat lah, gue ga pikirin dia, lagian dia aja ngga mikirin gue, meskipun dia kakak kandung gue tapi gue ngga terlalu respect sama dia" jawab Brayen jujur


" dan sebenernya Yen, dia tuh hampir tiap malem ke club' tau, gue juga dikasih tau temen gue kemarin, gilaaa, kakak Lo kerja capek capek dan uangnya dihambur hamburin sama oliv, ga ada akhlaq dia emang" kata Dika lagi


" udah lah capek gue kalo harus ngomongin kak Oliv, mending kita jalan aja deh" jawab Brayen lagi


" ya udah yuk jalan aja lagian temen temen udah nunggu disana" kata dika lagi


visualnya Brayen:)



maap yak kalo ngga sesuai hihihik


visualnya Dika



**


kantor


selang langkah yang sempoyongan, Dira membawa secangkir kopi untuk sang bos, sebenarnya dia sudah sangat lemah, dia pusing, dan punggungnya terasa sangat perih, namun dia tetap memaksakan untuk bekerja, karna memang ini adalah tanggung jawabnya sebagai sekertaris.


tok tok tok


namun belum sempat Dira meletakan kopinya di atas meja matanya tiba tiba buram, dan langkahnya mulai melambat, keseimbangan tubuhnya sudah tidak bisa di stabilkan, dan


braaakkkkkk


kopi panas itu menumpahi kaki dira, dan Dira pingsan saat itu juga, arsen yang tengah mengerjakan pekerjaannya pu kaget, begitu juga David , mendengar keributan di dalam ruangan sang bos pun langsung menhampiri sang bos.


benar saja dugaaan David, Dira pingsan, dan kini arsen tengah membopong dira untuk di rebahkan ke sofa yang ad di ruangannya itu.


" vid telfon dokter sekarang" kata arsen yang mulai panik


" baik bos" jawab David


kring kring


" dokter fita, bisakah anda kemari, ke kantor" kata David di seberang telfon sana


" baik pak saya akan segera kesana" jawab dokter fita


" bagaimana vid?" tanya arsen pada David


" sudah bos, dokter fit sudah on the way kesini" jawab David pada arsenio


" vid badanya demam, dan kakinya melepuh, sebenarnya apa yang terjadi hingga dia menjadi seperti ini, dan vid, coba cari tahu semua tentang gadis ini" kata arsen sambil memegang kepala Dira


" saya sudah tau semuanya tentang dia bos" jawab David

__ADS_1


" bagaimana bisa?" kata arsen lagi


" karna kebetulan dia adalah kakak dari sahabat Dika bos"jawab David lagi


" baiklah nanti kau ceritakan semua tentang dia " kata arsen lagi


" baik bos" jawab David


tok tok tok


" permisi " kata dokter fita


" priksa di fit" jawab arsen langsung


" baik" kata Fita lagi


setelah mendapatkan perintah dari arsenio dokter fita langsung memeriksa ke adaan Dira, dan tidak lupa mengobati luka yang ada pada tubuh Dira


" bagaimana mungkin kalian tetap memperkerjakan seseorang yang sangat lemah seperti ini" kata dokter fita masih dengan perasaan kaget


" memang ada apa denganya fit?" jawab arsen yang mulai penasaran


" yang aku liat, dia itu kurang asupan makanan, dan dia terlalu lelah, jugaaa hmmm dipunggungnya terdapat bekas cambukan, dan luka ini terbilang masih baru sekali, sebaiknya setelah dia sadar biarkan dia makan, jangan biarkan dia terlalu lelah, bahkan darahnya saja sangat rendah" kata Fita menjelaskan pada arsen


" bagaimana biisa?" jawab arsen yang masih bingung


" bos biar nanti saya jelaskan, dokter fita mari saya antar " kata David


" baiklah pak David terimakasih" jawab Fita


" saya pergi dulu bapak arsenio" kata Fita sedikit bercanda, dan hanya dibalas anggukan eh david.


setelah mengantar dokter fita keluar, David pun kembali ke dalam ruangan untuk menemui sang bos


" bos " panggil David


" jelaskan" kata arsenio to the point.


" Anindira Deolinda Clarissa, umurnya 24 tahun dan akan ber ulang tahun dua bulan lagi, dia anak dari Tomi Kurniawan dan alm, Diah setianingrum, ibunya meninggal sejak Dira berumur 10 tahun, dia sekarang tinggal bersama kedua saudara tiri ibu tiru dan bapaknya, bapaknya adalah tukang judi, tidak mau bekerja, dan kabarny Dira akan dijual oleh bapakknya untuk melunasi hutang yang bapaknya gunakan untuk judi, dan ibu tirinya itu ibu yang sangat kejam, dia tadi malam tidak di beri makan dan paginya dia dicambuk oleh ibunya karna dituduh mencuri, padahal yang mengambil kalung ibunya adalah adiknya Olivia yang juga suka menyiksa Dira" jelas David panjang lebar kepada sang bos


" vid, kenapa hatiku sangat marah mendengar ucapanmu tadi" kata arsenio menanggapi perkataan David


" mungkin bos mulai menyukai Dira" jawab David


", tidak mungkin vid, mana mungkin aku menyukai gadis seperti itu?" kata arsenio membantah


" dia gadis yang baik bos, sabar, lembut, cantik, pokoknya sempurnaaa" jawab David lagi dan justru membuat arsenio senyum senyum sendiri dibuatnya.


:))))))))))


maap ya author agak sibuk jadi baru up sekarang, jangan lupa yah buat like' komen vote yang banyak biar author semangat up-nya oke guys hehe:)


LOVeđź–¤

__ADS_1


__ADS_2