
Hentakan suara musik yang agak keras di susul suara derai tawa yang bersahutan telah membangunkannya dari tidur yang nemang tidak terlalu nyenyak,berbagai masalah yang tengah menimpa mengacaukan fikirannya.bahkan semalam Ia telah kehilangan status yang di sandangnya sebagai lelaki angkuh dan Arogan dari seorang Ceo yang telah berhasil memimpin dua perusahaan ternama di negri ini..Ia bahkan terisak isak saat memorinya terus menyimpan momen adegan kesedihan Miranty karena kehadiran cinta masa lalunya.mata sayu pria itu terlihat berkantung dan menghitam di sekelilingnya .menandakan Ia kurang tidur karena stres.
Bian memaksa bringsut untuk melihat siapa yang telah menciptakan kegaduhan di pagi ini.
Langkahnya tertatih .Ia merasakan kepalanya sangat berat,dan seluruh sendinya terasa nyeri,namun rasa penasarannya mengabaikan semua rasa nyeri di tubuhnya..Ia menyeret kakinya menuju balkon ruang kerjanya yang menghadap taman belakang.
Ternyata sumber kegaduhan itu nemang dari taman belakang, terlihat Miranty tengah menjadi instruktur senam ringan untuk anak anak.dan satu yang nembuat Ia terpana.di belakang Miranty anak semata waayangnya tengah mengikuti gerakan gerakan yang di contohkan Momynya dengan antusias dan lincah.bahkan sekali kali zsasa membuat imropisasi gerakan yang tidak ada dalam gerakan baku senam itu.dengan memutar mutarkan pinggul dan meliuk liukkan pinggangnya bak goyangan viral pedangdut negri +62 ini,. rupanya itu yang mengundang tawa Miranty dan para Maid yang juga mengikuti acara senam paginya. tanpa terasa Bianpun ikut terkekeh di buat geli dengan tingkah lucu putri yang lolos dari perhatiannya .8sungguh hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di rumah ini.rona suka cita tergambar jelas dalam expresi wajah wajah yang selama ini di paksa bagai robot dalam bekerja.dan nyaris tanpa senyum terpeta di sana. begitu juga yang terjadi dengan putrinya.hari hari lalu yang begitu nengenaskan.tubuh kecil pucat dan kumal itu sirna sudah. semua karena kehadiran seorang Gadis desa yang dijuluki Handry Bidadari tak bersayap dan memang begitu kenyataan yang tentu harus Ia akui juga.
"Oh..Aleysa..bahkan sisa tangismu semalam kau sapu begitu sempurna,kau benar benar bagai bunglon yang sangat manis ," guman Bian di hatinya.
Suara cekikikan tawa itu makin riuh karena kehadiran pak jaja si tukang kebun yang ikut senam dengan tubuh tambunnya.Dia di ledekin zsasa dengan menirukan gaya pak jaja. sukses menggelitik hati Bian hingga terbersit niat untuk larut bersama suka cita putrinya.
Iapun menggusur langkahnya menuruni tangga dengan sedikit terhuyung namun tetap Ia paksakan. sampai Ia pun telah berdiri di depan peserta senam.
Maksud hati ingin ikut apa daya pusing di kepalanya malah semakin bertambah..Ia merapatkan tubuhnya ke dinding dan berpegangan erat pada daun pintu yang berhasil menyembunyikan setengah penampakan tubuhnya dari pandangan peserta senam.namun ekior mata kecil zsasa terlanjur menangkap bayangan tubuhnya yang hampir limbung.
",Daddy...!!," seiring lari kecilnya yang membuat semua gerakan peserta berhenti dan Ikut menoleh kearah Zsasa berlari.
Miranty cepat menyadari kehadiran suaminya di sana yang di sangkanya baru pulang menghabiskan malam bersama Monica.secepat kilat Miranty menahan tubuh tinggi yang limbung dan jatuh andai Ia tak sempat menangkapnya.
"maaf,kepalaku sangat pusing,"lirih Bian dengan mata yang menyipit melihat wajah Miranty yang menatap mengandung sejuta tanya di dalamnya.
Melihat mata Bian yang sembab dan dikelilingi lingkaran mata panda. di tambah kondisinya yang sangat lemah,membuat Ia mereka reka pristiwa yang terjadi semalam..mungkinkah Suaminya kelelahan karena habis bercinta dengan kekasihnya.air mukanya terlihat semerah saga dengan bibir yang terkatup rapat pertanda ada amarah yang selalu berhasil ia sembunyikan di balik wajah lembutnya .berpuluh kata tanya yang seakan berlomba untuk terucap dari bibirnyapun sekuat tenaga ia tahan.mengingat situasinya saat ini ada zsasa dan juga para maidnya, Miranty tak mau harga diri suami dan rahasiah rumah tangganya terexpos bebas meski di lingkungan istananya,
" Mbok...! tolong buatkan teh jahe mint.dan beras krncur buat Tuan ya.". perintah Miranty pada maid yang telah di buat nyaman oleh nyonya barunya
"
Pa Jaja hendak membantu nyonya mudanya menggandeng tubuh majikannya.namun dengan halus di tolaknya .
Ga usah pa.Saya bisa sendiri kok."ucap Miranty sangat sopan.meski pa jaja hanya seorang tukang kebun ,namun miranty memandang pak Jaja sebagai orang tua yang patut untuk di hornati..lantas Dia memapah tubuh tinggi besar ke kamar yang di tempatinya.kamar yang tersambung dengan kamar zsasa.
__ADS_1
Di baringkannya Bian di sana.dengan sesekali memijat mijat kepala yang memiliki mata tak lepas menatap Miranty dengan sorot yang pasrah.
Segelas teh jahe mint sedikit membuat tubuhnya terasa nyaman di tambah asupan beras kencur berhasil menghilangkan rasa perih di lambungnya.
"kenapa sampe bisa masuk angin kayak gini kang.",tanya Miranty hati hati.
"ngga tahu, Aku semalam ketiduran di ruang kerja." seloroh Bian datar. namun sukses membuyarkan prasangka di hati Miranty.
"Oh!,,emang Akang pulang jam berapa? ".
" jam 11 an.saat Kamu kembali ke kamar"'.
"..trus kenapa ga ikut ke kamar?'apa Akang takut Mira perkosa .kalau tidur bersama". kalimat itu nyelonong begitu saja dari mulut Miranty.tak ayal Bian di buat lucu dan terkekeh..
" Hehe...Kalau di perkosa gadis semanis kamu malah anugrah kali," ucap Bian dengan polos dan mendadsk pecicilan..
"Ih..emang dasar buaya ya.,otak ngeresnya ga insaf insaf." seraya mencubit gemas perut Bian
" Akang takut.Kamu jijik di dekat ku..."Guman Bian tiba tiba.membuat suasana yang telah menghangat kembali dingin..
"Haish!!,,sadis banget fikirannya,..kalau jijik ga bakalan nih..mira gandeng gandeng Akang yang belum mandi begini." tukas miranty dengan menepuk paha Bian..
'Bian benar benar di buat nyaman dengan perlakuan Miranty,seperti tak pernah terjadi apa apa dalam hubungannya.hati istrinya itu benar benar lapang menerima Dia dan segala problematikanya.
"Alesya..!!!"
Hem..." Miranty baru ngeh dengan panggilan Bian yang memanggilnya berbeda dengan yang lain.
"Kau membenciku??"
Miranty tak menjawab Ia hanya menggelengkan kepalanya..dan menatap manik mata Bian yang terlihat putus asa.
__ADS_1
"Jika Aku jujur semuanya tentang keburukanku.apakah kamu akan meninggalkanku??." ucap Bian mencoba menyelami perasaan Miranty.
"kalau itu tergantung"' jawaban Miranty tegas
" Maksudnya??" .
"ya tergantung.bila akang mau Aku tetap jadi istri Akang.ya mira akan bertahan .kalau ngga Mau .ya Mira tahu diri kang,"
Sungguh Bian di buat terharu dengan jawaban istrinya. Ia mencoba meraih jari jari mungil itu.laluu membawa ke kepalanya.sendiri seperti seorang anak yang meminta restu ibu nya.
"Berjanjilah..untuk tetap di sampingku meski itu sulit.Bimbing Aku menjadi suami yang baik bagimu.tolong keluarkan Aku dari dunia gelap yang selami ini mengitariku." .!
Ujung bibir Miranty tertarik membentuk lukisan bibir indah yang tersenyum manis.saat mendengar penuturan Bian yang terasa puitis..
"Siap..Kakang prabu!!"kata Miranty setengah berkelekar..Tangan nya diacungkan dengan 2 jari yang membentuk hurup V.
"Aku serius Al. .Bian menggoyang goyangkan tangan Miranty.seakan kurang yakin dengan sikan.
"Kang...biarkan pernikahan kita mengalir seperti ait yang jernih.agar kerikil pasir serta riak dan gelombang yang mengikutinya terlihat jelas,.supaya kita bisa nemungut dan mengurai kannya dengan baik,Aku tidak punya alasan untuk menghakimi Akang dengan hadirnya bayangan masalalu dari kehidupan .Akang sebelumnya.karena Aku yang terlanjur datang saat Akang masih berjibaku dengan masalalu yang belum usai.karenanya Aku akan mencoba menjadi patner hidup yang akang butuhkan meskipun bukan istri yang Akang inginkan." Miranty menjawab semua keraguan Bian dengan panjanģ lebar. dan membuat Bian bungkam . pemikiran bijak seorang Miranty telah mengikis habis semua keegoan yang bercokol di kepalanya
dengan reflek Bian memeluk Miranti sangat erat sebagai expresi kelegaan dan kebahagiaan hatinya..dan sejenak Miranty menikmati rengkuhan suami yang belum pernah menyentuhnya dengan membalas pelukan dan nencari posisi ternyaman di dada Bian.
Sebenarnya ada alasan yang sangat kuat,sehingga miranty sanggup untuk bertahan di samping .sebuah konsfirasi besar yang sangat pelik tengah terjadi tanpa Bian sadari.Miranty telah menemukan beberapa kejanggalan di rumah maupun di dalam tubuh suaminya..karena itu Ia bertekad mengusut tuntas semuanya.
Konsfirasi apa itu???,
Bersambung ...
❤❤❤❤ .
Hai Readers...coba like dan komennya ya..biar Emak semangat updetnya.dan di usahakan tiap hari..🙏🙏🙏
__ADS_1