Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin

Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin
Cinta..tolong jangan datang dulu.


__ADS_3

Biantara Ardi wiguna tercengang menatap wajah garang seorang Aleysa Mira Gunawan.gadis yang di sangkanya polos dan lugu.kini berubah menjadi singa yang sedang mempertontonkan gigi taringnya.


"Terimakasih,"..hanya itu kata yang mampu terucap dari mulut Bian.lidahnya terasa kelu untuk berbicara banyak,ada rasa malu menyeruak dari dasar hatinya.


ya..sebagai seorang Ibu.Miranty telah sangup memprotek putrinya sedemikian perfect.sedang dirinya. sebagai ayah..malah menyia nyiakan kan nya.


"itu sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai Ibunya ,terlrpas dari dianggap atau tidaknya Saya sebagai Istri Tuan.Saya akan Tetap menjadi ibunya ."tegas Miranty


"deg!!! jantung Bian terasa nyeri.dilema besartengah melanda hati nya. Ia tak mungkin lagi bisa membenci gadis yang telah memberinya cinta untuk putri kecilnya.di sisi lain Ia sangat terikat cinta monica,


"Apa yang harus Aku lakukan" guman Bian Namun Miranty berhasil mendengarnya.ia seperti faham apa yang sedang merecoki hati Suaminya."


" Tidak usah jadi beban fikiran Tuan,Saya tidak akan pernah menuntut cintamu,Biarkan semua mengalir apa adanya.dan kita bisa menjalin hubungan layaknya seorang teman bukan?"sebuah pernyataan yang mengandung permintaan terlontar dari bibir yang menyunggingka sebuah senyuman.


Bian belum sempat memberi jawaban !saat Miranti kembali berkata lirih,


"Tapi..bisakah Tuan bersikap seperti layaknya ayah ibu bila di hadapan zsasa.?" Tanya Miranty penuh harap..matanya menatap lekat mata Bian menelisik rasa sejauh mana Bian berjuang untuk putrinya.


"Tentu saja bisa." jawab Bian spontan.di sambut senyum sumringah Miranty yang merasa lega.


" Deal!??"kata Miranti


"Deal." jawab Bian seraya serempsk mengulurkan tangan bersalaman tanpa sepakat.


"Trimakasih..Tuan,semoga zsasa bahagia."


"Aku yang berterimakasih.untuk perhatian dan pengertiannya" balas Bian sambil mengeratkan jabatan tangannya.


Miranty mengacungkan tanganya membentuk hurup O dengan 3 jari di sisinya👌 .tanda ia merasa baik.


sesaat Hening..keduanya mematung di depan tempat tidur zsasa yg seperti kondominium,


"Tuan!",


"Hem.."


"Mau temani zsasa bobo?".


"apa boleh?"


"Tentu..,zsasa pasti senang". seraya memencet tombol ruang kaca tempat tidur zsasa.dan seketika dinding dinding kaca itu kembali tersembunyi dengan rapi.


tempat tidur yang di design khusus oleh pamanAzis.yang merupakan ahli teknologi lulusan jepang. itu sebenarnya merupakan tempat tidurnya waktu kecil.Didah dan azis sangat melindungi Miranty dengan intens.kenyataannya Miranti dan zsasa bernasib tidak jauh beda.banyk oknum oknum yang menginginkan mereka binasa


*Kenapa???*


******sekelumit masa lalu yang terlalu abu abu menggiring Miranty berada di tempat dan situasi hidupnya saat ini ( cerita masih panjang beb.)***


Tubuh kecil di hadapan sepasang suami istri sandiwara itu meringkuk tenggelam dalam selimbut putih nan tebal.wajah damai terlihat jelas di sana..Bian bringsut menaikan tubuhnya ke tempat tidur zsasa.rasa sesal yang menghantarnya ingin memeluk bidadari kecil itu dalam tidurnya.

__ADS_1


"eit..tunggu Tuan!"', cegah Miranty


"Kenapa," .Bian merasa heran


" Ganti dulu baju nya. ,!


"kenapa?.ini bersih kok."


" Maaf,baju Tuan masih bau perempuan,"


" maksudnya",


"Saya ga mau zsasa Memeluk baju bekas mesum anda.. apa Tuan mau.kelak zsasa kena karma di celup celup pria yang bukan muhrimnya? "'ucap Miranty tanpa tendeng aling aling,dan sukses membuat jleb di hati Bian


Wajah Bian membara,Ia tak menyadari pakaian nya saat ini masih sama dengan pakaian saat pulang dari rumah orang tuanya.lantas.bermalam di hotel bersama Monica,ia tak membawa ganti.


wajah Bian seperti lolos,dirinya benar benar telah di telanjangi gadis yang di sebutnya ayam kampung itu , jiwanya merasa shock betapa banyak terapi kejut yang di suguhkan oleh perempuan yang telah ia terlantarkan.jiwa raganya,dengan sengaja.


Bian termangu tertunduk malu, tak sanggup lagi nenatap wajah lembut milik Miranty. Dia duduk di pinggiran ranjang dengan gelisah,bahasa tubuhnya sudah tidak bisa di baca.


"ini bajunya Tuan!" suara Miranti membuyarkan kegamangan Bian.


di lihatnya wanita yang menyimpan banyak misteri baginya.telah membawa satu stel pakaian santai untuk nya.


Seperti kerbau yang di cucuk hidung, Bian menurut saja.ia tidak punya alasan untuk menepis segala perhatian Miranty.bahkan sikap antagonis nya begitu teracuhkan tak mendapat balasan,


Bian mengambil baju ganti .seraya langsung saja membuka pakaian dengan santainya.membuat kedua mata Miranty terbelalak seketika,


Entah apa yang telah melintas difikiran. Bian.membuat Ia bukan nya pergi ke ruang ganti malah sengaja mendekati Miranty yang tengah menutup mata dengan tubuh yang telah bertelanjang dada..


Dengan senyum jahil ia menggoda sosok semampai di depanya seraya mencolek tangan Miranty dengan usil.


Kontan Miranty di buat keder dengan kelakuan suami cassanovanya Ia meraih baju Bian yang berserak di lantai.


Tak ayal kejahilan Bian di balas dengn lecutan bajunya di sekujur tubuhnya.


"Dasar ,Tuan muda mesum,lihat bekas gigitan codot mu saja masih membekas. mengapa ga punya malu sekali Tuaaaan!!" geram Miranty dan terus memukul tubuh Bian dengan lepasan kemejanya.tapi Bian malah tertawa tawa senang.ia merasa sukses menjahili istrinya..


Tubuh tegap Bian memang sangat sexy menggoda,jujur Miranty pun sempat terpesona denga dada bidang dan perut sispecnya.namun kekaguman nya hancur seketika.kala teringat suguhan vidio itu. ia sangat jijik melihat adegan kelelawar malam itu mengisap ngisap tubuh itu dengan ganasss.apalagi saat si kalong memperlakukan meriam keramat lelaki di depannya layaknya perrmen lolypop yang menggiurkan lalu mencelupkan ke segitiga bermuda miliknya..dan Miranty hampir frustasi menghapus jejak mesum itu di memory nya.


Bian masih tertawa tawa kecil Saat Miranti nenyeret paksa tubuhnya nenuju work incloset. dan miranty mendorong badan tinggi besar ke dalam nya.


"lihatlah di cermin,jejak asmara Tuan.sangat memalukan,"gusar Miranty seraya berlalu meninggalkan Bian, mulutnya masih ngomel ngomel


"Ya Alloh..,apa salah ku.hingga dapat suami yang sengklek kaya Dia." seraya menepuk jidatnya sendiri tanpa menoleh lagi ke belakang.Ia tak menyadari jika Bian masih berdiri di sana dan mendengar jelas semua omelan nya.


Miranty menjatuhkan tubuhnya di kasur.dan menarik selimbut untuk menutupi seluruh tubuhnya.ia meringkuk di dalamnya.menutupi matanya yang berkabut.menenangkan hatinya yang berteriak,terasa ada siletan siletan kecil terlukis di sana.melihat pemandangan di sekujur leher dan dada suami nakalnya.dan itu sangat nyata bukan di vidio .Ia tak mengeri kenapa tiba tiba ada rasa yang mengacaukan semua benteng pertahanan hatinya.


" Hamba mohon ya Robb!!.jagalah hati ini.agar tidak menikmati rasa sesakit ini,

__ADS_1


"Oh cintaa.please.!!! Aku tak izinkan engkau hadir saat ini..ku mohon, bertahanlah sampai saat itu tiba" jerit batin miranty.seraya mendekap dadanya sendiri. latas mengusap kasar wajahnya sendiri.


"Kau telah berani menggidaku ,awas saja, ! kau jual .pasti aku beli Tuan.,"hatinya terus membatin.


Bian berdiri di depan cermin meneliti body elemen nya yang memang mempesona walau di usia diatas 30 an, Ia pun merona malu.melihat bekas bekas gigitan absrud kekasih nya bertebaran di sana sini. dan itulah sebenarnya yang mencadi candu dirinya pada Monica.permainan panas dan ganas dari kekasihnya membuat ia tak bertekuk lutut dan benar benar mabuk kepayang .


Sebenarnya ia sadar dengan keadaan semua itu.namun tingkah polah Miranty yang sangat manis membuatnya nekad menjahilinya.ada mudus didalam nya.rasa ingin menyakiti agar perempuan yang di anggapnya cukup aneh itu bisa cepat pergi dari kehidupan nya .


Tapi zsasa???? .bagai mana ? zsasa terlihat telah menemukan ibu yang selama ini ia rindukan pada sosok Miranty,dan Miraty jelas telah meberi cinta dan kasih sayang nya pula pada zsasa ,sedang Monica tak pernah memberikan itu pada putrinya bahkan ia sangat membenci purtinya,hingga monica sering mengusir zsasa bila tengah nendekati dirinya.


aarkh..kadang cinta dan logika bagai dua sisi jalan kereta.yang selalu berdampingan nanun tidak pernah bersatu.


setelah mengganti pakaianya .Ia keluar dari work in closet. bagaimanapun Bian tidak berniat membatalka acara bobo siangnya dengan zsasa.ia ingin sedikit menebus rasa bersalahnya pada zsasa.


Miranty telah berada di meja kerja yang terletak di sudut kamar yang dulu di tempati Bian dan Elena,dengan rambut lurus sebatas pinggang,.Miranty nemang tak nengenakan jilbabnya bila sedang berada di dalam kamar.saat ini pun demikian.toh bila nanti Bian melihatnya.tidak apa apa.karena Bian adalah suaminya.


Bian terpana,melihat kecantikan alami dari istri yang ingin di anggapnya seorang teman. di depanya..lidahnya sampe kelu untuk berkata.


" Nah..bgitukan lebih ganteng.!" malah gadis cantik itu yang berhasil menyapa lebih dulu .sedikit gombalan Miranty sukses membuat Bian salting.sedang mata Miranti tak sedikitpun bergeser dari layar monitor laptop di depannya bahkan jari jari lentiknya begitu lincah mengetik di kaibord laptopnya.


"Selamat istirahat Tuan,buatlah putrimu damai oke!" ucap Miranty dengan senyum yang saangat manis.ada binar yang tak sanggup sembunyi di sorot matanya.meski ia tak berusaha menoleh ke arah lelaki yang tiba tiba berada di depannya


"Tapi..Aku takut dinding bed nyamenutup seperti tadi" cicit Bian .mencoba.mengobrak abrik hatinya.berusaha mencari dirinya yang seakan telah lari.


"Tidak akan.,jika niat tuan tulus.dinding itupun akan tetap nyaman di tempatnya" jawab Miranty meyakinkan


"Apa Kamu juga nau menemani zsasa tidur?",Goda Bian lagi lagi..


Mata miranti kontan membulat ,ia melihat wajah Bian yang seperti malu malu.terlihat jelas rona nerah di wajah nya.membuat Miranti gagal untuk menyebunyikan tawanya..sialnya tawa keras Miranti malah membumbui parasnya yang semakin terlihat manis..,


,"Hehe Tuan sory..Saya takut nanti Saya di kira boneka barby nya Tuan.Saya ngga mau segel saya jebol sia sia." ucap Miranty di sela tawa renyahnya ia begitu ringan melontarkan kata kata yang membuat dada Bian tengah di lempari puluhan lembing.sesak..dan nyeri, kenapa ?( au ah gelap..)


Ia ngeloyor menuju kamar zsasa yang pintunya memang ada di kamarnya dulu.ia pun faham jika Miranti mendiami kamar itu supaya bisa berdekatan dengan zsasa.


Bian memposisikan dirinya di samping zsasa.yang tengah terlelap. merengkuh tubuh mungil itu ke pelukannnya.seraya menutup matany ingin melupakan sejenak perisriwa yang membuatnya terasa berada di dimensi lain.


Bian terlihat tetidur dengan memeluk putrinya. kedua ayah dan anak itu terlihat damai,Miranty menyelimuti keduanya denn hati hati.seraya mengelus lembut rambut zsasa dengan sayang.ia agak menjulurkan badanya ke tubuh zsasa karena terhalang oleh tubuh Bian .


"songsonglah bahagiamu sayang.segalanya akan Mommy lakukan untuk mu,Mommy tak akan membiarkanmu tersia sia lagi.Mommy sayang kamu nak." gumam Miranty di hadapan kedua orang yg tengah terlelap.air matanya jatuh satu satu.dan tanpa ia sadari bulir beningnya ada yg jatuh hinggap di pipi Bian dan satu dua titik bening nya bertemu dengan alira sungai kecil yang tiba tiba mengalir deras dari sudut mata lelaki angkuh itu..tidak tahu apa yang terjadi dengan Bian..apakah Ia bermimpi sedih .atau Ia mendengar curahsn hati Miranti untuk anaknya..Entahlah....



visual Aleysa Mira Gunawan (Miranty)


l



Visual Biantara Ardi Wiguna

__ADS_1


.


__ADS_2