
Waktu telah menunjukan pukul dua belas malam saat Miranty baru bisa terduduk di samping ranjang zsasa. ia tak ingin memperdulikan kepergian suaminya untuk wanita yang selama ini di cintainya, jauh jauh hari ia telah mempersiapkan hatinya agar tidak terlalu rapuh menghadapi kenyataan bila cinta lelaki yang menikahinya bukan untuk dirinya.namun ternyata,perih itu bersemayam juga ,dan hanya titik air mata yang bisa menemani perasaan nya..bibir nya tergigit,matanya terpejam.kedua lengannya menangkup dada.Mirantymencoba meluruhkan rasa yang nenghantam ketegaran jiwanya,namun sekuat kuatnya Dia..ternyata tak bisa melawan kodrat nya sebagai wanita.yang memiliki sisi lemah dan halus juga sangat sensitif bila tersentuh..
Dengan mata yang berkaca.,miranty menatatap lekat tubuh kecil yang sudah tertidur pulas sejak habis sholat magrib tadi, tangannya yang bergetar karena menahan amukan rasa di dadanya .bergerak menyentuh wajah kecil yang sudah bertaut di hatinya.membelai rambut panjang gadis kecil yang tengah tenang bersama alam mimpinya.
Seandainya bukan krna gadis kecil yang malang itu.mungkin Miranti sudah jauh pergi sejak malam pertama Bian mrencampakannya, jika bukan karena memikirkan zsasa,mungkin Ia juga telah mengirim vidio mesum suami dan kekasihnya itu pada mertuanya.yang pasti akan di kabulkannya pemakjulan Bian sebagai ceo dan ahli waris tunggal dari perusahaan ERBi group .yang otomatis Bian akan pergi dari rumah ini .lalu bagaimana nasib zsasa jika itu terjadi.???.Miranty tidak sanggup membayangkan nya..ia brrgidik ngeri dan sontak medekap tubuh kecil itu dengan penuh perasaan lalu menghujani nya dengan ciuman sayang..sampai ia pun lelah dan tertidur dengan keadaan memeluk zsasa yang tidak terbangun juga saking lelapnya.
Nun...Tanpa Miranty sadari.ada sepasang mata berkaca menyaksikan dirinya terjebak dalam rapuh.sepasang mata lelaki angkuh itu telah menjadi saksi betapa kasih yang tercurah untuk putrinya itu sangatlah besar dan tulus, meski hati tersakiti.namun tak sedikitpun ia berpaling.sungguh kenyataan yang berbanding terbalik dengan apa yang Bian alami bersama Monica.
Tubuh tinggi itu melorot terduduk di lantai,mencoba mengurai sesak di dadanya,ingin sekalii Ia memeluk dan mencium 2 wanita yang kini ingin di jadikan teman nerajut asa menempuh hari harinya ke depan.2 wanita yang telah terbiar dari rasa cintanya yang selama ini mengembara dan jatuhh di dermaga yang salah...membuat ia tersesat menggayuh perahu kehidupan tak tentu arah...kini ia merasa tangannya terlalu kotor untuk merentang memeluk dua bidadari yang terlanjur Ia lukai
Sebenar nya Bian merasa tak punya nyali untuk pulang ke rumah setelah mengantarkan Monica ke salah satu Apartemen miliknya, pertengkaran hebat telah terjadi antara Dia dan monica.yang sukses mengupas tuntas pribadi kekasihnya yang selama ini ia puja.
Satu kenyataan yang membuatnya tidak punya muka untuk berhadapan dengan istri sucinya bahkan lidahnya tidak cukup pantas untuk sekedar berucap maaf,i beban dosa kini tercipta lagi.kelakuannya yang menjadi pemuja *****. membuahkan bibit kehidupan tak berstatus..cinta yang memabukan nya telah meninggalkan norma dan etika dari seorang yang seharusnya terhormat .
Satu kalimat di pesan WA nya..telah membuatnya memaksa mengayuh kaki yang seakan berpuluh ton membawa beban. melangkah kerumah dimana istri dan anaknya berada.
"Pergilah sebagai Arjuna,dan pulanglah Sebagai ksatria".
Pesan whatsap dari nomber yamg berprofil wajah lembut berhijab lilac itu.membuatnya membalikan mobil yang di kendarainya.dari semula melaju kearah selatan dimana rumah dr Leonardo.yang di panggil nya Leo atau Edo berada.
__ADS_1
Bian enggan pulang,dan dr Leo adalah sahabat yang dipercayainya bisa sedikit meringkas kepelikan masalah yang di hadapinya
Sepenggal kalimat puitis yang di kirim Miranty .sukses membuat ia berbalik ke utara menuruti makna yang terkandung dalam titah sang istri.
ya..Ia telah berperan sebagai arjuna untuk Monica,mempertanggungjawabkan cinta yang kini telah menjelma menjadi serpihan noda dan kini Ia harus pulang sebagai ksatria. pada anak istrinya meski menjadi terdakwa di ranah pengadilan rumah tangganya..sebagai ayah dan suami yang terlanjur menabur dosa..Bian sadar sepenuhnya dia tak ingin lagi membuat blunder yang suatu saat akan menjadi bom waktu dan membuat luka semakin dalam.biarlah sudah yang harus terjadi terjadilah ia tak mau jadi seorang pengecut .semua akan di hadapinya dengan lapang.ia nemilih untuk kembali ke rumah walau hanya untuk di caci.
****
flash back
Bian nemutuskan membawa Monica ku salah satu apartenen mewah milik nya.. namun di sana Monica kembali mengamuk ia melampiaskan segala kekesalannya pada barang barang yang ada di sana.sontak Bian merasa jengah.wanita yang selama ini Ia puja ternyata nemiliki perangai yang sangat buruk.
" jangan mimpi!!,Aku tak sudi melihat bayangan perempuan itu di tubuh si cungky,,"Balas Monica tak kalah keras.si cungky.sebutan Monica untuk zsasa kali ini nembuat Bian tersinggung.
" Dia Anakku.Monica.!, dan berhentilah mengejek putriku dengan sebutan itu.".
"Dia belum tentu anakmu.!!"Monica kembali neracuni fikiran Bian tentang zsasa ,yang telah sukses membuat Bian ragu selama ini. tapi saat ini Bian seperti telah tersadar mengingat zsasa yang secara postur tubuh dan wajahnya lebih mirif dirinya daripada Elena.di buktikan pula dengan tes DNA .yang di lakukannya diam diam dan haslnya seratus persen zsasa adalah putrinya.
"Jangn meracuni fikiran ku.Aku telah yakin zsasa adalah anakku..jika Kamu tidak bisa nenerima Dia,sampai kapanpun Kita tidak akan pernah bisa menikah monic.! ", dan Aku terpaksa melepaskanmu", ucap Bian .sontak membuat Monica kaget dengan pernyataannya.Ia tak percaya.jika Bian begitu mudah lngin melepaskan dirinya,lalu.kemana Bian yang selama ini Kukuh mempertahankan diri nya walau harus di benci keluarganya.
__ADS_1
"Kau tidak akan pernah bisa melepaskanku Tuan Biantara.dan Aku tak akan pernah membiarkan semua yang telah menjadi milikku lepas begitu saja." ucap Monica penuh emosi.sampai giginya terdengar gemeretuk.
"kenapa???.Aku harus mempertahankan mu.jika dirimu tidak mau kupertahankan.. Aku lelaki yang telah memiliki anak.mengapa kau tidak bisa menerima itu .hem!.?.,ujar Bian semakin gusar.
",,Aku..Aku..tengah mengandung anakmu Sayang.! , dan ini buah cinta Kita. Aku tidak mau ada anak lain dalam kehidupan Kita"...kata Monica bagai petir di siang bolong.ntah Bian harus bahagia atau sebaliknya.mendengar kehamilan Monica.
"Kau jangan bercanda Mon!",
"Aku tidak sedang bercanda,Aku memang hamil.hamil anakmu..dan ku pastikan,anaku yag harus menjadi pewaris semua kekayaanmu,sayang '" ,sengit monica begitu yakin."I
'tu Tidak bisa Mon.bahkan Kita belum menikah. ok Aku pasti tanggung jawab dengan ansk yang kau kandung.tapi kau tidak bisa serakah ingin memiliki semuanya..
"Aku tidak perduli.jika kau tidak bisa memberikannya.maka Aku yang akan mengambilnya."suara Monica terdengar nenjadi serak krena sedari tadi Ia terus berteriak.
"Silahkan kalau kamu bisa,tapi Aku tak akan membiarkan itu terjadi." Bentak Bian . seraya membanting pintu dan beranjak pergi dari sana.dengan sebuah dilema yang membebani hidupnya kedepan.
***
Bian tertidur di ruang kerjanya.karena ia merasa tak pantas harus berbaring di dekat Miranty dan putrinya.tak juga di kamar yang biasa ditempatinya bersama Monica.sungguh bayang bayang keserakahan Monica bagai menu7suk nusuk seluruh jiwanya.
__ADS_1
.