
Bian tergesa gesa turun dari mobil yang di kendarai Handry, rasa kangen yang sesak telah mencapai puncak ubun ubunnya,membuat Ia mengambil langkah setengah berlari menuju pintu utama,dan untunglah rindu yang di rasakannya terbalas manis.
Nampak di depan pintu zsasa yang di tuntun Miranty menyambutnya dengan sumringah,zsasa merentangkan kedua tangannya mendamba pelukan sang Daddy,.
"Dadyyyyy!!!!!!," teriak zsasa seraya nenghambur kepelukan Bian,lantas bergelayut di gendongannya. Bian menciumi pipi kanan kiri serta kening zsasa."
"Cuo..cup..cup...emh..! Sayangnya Daddy.makin canrik aja. ."..
"Massih Daddy,,,Mommy juga atik.," cloteh bocah kecil itu seolah tak rela hanya dirinya yang dipuji.memaksa Bian untuk mengalihkan pandangannya pada wanita yang tengah tersenyum melihat kehangatan mereka.
"Kalo Momy..itu biangnya cantik Sayang."
Bian menatap Miranty yang mengulurkan tangann dan meraih tangannya lalu menciumnya dengan lembut. sebenarnya tidaklah terlalu istimewa.tapi bagi Bian itu hal yang sangat mempesona.dan pertama kali Ia rasakan.bahkan dulu Elena tak pernah melakukannya,.sungguh kenapa kini Bian merasa menjadi suami yang sesungguhnya, dan seperti mendapat angin syurga Bian lalu merengkuh tubuh semampai Miranty ke dalam rengkuhannya.dan
"Cup!" Bian mengecup kening Miranty.yang membuat Miranty terkejut.namun seulas senyum terlukis di bibirnya pertanda Ia ridlo dengan tindakan suaminya..
"Sayang ,ayo sini.Momy yang gendong.kasihan Daddy masih cape." Miranty mencoba menepis gugup pada dirinya.
" Biarin ga papa kok,Mommy siapin makan aja.Daddy sudah kelaparan nih."seloroh Bian seraya menatap lekat wajah bersih istrinya.
"Udah siap dari tadi kok.apa Daddy ngga mau mandi dulu?"
"Aku sudah kelaparan Mom!,mandi nya nanti saja.."rajuk Bian yang memang sudah tak taham menahan demo cacing cacing yang tengah bergemuruh di perutnya..
***
Bian menikmati makanannya dengan sangat lahap,bahkan seperti orang tidak makan tujuh hari. saja,Miranty dengan setia menemaninya,sesekali celotehan zsasa menghangatkan suasana.
"Daddy..zsa udah isa ngaji ..sulat Ikhlas.." oceh zsasa dengan bangganya. dan Bian menanggapinya dengan rasa yang sulit untuk di ungkapkan,
__ADS_1
'"Oh..ya? putri Daddy pinter sekali ya.,..
" zsa uga..udah bica collat,.anti Daddy.zsa ajalin colat. mau ga,Dadd?'" cloteh nya zsasa kini suksez menyilet sanubari Bian, sampai Ia sejenak berhenti mengun''yah makanan nya.Bian menatap senduwajah kecil di depan nya , memberi seulas senyum getir untuk putrinya.dan Miranti faham ada gejolak rasa yang mengoyak dinding hati suaminya.tanpa sengaja ucapan putrinya',menembus relung hatinya yang paling dalam, seraya mengelus lembut punggung Bian pertanda memberi dukungan,seulas senyum bijak terpeta di bibir ranum milik Miranty.mencoba menyusuri lorong legowo hatinya Bian.
"Te ntu.nanti Daddy belajar sholat sama zsasa sama Mommy juga oke!," ucap Bian mantap seraya melingkar kan tangan kirinya ke pundak Miranty.tanda ia legowo dengan ucapan putri nya, namun rona malu tak bisa ia sembunyikan lagi di hadapan dua mahluk cantik yang kini jadi pusat kebahagiaannya.
" Holeeee...!!! yes !yes!yes!!! ,"tiba tiba zsasa berteriak girang.Ia puas mendengar jawaban Daddy nya, kedua tangan nya di julur ke atas seperti tengah menang berkompetisi...
"Masih Daddy..!Zsa sayang Daddy!." seru bocah itu seraya merangseg memeluk Bian dan mencium pipinya.Bian termangu mendapat perlakuan sang putri yang begitu manis, Miranty juga merasa takjub di buatnya..ulah Zsasa membuat Bian melupakan makanannya yang hanya tinggal 2 sampai 3 suap lagi..
waktu terus beranjak larut...Miranty telah sukses menidurkan zsasa..terlihat Bian mondar mandir di pintu kamar yang biasa di pakai Miranty yang bersebelahan dengan kamar zsasa..
" Tidurlah Kang!,..pasti Akang cape banget", tutur Miranty terdengar sangat lembut.."
" Apa Aku boleh tidur di sini?" ucap Bian terdengar ragu.
Hening......Miranty menatap lekat wajah Bian, seolah membaca jalan fikiran suaminya .lalu Ia tersenyum , dengan bijak.
" Ya...tapi ini kan tempat mu Al".
"Aku..hanya seorang penumpang.,mana mungkin tidak mau berbagi dengan pemiliknya." dengan seulas senyum.Miranti memberi lampu hijau pada suaminya berbagi tempat tidur untuk pertama kalinya.
Dengan segenap kekuatan hati Bian mrlangkah kemudian terduduk di sisi ranjang, seraya menghempaskan tubuhnya di atas kasur untuk melepas letih yang menyergap fisiknya.
Miranti menyaksikan seksama gerak lelaki angkuh yang kentara di landa keresahan , dan mencoba melapangkan hati untuk menghadapi segala hal yg tak sanggup ia terka.
"Al....Aku....." ucap Bian tertahan .kata katanya terjeda oleh perasaan yang bercampur aduk di benaknya.Ia ingin berkata jujur tentang masalah kehamilan Monca..namun Ia merasa tak sanggup untuk membayangkan reaksi Miranty..karena sejujurnya Ia sudah merasa tidak ingin kehilangan wanita yang sanggup memutar perasaannya dalam waktu singkat itu,.matanya terlihat putus asa..Ia tidak tahu harus memulai dari mana.
Dengan senyum tulus Miranty menghampiri Bian yang terbaring lelah. Ia mencoba memahami bahasa tubuh Bian.menelisik relung batin lelaki yang telah menjadikan nya istri .lewat pancaran matanya yang menyembunyikan sejuta misteri baginya.
__ADS_1
Dengan sekuat tenaga Bian mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengutarakan hal pahit. dirinya .namun lasut..alih alih Miranty mendesaknya mengatakan sesuatu.Ia malah menarik selimbut untuk menyelimutinya Seraya terduduk di sisi Bian. Yang telah berbaring.
"jangan paksakan bicara apa pun.bila hatimu belum siap, istirahatlah..jiwa dan raga Akang tengah terlampau lelah,Aku akan nendengarkanmu jika saatnya tiba.;"
Jawaban itu...perkataan itu..telah cukup menyimpulkan.kalau wanita di sampingnya memiliki hati seluas samudra.namun justru itulah yang semakin nembuat Bian meraaa berdosa..apalagi saat Miranty nenggenggam tanganya dan satunya lagi membelai rambutnya dari arah kening..bagai belaian seorang ibu yang menenangkan hati anak nya..Bian memejamkan mata menikmati sentuhan bidadarinya yang sayup sayup masih terdengar bisikan nya..
"Tidurlah..,agar letih dan lelahmu hilang.^..
Bian melingkarkan tanganya ke pinggag miranty.seraya nemiringkan tubuhnya.lalu ia memeluk istri pilihan orang tuanya sangat erat,ingin Ia,mengungkapkan sejuta rasa di dadanya..namun kondisi fisik yang cape dan kekenyangan serta fikiran yg sedikit rilex karena pengertian dan perhatian Miranty membuatnya tak bisa berbuat apa apa lagi..Bian tertidur pulas dalam pisisi memeluk istrinya..
****
Miranty tersenyum ,melihat pria tampan yang tengah memeluknya.erat.sampai ia merasa sesak di buatnya..perlahan. Dengan sangat hati hati.ia melepas rengkuhan tangan kekar itu,ia bringsut melepaskan diri karena ia mendengar notif email bunyi dari peasngkat hp nya.
Miranty duduk membuka layar monitor laptopnya. Setelahbia mengetahui.email itu dari kspten Asrul.sahabat masa kecilnya
Dan..tubuh miranti lagi lagi nerasa di lucuti . di cambuk puluhan cameti yang terbuat dari bara api.setelah nenyaksika file yang di kirim kapten Asrul...betapa tidak. Di layar monitur itu berisi adegan film dewasa yang dimaikan oleh monica dan suaminya...sungguh oergumulan haram yang sangat dahsyat dan menyakitkan..baginnya..sampai tubuh miranty bergetar menahan gejolak di dadanya..namun sekuat hati ia nenahannya..karena
"Coba perhatikan bahasa tubuh pria nya"
Dengan mata nanar..Miranty menyaksikan adegan,a susila itu dengan seksama...dan di tengah amukan rasa yang mendongkol..Ia menemukan satu hal tak biasa dari gerak gerik dan expresi Bian dalam pergumulan nya..betapa Miranty melihat hal Abnormal Bian seperti dalam pengaruh sesuatu, itu terlihat Bian begitu terus terus dan terus seperti tanpa lelah walau terlihat fisiknya telah sedemikian letih...tak terasa air matanya jatuh satu satu lalu menderas tak terbendung, sejenak Ia memejamkan mata menahan perih di hatinya yang tersilet silet,..dan betapa terkejutnya Miranty..saat Ia membuka mata.tampilan di layar monitor telah berubah adegan dengan masih wanita yang sama namun pemeran prianya yang berbeda, mata miranty terbelalak lebar, bahkan Ia seperti tak terkedip melihat tontonan pergumulan yang lebih menjijikan dari tadi, berbagai macam gaya bercinta yang sudah tidak mengacu kaidah *** yang aman, dan sehat.
Miranty, menutup laptop,seraya membalikan badan..Ia kembal,i memandang tubuh tinggi tegap yang tengah tertidur lelap.,tentu saja dengan segenap perasaan yang bergejolak di hatinya.,
Gamang..rasa itu ,yang membuatnya hampir menyerah untuk mendampingi lelaki bernama Bian dalam mengarungi biduk rumah tangga nya ke depan,rasa benci...jijik... Kecewa..serta cemburu .bersatu padu bak sebuah adonan..tertunya hanya Ia yang akan menentukan .mau di bagaimanakan adonan rasa tersebut.setelah melihat vidio kiriman kapten Asrul barusan..
Miranty terus menatap lekat wajah suaminya yang tengah terlelap..meneliti inci demi inci detail wajah sang suami rasa marah kemudian mendominasi segenap fikirannya. Sampsi Ia menghela nafas dan menghembuskannya berkali kali untuk menstabilkan emosinya..dan tiba tiba saja amarah itu berganti rasa prihatin .kala nengingat sang buaya kawak di depannya ternyata tekah dikadalin kekasih yang selama ini dicintainya dengan buta.
"Oh..suamiki sayang suamiku malang..entah apa sekenario Alloh yang akan tergelar hingga Aku ditakdirkan menjadi medampingmu." jerit hati Miranty saat itu.
__ADS_1
Atas dasar itu .Miranty mencoba mereset otak dan hatinya..seperti sebuah perangkat handpone dimana rasio dan perasaan nya di kembalikan ke pengaturan awal,membuang semua memori menori dan sampah sampah tentang Bian terhapus.dalam kenyataannya Bian telah terperdaya.untuk itu Ia mencoba lapang dan memaafkan masa lalu Bian meski tak pernah di minta..
'