Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin

Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin
Menjalani rumah tangga secara profesional.


__ADS_3

Miranty meraih kedua tangan Bian.dan di letakanya di atas meja .perlahan.jari jari lentiknya mengelus pergelangan tangan kanan suaminya.Ia nenyalurkan energi tenaga dalamnya.membuat retakan tulang Bian kembali menyatu..sesekali Ia nengoleskan minyak ramuan berwarna merah di lengan Bian menghantarkan hawa panas seperti menelusuk sela sela tulangnya yang retak.


.Piijitan Miranty terasa lembut.bahkan menyerupai sebuah belaian.Bian terpaku di di atas kursi makan.menikmati pijitan pijitan lembut di tangan nya dan entahlah seluruh tubuhnya juga merasa rilex.hingga ia memejamkan mata meresapi setiap sentuhan tanga mungil yang tak di sangka bisa melakukan tindakan dahsyat seperti yang ia alami nya sendiri.


setelah selesai memijit tangan kanan Bian.Miranti melanjutkan dengan tangan kiri nya.sentuhan dan pijitan yang sama pun terjadi di sana..tangan mungil nan lentik miranti begitu lincah memutar dan membelai bagai seorang penari sufi yang membuat nya terlena.hingga ia tak menyadari.jika di kedua tangan nya sudah tidak ada lagi rasa sakit berganti rasa hangat dan nyaman.hawa panas dingin yang tadi di rasakannya telah lenyap seketika.


"Sudah Tuan!,coba gerak kan sendiri tangannya." ucap Miranty membuat Bian terkejut dan terbangun dari keterlenaannya.seraya spontan menggerakan kedua tangan nya di ayun ayun dan di putar putar.


Takjub.Bian di buat spicles. .bagai mana bisa secepat ini.bahkan seorang dokterpun mungkin butuh berhari hari untuk membuat tangan nya sembuh.tapi ini dalam sepersekian menit."amazing!!" hati Bian menyanjung"


"Apa kau seorang dukun??"


sialnya kalimat itu yang malah terucap dari mulut Bian.dan sukses membuat Miranty hampir gagal move on dari rasa kecewa.


"Dasar.suami minim akhlak."umpatnya dalam hati


"Terserah apa katamu Tuan,yang penting Tuan bahagia"


Miranti tersenyum sengaja mengacak ngacak perasaan Bian yang terlalu gengsi untuk sedikit mengakui kelebihannya,seraya kembali menggenggam tangan suaminya dengan hati hati.


" maaf,".kata itu yang terucap dari bibir mungil Miranty.matanya menatap sendu wajah suaminya yang kacau expresi.bagaimanapun Miranty nerasa berdosa telah menyakiti fisik suaminya walau dengan alasan membela diri.


Bian seperti terhenyak mendapat perlakuan istrinya.jauh di lubuk hatinya Ia mengakui ketulusan dan keberanian Miranty.ia bisa melihat itu di bening mata Miranty yang teduh.sebagai seorang pria dewasa.Bian mengakui jika gadis di hadapannya sangat pandai menjaga emosi.tutur katanya sangat lembut.meski sikapnya terkadang barbar.namun seketika kebarbarannya terbungkus dengan sikap lembutnya.dan Bian merasakannya saat tadi miranty memeluk dirinya untuk menenangkan. membuat dirinya merasa kikuk menghadapinya.


"Momyyyy..!!!!!"


Tiba tiba saja.zsasa datang menghampiri mereka dengan berlari kecil.dan langsung bergelayut manja di pangkuan Miranty..


"aaaiy..cantiknya mommy..ada apa sayang!?" sambut Miranty riang. .


"Napa..Momy pedang .pedang.ngangan Dady.nanti Daddy malah .anti Momy akit."cloteh zsasa dengan bahasa.yang masih cadel.


"Oh...Mommy..tadi pegang tangan Daddy.karena Dady lagi sakit.sayang." Miranty mencoba menjawab keingin tahuan putrinya.dengan sabar.


"Daddy akit?." Zsasa menatap Dadynya yang tengah terbengong melihat keintiman istri dan gadis kecilnya.selain itu ia melihat zsasa sangat sangat lain dari ujung rambut sampai ujung kaki.

__ADS_1


"Daddy..zsasa bertanya"', suara Miranty menyadarkan lamunan Bian.


"Iia sayang.tadi Daddy sakit..tapi sekarang sudah gak sakit" ucap Bian terbata bata..ia merentangkan kedua tangan nya untuk memangku zsasa.


namun zsasa malah nengeratkan pelukannya pada Miranty.raut ketakutan sangat kentara di wajah mungil nya.


"Ayo sayang.salim dulu sama Daddy ya.!" seru Miranty mencoba memecah ketakutan di wajah zsasa.


"zsa..atut.Mommy"...lirih gadis kecil itu terasa nenyayat hati.


.Miranti menatap nanar ke arah Bian yang nematung didepan nya..ia tak dapat membayangkan separah apa hubungan ayah dan anak itu.sehingga zsasa sedemikian takut pada ayahnya sendiri.


. tatapan Mirabty serasa menelisik dan mengintrogasii perlakuan buruk Bian pada putri kandungnya sendiri


ada riak kesedihan di mata Miranti yang berkaca.sesaat kemudian.sudut matanya sudah tak sanggup menanggug kristal bening yang menggeliinding .lalu pecah membentuk anak sungai di pipinya .tangannya mendekap erat tubuh kecil dalam pelukannya.seakan ingin menyatukan jiwanya agar szasa merasa nyaman..


" jangan takut ! , ada Mommy di sini," bisik Miranty di telinga zsasa seperti memberikannya kekuatan.


seraaya mendongakn wajah zsasa berhadapan dengan wajahnya.


Gadis kecil itu pun bringsut dari pangkuan sang Ibu.menuju sang ayah yang masih mematung di tempatnya. seraya meraih tangan Bian lantas menciumnya.j


"aafin zsa..Dedy..zsa ayang Dady.."ucap zsasa terdengar sangat lirih. membuat rasa haru yang mendengarnya.


Begitupun dengan Bian.Ia melorotkan kaki nya ke bawah .membuat tubuh nya sejajar deñgan gadis kecilnya,membelai wajah mungil yang telah berkaca kaca.ingin ia berkata,namun kerongkongannya terasa tercekat oleh gemuruh rasa yang membuncah dari dadanya, seraya mencium kening putri nya.titik bening mulai lolos dari sudut mata yang selama ini membola jika zsasa hendak mendekatinya , karena Monica sangat tidak menyukai kehadiran zsasa,lantas ia rengkuh tubuh kurus darah dagingnya ke dalam pelukan yang selama ini tidak pernah terentang,.mendekap erat menumpahkan sesal di hatinya.


Mendapat pelukan sang ayah yang selama ini ia rindukan.membuat zsasa mencari posisi ternyaman di dada bidang itu.membalas erat pelukan lelaki yang di panggilnya Daddy,isak tangis bahagiapun terdengar memecah suasana yang mendadak melo .mendobrak tirai gelap yang selama ini seperti mendinding diantara ayah dan anak yang haus akan kasih sayang .


Miranti melihat tubuh Bian terguncang.dan seketika isak tangisnya pun pecah..lelaki angkuh itu kini terlihat rapuh.berkali kali ia menciumi wajah putrinya panuh kasih.


"Maafkan Daddy sayang, Daddy sayang kamu nak..Huuuu.hiks hiks".akhirnya kata kata itu terlontar di sela isak tangis nya.


"Terimakasih ya Robb!!' Engkau telah tautkan kembali cinta anak dan suamiku.dan semoga tetap demikian ya Robbi..yang maha pengasi dan penyayang.limpahkanlah selalu rah'mat dan ridloMu pada rumah tangga Kami." jerit hati Miranty pada sang Khaliknya.dalam rengkuhan nafasnya yang tersesak.


perlahan Miranty mendekati kedua anak dan ayah yang sedang saling melapas rasa rindu yang sempat terjegal.Ia terduduk di samping suaminya tangan kirinya terulur membrlai rambut putrinya.sedang tangan kanannya mengelus punggung sang suami yang sedang asyik menumpahkan rasa kasih pada putrinya. usapannya pada punggung Bian terhenti di sebelah punggung kiri .tanpa Bian sadari.Miranti mebuat usapan berpola angka delapan di sana.

__ADS_1


"Hemmm" cuma itu yang tergumam di hati nya.wajah harunya berganti dengan raut yang sulit di artikan.matanya menatap kosong. otaknya tengah berkonsentrasi menelusuri dimensi yang sangat jauuuh..sampai Ia tersadar kala mendengar ribut kepanikan suara Bian.


"Sasayang hai!i..Kamu kenapa.?.ini Daddy nak..Hai..bangun! Daddy sayang Kamu nak..!'"nada Bian bigitu kacau,air matanya kembali lolos.jatuh satu satu.


Miranty meraih Tubuh zsasa dari prlukan Bian.Ia melihat mata zsasa yang terpejam tenang.bulu bulu mata lentiknya masih menyisakan air kebahagiaannya.Namun Ia melihat juga dada zsasa kembung kempis.menandakan gadis itu masih bernafas.seraya tersenyum melihat expresi ketakutan di wajah Bian.takut kehilangan putri kecilnya.ingin rasanya ia menjahili si Daddy yang sudah sangat keterlaluan menelantarkan bocah secantik zsasa.cuma karena barby molek kw kw an itu.tapi takut suasana jadi bertambah horor.dan takut membangunkan putrinya yang tengah tertidur pulas.mungkin karena zsasa merssa sangat nyaman di peluk Daddynya.hingga ia tertidur dengan damai .


"sdahlah Tuan!.zsasa hanya tertidur.,"ucap Miranty dengan senyum manisnya.rasa bahagia tidak bisa di tutupi terpancar dari wajahnya.yang berseri seri.


Bian menatap istrinya lekat seakan ingin di yakin kan.


"percayalah Tuan.tuh lihat.nafasnya masih teratur.".Miranti menunjuk perut zsasa yang kembung kempis sangat lembut


Bianpun bernafas lega.


"Terimakasih tuhan..!tolong selalu jaga putriku.!" ucapnya ia kembali mencium lembut putrinya yang berada di pangkuan Mirsnty


"Sebentar Tuan .Saya tidurkan zsasa dulu ya!" Miranty beringsut untuk berdiri membopong tubuh zsasa."


"Akang aja," spontan Bian .Seraya mengulurkan kedua tangan nya meraih tubuh zsasa dari pangkuan Miranty.


Hati Miranti tergeitik dengan sahutan Bian.yang mengAkangkan dirinya.namun senyum kecilnya ia sembunyikan dengan rapat.Biarlah semua berrjalan apa adanya.


Bian menggendong zsasa menuju kamarnya.ia simpan dulu rasa takjub terhadap ruangan yang sudah berubah.Total .terlebih kamar zsasa yang sudah menjelma menjadi kamar seorang ratu kecil.dari warna cat dan semua interiornya.


Bian meletakan tubuh zsasa di kasur king size untuk ukuran anak anak.sampai tubuh mungil itu benar benar pada posisi ternyaman .lalu menyelimutinya dengan hati hati.satu kecupan sayangpun mendarat kembali di kening zsasa. dengan hati hati.menggeserkan tubuhnya .namun baru sejengkal jarak dari kasur zsasa.tiba tiba..


"sreet..sreet.!. 4 lempeng kaca berwarna hitam tiba tiba terpasang mengelilingi tempat tidur zsasa. hingga putrinya seperti sedang tertidur di ruang inkubator raksasa,Bian menatap tak mrngerti ke arah Miranty. yang di tatap pun mengerti dan sigap menjelaskan.


"Itu kaca anti peluru.yang di lengkapi sistem sonar ,ia akan otamatis terpasang bila ada yang mencurigakan pada siapapun yang akan menyentuh tubuh zsasa.dan tadi tuan menyenggol ujung controlnya."


Bian menghela nafasnya


" sampai seperfec itu kau melindungi anaku?!"


"maaf.saya hanya menjalankan rumah tangga secara prifesional Tuan,dan zsasa telah menjadi bagian jiwaku.melihat keadaan nya yang sangat mengenaskan tempo malam.Saya tidak bisa kompromi lagi dari saat itu.Saya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putriku.jangankan manusia.bahkan seekor nyamukpun tak akan Saya biarkan menyakiti tubuhnya."

__ADS_1


"Dan di luar sana terlaau banyak yang menginginkan putriku binasa.namun saat ini mereka akan berhadapan dengan ku.mungkin termasuk dirimu Tuan".kata miranti dengan tetap nyalang bak seorang srigala.raut wajah cantiknya berubah nenakutkan.mata teduh seperti berpijar menghunus siapapun yang melihatnya..


__ADS_2