Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin

Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin
Putri kecil yang malang.


__ADS_3

Miranti berdiri di pinggir jalan.ia menatap nanar mobil hitam yg berputar arah.sambil merutuki kepongahan lelaki yg menjadi suaminya itu.


ia melangkah gontai.tak tahu tujuan harus kemana..apakah ia harus pulang ke rumah tuan dan nyonya Ridwan? atau ke rumah suaminy? tpi di mna rumahnya?


miranti bahkan belum tahu rumah suaminya..haseeh naas banget ya nasibku.!!.;


Ok.Aku pulang ke kos san sajalah..daripada nyasar nyasar..imbuhnya dalam hati.


ya.Miranti memang selama ini telah tinggal beberapa bulan di kota j.ini.untuk melanjutkan S2 ny.selain itu.ia membuka usaha kecil kecilan yg di pasarkan secara online..dan ia juga memiliki satu stand kuliner di kantin kampusnya yang di percayakan psda temannya..


namun baru saja ia akan membuka aplikasi grab.di hadapannya telah berhenti sebuah mobil pajero sport wana putih..


seorang pria bertubuh tegap berwajah tampan .yang ternyata dr Edo .turun dengan sangat tergesa dari mobil itu.


"Nona..mari ikut saya."..sapanya begitu sopan dan lembut.membuat perasaan dongkol di hatinya sedikit terobati..


'ya Robb!.mengapa bukan pria seperti ini yang kau anugrahkan pada hamba"', cicit Miranti dalam hatinya.


,,,"kemana?,' tanya Miranti.

__ADS_1


" Kita ke rumah.Tuan Bian.nona.".


"untuk apa? "wajah Miranti merengut setelah tahu tujuan dr Edo mau membawanya ke mana.


'untuk menemui seseorang yang segera harus kita selamatkan."ucap dr Edo lirih..


sejenak Miranti termenung..mengumpukn.ingatan .untuk apa sebenarnya Dia rela di jodohkan dengan pria tak punya ahlak itu.


Ayolah Nona..ku mohon.kita tidak memiliki waktu banyak.putri Tuan Bian.sedang kritis.


deg..jantung Miranti serasa di timpuk batu.dg secepat kijang ia naik ke dlm mobil. dan sesaat krmudian dr Edo melarikan mobilnya seperti di kejar setan.


"Memangnya putri Tuan Bian sakit apa dok?.,".Miranti mencoba memecahkan kebisuan susassna antra drinya dan dr Edo..


tidak lebih dari sepuluh menit.mobil itu telah berhenti di depan sebuah rumah besar dan mewah. dengan halaman yang sangat luas..dan di sudut sudutnya di tumbuhi pohon pohon mangga dan rambutan.selebihbya di tengshnya hanya hamparan rumput nan menghijau.


Rumah itu kelihatan tinggi menjulang.nampak perkasa dan angkuh..ya..se angkuh pemiliknya..batin Miranti..namun entah mengapa.Miranti tak merasskan aura kedamaian di rumah itu..yang ada msaah terasa angker.dan ia merasakan hawa begatif yang sangat tajam dari dalam rumah .


Dan hawa begatif itu kian terasa saat Miranti masuk ke dalam.mengiikuti dr Edo.

__ADS_1


ya Miranti bisa merasakan aura aura itu menelisik di setiap nafasnya..karena Miranti selama ini belajar olah tenaga dalam tapak saketi pada paman nya. yang tak lain paman Azis.yg senantiasa nenggemblengnya sedari kecil.


Baru beberapa langkah saja.Ia mendengar teriakan teriakan anak kecil dari dalam.namun di iringi suara racauan tak menentu


dr Edo kian mempercepat langkahnya menuju sebuah ruangan.yang mana suara suara itu makin jelas terdengar.


Hingga sampai ke sumber suara ..


nampak pemandangan yang sangat mengenaskan sekali..


Di ruangan yang sangat luas.nampak isinya begitu sangat porak poranda.di sudut tempat tidur yang lbesar.terlihat seorang anak kecil kira kira berusia 3 tahun dg tubuh kurus dan rambut yg terlihat gimbal.sedang meronta ronta.sambil menjerit jerit.sesekali matanya nengerling dan mulutnya menyeringai.sedang di sekitarnya empat iorang pelayan berusaha menggapai .untuk menangkap anak itu..tapi nihil anak itu selalu saja lolosdan kerap mencakar siapa saja yg meraihnya..


,',Ya Alloh..non zsasa ..sayang.nya si mbok.jangan begitu nak.....,sini mbok peluk yu..,," kata seorang pelayan.suaranya terdengar parau krna.ia sambil menangis.rasa khawatir begitu jelas terpeta di wajahnya.


'"dokter..cepat tolong.non zsasa.."huu..uuuu.dan si pelayan itu sudah tak bisa lagi menahan tangisnya-


saat itu terlihat dr Edo mengeluarkn alat alat medisnya..ia mengambil jarum suntik dan menyedot obat nya..


'" Astagfirulloh haladzim.," ucapan istigfar lolos terucap dari mulut Miranti...membuat. jiwanya tersadar sepenuh nya fd kenyataan yg ada.karenanya..di saat dr edo mau menyuntikn obat penenang pada tubuh mungil itu.dengan sigap Miranti menahan tangan dr Edo.."stop dok.! Ku mohon".seraya meranyatukan ke dua telapak tangn nya di depan dadanya.pertanda Miranti memohon dan tidak di sebut lancang. dr Edo pun terdiam. karena ia melihat secepat kilat Miranti meraih tubuh mungil yang sedang meronta itu ke pangkuannya.seraya terlihat mengurut urat nadi gadis kecil yang di sapa zsasa dan memijit pelan urat nadi di lengan nya..

__ADS_1


Dan seketika itu.tubuh kurus kering itupun lunglai di pangkuan Miranti. Miranti mendekap erat tubuh putri kecil yang malang itu di dadanya.aneh nya zsasa tampak nyaman di pelukan Miranti


Sementara Ia nampak menyelesaikan pekerjaan nya.Ia letakan dg hati hati tubuh zsasa ke pangkuan dr Edo!.selanjutnya ia meletakan satu tangan di dadanya.sedang tangan satunya mengibas ngibas.seperti sedang menģumpulkan sesuatu.ia memejamkan mata dan fikuranya..mencoba menyerap energi energi yv terselubung di kamar itu.da menetralisir energi negatif yg barusan begitu kentara merasuki jiwa zsasa..


__ADS_2