
Selesai makan siang Gael berniat kembali ke ruang kerja nya, tapi baru aja dia ingin beranjak sang keponakan menahan nya.
" Uncle mau kemana ?" Tanya Carol sambil memgerjab kan mata nya.
" Mau ke ruang kerja lagi, masih ada pekerjaan yang harus Uncle selesaiin !" Jawab Gael, sementara ayah Hans sudah beranjak menuju kamar nya sedang kan bunda Melisa pergi ke dapur entah mau membuat apa lagi karna memang wanita itu suka sekali memasak.
" Apa pekrjaan Uncle banyak ?" Tanya Carol lagi dan di balas gelengan kepala oleh Gael.
" Engga begitu, hanya ada beberapa berkas yang mesti Uncle pelajari untuk meeting hari senin nanti !" Jawab Gael dan Carol pun menangguk.
" Kita keluar yuk Uncle, udah lama gak jalan-jalan berdua sama Uncle !" Rengek Carol tapi dalam hati nya ia berniat untuk menghibur sang Uncle karna tadi pagi Carol tidak sengaja mendengar ucapan Om dan kakek nenek nya.
Carol tau bagaimana perasaan Gael sekarang, maka dari itu ia ingin mengajak Gael keluar untuk menjernih kan pikiran.
" Kamu nih bisa aja, baru juga tiga minggu ini kita gak keluar bareng masa di bilang lama sih !" Sahut Gael sedikit terkekeh sambil memgacak rambut ponakan nya itu.
Bibir Carol sontak maju beberapa senti akibat ulah sang Uncle yang mengacak rambut nya.
" Ya sama aja Uncle, kan biasa nya setiap weekend kita jalan berdua !" Protes Carol karna memang sedekat itu mereka, bahka Carol lebih terbuka dengan Gael ketimbang dengan kedua orang tua nya.
Gael terkekeh melihat raut wajah keponakan nya yang terlihat menggemas kan membuat diri nya tak kuasa menolak permintaan gadis bule itu.
" Oke nanti jam 3 sore kita keluar karna masih ada pekerjaan yang harua uncle selesaikan, emang nya kamu mau kemana hem ?" Pasrah Gael akhir nya mengiyakan ajakan ponakan nya itu.
Seketika mata Carol langsung berbinar mendengar ucapan sang uncle, senyum manis langsung terbit di bibir Carol.
" Serius Uncle ?" Tanya Carol sambil memekik senang dan di balas anggukan kepala oleh Gael.
" Iya cerewet banget sih kamu tuh hem !" Jawab Gael mencubit pipi chuby Carol membuat ponakan nya itu menjerit kesakitan.
Dan sebelum ia kena sembur oleh sang keponakan lebih baik Gael melarikan diri segera menuju ruang kerja nya.
__ADS_1
" UNCLEEEE !" Pekik Carol kesal, sementar Gael cekikikan di ruang kerja nya saat mendengar teriak gadis bule itu,
Sejenak Gael dapat melupakan kegalauan nya dan hati nya juga sudah sedikit lebih tenang sekarang.
***
Sesuai janji nya dengan Carol tadi bahwa ia akan mengajak gadis bule itu jalan-jalan, dan Mall pun menjadi pilihan mereka.
" Sekalian ngabisin duit Uncle yang gak abis-abis !" Begitu lah ucap Carol tadi saat Gael menanyakan kenapa mereka mesti ke Mall.
" Ayo Uncle, lama banger sih dandan nya, kalah sama Caca yang perempuan !" Ujar Carol begitu Gael menuruni anak tangga sambil memasang jam di pergelangan tangan nya.
" Iya-iya gak sabar banget sih, ck !" Decak Gael yang pusing mendengar celotehan ponakan nya itu.
Tapi saat mereka melewati ruang keluarga di sana ada Bunda Melisa dan Ghiska mami nya Carol.
" Loh kalian mau pada kemana ini ?" Tanya mami Ghiska saat melihat panampilan anak dan adik nya yang sudah rapih.
" Caca mau ke Mall sama Uncle, kata Uncle digit di ATM nya udah kebanyakan maka nya nyuruh Caca ilangin satu atau dua NOL nya !" Jawan Carol sambil tercengir kuda membuat mereka semua memutar bola mata nya malas terutama Gael.
Sontak Carol menggelengkan kepala nya sedang kan Gael malah menganggukan kepala nya membuat bunda Melisa dan mami Ghiska terkekeh.
" Ya udah kalo emang begitu, hati-hati di jalan, balik nya jangan malem-malem dan El jaga keponakan kamu baik-baik !" Ucap Bunda Melisa yang sedari tadi hanya diam saja.
Gael menganggukan kepala nya mengiyaka. Ucapan sang bunda, dan mereka berdua pum langsung pamit pada bunda Melisa dan mami Ghiska.
Saat ini Gael dan Cerol sudah berada di dalam mobil milik Gael, jalanan hari ini lumayan lancar apa karena weekend.
" Uncle ?" Panggil Carol pada Gael yang fokus dengan jalanan.
" Hemm !" Jawab Gael hanya dengan deheman dan menoleh ke arah Carol sekilas karna ia sedang fokus menyetir.
__ADS_1
" Caca dukung kok kalo Uncle mau ngelamar Ica, dan Caca juga pasti bantu Uncle buat deketin Ica !" Ucap Carol membuat Gael reflek menoleh ke arah nya.
" Maksud kamu ?" Tanya Gael pura-pura tidak mengerti arah pembicaraan Carol.
" Gak usah pura-pura kuat Uncle, maaf tadi Caca gak sengaja denger pembicaraan Uncle deengan Oma dan Opa !" Sahut Carol sambil memandang sendu ke arah Gael.
" Dih kamu nguping ya !" Ledek Gael mengalih kan pembicaraan karna tidak ingin mood nya kembali jelek.
" Ih engga, kan tadi udah Caca bilang kalau gak sengaja denger !" Rajuk Caca dengan bibir mengerucut sebal akibat di ledek oleh sang Uncle.
" Santai aja Ca, Uncle fine kok, lagian yang di bilang Oma sama Opa kamu itu bener kok !" Ucap Gael dengan nada santai karna tidak ingin membuat Carol khawatir.
" Caca bakal tetep dukung Uncle dan Caca juga akan bantuin Uncle supaya Ica mau jadu Aunty Caca !" Sahut Carol dengan senyum lebar nya membuat Gael ikut tersenyum melihat nya.
Tidak lama kemudian mereka t8ba d salah satu Mall terbesar di ibukota, Gael dan Carol pun segera memasuki bangunan besar tersebut.
" Yeay waktu nya ngabisin duit Uncle yang gak abis-abis !" Pekik Carol tertahan sambil bertepuk tangan akibat terlalu senang membuat Gael menggeleng kan kepala nya melihat tingkah keponakan nya itu yang seperti anak kecil.
" Silakan abisin uang Uncle kalau kamu mampu !" Tantang Gael dengan wajah sombong nya membuat Carol berdecak malas karna ia tau arti raut wajah tersebut.
" Iya iya si paling gak abis-abis duit nya !" Cetus Carol dan di balas kekehan oleh Gael, karna ia tau bahwa Carol tidak akan mampu menghabiskan uang nya karna memang anak itu bukan tipe wanita boros.
Carol langsung menarik lengan Gael untuk mengelilingi Mall tersebut hingga nanti ia menemukan barang yang ia mau.
Sudah ada tiga paperbag di tangan Gael dan semua itu adalah milik Carol sang keponakan.
" Sekarang mau beli apa lagi ?" Tanya Gael karna ia merasa senang jika uang nya habia dengan para keponakan nya terutama Carol, karna Gael merasa tidak sia-sia bekerja dari pagi sampai malam.
Beda lagi jika nanti ia sudah punya istri dan anak, pasti ia akan menjatah semua para keponakan nya itu.
*
__ADS_1
*
*