om duda, merry me

om duda, merry me
Bab 50 : Gael vs Arshad


__ADS_3

Hari ini Gael bertekad untuk memperjuang kan Ica karna Gael tidak mau kembali kehilangan orang yang ia cintai, biar lah orang berfikir jika ia adalah seorang pedofil, Gael tidak peduli.


" Mau kemana El ?" Tanya bunda Melisa pada sang putra yang nampak rapih dengan pakain casual nya.


" Mau ke rumah Ica bun !" Jawab Gael dengan jujur karna ia memang paling tidak bisa berbohong dengan sang ibu.


" El !" Ujar bunda Melisa dengan cemas dan Gael pun membalas nya dengan seknyum manis.


" El bakal buktiin ke ayah kalau El bisa dapetin Ica karna kita saling mencintai, kalau pun nanti kenyataan nya Ica menolak El setidak nya El sudah berusah memperjuang kan nya bun, dan El akan menerima nya dengan ikhlas karna berkat dia juga El bisa melupakan semua mimpi buruk tentang Vera !" Jawab Gael dengan tenang agar sang bunda tidak terlalu memgkhawatir kan diri nya.


Beberapa hari lalu Gael memang kembali berdebat dengan sang ayah karna diri nya kekeuh ingin mendekati Ica dan melamar gadis itu, ayah Hans bukan tidak menyukai Ica dan mempermasalah kan jika Gael jatuh cinta dengan gadis belia itu karna ayah Hans tau Ica adalah anak yang baik dan sopan, ayah Hans hanya takut jika sang putra akan kembali terpuruk karna cinta nya tidak terbalas.


" Ya udah kalo gitu El pergi dulu bun !" Pamit Gael seraya menyalami punggung tangan wanita yang sudah melahir kan nya itu.


" Iya hati-hati, pulang nya jangan malam-malam !" Jawab bunda Melisa hanya bisa pasrah dengan keputusan sang putra, dan bunda Melisa selalu berdoa untuk kebaikan putra nya itu yang beruntung di dunia bisnis namun sangat gagal dalam percintaan.


" Asaalamuallaikum !" Ucap Gael seraya melangkan kaki nya keluar rumah.


" Wa'allaikum salam !" Jawab bunda Melisa seraya memandang kepergian Gael.


×**


Gael lebih dulu mampir ke tukang martabak yang tidak jauh dari rumah Ica, dan sebelum nya Gael juga sudah menghubungi gadis itu lebih dulu dan berkata ingin berkunjung ke rumah nya, dengan senang hati Ica menyambut kedatangan Gael ke rumah nya.


Setelah membeli satu kotak martabak telur dan satu martabak manis coklat keju Gael kembali memacu mobil nya menuju rumah Ica yang hanya berjarak beberapa meter lagi.


" Assalamuallaikum !" Ucap Gael seraya mengetuk pintu rumah Ica dan tidak lama kemudian pintu itu pun terbuka dan menampakan seorang lelaki.


" Wa'allaikum salam !" Jawab Arshad, Ya yang membuka kan pintu itu adalah Arshad, abang dari Ica.


" Bang Gael ?" Sapa Arshad dengan raut wajah terkejut saat melihat siapa tamu yang mengetuk pintu rumah nya.


" Malam, apa Ica nya ada ?" Jawab Gael seraya melempar senyum ramah nya.

__ADS_1


Gael sengaja tidak memberi tau pada Ica jam berapa ia akan bekunjung kerumah gadis itu karna Gael ingin memberi kejutan.


" Eh iya bang, ada kok silakan masuk !" Ucap Arshad kikuk karna merasa heran dengan kedatangan Gael apalagi ia tidak melihat keberadaan Carol sahabat Ica dan ponakan lelaki itu.


" Sebentar ya bang saya panggil Ica nya dulu !" Ucap Gael begitu mereka sudah berada di dalam rumah dan Arshad pun mempersilakan Gael untuk duduk.


" oke, terima kasih !" Jawab Gael setelah ia mendudukan diri nya di sofa ruang tamu.


Arshad pun pergi menuju lantai atas karna sang adik sedang berada di dalam kamar nya.


" Ca ada tamu tuh nyariin lu !" Ucap Arshad begitu ia membuka pintu kamar Ica yang memang tidak di kunci.


" Siapa !" Tanya Ica karna ia merasa tidak mengundang teman nya.


" Om nya temen lu si bule !" Jawab Arshad seraya bersedekap dada dengan mata yang memicing ke arah sang adik.


Ica reflek bangun dari rebahan nya dan mengingat jika tadi siang lelaki itu menelpon dan bilang ingin berkunjung ke rumah nya, Uca tidak menyangka jika Gael serius dengan ucapan nya.


" Liat aja sendiri, orang nya ada di ruang tamu, tapi dia dateng sendiri gak sama si bule !" Jawab Arshad masih dengan bersedekap dada.


" Lu ada hubungan apa sama dia Icott ?" Tanya Arshad dengan tatapan tajam mengintimidasi Ica karna firasat nya mulai gak enak, dan ia curiga jika adik nya itu mempunyai hubungan khusus dengan lelaki dewasa tersebut.


" Apa sih bang hubungan apa coba, orang mau silaturahmi masa gak boleh ?" Elak Ica dengan gugup semakin membuat Arshad menatap nya dengan curiga.


" Awas aja lu kalo macem-macem !" Ancam Arhsad dan langsung berlalu meninggalkan Ica yang salah tingkah.


Ica buru-buru beranjak keluar dari kamar nya dan turun ke lantai bawah untuk menemui Gael.


" Om !" Sapa Ica pada Gael, dan Ica melihat jika di meja sudah ada secangkir teh dan cemilan, Ica menduga jika kaka ipar nya lah yang membuat karna memang tadi sebelum memanggil sang adik ke atas Arshad lebih dulu meminta tolong pada sang istri untuk membuat kan minum untuk tamu sang adik.


" Ca !" Balas Gael dan senyum nya langsung terbit begitu melihat kedatangan gadis pujaan hati nya.


" Ica kira Om cuma bercanda tadi bilang mau ke sini !" Ucap Ica seraya mendudukan diri nya di sofa seberang Gael.

__ADS_1


Gael hanya terkekeh menanggapi ucapan Ica dan ia pun langsung memberi kan martabak yang ia beli tadi pada gadis itu.


" Ini buat kamu tadi saya beli di perempatan jalan di depan !" Ucap Gael membuat mata Ica berbinar.


" Wah martabak, makasih Om jadi ngerepotin !" Jawab Ica basa-basi padahal dalam hati ia memekik senang.


Sekali lagi Gael di buag terkekeh melihat tingkah Ica yang selalu apa ada nya tidak seperti kebanyakan cewek yang selalu menjaga image mereka jika berhadapan dengan cowok ganteng.


" Kamu lagi sibuk ya Ca ?" Tanya Gael dan di balas gelengan kepala oleh Ica.


" Engga, Ica lagi nonton drakor tadi di kamar !" Jawab Ica membuat Gael menghela nafas lega karna ia takut mengganggu gadis itu.


Mereka nampak mengobrol dengan akrab dan sesekali terdengar canda tawa mereka yang memenuhi sisi ruang tamu dan semua itu tidak luputt dari tatapan mata tajam Arshad.


Lelaki itu terus saja memantau sang adik yang nampak akrab dengan Om dari teman nya, Arshad curiga mereka mempunyai hubungan karna Arshad bisa melihat tatapan mata Gael terhadap sang adik.


" Abang ngapain sih ngintipin mereka ?" Tegur Zahra membuat Arshad terlonjak kaget.


" Kamu ih ngagetin abang aja !" Gerutu Arshad seraya mengelus dada nya membuat Zahra terkekeh.


" Abis abang kepo !" Sahut Zahra membuat mata Arshad melotot.


" Sayang !" Geram nya tidak terima.


*


*


*


***Jangan lupa tinggal kan jejak ya guys, thank you 😇😇😇


Marhaban ya ramadhan 🙏🙏🙏🙏🙏***

__ADS_1


__ADS_2