
" maaf," hanya kata itu yang mampu terucap dari mulut Handry Ia tertunduk malu.di sudut bibirnya terlihat darah kental menyembul, begitupun dengan Bian .terlihat darah yang mulai mengering keluar dari hidungnya namun.Ia tak memperdulikannya hatinya kini merasa di buat kagum dengan pengertian dan kemampuan istrinya meredakan emosi orang.Bian benar benar menyesal telah merendahkan Miranty sedemikian
rendah,dan akhirnya ia harus malu sendiri karena sikap pasang antipatinya benar benar ga berfaedah..sebab dalam hitungan jam Ia sudah terkapar oleh pesona wanita yang pernah di julukinya ayam kampung .
Tanpa sadar,tangan Bian yang berlumuran darah menggenggam jari jemari Miranty dengan halus.Ia ingin berterimakasih,namun kenapa lidahnya terlalu kelu untuk berucap,
Miranty pun menyadari hal itu,sudut bibirnya terangkat mengukir sebuah senyum namun ia menyembunyikannya dengan menangkup lembut wajahnya sendiri.
" Mulai saat ini,Aku harap,diantara kalian tidak ada lagi yang bersikap seperti anak kecil,apalagi harus tinju tinjuan segala, kan wajah kalian gantengnya jadi pada gak maksimal tuh.^ seloroh Miranty sengaja sedikit menggida dua lelaki yang tiba tiba mendadak hening.
"sekarang Ayo,! bersihkan jejak kekasaran kalian masing masing.Akang da Aa saling memaafkan oke!, Titah miranty.pada Bian da Handry,seraya memberikan box tissu kepada keduanya.
Bian dan Handry segrra meraih tissu dan mau membersihkan lukanya masing masing.
"eits.!!.tunggu!!!'bukan begitu caranya, A handry bersihkan lukanya Kang Bian..dan Akang besihkan lukanya Aa."perintah Miranty pada keduanya.dan mereka seperti kerbau di cucuk hidung.mereka kini saling berhadapan.mulai dari Handry yang membersihkan darah di hidung Bian, sedang Bian membersihkan ujung bibir Handry dengan tangan kirinya ,karena tangan kanan nya terasa sakit .bahkan pecahan kaca itu ada yang masih menempel di sana.,melihat itu hati Handry tak tega,seraya meraih tangan kanan sahabatnya dan memunguti sisa pecahan kaca di lengan Bian.
" Sorry bro!,Gue lepas kontrol", ucap Handry lirih.bagai manapun ia sadar.dirinyalah yang menyulut emosi Bian .meski sebenarnya awalnya Ia hanya ingin mengetes perasaan Bian yang teleh tega menyelantarkan istrinya sendri demi sang sekretaris yang licik seperti Monica.
Bian tak menjawab ucapan Handry , Ia hanya merengkuh tubuh Handry,memusnahkan segala aroma emosi yang sempat bersarang di dadanya.
"Lo sahabat Gue, " Tandas Bian seakan mengukuhkan status mereka yang tidak mudah untuk di goyahkan,seraya nenepuk nepuk punggung Handry yang juga memeluk dirinya.
hingga keduanya kembali merasa nyaman karena hatinya sudah saling memaafkan..
"Nah...gitu kan ,lebih indah kelihatannya."seketika suara merdu Miranti terdengar memecah suasana, yang membuat kedua lelaki yang sempat berseteru iti menoleh ke arahnya.
"Maaf," ujar mereka bersamaan.membuat bibir Miranti menciptakan sebuah senyuman.
" Kita semua adalah sahabat." ucap Miranti seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Handry dan Bian sebagai tanda persahabatan. dan keduanya menyambut uluran tangan mungil tapi dahsyat itu dengan serempak.namun Bian malah meraih kedua tangan Miranti dengan cepat.seakan tidak membiarkan istri nya untuk di sentuh Handry meskipun atas nama persahabatan, tak ayal sikap itu membuat Handry tertawa, membingkai rasa kaget yang menggesek di hatinya. melihat tingkah Bian yang nendadak posesif.
"Jadi Aku,ga di ajak jadi sahabatan nih," Handry meledek Bian yang seolah ngga mau berbagi.
'Lo udah sahabat Gue sejak orok juga ah!.." cecar Bian dengan muka jutek nya, dan kerling mata penuh kekesalan,
" itu kan sama Elo Bos!, tapi sama Mira,baru ini hari," Handry sengaja merajuk hanya untuk menggoda sahabatnya.
Dan..
"pltakkkk!!!" Bian menoyor kepala plontos Handry.kali ini tentu saja tidak keras,
"jangan pegang pegang istri Gue napa?" hardik Bian dengan mata yang terbuka lebar di hadapan muka Handry sedang kedua tangan nya,masih menggenggam dua tangan Miranty,yang hanya bisa tersenyum simpul memperhatikan segala tingkah lelaki sombong dan arogan yang menggenggamnya, setitik rasa bahsgia terpercik di hatinya,akan siksp Bian yang setidaknya ada rasa melindungi dan mempertshankan dirinya.wslau mungkin itu cuma sekedar ego untuk mengukuhkan status kepemilikan dan kekuasaan dirinya.
__ADS_1
Handry di buat tak percaya dengan sikap dan perkataan ,Bian.pasalnya baru kemarin malam.betapa Bian dengan sengaja mencampakan Miranty seakan begitu hina.membuatnya semakin ingin menggoda sahabatnya itu.
" Istriii ya..????", bisik Handry di telinga Bian dengan mode menggodanya yang masih on.
Bian mendelik horor,sedang Handry malah terkekeh..Bian menyikut pinggang Handry agak keras
"Jangan mulai lagi lo botak!" Bian semakin geram matanya membunuh seakan ingin menelan hidup hidup mahluk plontos di sisinya .namun Handry,alih alih merasa genter dengan kesewotan Bian otak jahilnya malah kian meradang.
"Iih...Abang,botak botak juga kesayangan abang." ucap Handry dengan mode manja bagai ratu bencis yang sedang merayu mangsa ,seraya bergelayut manja di tangan Bian.dengan kepala yang di sandarkan ke bahu milik sahabatnya yang lagi sewot bin keder.sontak Bian di buat puyeng dengan kelakuan absrud sohib yang memang sangat ia sayangi.
"iiikh.!!!.anjrit,najis Gue,sama bencis modelan lo,tampangnya sangar ga ada manis manisnya,"
"aakh jangan gitu akh..sangar sangar,abang kan merem nelek juga".goda Handry terus menggila.malah ia sebgaja tangan nya mengelus perut sispace Bian ,yang kontan meremang kegelian.
" Botaaaak,!.dasar kampret Lo," Bian mau menjewer telinga Handry,tapi Handri keburu menghindar dan lari ke balik pintu.Bian mengejar dengan membawa sapu yang Miranti bawa untuk membersihkan pecahan kaca..
aksi kejar kejaran pun terjadii ,kedua pria cool itu.kini layaknya Tom and Jerry dalam serial cartoon di saksikan oleh Miranti yang sudah terkikik geli melihat kelakuan dua sahabat yang baru sepersekian menit lalu sempat beradu tinju.
Sungguh kali ini Miranti menyaksikan sisi lain dari dua orang lelaki yang memiliki pesona . dan wibawa.ternyata saat mereka bersama bisa 0llĺlĺp menjadi jiwa jiwa bocah yang natural .dimana saat mereka bertengkar dan di saat itu pula nereka akan baikan tanpa sedikit pun dendam tersisa di dalam dada.dan di kala itu ia p9 Bian memukul mukul kaki Handry dengany sapu. ĺppp00000 Handry yang tertawa tawa merasa sukses menggoda bosnya.
"Gua kutuk Lo jadi bencis beneran .tahu rasa Lo,"
",woi..ga apa kali,asal pacernya abang Bos,anek ikhlas,biarpun duda tapi sarang duit .ganteng lagi,,èkh hati ane meleleh..",ujar Handry dengan gaya tangan khas kaum bencong. jari jarinya bermsin srperti menyibskan rsmbut fi kepala plontosnya,dan itu ysng membuat Miranty tak kuasa lagi menshan tawa kerasnya..
Miranti meraih kedua tangan besar milik mereka dan menuntunnya ke ruang makan,namun lagi lagi Bian menepiskan pegangan tangan Miranty pada tangan Handry. sontak Handry protes.
""Kenapa???,Aku juga temannya ,kan?
"Tapi Elo bukan mukhrimnya egob,^ sewot Bian dan Miranty seketika menyadari kecerobohannya,memang iya betapapun Ia merasa akrab tetap saja memang Handry bukanlah mukhrimnya.
"up..maaf,!!!, hanya itu yang mampu terucap dari bibir Miranty.ia benar benar merasa malu.
"Oh iya ,kalo bukan muhrimkan jangan pegang pegang,.apalagi ngamar berdua ya Bos!", timpal Handry menyindir telak kelakuan sahabatnya.
tapi yang disinndir memang udah muka tembok .
dengan pedenya seakan ia merasa yang paling alim.
sebenarnya Miranty juga merasa geli dengan perkataan Sang suami yang sangat ironis dengan kelakuannya.tapi kenyataannya ucapannya memang tidak salah.hingga Miranty kini cuma menuntun tangan Bian dan membawanya ke meja makan sedang Handry mengekor di belakangnya dengan perasaan dongkol yang segede gardu listrik.
Handry duduk manis menghadapi meja makan yang telah penuh dengan menu makanan yang menggugah selera, sedang Miranty terlebih dulu merawat tangan Bian yang terluka .
__ADS_1
Dengan cekatan Miranti membasuh luka luka Bian denga air hangat, memberikannya sebuah salep produk yang di jual melalui sistim MLM.agar luka luka itu cepat kering.
," Berusahalah untuk mengontrol emosi anda Tuan,agar tidak terjadi seperti ini lagi." lirih miranty di sela kegiatannya merawat tangan Bian,
"Tadi sudah panggil Akang,kenapa sekarang Tuan lagi",Bian malah menanggapi panggilan Miranty padanya.
"Maaf, bila Tuan keberatan,Saya hanya tidak ingin membuat A Handry khawatir dan menduga Tuan memperlakukan Saya dengan buruk ..
"Mengapa mengkhawatirkan perasaan Dia,memang Handry siapa kamu??"
" Tentunya A Handry teman saya untuk saat ini,tapi saya tidak ingin membuat celah untuk siapapapun bisa mengambil apalagi merecoki keadaan rumah tangga kita.,"
Bian termangu hatinya menghangat,menerima semua penjelasan istri yang baru di nikahinya
"Bila Kau merasa nyaman dengan memanggilku seperti itu.panggillah Aku seperti yang kau suka.."
"Serius???"
Bian hanya mengangguk.
"Kang Bii!!,"
"Hemm"
,"cieeeè,knapa jadi terdengar lucu ya.,"cicit Miranty dengan tawa riang nya
"Kamu tuh yang lucu Alesya," sergah Bian dengan senyum manisnya.dan Miranty baru kali ini melihat lelaki tembok itu memperlihatkan senyumnya. yang membuat ia terpana.
"Maafkan aku,!" ucap Bian dengsn suara yang begitu kaku..
"untuk??? tanya Miranty heran
"Kekasaranku selama ini."lirih Bian seraya menatap lembut wajah miranty yang teduh.
"Its oke, ,Iam fine," jawab Miranty dengan mengacungkan dua jari ya membentuk huruf V,
Dan saat ini .keduanya saling memamerkan senyum termanisnya dengan saling menggenggam tangan.
ah...
❤❤❤
__ADS_1
Dear..para readers tercinta trimakasih telah meluangksn waktu untuk sekedar membaca karya perdana emak,.maaf ya bila tulisan emak,masih banyak tipo dan masih berantakan.maklum emak pemula ya.terus sering ga pd juga, terkadang sungkan buat update.merasa ga ada yang suka gitu.tapi jujur setelah ada komen emak jadi kembali semangat update..jadi harap saran dan kritiknya juga ya.biar emak bisa terus belajar nulis..trimakasih❤❤❤