om duda, merry me

om duda, merry me
Bab 56 : Ngelamar


__ADS_3

Hubungan antara Gael dan Ica semakin dekat dan sudah lima bulan mereka menjalin asmara, begitu pun dengan kandungan Zahra yang kini sudah memasuki bulan ke enam membuat Arshad berubah menjadi suami siaga hingga sedikit melupakan kedua adik perempuan nya, maka dari itu hubungan Ica dan Gael masih aman hingga saat ini.


" Yang kamu di mana, Mas udah di cafee deket kampus kamu nih ?" Tanya Gael melalu sambungan telepon, karna mereka janjian akan makan siang bersama di cafee dekat kampus Ica.


" Iya bentar Mas, Ica udah Otw ke sana sama Carol !" Sahut Ica, dan ya Carol juga sudah mengetahui hubungan antara Uncle dan sahabat nya dua bulan yang lalu begitu pun dengan sahabat Ica yang lain.


Awal nya mereka tidak percaya jika Ica akan menjalin hubungan dengan lelaki yang jauh lebih dewasa di banding mereka, terlebih lelaki itu adalah Om dari salah satu sahabat mereka, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karna mereka tau cinta tidak memandang usia.


Tidak lama Ica dan Carol tiba di Cafee yang berada tidak jauh dari kampus mereka, dan terlihat Gael yang sedang duduk menunggu.


" Mas / Uncle !" Panggil Ica dan Carol berbarengan membuat Gael menoleh ke arah mereka.


" Eh udah pada dateng, duduk sini !" Jawab Gael seraya manarik pergelangan tangan Ica pelan untuk duduk di samping nya sementara Carol duduk di hadapan mereka bedua.


" Mas udah pesen ?" Tanya Ica yang di jawab anggukan oleh Gael.


" Udah sayang !" Jawab Gael membuat Carol memutar bola mata nya malas.


" Plis deh gak usah sayang-sayangan depan aku !" Gerutu Carol dan di acuhkan oleh mereka.


" Bilang aja lu sirik, maka nya si Gilang suruh balik !" Sahut Ica pedas membuat Carol menye-menye sebal pada calon tante nya itu.


" Liburan semester dia pasti balik, wlek !" Ucap Carol tidak mau kalah karna memang setiap liburan semester pacar nya itu akan pulang ke tanah air.


" Ck kasian yang jarang ketemu, emang enak LDR'an !" Ledek Gael, karna semenjak berpacaran dengan Ica mulut lelaki itu sedikit lebih licin dari pada biasa nya.


" Dih biarin aja, dari pada Uncle bucin !" Balas Carol tidak mau kalah, dan mereka pun terus berdebat hingga pesanan mereka tiba baru lah mereka semua terdiam untuk menyantap makanan.


Setelah makan siang selesai Carol lebih dulu pamit pada Gael dan Ica karna ia masih ada kelas setelah ini, kini tinggal Gael dan Ica yang masih menikmati waktu makan siang mereka.


" Yang Mas mau ke rumah kamu minggu depan !" Ucap Gael begitu mereka benar-benar menyelesaikan makan siang mereka.


" Hah ngapain Mas ?" Tanya Uca dengan ekspresi terkejut, pasal nya mereka selalu bertemu di luar dan Gael tidak pernah menjemput Ica ke rumah nya karna takut bang Arhsad curiga, dan sekarang Gael berkata akan ke rumah nya, apakah ia tidak salah dengar.

__ADS_1


" Hubungan kita udah berjalan selama 5 bulan Yang, sebagai lelaki Mas ngerasa kalo diri Mas ini pengecut !" Ucap Gael dengan raut wajah yang berubah menjadi serius.


" Mas akan jujur sama keluarga kamu dan juga Mas akan melamar kamu minggu depan !" Lanjut Gael sontak saja Ica terbambah terkejut mendengar nya.


" Mas serius ?" Tanya Ica setelah ia berhasil menetral kan rasa terkejut nya, Gael mengangguk sebagai jawaban nya.


" Iya sayang Mas serius, kenapa kamu gak mau nikah sama Mas ?" Sahut Gael dan memberi pertanyaan untuk Ica membuat gadis itu menggelengkan kepala nya.


" Bukan gitu Mas, Ica mau banget nikah sama Mas, tapi apa keluarga Ica bakal ngasih restu seperti keluarga Mas !" Ucap Ica dengan tatapan sendu, karna jujur saja ia sangat mencintai Gael dan keluarga Gael pun sudah memberi lampu hijau untuk hubungan kedua nya.


Tapi tidak untuk keluarga Ica, bahkan mereka tidak mengetaui jika salah satu putri mereka memiliki hubungan dengan pria dewasa.


" Kamu percaya sama Mas kan Yang !" Tanya Gael seraya menggenggam tangan Ica dan menatap gadis itu penuh cinta agar Ica percaya jika diri nya benar-benar akan memperjuangkan gadis itu walau satu dunia tidak memberi nya restu sekalipun.


" Ica percaya sama Mas, dan Ica juga akan ngomong sama Enyak dan Babeh kalo Mas mau ngelamar Ica !" Sahut Ica membuat senyum Gael terbit di bibir nya.


Mereka pun kembali melanjutkan obrolan dan setelah itu Gael mengantar Ica kembali ke kampus.


Ica nampak memikir kan ucapan Gael tadi saat di Cafee, lelaki itu berkata akan melamar nya minggu depan, masalah nya keluarga Ica tidak ada yang tau jika ia menjalin hubungan dengan lelaki apalagi ini adalah lelaki dewasa terlebih Om dari teman nya sendiri.


Apakah Enyak dan Babeh nya akan merestui hubungan mereka? apalagi bang Arshad yang jelas sudah memperingati nya sejak awal bahwa abang nya itu tidak menyukai Ica berdekatan dengan Gael sejak awal.


" Gua harus gimana ?" Gumam Ica pada diri nya sendiri.


Saat ini Ica nampak termenung di balkon samping kamar nya dan sekarang waktu sudah menunjukan pukul 10 malam tetapi mata gadis itu masih enggan terpejam.


Satu tepukan di bahu nya membuat Ica terlonjak kaget terlebih saat tau siapa yang menepuk bahu nya itu.


" Ngapa lu bengong aja di sini malem-malem, kesambet tau rasa lu ?" Tanya Bang Arshad, Memang yang menepuk bahu Ica adalah abang pertama nya itu.


" Gapapa bang, lagi pengen bengong di sini aja, siapa tau mbak kun ngasih nomer togel buat gua !" Jawab Ica melantur tanpa menatap sang abang.


Arshad menaikan sebelah alis nya mendengar jawaban sang adik apalagi melihat raut wajah Ica yang tidak seperti biasa nya.

__ADS_1


" Lu kenapa si Cot, aneh banget tau gak muka lu di liat nya ?" Tanya Arshad lagi seraya mendudukan diri di sebelah sang adik dan menyalakan sebatang rokok sebagai teman di tengah dingin nya malam hari.


" Bang ?" Panggil Ica tanpa menjawab ucapan sang abang membuat Arshad menoleh ke arah nya dengan tatapan bertanya.


" Kenapa ?" Sahut Arshad dan di balas helaan nafas kasar oleh Ica.


" Gua mau ngomong sesuatu sama lu, gua harap lu gak marah sama gua bang !" Ucap Ica semakin membuat Arshad penasaran akan tingkah adik nya, pasal nya Ica tidak pernah seperti ini sebelum nya.


" Apa sih yang jelas kalo ngomong, jangan bikin gua bingung !" Sahut Arshad seraya memicingkan mata nya ke arah sang adik.


" Minggu depan ada yang mau ngelamar gua !" Ujar Ica seraya meloloskan nafas lega setelah kata itu berhasil keluar dari mulut nya.


Arshad menatap adik nya tidak percaya namun tidak lama kemydian tawa pun terdengar dari mulut lelaki itu.


" Hahaha yang bener aja, siapa laki yang khilap mau ngelamar lu, gua rasa tuh cowo mabok cubung !" Tawa Arshad meledek sang adik karna Arshad fikir Uca hanya bercanda.


" Om Gael, Om nya Carol temen Gua !" Jawab Ica membuat Arshad menghentikan tawa nya dan menatap tajam sang adik.


" Maksud lu apa, gua gak suka sama candaan lu Cot ?" Tanya Arshad dengan perasaan was-was berharap apa yang ada di pikiran nya salah.


" Sorry bang gua emang pacaran sama Om Gael dan itu udah berjala. selama 5 bulan, dan minggu depan Om Gael mau dateng ke rumah ngelamar gua !" Sahut Ica seraya menundukan kepala nya membuat Arshad menggeleng tidak percaya.


" Gua gak setuju !"


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2