
Sudah satu jam lebih mereka mengelilingi Mall tersebut dan tangan Gael sudah penuh dengan beberapa paperbag hasil rampokan Carol.
" Ca kita makan dulu deh Uncle laper nih, dari tadi kamu bolak balik terus kaya gosokan !" Ucap Gael dengan wajah melas nya.
" Ah baru juga sejam kita keliling, biasa nya Caca kalo sama mami atau Oma bisa tiga jam baru kita istirahat buat makan !" Jawab Carol dengam nada mencibir seraya melihat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
Mata Gael melotot mendengar ucapan ponakan nya itu, apa kaki perempuan terbuat dari baja hingga bisa sekuat itu saat mereka berbelanja, begitu lah pikir Gael.
" Ya udah deh ayo kita makan dulu, Caca juga udah laper nih !" Ucap Carol lagi sambil berjalan lebih dulu meninggal kan Gael yang masih terbengong.
Gael langsung mendengus sebal saat melihat ponakan nya sudah jalan lebih dulu dengan tanpa rasa bersalah meninggal kan nya dengan setumpuk belanjaan.
" Mau makan di mana ?" Tanya Gael begitu Carol menghentikan langkah nya seraya mengedar kan pandangan nya ke sekeliling.
" Di sana aja Uncle !" Tunjuk Carol pada salah satu Restaurant.
" Ya udah ayo !" Ajak Gael menuruti keinginan sang keponakan.
Mereka langsung mencari bangku kosong yang berada di pojok ruangan, karna Gael sengaja tidak ingin menjadi pusat perhatian yang membuat diri nya tidak nyaman.
Setelah memesan makanan yang mereka ingin kan baik Gael maupun Carol tidak ada yang membuka suara karna mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.
P
Hingga suara seseorang yang memanggil nama Carol mengalihkan pandangan mereka dari ponsel masing-masing.
Mata Gael auto melebar bak bola bekel saat melihat siapa orang tersebut.
" Hay Ca, akhir nya sampe juga kamu !" Ucap Carol dengan senang lamgsung membuat Gael tersadar dari rasa terkejut nya.
__ADS_1
Ica, ya orang itu adalah Arissa Diamanda yang sengaja Carol undang sebagai obat kegalauan sang Uncle.
Memang ulah Carol tidak pernah terbayangkan oleh Gael, tapi yang jelas saat ini hati nya sangat berbunga-bunga bisa bertemu dengan gadis pujaan hati nya.
" Sorry tadi jalanan lumayan macet !" Jawab Ica dan pandangan nya langsung terjatuh pada Gael.
" Eh ada Om ganteng juga ternyata di sini !" Sambung Ica dengan raut wajah yang sedikit terkejut, pasal nya Carol tidak memberi tau nya jika ada Gael di sana.
" Duduk Ca, tuh udah aku pesenin makanan buat kamu juga !" Ucap Carol saat Gael tidak menanggapi ucapan Ica dan Carol tau pasti Uncle nya itu masih syok.
" Ah iya makasih !" Jawab Ica tergagap.
Mereka pun kembali mendudukan diri nya di kursi Restaurant tersebut dengan Ica yang mengambil posisi di samping Carol dan tepat di hadapan Gael.
" Ada apa elu nyuruh gua kemari Ca ?" Tanya Ica to the point dan memanggil Carol dengan panggilan yang benar karna ada Gael di sini tidak mungkin ia memanggil Carol dengan panggilan kolor.
" Gapapa Ca, hari ini Uncle nyuruh aku ngabisin uang nya, nah berhubung aku anak baik maka nya aku ngajak kamu buat abisin duit Uncle yang gak abis-abis itu !" Jawab Carol dengan tampang polos nya padahal dalam hati ia sedang tertawa puas melihat wajah sang Uncle yang nampak geram melihat nya.
" Sini duduk Ca, kita makan dulu habis ini kita belanja lagi abisin uang Uncle !" Ucap Carol dengan santai.
" Bukan nya tadi lu bilang sama gua lagi urgent ya maka nya minta gua nyusul ke sini, kok sekarang malah di suruh abisin uang Om lu, apa sih maksud nya !" Bisik Ica tepat di sebelah Carol agar Gael tidak dapat mendengar perkataan nya.
Indra pendengaran Gael sangat tajam sehingga ia masih dapat mendengar apa yang di bisikan Ica pada Carol, tetapi Gael tidak peduli karna saat ini fokus nya hanya pada Ica, gadis pujaan hati nya.
" Ya kan ini emang Urgent Ca, aku di suruh abisin uang Uncle yang gak abis-abis itu, mana aku bisa coba, maka nya aku minta tolong sama kamu !" Jawab Carol tetap dengan nada santai nya.
Ica hanya mampu menghembus kan nafas kasar mendengar penuturan sahabat nya yang tidak masuk akal.
Ulah Carol memang membuat kedua orang itu kebingungan, tapi lain hal nya dengan Gael yang merasa bahagia dengan ulah ponakan nya itu, sebab ia bisa melihat Ica tanpa perlu mencari banyak alasan, mungkin setelah ini ia akan mengucap kan terima kasih pada ponakan nya itu.
__ADS_1
" Kamu tadi naik apa ke sini Ca ?" Tanya Gael yang sedari tadi diam akhir nya membuka suara juga.
" Ehm naik motor Om !" Jawab Ica dengan kikuk dan di balas anggukan oleh Gael.
" Ya udah di makan makanan nya, keburu dingin gak enak nanti !" Ucap Gael dan mau tidak mau Ica pun menuruti nya karna tidak enak jika menolak.
Sedangkan Carol, gadis bule itu sudah mesem-mesem sedari tadi melihat tatapan sang Uncle yang berbeda saat menatap Ica.
Bisa Carol lihat jika ada binar cinta di mata itu sehingga Carol yakin akan membantu om nya untuk mendapat kan Ica untuk di hadikan tante nya.
Carol terkekeh kecil saat membayang kan ia yang memanggil Ica dengan sebutan Aunty, pasti lucu, begitu lah pikir Carol.
Ica dan Gael memandang heran pada Carol yang tertawa sendiri, Ica langsung menyentuh kening gadis itu dan ia pun menggeleng kan kepala nya ke arah Gael bertanda semua nya baik-baik saja.
Carol langsung menepis tangan Ica yang berada di kening nya dengan wajah heran.
" Ngapain sih Ca, pegang-pegang kening aku gak jelas banget deh ?" Tanya Carol dengan nada sedikit sewot.
" Elu yang gak jelas bule, dari tadi ketawa-ketiwi sendiri sambil bengong, elu gak ke sambet kan !" Omel Ica yang tidak terima di bilang tidak jelas oleh Carol.
Wajah Carol langsung memerah malu karna ke'gep ketawa sendiri, dalam hati ia merutuki diri nya yang malah berkhayal tidak jelas.
Sedang kan Gael hanya menyimak kedua nya yang masih asik berdebat.
" Udah di lanjut makan nya, abis ini kita lanjut belanja nya biar gak kemaleman !" Ucap Gael melerai kedua nya, sontak saja Ica dan Carol langsung terdiam begitu mendengar suara Gael.
*
*
__ADS_1
*
Marhaban ya ramadhan 🙏🙏🙏