
Satu minggu sudah berlalu sejak hari di mana Gael melamar Ica, dan sekarang mereka akan melakukan feeting baju pengantin untuk acara akad dan resepsi karna hari pernikahan mereka yang tinggal 3 minggu lagi.
Pernikahan Gael dan Ica akan di selenggarakan cukup mewah karna itu permintaan dari pihak keluarga Gael yang ingin acara ikatan suci pernikahan Ica dan Gael di ketahui semua orang termasuk seluruh kolega bisnis keluarga Guinandra, walaupun ini pernikahan kedua untuk Gael akan tetapi ini pernikahan pertama untuk Ica, maka dari itu keluarga Gael ingin memberi kan yang terbaik untuk Ica.
" Mas udah Otw Yang, bentar lagi sampe !" Ucap Gael lewat sambungan telpon dan mata nya terus fokus pada jalanan karna saat ini ia sedang menyetir.
" Oke, Ica juga udah siap tinggal berangkat aja !" Sahut Ica dan sambungan telpon mereka pun terputus.
Tidak sampai 10 menit mobil Gael sudah terparkir rapih di halaman depan rumah Ica dan lelaki itu pun turun dari dalam mobil menghampiri kekasih nya yang sudah menunggu di depan teras rumah.
" Assalamuallaikum !" Ucap Gael dengan senyum yang tidak luntur dari bibir nya.
" Wa'allaikum salam, masuk dulu Mas !" Sahut Ica menyambut kedatangan calon suami nya.
" Langsung berangkat aja kaya nya Yang, soal nya nanti Mas ada meeting sama klien jam 2 !" Ucap Gael seraya melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
Ica mengangguk mengerti akan kesibukan calon suami nya itu, apalagi Gael bilang ia akan mengambil cuti cukup lama karna acara pernikahan mereka nanti dan juga rencana nya Gael akan langsung mengajak Ica untuk berbulan madu, maka dari itu Gael ingin memberes kan pekerjaan nya mulai dari sekarang agar saat ia bulan madu nanti tidak di ganggu oleh pekerjaan.
" Oke deh, pamit dulu sama Enyak !" Sahut Ica dan di angguki oleh Gael, di rumah hanya ada Enyak Romlah karna yang lain mempunyai kesibukan masing-masing termasuk teh Zahra yang sedang berkunjung ke rumah orang tua nya bersama bang Arshad.
Setelah pamit pada calon mertua nya akhir nya mereka pun meninggal kan halaman rumah Ica menuju butik langganan keluarga nya untuk feeting baju pengantin.
Keluarga Ica dan keluarga Gael akan melakukan feeting dua minggu sebelum acara, maka dari itu Gael hanya pergi berdua dengan Ica, tetapi bunda Melisa sudah menunggu di butik tersebut karna wanita paruh baya itu akan menemani anak dan calon menantu nya feeting baju.
" Mas udah makan siang ?" Tanya Ica dan di balas anggukan oleh Gael.
" Udah sayang, sekalian meeting tadi sama klien !" Jawab Gael.
" Kamu sendiri udah makan belum ?" Sambung Gael gantian bertanya pada Ica.
__ADS_1
" Udah Mas, tadi makan dulu sebelum siap-siap !" Jawab Ica menoleh kan kepala nya ke arah sang kekasih.
" Jadi untuk mahar udah kamu pikirin belum, biar sekalian Mas siapin Yang ?" Ucap Gael dan di balas gelengan kepala oleh Ica.
" Terserah Mas aja, jujur Ica mumet mikirin mau mahar apa, jadi Ica serahin ke Mas aja mau ngasih apa !" Sahut Ica dengan nada yang terdengar sedikit prustasi karna ia memang tidak terbiasa meminta dengan lelaki kecuali abang dan sahabat nya, walaupun Ica tau bahwa ini adalah hak nya.
" beneran apa aja, kalo Mas kasih kamu mahar bebek beserta kandang nya gimana ?" Tanya Gael menggoda Ica namun jawaban wanita itu sungguh mengejut kan.
" Nah god idea, boleh juga tuh bebek beserta kandang nya, Ica bisa ternak tuh bebek dan nanti Ica bikin usaha dari olahan bebek !" Jawab Ica dengan semangat membuat Gael melongo tidak percaya dengan keabsurd'an kekasih nya itu, padahal Gael hanya niat bercanda saja tadi tetapi Ica malah menanggapi nya dengan serius.
" Sayang ih yang bener aja Mas cuma bercanda, yakali seorang Gael Haydar Guinandra ngasih mahar ke calon istri nya bebek, ih gak banget !" Ujar Gael dengan raut wajah yang terlihat lucu di mata Ica, karna ia pun tau bahwa lelaki nya itu hanya bercanda dan Ica mau membalas kejahilan kekasih nya itu.
" Loh emang kenapa, kaya nya belum ada deh yang kasih mahar bebek beserta kandang nya !" Sahut Ica nampak seperti sedang berpikir.
" Big No, udah ah skip bahas yang lain aja !" Ucap Gael membuat Ica tertawa kencang.
Beberapa saat kemudian mobil yang di kendarai oleh Gael pun tiba di depan sebuah butik ternama.
" Yuk masuk, bunda udah di dalem kaya nya !" Ajak Gael dan di angguki oleh Ica.
Mereka berdua pun langsung memasuki butik tersebut dan nampak bunda Melisa yang sedang berbincang dengan wanita paruh baya lain nya.
" Bunda !" Panggil Gael membuat sang ibu menoleh ke asal suara.
" El Ica udah sampai Nak, duduk dulu sini, Ca kenalin ini tante Melati yang punya butik ini dan Mel ini Ica calon mantu ku !" Sahut Bunda Melisa dengan semangat memperkenal kan calon menantu nya.
" Wah Cantik ya, gak salah pilih kamu El !" Puji Tante Melati saat Ica menyalami punggung tangan nya.
" Iya dong, Gael gitu loh !" Sahut Gael dengan bangga membuat Ica tersenyum malu-malu.
__ADS_1
" Oke kita langsung aja yuk ke lantai atas buat liat Gaun nya !" Ajak Tante Melati dan di angguki oleh mereka semua.
Bunda Melisa, Gael, dan juga Ica mengikuti langkah Tante Melati menuju lantai atas tempat di mana koleksi Gaun pengantin itu berada.
Saat sampai di lantai atas mata Ica langsung mengerjap takjub saat melihat beberapa Gaun yang sangat indah, Ica seperti mimpi bisa melihat langsung Gaun seperti itu karna biasa nya ia hanya melihat di televisi saja.
" Sesuai keinginan Gael, Gaun yang sederhana tapi mewah dan juga tidak terlalu terbuka !" Ucap Tante Melati seraya menunjukan salah satu koleksi Gaun nya.
" Gimana sayang, kamu suka gak sama gaun nya ?" Tanya Bunda Melisa kepada calon menantu nya, Ica langsung tersadar dari rasa takjub nya begitu mendengar pertanyaan calon mertua nya.
" Masya allah bagus banget bun Gaun nya, Ica suka !" Sahut Ica yang lagi-lagi merasa kagum dengan gaum di hadapan nya, apalagi ia tidak menyangka karna yang akan memakai gaun indah itu adalah diri nya.
" Oke kita coba dulu ya, biar kalo ada yang kurang bisa kita rombak lagi !" Ucap Tante Melati dan di angguki oleh mereka semua.
Ica langsung mengikuti Tante Melati menuju ruang ganti dan dua karyawan tante melati pun sudah ada di sana untuk membantu Ica mengenakan Gaun tersebut.
Tidak lama kemudian nampak Ica keluar dari ruang ganti dengan tubuh yang di balut gaun indah tadi.
Gael nampak sangat terpesona dengan apa yang ia lihat saat ini, sungguh Gael sudah tidak sabar untuk menghalalkan Ica.
" Masya allah Cantik nya calon bini !" Gumam Gael namun masih mampu di dengar oleh mereka semua.
*
*
*
*
__ADS_1