om duda, merry me

om duda, merry me
Bab 33 : Memulai rencana


__ADS_3

Gael sudah tiba di rumah dan ia langsung melangkah menuju kamar nya setelah menyalami bunda Melisa dan ayah Hans yang sedang bersantai di teras depan di temani secangkir teh dan beberapa kue buatan bunda Melisa.


Rencana nya setelah membersih kan diri nya Gael ingin menemui sang keponakan untuk mencari tau segala sesuatu tentang Ica, karna Gael yakin akan mendapat banyak info dari keponakan nya itu.


Tok Tok Tok


Gael mengetuk pintu kamar Carol yang tidak jauh dari kamar nya, setelah selesai membersih kan diri Gael langsung menuju kamar sang keponakan karna ia tidak sabar untuk mencari tau tentang Ica.


" Masuk !" Jawab Carol dari dalam kamar nya.


Ceklek


Gael segera membuka pintu kamar keponakan nya itu dan terlihat Carol yang sedang memain kan handpone nya di atas ranjang.


" Loh Uncle, Caca kira siapa ?" Kaget Carol karna tumben sekali sang Uncle mampir ke kamar nya.


" Emang Uncle gak boleh ke kamar ponakan Uncle sendiri hem ?" Tanya Gael mendudukan diri nya di kursi meja rias milik Carol.


" Ya boleh, Caca cuma heran aja tumben banget Uncle ke kamar Caca, pasti ada sesuatu yang penting kan ?" Jawab Carol seraya menebak-nebak dan ucapan nya pun tepat sasaran.


" Kamu emang selalu mengerti Uncle Ca !" Ucap Gael dramatis membuat Carol terkekeh pelan.


" Ada apa sih Uncle, apa yang pengen Uncle omongin, bikin Caca kepo ih ?" Tanya Carol beralir duduk di pungggiran ranjang dan fokus terhadap sang Uncle, karna jarang sekali Gael mau berbagi cerita seperti ini.


" Tapi sebelum Uncle ngomong, janji ya kamu jangan ngetawain Uncle, awas aja kalo kamu sampai ketawa nanti !" Ucap Gael menatap Carol penuh ancaman karna ia merasa malu untuk berbicara jujur, Gael pun harus mengumpul kan seluruh keberanian nya saat ini.


" Iya iya janji, apa sih Uncle cepetan ah penasaran nih ?" Jawab Carol tidak sabaran karna ia merasa sangat penasaran dengan apa yang mau di bicarakan oleh Gael sehingga ia di larang untuk mengetawai nya.

__ADS_1


Gael pun langsung menarik nafas perlahan dan ia hembuskan secara perlahan pula, karna jujur saja Gael merasa malu untuk berkata yang sebenar nya pada sang keponakan.


" Uncle suka sama sahabat kamu Ca !" Ucap Gael dengan nada lirih tetapi Carol masih mampu mendengar nya.


Bibir Carol berkedut menahan tawa, jika saja tadi sang Uncle tidak mengancam nya sudah pasti saat ini Carol sudah tertawa terbahak-bahak, tapi Carol juga merasa terkejut saat tau jika sang Uncle menyukai salah satu sahabat nya, ia tidak menyangka jika Gael akan kepincut dengan gadis belia yang baru saja menjadi seorang mahasiswi.


" Biar Caca tebak pasti Uncle suka sama Ica kan, hayo ngaku, bener kan tebakan Caca ?" Jawaban tidak terduga yang di berikan oleh Carol membuat Gael melototkan mata nya, berani sekali ponakan nya itu meledek diri nya.


" Udah tau pake nanya !" Ketus Gael menutupi kegugupan nya karna sang keponakan ternyata bisa menebak jika diri nya menyukai Ica.


" Hahahah, sudah ku dugong, Uncle pasti kepincut sama seorang Arisaa Diamanda, Caca akuin pesona seorang Ica emang gak kaleng-kaleng sampe bisa bikin seorang Gael haydar Guinandra klepek-klepek !" Ledek Carol dengan senyum puas nya, mata Gael semakin melotot mendengar ucapan keponakan nya itu.


" Gak usah ketawa Ca !" Ucap Gael dengan suara datar yang membuat Carol merinding mendengar nya, Carol pun segera menghentikan tawa nya sebelun sang Uncle berubah ke mode senggol bacok.


" Hehehe maaf Uncle Caca kelepasan !" Ringis Carol sambil terkekeh kecil saat melihat tatapan tajam sang Uncle.


" Semua tentang Ica !" Jawab Gael singkat membuat Carol mengangguk-anggukan kepala nya tanda mengerti.


" Oke Caca mulai dari biodata Ica aja ya !" Ucap Carol dan menjelaskan semua tentang Ica dan Gael pun fokus mendengar kan apa yang di jelaskan oleh keponakan nya itu.


" Jadi dia beneran belum pernah pacaran ?" Respon Gael setelah Carol selesai menjelaskan semua tentang Ica.


" Iya, Ica sama sekali belum pernah pacaran, walaupun centil dan suka PHP in cowo-cowo tapi Ica punya prinsip kalo dia akan pacaran setelah menikah !" Jawab Carol membuat Gael menganggukan kepala nya tanda mengerti, ia semakin kagum dengan sosok Ica.


" Oke makasih buat info nya, Uncle keluar dulu !" Ucap Gael sambil beranjak dari duduk nya dan di angguki oleh Carol.


Sebelum menutup pintu kamar sang keponakan Gael kembali membalikan badan nya membuat Carol memandang heran ke arah nya.

__ADS_1


" Uncle harap ini hanya kita berdua yang tau, dan jika sampai bocor sudah pasti itu adalah ulah kamu dan Uncle pastikan uang jajan kamu akam di berhentikan jika sampai semua ini bocor !" Ancam Gael membuat Carol melebar kan rahang nya terkejut mendengar ucapan sang Uncle.


Tanpa menunggu jawaban dari Carol, Gael segera menutup pintu kamar itu dan kembali ke dalam kamar nya.


Sementara di dalama kamar Carol gadis itu sedang menggerutu kesal dengan tingkah sang Uncle yang seenak nya.


" Suka nya ngacem, awas aja kalo minta tolong buat deketin Ica, gak bakal aku tolongin !" Gerutu Carol sambil mencak-mencak gemas dan gadis bule itu pun lebih memilih membersih kan diri nya karna hari yang sudah semakin sore dan yang pasti Carol ingin mendinginkan otak nya yang ngebul gara-gara sang Uncle.


Sedangkan di dalam kamar nya Gael segera mengambil handpone dan membuka sosial media milik nya, dan apa yang di lakukan Gael pasti akan membuat kaum lelaki menepuk jidat.


Yups benar, Gael sedang menstlaker sosial media milik Ica yang ia tau dari sang keponakan, dan lebih menggelikan lagi Gael sampai mengunduh salah satu foto Ica untuk ia simpan di galeri.


" Pasti aku bisa dapetin kamu Arissa, gak peduli jika orang mengatakan jika aku seorang pedofil !" Gumam Gael seraya memandang foto Ica yang sudah ia simpan di dalam galeri ponsel nya.


Mata Gael beralih pada sebuah foto besar yang terpajang di atas ranjang nya dan Gael beranjak untuk menurun kan foto tersebut.


" Maafin aku Ver jika aku harus menyimpan semua kenangan kita, aku harap kamu tenang di sana karna aku sudah menemukan wanita yang sama baik nya kaya kamu, sekarang aku sudah mengikhlas kan kamu, terima kasih karna sudah pernah hadir menjadi cerita terindah di hidup aku, selamat tinggal Ver !" Gumam Gael dan mencium foto itu untuk terakhir kali nya karna setelah ini ia akan menyimpan semua kenangan nya bersama Vera sang mantan istri yang sudah tenang di sisi allah.


Gael segera membereskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Vera dan meminta salah satu ART untuk menyimpan nya di gudang.


*


*


*Hari ini Echi usahain up walau hanya satu bab, karna kondisi Echi yang masih kurang fit, terima kasih untuk kalian yang selalu ngasih dukungan 😄


Jangan lupa tinggalkan jejak ya para kesayangan 😉😉😉

__ADS_1


Love yu 😘😘😘*


__ADS_2