
" Zahra !" Ucap Zahra bingung ingin menjawab apa.
" Abang mau memulai semua nya dari awal, dan abang mau kita menjalani pernikahan yang sesungguh nya, sekali lagi abang minta maaf atas semua perlakuan abang kemarin-kemarin !" Ujar Arshad seraya menggenggam lembut tangan istri nya.
Wajah Zahra semakin bersemu mendengar ucapan suami nya itu, ia tidak menyangka jika Arshad akan berubah dan mau menjalani pernikahan sesungguh nya bersama diri nya.
" Muka kamu kenapa Ra, kok merah gitu ?" Tanya Arshad lebih tepat nya menggoda Zahra membuat wajah wanita itu semakin merah padam.
" G Gapapa Bang !" Jawab Zahra dengan gugup membuat Arshad terkekeh, entah kenapa sekarang ia sangat suka melihat wajah Zahra yang memerah karna malu-malu.
" Gimana Ra, kamu mau kan memulai semua nya dari nol sama abang ?" Tanya Arshad lagi karna tidak kunjung mendapat jawaban dari Zahra, membuat hati nya ketar-ketir karna takut Zahra menolak.
" Udah kaya ngisi bensin aja ih, di mulai dari nol ya Mas !" Sahut Zahra bukan nya menjawab pertanyaan Arshad ia malah meledek Arshad membuat lelaki itu melongo heran.
" Ra abang serius ih !" Decak Arshad membuat Zahra terkekeh, karna tadi ia berbicara seperti itu juga untuk mengalih kan rasa gugup nya.
" Hemm sebelum nya Zahra mau tanya dulu ke abang, kenapa tiba-tiba Abang mau memulai semua nya dari awal sama Zahra, bukan nya abang pernah bilang kalau abang masih mencintai mantan kekasih abang yang bernama aisyah, dan gak akan pernah bisa menerima Zahra sebagai istri abang, tapi kenapa sekarang abang berubah ?" Tanya Zahra panjang kali lebar dengan ragu seraya menundukan kepala nya takut jika Arshad tersinggung dan marah pada diri nya yang terlalu lancang bertanya seperti itu.
Tapi pikiran Zahra salah, nyata nya saat ini lelaki itu malah mengulas senyum manis nya dan menatap ia dengan lembut.
Arshad kembali teringat dengan perkataan nya saat mereka baru saja menikah lebih tepat nya saat malam pertama mereka, memang saat itu Arshad menegas kan pada Zahra bahwa ia masih mencintai Aisya mantan pacar nya, dan tak akan pernah bisa mencinta Zahra walaupun wanita itu adalah istri sah nya.
" Apa abang boleh ngejilat ludah sendiri Ra, abang akui jika dulu abang masih mencintai dia, tapi sekarang abang yakin jika sekarang cinta abang hanya untuk kamu tidak dengan dia maupun yang lain nya, walaupun abang tau ini sudah sangat terlambat dan abang sudah terlalu sering menyakiti kamu, tapi abang harap kamu mau maafin abang dan memulai semua nya dari awal lagi Ra !" Jawab Arshad panjang lebar membuat Zahra tersenyum mendengar nya dan menganggukan kepala nya yang tertutup dengan hijab.
" Zahra mau memulai semua nya dari awal bersama abang, dan Zahra juga udah maafin abang jauh sebelum abang minta maaf sama Zahra, karna Zahra tau pasti sulit untuk abang menerima semua ini !" Ucap Zahra membuat Senyum Arshad mengembang sempurna.
" Kamu serius Ra ?" Tanya Arshad tidak percaya dan di balas anggukan oleh Zahra.
Arshad langsung memekik senang dan tanpa sadar ia langsung menarik Zahra ke dalam pelukan nya membuat wanita itu melotot kan mata nya karna terkejut.
__ADS_1
" Makasih sayang, makasih karna kamu udah mau maafin abang !" Ucap Arshad dengan perasaan yang sangat gembira dan memanggil Zahra dengan panggilan 'sayang' membuat Zahra mengulum senyum nya karna merasa sangat bahagia.
" Abang lepas, Zahra susah nafas ini jadi nya !" Ucap Zahra pelan membuat Arahad reflek melepas kan pelukan nya dari sang istri.
" Maaf sayang abang terlalu seneng !" Sahut Arshad dengan raut wajah yang merasa bersalah.
Zahra tau jika Arshad adalah tipe lelaki penyayang, bisa Zahra lihat dari cara lelaki itu memperlakukan kedua orang tua dan kedua adik perempuan nya, maka dari itu Zahra selalu berdoa agar Arshad bisa memperlakukan nya sama seperti dengan keluarga nya.
" Gapapa abang, itu kopi nya di minum keburu dingin !" Jawab Zahra langsung mengalih kan pembicaraan.
" Oiya sampe lupa hehehe !" Ucap Arshad seraya menepuk kening nya sedikit terkekeh.
Zahra terus saja memandangi wajah Arshad yang sedang menikmati kopi yang ia buat, hati Zahra merasa senang karna akhir nya Arshad mau menerima diri nya sebagai seorang istri.
" Kopi buatan kamu enak banget sayang, makasih ya !" Puji Arshad membuat Zahra mengangguk pelan seraya tersenyum tipis.
" Mau jalan-jalan gak sayang ?" Tanya Arshad begitu ia sudah menghabis kan kopi nya beserta kue yang di buat Zahra dan Ica sang adik.
" Ya terserah kamu mau nya kemana, anggap aja kita kencan !" Ucap Arshad membuat Zahra terkekeh kecil mendengar nya.
" Abang ih !" Protes Zahra malu-malu.
***
Saat ini Zahra dan Arshad sedang berada di salah satu taman yang tidak begitu jauh dari kediaman mereka.
" Yakin di sini ?" Tanya Arshad untuk yang ke sekian kali nya, karna ia pikir Zahra akan meminta nya untuk pergi ke pusat perbelanjaan.
" Iya kenapa emang nya bang, enak tau sore-sore begini ke taman, apalagi banyak tukang jajanan hehehe !" Jawab Zahra seraya terkekeh.
__ADS_1
" Ya udah yuk !" Ajak Arshad langsung mengandeng lengan sang istri.
" Mau beli apa sayang ?" Tanya Arshad begitu mereka sudah sampai di tempat penjual berbagai macam makanan di sekitar taman.
" Emmm beli takoyaki dulu yuk bang !" Ajak Zahra dengan mata berbinar dan Arshad pun hanya mampu mengikuti kemana pun sang istri menarik nya.
Melihat wajah Zahra yang ceria seketika membuat hati Arshad kembali sakit, ia kembali mengingat perlakuan nya dulu pada Zahra yang sangat cuek dan dingin, dan tak jarang Arshad melihat Zahra menangis di tengah malam.
Tapi sekarang Arshad merasa bersyukur bisa cepat menyadari keberadaan bidadari surga yang menjelama sebagai istri nya, dalam hati Arshad berjanji untuk tidak menyakiti perasaan Zahra kembali.
" Abang kok bengong aja ?" Tanya Zahra membuat Arshad tersadar dari lamunan nya.
" Ah engga, abang lagi liatin itu, kaya nya enak kalo nanti kita duduk di situ !" Kilah Arshad da menunjuk salah satu bangku yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
" Iya enak banget, adem !" Sahut Zahra mengangguk setuju lalu mata nya kembali fokus pada takoyaki yang sedang di masak.
" Abang aja yang bayar !" Ucap Arshad begitu melihat Zahra menyerah kan uang pecahan sepuluh ribu pada penjual takoyaki tersebut.
Zahra tidak mampu menolak karna Arshad kembali manarik lengan nya setelah membayar dan mengucap kan terima kasih pada penjual tersebut.
Saat mereka akan duduk ada seseorang yang memanggil nama Arshad membuat merema berdua kompak menoleh dan mata Arshad langsung terbelalak.
" Arshad !"
*
*
*
__ADS_1
Marhaban ya ramadhan 🙏