om duda, merry me

om duda, merry me
Bab 59 : Restu Arshad


__ADS_3

" Tunggu !" Pekik Arshad membuat semua orang mengalih kan pandangan ke arah nya, semua menatap heran saat lelaki itu memekik.


" Kenapa Arshad ?" Tanya pak Rt dengan nada heran dan Arshad pun berdehem sejenak sebelum mengeluar kan suara.


" Maaf menyela, saya Arshad kaka tertua dari Arisaa, jujur saja saya tidak rela menyerah kan adik saya pada pak Gael karna usia mereka yang terpaut sangat jauh dan juga status pak Gael yang seorang duda, maaf sebelum nya kalau perkataan saya menyinggung pak Gael dan keluarga, tapi kembali lagi sebagai seorang kaka saya mengakui jika diri saya egois karna melarang Ica jatuh cinta dengan pak Gael !" Ujar Arshad menghentikan sejenak ucapan nya, Jantung Gael berdekat tidak karuan mendengar ucapan kaka pertama dari kekasih nya, jujur saja Gael merasa bersalah karna Ica sudah mencerita kan semua pada nya, tapi hati Gael sudah terlanjur memilih Ica dan Ia tidak akan menyerah begitu saja.


" Ca maafin abang yang sempet egois melarang kamu menjalin hubungan dengan Pak Gael, abang cuma mau yang terbaik untuk adik abang, dan abang merestui kalian, pak Gael tolong jaga adik saya, jangan sakiti dia jika itu terjadi maka saya orang pertama yang akan menghajar anda !" Lanjut Arshad membuat mereka yang berada di ruangan itu terharu, termasuk Ica yang kini sudah terisak.


" Abang !" Gumam Ica lirih dan di balas senyum manis oleh Arshad.


Zahra langsung mengusap punggung sang suami, ia bangga dengan Arshad yang mau menghilangkan rasa egois nya demi kebahagiaan sang adik.


" Saya tidak bisa berjanji untuk tidak menyakitinya tapi bisa saya pastikan jika itu tidak akan terjadi !" Jawab Gael dengan mantap dan di balas senyum tipis oleh Arshad.


Setelah kepergian sang istri tadi Arshad nampak merenung dan ia memilih mengikhlas kan sang adik untuk Gael karna ia pun bisa melihat kalau Gael sangat mencintai adik nya.


Setelah Drama yang mengharukan akhir nya mereka pun memutus kan jika pernikahan akan di lakasanakan sebulan dari sekarang, dan semua akan di urus oleh pihak Gael dan pihak Ica tinggal terima beres saja.


" Kalau begitu silakan di cicipin hidangan nya bapak ibu semua !" Ucap Nyak Romlah mempersilakan calon besan nya.


Enyak Romlah dan bunda Melisa nampak mengobrol akrab begitu pun dengan babeh Roja dan ayah Hans, sementara Ica sedang memeluk sang abang dan terus menggumam kan kata terima kasih.


" Udah ah, jelak lu kalo nangis kaya gini, gak pantes !" Cibir Arshad karna Ica masih saja terisak di pelukan nya.


" Elu mah gak paham sikon banget sih bang, gua tuh terharu karna lu mau ngerestuin gua sama Mas Gael, huaa abang gua emang paling the best !" Celoteh Ica malah mengundang gelak tawa mereka yang ada di sana.


" Yang penting elu bahagia Ca, dan bisa jadi istri yang baik nanti, jangan bar-bar lagi kasian laki lu nya !" Sahut Arshad sedikit mencibir membuat Ica manyun seketika.

__ADS_1


Gael nampak tersenyum lega melihat adegan kaka beradik itu, akhir nya Arshad mau merestui hubungan nya dengan Ica.


" Ekhmm !" Gael berdehem bermaksud mengkode Ica.


" Tuh calon laki lu jeleuos !" Bisik Arshad pada Ica yang masih berada di dalam pelukan nya.


Ica langsung menjauh kan tubuh nya dari Arshad dan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah sang calon suami.


" Kenapa Mas ?" Tanya Ica pada calon suami nya itu.


" Emm gapapa !" Sahut Gael seraya tersenyum kaku.


" Ajak makan sono Ca calon suami kamu !" Ucap Teh Zahra pada adik ipar nya, ia tau jika Gael kurang nyaman.


" Oh iya lupa, yuk mas kita makan dulu !" Sahut Ica langsung mengajak Gael untuk mengambil makanan.


Setelah kepergian adik ipar dan calon suami nya, Zahra segera duduk di samping Arshad dan tersenyum manis ke arah suami nya itu.


" Gapapa, Zahra seneng abang mau ngerestuin Ica !" Sahut Zahra dengan senyum sumringah membuat Arshad gemas dengan sang istri.


" Ica adik abang sayang dan abang mau yang terbaik untuk nya, walaupun ada rasa gak rela karna adik bontot abang jatuh ke dalam pelukan seorang duda terlebih usia mereka terpaut cukup jauh, tapi setelah abang pikir-pikir lagi ya mungkin memang mereka udah jodoh !" Ujar Arshad semakin membuat Zahra tersenyum bangga.


" Makin cinta deh sama ayah nya utun !" Celetuk Zahra seraya bergelayut manja di lengan Arshad membuat lelaki itu terkekeh gemas dengan tingkah sang istri.


" Makin cinta juga sama bunda nya utun !" Sahut Arshad sambil mengelus perut buncit sang istri.


Sedangkan di posisi Ica dan Gael mereka nampak sedang menikmati hidangan berbagai macam kue karna Gael menolak saat Ica menawari nya untuk makan nasi.

__ADS_1


" Mau lagi Mas ?" Tanya Ica pada calon suami nya yang sedang menikmati wajik khas betawi.


" Cukup sayang, gigi Mas nanti berlubang kalo kebanyakan makan manis, apalagi di samping Mas udah manis banget !" Sahut Gael nampak berusaha menggombali Ica membuat pipi gadis itu bersemu merah mendengar nya.


" Gombal terosss !" Ucap Ica malu-malu membuat Gael terkekeh.


" Yang ?" Panggil Gael pada calon istri nya membuat Ica mengalihkan tatapan nya ke arah lelaki itu.


" Hem, kenapa Mas ?" Tanya Ica menaikan sebelah alis nya.


" Kamu mau mahar apa nanti sayang ?" Tanya Gael menjawab pertanyaan Ica, Ica nampak berfikir sejenak tapi tak lama ia menggedikan bahu nya.


" Apa aja yang penting gak ngeberatin Mas !" Sahut Ica, dan gadis itu salah besar jika berkata Gael akan keberatan dengan mahar yang akan ia pinta, karna jika Ica meminta pesawat Jet pribadi sekali pun akan Gael berikan untuk calon istri nya itu, bukan bermaksud sombong tapi itu lah kenyataan nya.


" Gapapa sayang, Mas akan usaha kan !" Ucap Gael meyakinkan Ica.


" Emm nanti deh Ica pikirin dulu mau mahar apa, nanti Ica kabarin ke Mas !" Jawab Ica sambil memakan kue lupis.


" Ya udah kalo belum kepikiran mah, tapi nanti langsung kabarin Mas ya kalo udah tau mau mahar apa biar Mas bisa siapin !" Ucap Gael dan di anggiki oleh Ica.


" Oiya kalo kaka kamu mau pelangkah apa ?" Tanya Gael lagi.


" Kata Mpok Nita terserah Mas yang penting gak memberat kan, karna dia ikhlas di langkahin kata nya !" Jawab Ica.


" Ya udah biar nanti Mas obrolin sama bunda lagi buat pelangkah kaka kamu !" Tukas Gael membuat Ica mengerjap kan mata nya.


" eh kok Mas yang siapin pelangkah nya, biar Ica aja Mas !" Ujar Ica karna ia merasa tidak enak dengan Gael karna semua biaya di tanggung semua oleh Gael.

__ADS_1


Rencana nya Ica akan memberikan uang saja atau perhiasan kepada kaka perempuan nya itu dan menggunakan uang tabungan nya nanti.


" Udah tugas Mas Yang !" Jawab Gael dengan nada tegas membuat Ica mengangguk pasrah.


__ADS_2