
Pagi ini Ica tidak berangkat ke kampus karna ia sedang tidak ada jadwal, saat ini Ica sedang membantu kaka ipar nya di dapur bersama Enyak Romlah.
" Sini teh biar Ica aja !" Ujar Ica seraya mengambil alih pekerjaan kaka ipar nya.
" Boleh nih, teteh mau bikin sambel dulu ya !" Sahut Zahra seraya menyerah kan satu bungkus sayur asem yang mau ia siangi.
" Kamu gak kuliah dek ?" Tanya Zahra pada adik ipar nya itu.
" Engga teh, tapi nanti siang Ica mau keluar janjian sama Carol, Kenapa teh ?" Jawab Ica dan balik bertanya.
" Gapapa, kirain kamu kuliah hari ini !" Sahut Zahra sambil menyiapkan bahan untuk membuat sambal.
" Teteh mau ikut nanti ?" Tanya Ica sambil melirik kaka ipar nya.
" Kemana ?" Tanya balik Zahra pada Ica.
" Ica mau ke Mall sama Carol kalo jadi Kinan juga ikut, Teteh mau ikut gak ?" Jawab ica dan di balas gelengan kepala oleh Zahra.
" Engga ah Teteh di rumah aja nunggguin abang pulang kerja !" Sahut Zahra dengan senyum manis nya membuat Ica kagum.
Ica tau rumah tangga yang di jalani sang abang dengan wanita di hadapan nya ini, Ica bingung dengan abang nya itu, kenapa tidak mencoba mencintai istri nya sendiri, padahal Zahra itu gadis yang baik dan sholeha ia juga terlahir dari keluarga yang taat agama, tapi kenapa sang abang tidak mau mencoba mencintai wanita itu, yang membuat Ica salut adalah Zahra selalu sabar menghadapi kelakuan ketus sang abang, bahkan Zahra tidak pernah meluntur kan senyum nya saat mendengar kalimat tidak mengenakan yang Arshad ucapkan.
" Ya udah kalo gitu, nanti Ica beliin Teteh es boba deh !" Ucap Ica membuat Zahra terkekeh.
" Iya, terserah kamu aja kalo emang gak ngerepotin mah !" Jawab Zahra karna ia tau perangai Ica yang tidak akan mau kalah jika ia menolak.
Mereka pun kembali melanjut kan acara masak sementara Enyak Romlah lebih memilih melipir ke halaman depan untuk menyapu.
***
Jam 1siang Ica sudah bersiap dengan pakaian yang rapih karna ia akan pergi dengan Carol, walaupun hanya memakai kaos yang di lapisi dengan jaket levis tapi aura kecantikan Ica tetap terpancar.
" Teh Enyak kemana ?" Tanya Ica begitu ia menuruni anak tangga dan melihat kaka ipar nya yang sedang menonton televisi.
__ADS_1
" Tadi kata nya mau ke rumah bu ambar Dek baru aja pergi !" Sahut Zahra membuat Ica menganggukan kepala nya.
" Ica mau pergi Teh, gapapa kalo Teteh sendirian di rumah ?" Ucap Ica dan di angguki oleh wanita itu.
" Gapapa Dek, paling sebentar lagi juga Enyak pulang !" Jawab Zahra dengan tersenyum lembut.
" Ya udah kalo gitu, Ica pergi dulu ya, assalamuallaikum !" Ucap Ica dan menyalami punggung tangan kaka ipar nya itu.
" Wa'allaikum salam !" Jawab Zahra dengan nada lirih karna Ica sudah keluar dari rumah.
Beberapa menit kemudian motor yang di kendarai oleh Ica pun tiba di rumah Carol atau lebih tepat nya rumah sang Oma.
Tadi Ica sudah menelpon Kinan dan ternyata gadis itu tidak jadi ikut karna ada kelas mendadak.
Saat Ica ingin memencet bel tapi ternyata Carol sudah lebih dulu nongol dari balik pintu.
" Astagfirullah !" Kaget Ica begitu pun dengan Carol.
" Ya allah Ca aku kira siapa !" Ujar Carol seraya mengelus dada nya karna saat ini jantung Carol berdetak tidak wajar.
" Yuk berangkat !" Ajak Ica kemudian membuat Carol menepuk kening nya.
" Ca sorry kaya nya kita gak jadi jalan deh, soal nya barusan aku di telpon sama dosen aku suruh kumpul tugas sekarang !" Jawab Carol dengan meringis tidak enak karna ia sendiri pun lupa mengabari Ica karna terlalu panik begitu mendapat kabar dari dosen nya.
Saat Ica akan menjawab ucapan Carol sebuah mobil berhenti di depan mereka dan ternyata itu adalah Gael yang entah kenapa sudah pulang jam segini.
" Loh Uncle kok udah pulang ?" Tanya Carol dengan wajah terkejut begitu juga dengan Ica yang tidak menyangka akan bertemu Gael si Om Ganteng pujaan hati nya.
" Iya kebetulan pekerjaan Uncle gak banyak di kantor dan tadi Uncle ada meeting di deket sini jadi Uncle putusin buat pulang aja dan lanjutin kerja dari rumah !" Jawab Gael dengan mata yang sesekali melirik ke arah Ica.
" Kalian mau pada kemana ?" Tanya Gael setelah melihat penampilan ponakan dan sahabat nya yang sudah rapih.
" Emm ini Uncle, tadi nya aku janjian sama Ica mau jalan, tapi tiba-tiba dosen aku ngasih kabar buat kumpul tugas hari ini !" Sahut Carol membuat Gael menganggukan kepala nya dan tersenyum tipis.
__ADS_1
Saat ini di otak Gael sudah muncul berbagai macam ide untuk PDKT dengan Ica.
" Ohh, ya udah kalo gitu kamu berangkat aja biar Uncle yang temenin Ica, nanti kamu bisa nyusul kita !" Ucap Gael dengan santai tapi tidak dengan Ica karna saat ini jantung nya sudah lari maraton.
" Beneran gapapa Uncle ?" Tanya Carol memastikan dan di jawab anggukan kepala oleh Gael.
" Iya gapapa, boleh kan Ca kalo saya nemenin kamu ?" Jawab Gael dan beralih bertanya pada Ica membuat Ica gelagapan seketika.
" I iya boleh kok Om !" Ucap Ica terbata karna gugup.
Gael tertawa dalam hati melihat ekspresi gadis itu karna memang selama ini mereka hanya berinteraksi lewat pesan dan sekali nya bertemu hanya sekedar say hello doang.
" Ya udah Ca, gapapa kan aku tinggal, kalo nanti urusan aku di kampus beres aku susul kalian !" Ucap Carol dan Ica pun menangguk dengan kaku.
" Aku berangkat dulu Uncle, titip Ica ya jangan di galakin !" Lanjut Carol berpamitan pada sang Uncle dan langsung ngacir menuju mobil nya.
Setelah kepergian Carol terjadi keheningan di antara Gael dan Ica hingga akhir nya Gael lebih dulu membuka suara.
" Tunggu sebentar ya Ca, saya ganti baju dulu, gapapa kan ?" Ucap Gael dan di angguki oleh Ica.
" I Iya Om gapapa !" Sahut Ica.
" Kamu tunggu di sini dulu ya, saya cuma sebentar Kok !" Ucap Gael begitu mereka sudah berada di ruang tamu.
Ica hanya mampu mengangguk pasrah karna saat ini ia sedang berperang dengan hati dan fikiran nya.
Ica merasa sangat gugup karna ini pertama kali nya ia akan jalan berdua dengan Gael, karna biasa nya selalu ada Carol di antara mereka.
Tidak lama kemudian Gael sudah kembali dengan pakaian casual nya, semakin membuat Ica menganga kagum melihat ketampanan seorang GAEL HAYDAR GUINANDRA.
" Yuk Ca !" Ajak Gael dan di angguki oleh Ica, mereka pun akhir nya pergi dengan menggunakan mobil Gael, sementara motor Ica di tinggal di rumah mewah itu.
*
__ADS_1
*
JEJAK, JEJAK, JEJAK BESTY 😘😘😘😘😘