Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin

Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin
Apa kata Dunia????


__ADS_3

Betapapun Miranty merasa nyaman dalam pelukan lelaki yang sempat menjadi cinta masa kecilnya.Ia tidak mau terlena dengan romantisme perasaan sesaat..meskipun logikanya datar memilah jika pernikahannya dengan Bian mengandung misi yang harus di laluinya dengan hati hati.namun kadang perasaan tidak berbanding lurus dengan logika. nyatanya ada rasa yang terkoyak di hatinya.terkesan Ia meฤบrendahkan harga diri sendiri kala ia harus berjiwa besar seakan ia yang melakukan ketulusan untuk mendapat simpati..


Miranty mendorong dada bidang yang merengkuhnya..dan seakan enggan untuk melepaskan .


" Ikh..Akang bau,!.belum mandi jangan peluk peluk!.! seru Miranty yang sukses membuat tangan besar itu terlepas.


Bian mengangkat bagian ketiaknya mencoba menyusuri bau di tubuhnya.namun Ia merasakan tubuhnya tidak bermasalah meski Dia belum mandi,tubuhnya memang masih wangi.


"Engga ah..! Aku masih wangi nih." seraya mincium cium badannya sendiri untuk menyingkap jejak bau di tubuhnya.tapi nihil bau itu tak di temukan. namun Bian bringsut juga . sadar meski tubuhnya ga bau tetap saja penampilannya acak acakan.


"Oke..Aku mandi dulu."


"Mira siapin airnya ya."


"Ga,usah,Kamu bukan pembantu,"


"His!! ,Mira cuma mengais pahala."


Bian termangu benar benar kagum dengan tingkah laku Miranty.yang seolah mengesampingkan segala rasa ketidak nyamanannya dalam menjalani rumah tangga secara profesional seperti yang sempat di utarakannya.


Miranty menyiapkan 2 pakaian ganti untuk Bian .yang satu stelan santai satu lagi stelan kantor.tak lama Bianpun keluar dai kamar Mandi dengan hanya melilitkan handuk kecil yang menutupi baguan auratnya ,Miranty salah tingkah melihat body elmen Suaminya,meskipun Ia telah melihat keseluruhan tubuh Bian di film laknat itu.tapi kalau melihat secara live tetap risih juga..

__ADS_1


Bian tersenyum licik melihat kekikukan istrinya.lagi lagi Ia ingin menggoda Bidadari nya dengan menarik tubuh kecil yang hendak meloloskan diri di ambang pintu.. tubuh Miranty berhasil di rengkuh Bian yang melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Miranty.Bian melihat dari samping ,pipi mulus istrinya yang merona.Ia memposisikan wajah itu hingga berhadapan dengannya.dan sesaat Bian menikmati wajah bersih yang tersipu di depannya. di detik itu Bian benar benar mengakui kalau istri kampungnya sangat sempurna dengan kecantikan yang alami tanpa polesan makeup. semakin dekat wajah itu memandang semakin dahsyat hasrat untuk mengecap bibir mungil nan ranum itu..ntah memang Bian telah benar benar menyukai wanita yang telah halal baginya atau memang pada dasarnya jiwa buaya Bian yang meronta tak bisa menahan bila berhadapan dengan mahluk cantik ,yang pasti bibir Bian terus mengikis jarak dengan bibir Miranty yang tengah gugup menghadapi sikap suaminya..hingga beberapa inci lagi tempat mereka membendung salivanya bertemu.dua jari lentik Miranty tiba tiba menempel di bibir Bian. menahan seleruh gelora yang sudah bertengger di puncak ubun ubun nya.


seiring nafas yang terlepas kasar. Bian membuka mata ,menatap bulat sosok wanita yang telah berani menolak nya. gelembung gelembung amarahpun muncul siap mencecar,wanita tak biasa dalam ritme kehidupannya..bahkan selama ini wanita wanita nyalah yang secara suka rela mennjadi tempat cumbuannya..


Miranty meraskan tubuhnya panas dingin.kala suaminya merangseg dengan hasrat yang menggila.Ia pun tak munafik jika getar getar halus dalam batinnya masih memberi tempat untuk lelaki di depannya.namun tiba ttiba saja bayangan pergumulan Suaminya dengan wanita lain.di malam pertama pernikahannya nya. mengharu biru perasaan yang mulai memerah itu kembali ungu.Ia balas menatap sendu mata suminya yang bagai srigala lapar.dengan senyum yang hampir gagal di bentuknya.tangannya mengelus lembut wajah yg terlanjur di pecundanginya.


Bian meraih tangan mungil yang membingkai wajahnya sendiri. dengan kesal


"Kenapa???.Apakah Kau masih mencium bau di tubuhku?.nada Bian masih terdengar gusar.


"Tubuhmu wangi sekali. karena itu pula Aku takut tidak bisa .melepaskan diri darimu," tukas Miranty malah menggombal tanpa dosa


"Justru Aku senang.jika itu terjadi.""


"Why??" Bian nenautkan kedua alisnya.


"Aku takut untuk cemburu Kang,..Gimana jadinya jika Aku melihatmu sedang ber..patuk patuk ria sama monica,,bukan kah di saat itu hatiku bakal terpanggang karenanya.? jika Aku pernah merasa indah nya kau cumbui "ucap Miranty datar.


Bian membeku.terpaksa ikhlas dengan ulah wanita yang selalu sanggup menguasai suasana.seketika rasa angkuhnya tumbang berganti rasa yang sulit ia mengerti , apa yang menjadi kebanggaannya selama ini seakan tak berharga dan di lucuti.


"Sorry..!.Aku khilap." Bian bergetar mengucapkan itu.

__ADS_1


"Maaf ,Mira hanya butuh waktu untuk bisa menata hati kang.semoga Akang bisa mengerti.."


ucap lirih Miranty mengingatkan Bian betapa melasnya keadaan Miranty semalam.bahkn Ia masih mendengar isakan lembut istrinya meski matanya telah terpejam..Bian mengangguk lemah mencoba menyelami perasaan Miranty ,


" Bila sudah berpakaian.Mira tunggu di meja makan ya..Zsasa merindukan makan berssma Daddy " ,seraya mengelus lumbut pipi Bian lalu kabur dari suasana yang hampir melahap benteng pertahananya.


Bian mematung frustasi di tempatnya.Ia mencoba mengendalikan rasa yang sudah bagai sisa pembakaran sate di dadanya..gosong gosong jelaga gitu..belum lagi si jalu nya di bawah sana sedang mencak mencak.tidak tahu malu.menginginkan tempat ternyaman .milik istrinya.


"pleasee.Jalu..you mestinya tahu diri..wanita yang Gue punya saat ini .bukan modelan yang udah udah..jadi Lo kudu sabar,,jangan malu maluin Gue," .Bian bermonolog mengumpat tongkat saktinya yang sekonyong konyong dalam mode " On"dengan sangat tetpaksa Ia pun kembali loncat ke kamar mandi demi menolong sang jalu.bersolo karir.


"Gila..Aleysa..wanita model apakah dirimu tega menterlantarkan jaluku seperti ini.sungguh ia tak dapat membayangkan bila hal ini di ketahui dua sahabatnya Handry dan Edo.Dia benar benar bakal jadi tempat terempuk untuk bahan ejekan nya..Buaya.!.dikadalin..apa kata dunia?????


dan celakanya Bian tak bisa berbuat apa apa .apa lagi protes.Ia sudah cukup merasa beruntung jika Miranty tak mengacuhkannya .


Miranty tak mau menebak nebak apa yang terjadi di kamar nya setelah Ia keluar.Ia memeluk erat tubuh zsasa .dengan sekujur tubuh yang terasa panas.mengharap degup jantungnya kembali normal.sungguh Ia tak mengira hal itu akan terjad!Bian meminta jati.perasaan dosa mengabaikan keinginan suami tentu saja menyiksanya.namun rasa perihnya memaksa Dia untuk mempertahankan apa yang menjadi kehormatan nya selama ini.


."Ampunkan hambamu ya Robb!" jerit hati Miranti pada khalikNya.berharap salahnya di maklumi.


setelah hampir setengah jam menunggu,akhirnya Bian datang juga di hadapan Mereka.untuk makan bersama.dengan memakai setelan santai itu artinya Bian gak pergi ngantor saat ini.


"Akang ngga mau ngantor?.ucap Miranty basa basi sekedar memecah kebekuan suasana.seraya mengambilkan nasi dan lauknya untuk Bian.layaknya istri pada suami yang memakai etika rumah tangga...namun Bian hanya mengangguk saja.raut kecewa masih tergambar di wajahnya..matanya sibuk nemperhatikan tangan lincah Miranty melayani dirinya dan zsasa.meski suasana kembali hening..

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Readers maaf ya baru bisa up.maklum emak banyak nguli akhir akhir ini..lagian emak sudah uzur kali ya..sering lemes dan gagal buat berimajinasi..terus dukung emak ya..biar emak tida kesepian .menuangkan ide ide di cerita ini.terus like dan komen ya moga bisa terus Up๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2