
Sebulan telah berlalu.Miranty menyandang status Nyonya Biantara Ardi Wiguna,dengan tidak seperti suami Istri pada umumnya.Bian memilih tidur terpisah dengan Miranty,Ia tetap menempati kamar .atas sedang Miranty menempati kamar bawah ..
Sebenarnya Miranty merasa tidak enak dengan keputusan Bian untuk tidur di kamar terpisah.tapi biar sajalah seperti itu. Ia ingin menata hatinya dulu. dan ingin memberi kesempatan pada Suaminya untuk menyelesaikan masalalu nya dengan Monica secara baik baik.bagaimanapun Sebagai sesama wanita Miranty bisa merasakan kalau orang yang sangat di cintainya di paksa harus menjadi milik orang lain.meski itu dengan alasan demi harta dan orang tua.
Miranty di buat tak mengerti mengapa juga Monica menyetujui Bian menikahinya kalau benar benar Monica mencintai Bian.walaupun ada ancaman Bian akan di singkirkan dari keluarganya.toh Bian tidak akan benar benar jatuh miskin.Suaminya orang yang cerdas. dan sukses dalam bisnis.hasil usahanya selama ini telah menumpuk,jika Monica bisa menerima Bian apa adanya situasi seperti saat sekarsng tidak akan pernah terjadi.bahkan mungkin Monica telah berbahagia bersama Bian .
Itulah sebabnya Miranty mencoba bertahan.selain hatinya telah terpaut oleh zsasa.Ia juga mencium gelagat keserakahan pada Monica yang mungkin saja bisa meluluh lantakan semua kehidupan suami dan keluarganya..terlebih zsasa yang ternyata seorang Baby milioner pewaris tunggal perusahaan ELBI group peninggalan mendiang Ibunya.yang saat ini di kelola oleh Bian .sampai Zsasa berusia 18 tahun,
Miranty sudah bertekad melindungi zsasa.dari orang orang yang tidak menginginkan keberadaannya di dunia ini termasuk Monica..
Sementara Bian,dirinya makin di buat terpesona oleh ' istrinya.meskipun Miranty nenunjukan sikap belum mau di sentuh,tapi dalam urusan lain seperti melayani makan .dan menyiapkan segala keperluan Bian Miranty sangat sangat telaten.terlebih dalam mengurus zsasa..makin hari zsasa makin terlihat sehat dan bersih.paranya juga kelihatan bersinar dengan pipi yang mulai kelihatan cuby.serta tubuh yang kian berisi. namun Bian tidak mau mrngoyak benang sutra suci Miranty Ia tak ingin menoreh luka terlalu dalam.bila takdir memutusksn Ia harus menikahi Monica karena kehamilannya.
Bian sedang menunggu waktu yang tepat.untuk mengungkapkan .kenyataan itu.meskipun sungkan mengatakannya..Bian tak ingin kebahagiaan kebersamaan bersama istri dan anaknya segera cepat berlalu. mungkin itu egois tapi Ia Belum sanggup meninggalkan tempat ternyaman nya saat ini..dimana rasa lelah dan letihnya setelah seharian bekerja di kantor bisa seketika sirna saat Ia telah bertemu dengan dua bidadari cantiknya yang telah nemberinya rasa bahagia di hatinya..di kantor ia semakin tidak betah terlebih di sana ada Monica.yang setiap hari selalu membikin ulah untuk menyita perhatiannya dengan alasan kehamilannya.Bian juga merasa heran kemana bongkahan rasa cinta yang selama ini tergadai untuk monica saja..mungkinkah karena kehadiran Miranty?? entahlah...yang jelas saat ini kesadarannya seperti mulai datang menempati bilik hati yang selama ini gamang.Ia nerasa jika hari harinya bersama Monica selama ini hanyalah rasa ketidakberdayaannya menahan lecutan ***** yang kerap kali memperdaya dirinya saat bersama Monica.dan itu telah berlangsung lama bahkan sejak Elena mengandung zsasa,
Mengapa saat ini Bian baru merasa bersalah.pada Elena yang telah dikhianatinya sedemikian gila,Ia mengabaikan semua cinta istrinya demi kesenangan mereguk kenikmatan bersama Monica..bahkan saat Elena meregang nyawa sesaat setelah melahirkan Zsasa.Ia sedang memeras peluh gairah di sebuah hotell milik nya di kota paris .
Rasa nyeri sesal mengapa baru kali ini Ia merasakannya.lalu kemana jiwanya pergi selama ini? Bian benar benar merasa frustasi diamuk berbagai rasa dari kenangan kelakuan buruk masa lalu yang begitu saja datang menyerbu penguasaan dirinya tanpa ampun..
,Sejak insiden Miranty hampir meremukan tangannya.sejak Miranty dengan paksa memeluk dirinya.Bian seperti mendapatkan kembali separuh jiwanya yang telah hilang.rasa sayang terhadap putrinya tiba tiba hadir menguasai jiwanya. dan ia tak mengerti kenapa bisa selama ini Ia mentelantarkan putrinya di rumahnya sendiri.bahkan Ia tidak habis mengerti saat Dia ingat telah meninggalkan Miranty di jalanan di malam pertama pernikahannya.
Sebagai seorang yang cerdas tentu saja Bian menyadari ada reaksi abnormal pada dirinya selama ini.saat ia telah merasa mencintai Monica dengan membabi buta.hingga Ia mengabaikan segalanya.termasuk pengeluaran uang peibadi atau pun perusahaannya demi memanjakan hoby sang sekretaris barby yang sangat di pujanya..
'Apa yang telah terjadi padaku selama ini?,dan apa yang telah kau lakukan padaku Monica??'pertanyaan pertanyaan itu kini berlalu lalang di benaknya.membuat Ia bersikap hati hati menghadapi perempuan yang telah menampakan wajah aslinya sedikit demi sedikit .atau mungkin sebenarnya Ia baru menyadari nya..
Bian masih berkutat di depan laptopnya padahsl waktu telah menunjukan pukul 6 sore..satu minggu ini Ia benar benar sibuk dengan urusan perusahaannya.betapa Ia menemukan banyak pengeluaran dana yang hampir tidak terkendali dengan setatus tak jelas.dan banyak kerja sama yang tiba tiba saja di batalkan oleh kliennya tanpa alasan jelas juga..itu sebabnya Ia kini menjadi super sibuk sampai sudah tiga hati Ia menginap di kantor.mengabaikan rasa rindu pada pada kedamaian di rumahnya.begitu juga rengekan Monica yang kerap ingin membawanya ke atas ranjang di tepisnya dengan halus.Ia benar benar fokus dengan perusahaan nya.dan Ia tidak memilih monica untuk menemaninya kerja seperti biasanya..Bian lebih memilih Handry untuk menemaninya.
__ADS_1
Tentu saja Handry di buat heran sekaligus bahagia melihat perubahan sikap Bos yang sekaligus sahabatnya itu kini telah menyadari posisi dirinya sendiri.karena selama ini Dialah yang banyak menghandle perusahaan sedang Bian seperti hanya sebagai figur saja.
Sebakiknya dengan Monica,melihat sikap Bian yang terkesan dingin kepadanya .cukup membuat Monica uring uringan.namun dengan alasan Bian demi menjaga kesehatan janin yang di kandungnya.membuat Monica sedikit lega.ternyata Bian sangat memperhatikan kandungannya.hingga Monica bisa tersenyum licik di baliknya."
"Apa sebaiknya ,Anda istirahat dulu Bos!,sudah tiga hari ini Anda,tak pulang ke rumah." Ucap Handry yang melihat keadaan Bian sudah sangat kelihatan letih.
"Masih banyak yang harus di selesaikan ,kalau Lo mau pulang ,pulang aja," Jawab Bian dengan tudak pandangan yang masih tetap fokus ke layar tapi kedengaran nadanya datar.panggilannya juga sudah santai dengan memanggil" Elo" padanya.seperti panggilan di luar kantor.
"Bukan begitu.tuh Istri dan anak Lo,khawatir.apalagi sedari pagi handphonmu ga aktiv 'apa Lo ga kangn mereka???."
pernyataan Handry sukses membuat Bian menghentikan kegiatanya.
"Yang bener?,Aleysa nanyain Gue??." selidik Bian tak percaya.
"nih..lihat saja.wa nya."Handry merogoh benda pipih dari saku kemejanya.baru saja mau memoerlihatkan wa nya pada Bian.benda itu sudah berdering nyaring tanda ada panggilan.
"Assalamualaikum A,"
"waalaikum salam,"
"Aa..apa Akang masih di kantor?"suara Miranty di sebrang sana jelas menanyakan keberadaan Suaminya.Handry tak urung menjawabnya,karena Bian terlanjur merebut Handphonnya.seraya memijit tombol vidio. dan jelas disana.wajah Miranty yang masih mengenakan mukenanya.di sisinya telihat ada zsasa yang sama mengenakan mukena.pemandangan itu sungguh membuat damai di hati Bian.
Melihat tampilan dilayar Handphonnya adalah lelaki yang di tanyakannya sontak membuat Miranty merona,ketahuan bila Ia sedang menanyakan keadaan Bian,.
"YA Aku masih di sini.sama si Botak." ujar Bian seraya nengedarkan kamera Hp nya ke seluruh ruangan itu.agar Miranty tahu kalau Ia benar benar ada di ruang kantornya..
__ADS_1
"Assalamualaikum Bang Toyiiiib.,"Salam Miranty dengan canda yang di sengaja untuk nenutupi rasa kikuknya..tanpa sadar Miranti menggigit bibir bawahnya yang sukses membuat Bian terpana..
"Daddyyy.!!,suara nyaring zsasa tiba tiba mencaplok suasana canggung diantara mereka. Ia menyembulkan wajahnya di layar monitor.
"Hallo cantiknya Daddy..." sapa bahagia Bian melihat putrinya yang ceria ,.perasaan damai seketika memenuhi ruang batinya,melihat pemandangan anak dan istrinya dalam balutan busana Ibadah,Ia merasa terharu.selain mengurus fisiknya ternyata Miranty juga membimbing akhlaq dan pendidikann putrinya.
"Daddy...Sza angen.Daddy apan pulang!!"zsasa merajuk memprotes Daddy nya yang sudah 3 hari tidak pulang,sampai Miranty menyindirnya dengan panggilan Bang Toyib.,betapa Bian terenyuh dengan pernyataan putrinya.Ia semakin mendekatkan wajahnya ke kamera,seakan ingin melintasi dimensi ruang dan jarak diantara mereka.wajahnya yang terlihat letih jelas terclioseup di layar itu.
"Zsasa benar benar Kangen Deddy kah?
"ya. Zsa angen..,Mommy cuga angen.,,," celoteh bocah kecil itu.dengan membrengutkan wajah mengexpresikan kekecewaannya.
,"Apa benar Mommy.juga Kangen Daddy" selidik Bian seakan ingin menelisik warna hati seorang Miranty terhadapnya namun gadis kecilnya. tidak berkata apapun hanya lirikan kecil mengitari wajah cantik Momynya ,
"Apa Daddy sudah makan?" ucap Miranty menciba mengalihkan rasa penasaran Bian untuk perasaannya.namun tetap membuat hati Bian menghangat kala mendengar panggilan Miranti padanya di saat bersama zsasa,.
"Belum," spontan Bian.
"Si Botak ini,tak memberiku makan Mommy.!" ucapnya lag dengan nada mersjuk seraya mengedarkan arah kamera pada Handry.,kontan Handry di buat kaget dengan ulah Bosnya.mengundang sifat jahilnya meradang.
"Bukannya ngga mau di kasih Nona..habis si Bosnya kolokan,masa minta Aku suapin,ya Aku ogah..secara Aku kan Bencisnya ga tulen amat Non!.ga level kalo mesti nyuapin Buaya macam ni orang.."seloroh Handry dengan mimik pura pura kesal.Miranty terkikik geli melihat melihat kelakuan absrud dua sahabat yang terkadang bertingkah sengklek.
"Ya sudah...,klo Akang masih betah jadi bang Toyib,Mira antar makanan,kalau mau pulang Mira siapin di sini,"
" Akang pulang aja "spontan Bian menjawab dengan mantap,"
__ADS_1
"Holeeee.,Daddy..pulang...!!!,"Sorak zsasa begitu girang..Bian nakin tersentuh ,karena baru kali ini ia menyaksikan kegirangan putrinya menunggu kepulangannya setelah sekian lama beku tanpa expresi apapun..