Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin

Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin
Seberapa pantas


__ADS_3

Habis magrib.Bian baru selesai merapihkan diri,wajahnya sudah terlihat fresh. lantas Ia menemui Handry .di ruang tamu.


"Hai..Bro..,! sorry.menunggu lama ",sapa Bian basa basi...


"udah biasa kali",jawab Handry ketus


" itu muka,lucek amat.kaya kain pel aja,!?" Bian meledek.


" ya baigai mana ga lucek.ngadepin bos ga ada akhlak kaya lo." sungut Handry makin ketus. namun Bian malah terkekeh.merasa sukses ngeledek asisten terbaiknya.Ia pun langsung memeriksa berkas berkas yang numpuk di hadapan nya.sesaat hening karena Bian tengah serius dengan berkas berkas yang di bawa Handry


"Assalamualaikum!" tiba tiba keheningan suasana nya pecah .dengan sebuah sapaan yang terdengar lembut.


,"waalaikum salam,,,," serempak keduanya menjawab dan menoleh ke arah sumber suara.


nampak Miranty berjalan gontai dengan nampan yang beriisikan dua cangkir kopi dan sepiring kua yang terlihat masih hangat.


"A Handry apa kabar,?,^ seraya meletakan jamuan kecil di meja .


"Baik Non, kenapa meski repot repot" balas Handry.matanya terus menatap gerak gerik lincah Miranty.,yang menata kopi dan kue nya di hadapan mereka berdua.


"Engga.kok,biar ngobrolnya enak aja.di sambil ngopi.,ini kue buatan Ku lho A." celoteh Miranty


membuat Bian memicingkan matanya mendengar panggilan akrab sang istri untuk lelaki mapan yang betah menjoblo di depannya.


"Aduh..kok Saya jadi malu,,merasa di istimewakan ,.sampai di layani Nona besar,"ucap Handry dengan senyum yang sulit di artikan.


"Kenapa ga suruh Ina mengantarnya kemari" tiba tiba Bian menyela dengan suara dingin .


^Mba ina. baru mo istirahat .lagi pula..boleh kan Saya nenjemput pahala dari melayani suami? seloroh miranty ramah.. cukup membuat Bian bungkam.namun matanya menyipit melihat ke arah Handry yang tengah memamerkan senyum manisnya ke arah miranty,membuat dalam jiwanya mendidih ,meronta ingin menjitak kepala plontos di depannya,


" Ya sudah,cepet balik!,nanti zsasa mencari cari".gusar Bian tanpa menoleh ,matanya kini menghunus tajam ke arah sahabatnya yang tidak di pungkiri pesona kegantengannnya tak bisa luntur walau di cuci berkali kali.

__ADS_1


Sedang Miranty merasa tergugu dengan tingkah polah Bian.Ia sengaja menikmati aroma kecemburuan dari lelaki yang tengah mengibarkan bendera gengsinya secara gede gedean di hadapan sahabat nya..ada rasa yang menghangat di dasar hatinya,sepercik bahagiapun tercipta di sana.


Melihat suasana itu mode jahil Miranty meradang,seraya duduk di samping suaminya.


"Apa,boleh Saya temani Tuan?"bisik Miranty di telinga Bian..Bian menoleh kearahnya yang tengah tersenyum misterius.


" Ini urusan kantor bodoh,kau tidak usah ikut campur,"jawab Bian geram, dengan gigi nya yang gemeretuk.pertanda amarahnya sedang memuncak..


Miranty di buat sedikit jengah dengan sikap Bian yang kembali pongah di hadapan Handry.namun Ia sudah terlanjur mendaki terjalan gunung es yang mendinding di sekenario kisah nya bersama Bian.Ia mengusap dadanya untuk menawar rasa sakit karena ucapan suaminya..


" Baik lah..di makan kuenya ya A .Saya permisi!"ucap Miranty seraya berlalu meninggaplkan keduanya yang tengah bergulat dengan perasaan masing masing.


Handry bermaksud mengambil kue lapis legit yang aromanya sangat nenggugah selera.namun tangan Bian mencegatnya dengan sigap.


"ihs..lho kenapa..? Gue kan pingin cicipin kue buatan kekasih gue.." dengan santainya Handry meloloskan kalimat itu tanpa dosa.mata Bian membulat.nyalang seakan mau menerkam. namun Handry sedikit pun tak bergidik apalagi harus ngeri melihat sahabatnya yang telah di penuhi amarah.


"Kenapa Bro?,apa Gue salah?." cicitnya seraya memasukan kue lapis yang berhasil Dia ambil ke mulutnya..


"lha, Lo kan udah ikhlas nyerahin Nona muda ke Gue kemaren,dan Gue pun nerima Dia dengan sangat ikhlas pula, kenapa kali ini Lo jadi sewot,bukan tipikal Lo ,kan amnesia sama ucapan Lo sendiri?!," sungut Handry dengan pede nya.


"jdarrrrr!!!!Bian di tampar ucapan Handry.yang seratus persen Ia pun ingat dengan ucapannya sendiri tempo malam,sungguh Ia menyesal melontarkan kata yang tentunya bakal menjadi masalah di kemudian hari..Ia tak mengira jika Handry menanggapi semua ucapannya dengan serius.


" Lupakan itu,Dia istri Gue."Bian menebar tatap membunuhnya.


"Istri????Hahaha..istri yang Lo lempar bahkan di malam pertama pernikahan ,Terlambat.karena Gue sudah terlanjur jatuh cinta sama Dia.dan Gue tak akan membiarkan seorangpun menyakitinya,"jawab Handry dengan tatap tajam dan senyum sinisnya.


"Brakkk!!!!!,Bian memukul meja di depan nya.prannng!!!!!. trakkkkk!!!! meja kaca itu remuk.pecah berkeping keping.crasssh!!! tangan Bian tertusuk beberpa pecahan kaca,darah segarpun mengalir dari robekannya .namun Ia tak menghiraukan luka lukanya ,dan tetap menatap tajam ke arah Handry, tangannya meraih kerah baju Handry dengan kasar.


"Jika Lo berani mengusik Gue,Gue tak segan melemparmu ke jalanan"ancam Bian dengan amarahnya yang berkobar,Namun Handry terlihat tidak gentar dengan ancaman bosnya itu.


" Lo mau pecat Gue???, Lo kira Gue takut heh!!!.pecat saja, asal Lo tahu,Gue sudah muak dengan segala tingkah Lo yang seenak jidat.,sekarang saatnya Lo harus tahu dan menghargai posisi Lo sendiri,apalagi menyakut wanita yang tulus Gue cintai,jangankan jabatan bahkan nyawapun akan Gue pertaruhkan untuknya." balas Handry tak kalah sengit...

__ADS_1


Dan tak ayal lagi Bian dengan semangatnya segera melayangkan tinju nya ke wajah Handry,


" JDOT..!!!!" tinju Bian bersarang di pipi kiri Handry,membuat Handry sedikit terjengkang karena Ia tak pernah mengira, jika Bian akan bertindak sekasar itu padanya,seorang sahabat yang hampir limabelas tahun selalu berjuang untuk kesuksesannya.


Handri menegakan kembali tubuhnya pada posisi kaki nya yang memasang kuda kuda pancuh.


" Jeddot!!!!! " bogem mentah Handry bersarang,di disisi hidung sebelah kanan Bian, membuat Bian terhuyung dan hampir saja terjerembab ke bawah.di mana pecahan kaca masih berserakan siap memangsa wajah tampannya, namun entah kapan tiba tiba saja Miranti berada di antaranya, dengan mulus ia berhasil menahan tubuh tegap Bian hingga tidak tersungkur mencium kaca yang berserakan. di lantai,


Tangan kanan Miranty meraih pinggang lebar Bian dengan kuat sedang tangan kanannya dangan sigap menangkis tangan Handry yang kembali melesat akan meni ju Bian. lalu mencengkram tangan besar berotot itu dengan kuat.dan tangan Handry bagai terkunci dalam cengkraman jari jari lentik nya..


Handry yang menguasai beberapa di siplin ilmu bela diri sontak di buat kaget dengan kekuatan tangan kecil Miranty hingga ia merasa kesulitan untuk melepas tangan nya sendiri.


"Berhenti!!!! " seru Miranty dengan nada yang terdengar menakutkan .mata lembutnya nampak nanar menatap Handry..sedang tangan kirinya kini! membentang di depan dada Bian ,karena Bianpun meronta akan kembali melayangkan pukulannya pada Handry.


"redakan amarah kalian!!!,nadanya sangat dingin dan sanggup membuat kedua lelaki itu terpaku di tempat masing masing,


" Kalian orang orang terhormat,dan berkedudukan tinggi,tak seharusnya meluapkan emosi untuk masalah yang masih abu abu ",


"Tapi Mir,Aa tak rela si brengsek ini memperlakukanmu semena mena,bahkan Ia akan menjualmu dan menjadikan mu seorang pelacur, " sela Handry dengan sengit.


" Tentu saja Gue Tak sungguh sungguh dengan ucapan itu bodoh!" bentak Bian. tak kalah tinggi.


" Diam! dan berhenti kataku!.,dengan suara yang memberat, Miranti pun mendorong kedua tubuh besar itu hingga terjerembab di sofa masing masing.


" Aku tahu semuanya A,tapi tidak perlu melakukan tindakan bodoh ,hingga harus mempertaruh kan persahabatan kalian , kang Bian ,dan A Handry.baru beberapa jam saja belum lama mengenalku,sedangkan persahabatan kalian ntah sudah berapa lama, kalian pun tidak tahu kedepan apakah Aku ini memang pantas untuk Aa bela sebagai seorang sahabat,atau kang Bian jaga dan pertahankan sebagai seorang istri. kalian berdua pun tidak tahu seberapa pantas Aku ada diantara kalian," ucap miranty lirih,namun sanggup menembus relung relung hati keduanya,.


" Saat ini,lebih baik kita mengeratkan hubungan persahabatan kita lebih erat.agar kita dapat ?hikmah dan pahala dari yang kuasa,


untuk A Handry.mira minta tetaplah untuk berada di posisi Aa sebagai sahababat dan kakak yang bijaksana untuk Mira,hingga suatu saat Mira menemukan jalan dimana mira harus pulang jika mira tersakiri. dan mengensi hubungan ku dengan kang Bian yang entahlah harus di sebut apa.mira pun memohon.Izinkan Mira dan kang Bian menyelessikan dan menjalaninya sendiri," papar miranti seoah sedang menceramahi dua bocah keci yang sedang merajuk karena berebut mainan..namun sukses membuat Bian dan Handry membisu. Handry merasa malu yang semula berniat menjadi pahlawan.namun ternyata dirinya kesiangan.karena bagaimanapun Ia tak berhak mencampuri urusan rumah tangga orang,,apalagi mengklaim sebagsi kekasih dari istri orang.


"Mampus Lo Botak, ! seandainya Gua tahu.istei Gue aslinya seoerti ini.Gua juga mikir tujuh kali untuk menyumpah serapahnya' bodoh" Bian bermonolog lantang dalam batinnya.

__ADS_1


__ADS_2