Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin

Oke . Kamu Buaya Aku Kadalin
Bumerang.


__ADS_3

"braakk!!!.kaki Bian menendang meja dan kursi yang ada ditaman .Emosinya sangat tidak terkontrol.Ia benar benar merasa di pecundangi oleh kedua orang tuanya serta keluarga mendiang istrinya.sehingga harus menghadirkan seorang Alesya di kehidupannya.


Miranty nenatap sedih kemarahan suaminya.Ia sebenarnya bisa memahami perasaan Bian.namun ini semua demi kebaikan Bian sendiri.yang selama dua tahun terakhir sikap dan tindak tanduknya sangat di khawatirkan.terlebih dengan kehadiran .Monica yang di anggap.menjadi pemicu keberangan orang tua Bian dan juga pihak keluarga mendiang istrinya. mengingat Bian memiliki seorang putri yang selayaknya Ia jaga.namun mata mata mereka menemukan kejanggalan atas sikap Bian yang seolah menutupi keadaan putrinya.bahkan Bian cenderung menelantarkan putrinya sendiri demi kebersamaannya bersama Monica.


Itulah sebabnya.kedua pihak orang tua memberikan surat kuasa itu agar keberadaan Miranty tidak terusik oleh ego Bian yang arogan.


Miranty masih mematung membiarkan lelaki yang telah sah menjadi suaminya itu meluapkan emosinya.."Biarkansajalah..biar Bian sedikit merasakan apa yang dinamakan kekecewaan..."hati Miranty bermonolog .


Meja dan kursi Taman di sana telah berhamburan tak karuan letak.Bian ingin sekali meringsekan semua benda yang disana.namun sayang.kedua tangannya terlalu sakit untuk di gerakan.hanya kedua kakinya yang mampu mengambil peran ekploitasi kekecewaannya.dan Bian hendak membenturkan kepalanya ke sebuah pohon mangga yang ada di sudut taman.namun Miranty dengan sigap meraih tubuh tegap Bian dan membawanya ke dalam pelukan dirinya.Seraya mendekap tubuh Bian erat memberikan elusan hangat di punggung Bian.


"Tenangkan dirimu tuan.percayalah..semua akan baik baik saja.ini semua demi kebaikan mu. !" lirih Miranty di telinga Bian yang sukses membuat


Bian meremang.


Deg!...separuh jiwa Bian terasa lolos.ada rasa damai di dekapan gadis kampungnya.sehingga amarahnya tidak kembali bertengger di ubun ubun ..sejenak ia menikmati pelukan yang memang terasa tulus..namun hentakan egonya terlalu mengacau rasa yang hampir meleleh. kembali beku seperti bongkahan balok es abadi yang senantiasa bermukim di ujung jantung nya.


Dengan kesabaran tingkat dewa.Miranty lantas membawa suaminya ke ruang makan.mendudukannya di kursi karena tubuh Bian terlihat melunglai


.Entah karena sisa pergumulannya semalam.atau krena amarah yang telah di luapkannya barusan hingga.tulang tulangnya terasa dilucuti.Ia tidak sanggup lagi mengkasari Istrinya..tenaganya telah tekuras .belum lagi rasa nyeri yang menyergap di pergelangannya serta rasa lapar yang tiba tiba berdemo minta di isi.membuat dirinya semakin frustasi.Ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi makan .pasrah saja dengan apa yang Miranty lakukan padanya.


Sementara Miranty.di hatinya tengah terjadi perang dahsyat.antara rasa jijik pada lelaki yang bernama Biantara .dan rasa baktinya pada suami.menjebak perasaannya yang seakan saling baku hantam.namun ia terpaksa nengesampingkan semua itu.demi sebuah misi mulia.ia bertekad menyusun kembali retakan kasih sayang yang seakan telah patah di tebas angkara.menyisakan tangis pilu di hati putri kecil yang telah sanggup mencuri cinta dan kasih sayang nya.


Miranti membawakan segelas air untuk suaminya.lantas dengan sangat hati hati Ia meminumkan nya dengan memegang bahu Bian.


"Minumlah dulu Tuan.biar badanmu sedikit segar." .ucap Miranty tulus.dan Bian tidak menolaknya.bahkan Air itu habis tak tersisa .


Sesaat lalu.Miranti menyajikan makan siang yang mungkin sudah ke sorean.


Perut Bian yang memang sedari tadi telah berdemo.semakin meronta.melihat hidangan di depanya yang sangat menggugah selera.

__ADS_1


Harumnya aroma sate maranggi dan sajian sambal nya membuat Bian ingin segera menyantapnya..namun lagi lagi tangannya terasa sakit.akibatnya ia hanya bisa membulatkan mata dan menelan salivanya .mungkinkah Miranty akanmengerjainya??..satwa sangka burukpun spontan bebas berlalu lalang di hatinya.


Lagi lagi Miranty faham dengan situasi dan kondisi Bian.seraya tersenyum menggoda lelaki selapar singa di depannya.


"mau Saya suapin.atau menunggu kekasih mu pulang Tuan??".tanya Miranty dengan senyum yang lagi lagi menggoda.


"Aku sudah sangat lapar." cicit Bian dengan tak sabar.


Melihat itu.sang istri tak maksud lagi menggoda.seraya mengambil nasi dan satenya.,


"aaaa!.Miranty meminta Bian membuka mulutnya.dan Bian langsung menyantap nya dengan lahap. seperti sudah lama tidak makan.


"Pelan pelan dong makannya Tuan!.nanti bisa keselek." ucap Miranty terkekeh.


Namun Bian sedikitpun tak menghiraukan ucapan Miranty.Ia semakin menikmati makanannya.


"Enak???."'tanya Miranty di sela kegiatan menyuapinya.


".Mulai saat ini.semoga Tuan Bisa lebih mengontrol emosi terlebih di hadapan zsasa..jika memang Tuan tidak mungkin menganggap saya sebagai istri .bisakah Tuan menggap Saya sebagai sahabat.atau patner kerja sehingga Kita tidak perlu saling melukai." Kata Miranty di sela suapan terakhirnya di mulut Bian.


Namun Bian tetap tak bergeming.tapi jujur hatinya mulai mencerna kata kata istrinya dengan seksama.


"percayalah Tuan.! Saya bukan orang jahat.yang akan merongrong harta mu...meskipun Saya cuma seorang gadis kampung yang miskin.inshaalloh tangan Saya masih bisa menghasilkan sesutu untuk sekedar menghidupi kebutuhan Saya.dan Saya tidak pernah tertarik dengan harta yang bukan milik Saya.." Tegas Miranty lagi.seraya membereskan bekas makan Bian dengan cepat.


"Bila hanya untuk jadi wali dan pengasuh anak ku.mengapa kau memaksakan diri untuk menjadi istriku??" ucap Bian penuh selidik.


Miranty menghela nafas panjangnya sebelum menjawab pertanyaan Bian yang terdengar tidak adil."Siapa juga yang memaksa jadi istrinya"hati Miranti membatin.


"Seperti yang tuan ketahui.dan pernah juga Kita bicarakan bukan.?.Saya terjebak diantara kodrat dan bakti pada orang tua.dimana ridlo nya Alloh terletak pada ridlo orang tua..Saya tidak bercita cita menjadi anak durhakaTuan!.dan merka sebagai orang tua.cuma merasa khawatir akan kehormatan anaknya.secara.mereka mengetahui reputasi tuan sebagai penakluk perempuan perempuan selebrity di seantero negri ini.mereka takut terjadi hal yang tidak diinginkan bila Saya ada di dekat tuan.".

__ADS_1


"mengapa mereka ga berfikir.kalau kau bukan gadis seleraku..jadi tidak mungkin kau ku jamah".cicit Bian dengan sinisnya.


" Ya..namanya juga orang tua Tuan,terkadang sikap mereka berlebihan.tpi itulah..wujud kasih sayang mereka kepada anaknya.mungkin setelah zsasa besar nanti.Tuan pun akan demikian.dan memprotek zsasa sedemikian rupa." jawab Miranty sengaja menyebut nama Zsasa.ia ingin menyelami perasaan Bian.sebesar apa masih adakah perhatiannya untuk zsasa..


Sejenak Bian tercenung .kata kata Miranty tentang zsasa sukses mencubit nurani nya.Ia pun menundukan kepala seperti tengah mencari mutiara di hatinya..mengapa Ia bisa tidak memperhatikan gadis kecil yang dilahirkan mendiang istri yang dulu sangat Ia cintai.


"Lalu sampai kapan kau akan membuatku sakit seperti ini.hem.?."Bian malah mencoba sembunyi dari kejaran rasa yang tengah di selami Miranty.


" Yey..itu kan ulah Tuan sendiri.mengapa saya di salahkan?"


" Tapi ini kan perbuatan mu Nona monster." Bian mendelikan matanya.sedang Miranty malah terkekeh.


"makanya Tuan,jangan kasar sama wanita.bahkan seekor semutpun akan menggigit jika di injak injak.begitupun dengan Saya."Miranty pura pura merajuk.


""Ya sudah..antar Saya ke dokter.atau panggilkan doktet Edo kemari."


"Untuk???"


" Ya untuk mengobati lenganku bodoh.,atau kau akan ku seret ke penjara atas tuduhan KDRT."!


"kalau begitu seret aja.biar kita sama sama masuk penjara.Tuan sendiri kan.yang pertama melakukan KDRT. dan sebaiknya sesama pelaku KDRT.jangan saling mendahului oke?" sahut Miranti dengan senyum jahilnya.


"Aaaakh..mengapa kau banyak omong sekali,cepat antarkan Aku ke dokter'!"


"Oke..tapi ada syaratnya,"


"apa maumu hah!!."


"jika tanganmu kembali baik.Saya tidak ingin Anda mengulang perbuatan kasar pada siapapun.terlebih di hadapan zsasa..dan bila Tuan melakukannya lagi.saya pastikan itu akan jadi bumerang.Akan saya patahkan tanganmu sekalian,dan saya juga tak akan segan melempar anda kejalanan. menjadi seorang gembel tuna harta .dan dapat di pastikan kekasihmu pun akan pergi meninggalkan mu." Tatap Miranty tajam.seperti pedang yang terhunus ke wajah Bian

__ADS_1


lagi lagi nyali Bian merasa ciut.ia tak mengira jika istrinya ternyata bukan gadis kampung yang lugu seperti bayangannya.


" Baiklah..Aku setuju."ucap Bian tiba tiba.entah Ia tulus atau karna ia sudah tak kuat menahan sakit di kedua pergelangan tangannya.bahkan skarang terlihat kedua tangan Bian membiru dan aga membengkak.rasa panas dingin pun mulai terasa di sekujur tubuh nya..


__ADS_2