Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin

Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin
Surat kuasa


__ADS_3

Baru saja Bian menginjakan kaki di istana mewah nya.ia di kejutkan dengan kemunculan satpam yang tak ia kenal.


" Siapa kau??."bentak Bian pada satpam yang bernametag Jojo.kala di sambut oleh nya.


"Saya satpam baru.yang di tugaskan Nona muda Tuan," lirih Jojo .seraya membungkuk hormat pada pria yang di yakini sebagai tuan pemilik rumah ini.


"Sialan!.berani beraninya Ia mengambil tindakan tanpa se izinku.Dia kira dirinya siapa?". Bian membatin dengan amarah yang menyengat sampai ke ubun ubunnya.


lalu di mana Dody.satpam yang biasanya..up..Bian baru ingat.kalo sebelum pernikahannya bersama Miranti.Dody dan viska.pengasuh zsasa telah minta izin untuk pulang kampung beberapa hari.


dengan langkah gusar.Bian memasuki rumah..ia ingin sekali menghajar orang yang telah lancang bertidak tanpa seizinnya.


"Dimana perempuan itu?."tanya Bian pada mbok Nur.yang membukakan pintu untuknya.


"mmaksud tuan.Nona nuda? "


" siapa lagi?.


"ada di belakang.tuan..lagi nyuapin non zsasa."Mbok Nur tergugup. melihat pancaran amarah di wajah tuannya.


Dan Bian mencari istrinya seperti singa yang akan menerkam mangsa.


Di taman belakang yang tetlihat sudah tertata rapi.Miranti tengah asik menyuapi zsasa.saking asyiknya Ia tak menyadari kehadiran Bian yang tengah menatapnya horor..


seandainya tidak tengah bersama zsasa.mungkin Bian telah menyeret nya untuk menghukum semua tindakan Miranty yang di anggap nya telah begitu lancang..


"Daddy..!.!"...cuitan zsasa sukses membuat Miranty menoleh.


Ia baru sadar..di hadapannya telah berdiri sosok lelaki tinggi dengan rona amarah yang berkobar.


"Tuan!." ucapnya.seraya menghampiri suaminya dan meraih tangan itu untuk mencium nya.


namun Bian malah menarik tangan Miranti sangat kasar..hingga miranti nyaris tersungkur. di depannya.


.untung Miranty cepat menguassi suasana.dan ia bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.untuk tetap berdiri tegak di hadapan pria arogan yang seperti ingin melahapnya.


terdengar Ia menghela nafas.untuk menormalkan emosi yang meledak di dadanya.Ia meraih tubuh zsasa yang sukses di buat ketakutan oleh ayah nya sendiri.


"sebentar Tuan ,Saya.titipkan zsasa dulu." Nada Miranti di buat sedatar mungkin.


ia menitipkan zsasa terlebih dahulu ke Mbok Nur.yang sdari tadi mematung di dapur..dengan rasa heran yang membubung di dadanya.

__ADS_1


"Bahkan istri se cantik dan sebaik Nona Mira Tuan abaikan demi wanita siluman itu." hati mbok Nur meracau sendiri.mengumpat ngumpat Tuannya yang tidak bisa ia mengerti.


"Mbok..bawa zsasa ke kamarnya ya.."


"Dan ..cantiknya Momy.main sama Mbok dulu ya..nanti Kita jalan jalan oke.?"ucap miranty mencoba membujuk zsasa yang terus meronta engga mau di tinggalkan..


Bagaimanapun Miranty tidak mau zsasa melihat ketegangan antara dirinya dan Bian.


satu menit berlalu setelah Mbok Nur membawa zsasa.Bian kembali menarik tubuh Miranty dengan lebih kasar.sehingga jilbab yang dikenakan Miranty terlepas dari pengaitnya..


"Tunggu,Tuan!.bisakah kita bicara baik baik?"


".sebagai seorang yang terhormat dan berpendidikan.bisakah Tuan bersikap layak?."


ucap Miranty berusaha tetap tenang.namun matanya menatap nanar ke arah Bian.sekali lagi harga dirinya telah di rendahkan.bahkan tangan Bian mencengkram bahu Mira dengan sangat keras.


mungkin untuk gadis biasa itu akan terasa sangat sakit.tapi untuk Miranty.cengkraman itu dirasa hanya sebuah pijitan kecil di bahunya..ya karena Bian memang tidak mengetahui siapa sosok istri yang tengah di dzoliminya.


Melihat sikap Miranty yang super tenang.sebenarnya nyali Bian sudah sedikit ciut namun amarah dan ego yang menguasai dirinya lebih berkobar menguasai logika di kepalanya.


ia meraup wajah Miranty.dan seketika tangannya bergerak mencekik leher nya..


"Berani berani nya kau mengganti satpam disini.tanpa seizinku hah!."


Dengan tenang Miranty.menjulurkan tangannya ke atas di dalam rengkuhan tangan Bian yang mencekiknya.lalu ia menepiskan tangan Bian dengan bagian sisi telapak tangannya.


"krassss!!! ." cekikan tangan Bian pun terlepas dari leher Miranty.kini malah dua tangan kekarnya berada dalam genggaman istrinya.yang seperti mengunci kedua pergelangan tangannya.terlihat wajah Bian meringis kesakitan.


.Miranty menatap sinis wajah ganteng di depannya.dirinya semakin jijik dengan kelakuan Bian apalagi bila mengingat vidio panas lelaki itu dengan wanita yang di kenal sebagai kekasihnya.ia mendadak il feel.


"Ayolah sayang..kita selesaikan baik baik oke!." kata Miranty dengan senyum ironisnya.seraya mengeraskan genggaman tangannya di pergelangan tangan Bian hingga.


"kreek.....suara tulang Bian mengkeriuk di susul jeritan nya.yang kian terperanjat.


".Aaaawwww.!!!".triak Bian dengan mata yang membulat hampir keluar.."


"Dasar kau perempuan monster.!!!."bentak Bian di tengah kesakitannya.


"maaf tuan,Saya hanya membela diri."


"Mari kita duduk Tuan.Saya tidak mau Anda kelihatan konyol di lihat Art anda",seraya menyatukan kedua telapak tangan .di depan dadanya.

__ADS_1


Bian ingin kembali menjamah tubuh Miranty..namun tangannya terasa begitu sakit.


l


"Mari Tuan " tangan Miranty mempersilahkan suaminya untuk duduk.sedang Bian tetap mematung di tempatnya.


karena itu Miranty agak menyeret Bian untuk duduk di kursi taman yang ada.


"Apa yang kau lakukan di sini .tanpa seizinku.dan siapa pula yang menyuruhmu diam di rumah ku .heh!!?".hardik Bian.


"Saya tidak mau bertengkar tuan.bila hanya itu yang membuat Anda gusar..baik akan Saya paparkan.dengan syarat.Tuan tidak boleh menyela sebelum Saya selesai menjelaskan semuanya oke!!?".seraya menghela nafasnya pelan. Bian menataf tajam Miranty dengan tatapan horornya.


"Pertama.Bila Tuan tanyakan.kenapa Saya tinggal di rmah ini..Karena Saya adalah istri pemilik rumah ini.terlepas dari rasa suka tidak suka..pernikahan Saya dan Anda sah di mata hukum dan agama.karena itu..jika saya tidak diam di sini.lalu Saya harus diam dimana Tuan?."


Kedua..Maaf Saya menyuuruh satpam untuk menggantikan sementara satpam yang sedang cuti.karena untuk keselamatan penghuni rumah ini.


"Dan ya g ke tiga.maaf Saya.sedikit merenovasi ruangan depan.karena untuk membuat zsasa nyaman dan kesehatannya terjaga."


"cih..asal Kau tahu..Aku tidak Pernah sudi punya istri monster seperti mu..dan jangan pernah bermimpi untuk menjadi ratu di rumah ini .apalagi mengatur ngaturnya." . hardik Bian.dengan tatapan sinisnya..


Sedang Miranty hanya terpaku melihat rasa kebencian di sorot mata suaminya.


"Sebenci itukah Suamiku padaku?."batinnya meracau


"sungguh Tuan.Saya pun tak pernah.bermimpi hidup di istana berduri mu.tapi garis nasib menghantarkan saya sampai kemari. dan saya .hanya tidak mau menjadi pengecut untuk menjalani keputusan yang telah saya ambil.jika Tuan memilih untuk berperang.mari kita bersiap untuk melihat siapa yang akan jadi pecundang." ucap Miranti dengan suara yang cukup tenang.


" jangan kepedean .kau wanita kampung.!.bahkan dengan kelakuan barbarmu.Aku bisa lebih cepat membuatmu angkat kaki dari sini." jawab Bian tak kalah sengit


"."baiklah..silahkan Tuan coba..satu hal yang mungkin Tuan tidak tahu.Saya bertahan di sini.bukan saja. hanya karena saya istrimu.tapi karena ini."seraya mem berikan sebuah map berwarna biru ke hadapan Bian.


Bian ingin meraih map itu.namun ternyata tangannya sangat sakit untuk di angkat.ia hanya membulatkan matanya dengan nanar.


"Oke..Saya aja yang buka Tuan.tpi tolong perhatikan dengan seksama"'.


Miiranty membuka lembaran pertama dari isi map itu. di hadapan suaminya. yang tertera sebuah surat kuasa perwalian dan pengelolaan seluruh harta warisa nyonya Eliana jovita Parker.yang tak lain merupakan mendiang istri pertama Bian atau ibu dari Marsha jovita Ardiwiguna atau zsasa.


Disana menyatakan.bahwa Nona Aleysa Mira Gunawan merupakan wali dari seluruh harta warisan Eliana Jovita Parker.dan berhak atas pengurusannya.yang meliputi setengah tanah atau rumah serta saham perusahaan yang di kelola Biantara Ardi Wiguna.selaku suami dan Ayah dari ahliwaris bernama Marsha Jovita Ardiwiguna.sampai zsasa berusia 18 tahun.


Surat kuasa itu di tandatangani oleh pengacara nyonya Eliana .sendiri.Mr Abraham. dan Doktor Smith jonatan parker selaku Adik kandung dari nyonya Eliana..


Melihat itu.mata Bian membulat.karena ia akan sulit mengusir Istri yang tak diinginkannya.keluar dari rumah ini.

__ADS_1


Bian tak sadar.meskipun tidak ada surat kuasa itu.ia tetap sulit menyingkirkan Miranty.karena Tusn Ridwan dan Nyonya Indah.akan mencabut seluruh saham perusahaan Bian bila terjadi penyelewengan pernikahan antara Miranty dan dirinya.


__ADS_2