
Mereka sudah tiba di tempat CFD dan sedari tadi jantung Gael terus saja berdetak tidak karuan akibat sepanjang jalan ia dan Ica banyak mengobrol dan membuat wajah Ica sangat dekat dengan wajah nya, jiwa dingin dan kaku Gael seketika lenyap sejak ia mulai mengenal seorang ARISSA DIAMANDA dan Gael merasa jiwa muda nya kembali.
" Lari dulu lah berapa keliling, baru nanti kita cari jajanan !" Intruksi Ica begitu mereka sampai, mereka semua pun mengangguk setuju termasuk Gael yang manut saja dengan apa yang di kata kan oleh wanita pujaan hati nya.
" Stop dulu Ca, Cape gua !" Keluh Kinan begitu mereka sudah cukup lama mengelilingi tempat CFD ini, bahkan baju yang mereka kenakan sudah basah oleh keringat yang mengucur.
" Ya udah deh istirahat dulu, sekalian nyari jajanan buat ganjel perut !" Jawab Ica dan di angguki oleh mereka semua karna perut mereka sudah sangat keroncongan akibat belum sarapan padahal sekarang waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan pagi.
" Sarapan bubur aja yuk, tuh di situ !" Ajak Carol seraga menunjuk tukang bubur yang mangkal dengan gerobak nya.
" Gimana, mau gak ?" Tanya Ica pada Kinan dan Gael, Kinan dan Gael nampak mengangguk dengan semangat.
Akhir nya mereka berempat pun melangkah kan kaki nya menuju tukang penjual bubur tersebut dan Ica pun segera memesan kan untuk mereka semua.
" Ca saya jangan pake daun bawang ya !" Ucap Gael pada Ica sebelum ia duduk bergabung bersama Kinan dan Carol yang sudah lebih dulu duduk di kursi yang di sedia kan oleh mamang tukang bubur.
Ica hanya menganggukan kepala nya karna ternyata selera mereka sama, Ica pun kurang suka dengan daun bawang jika makan bubur.
Setelah memesan 4 mangkuk bubur serta minuman nya teh manis hangat, Ica pun menyusul ketiga orang yang sudah lebih dulu duduk.
" Gimana Uncle, seru kan olahraga di tempat rame kaya gini ?" Tanya Carol membuat Gael menganggukan kepala nya, karna memang ia tidak pernah berolahraga di tempat umum seperti ini dan sekarang ia merasa seperti ABG.
" Dulu Caca juga di ajak sama mereka kesini maka nya Caca tau tempat ini !" Lanjut Carol karna ia pun sama dengan sang Uncle dan itu disebab kan oleh trauma nya 4 tahun lalu.
Obrolan mereka terhenti saat mamang tukang bubur mengantar kan pesanan mereka.
__ADS_1
" Makasih Mang !" Ucap mereka kompak dan di jawab anggukan oleh mamang tukang bubur lengkap dengan senyum manis nya.
Kinan dan Ica menjadi tim bubur yang di aduk sementara Gael dan Carol menjadi tim bubur yang tidak di aduk.
" Ih jorok banget sih kalian makan bubur nya kaya gitu !" Ucap Carol seraya bergidik geli sedangkan Gael hanya menyimak saja karna sebenar nya ia pun cukup geli melihat cara Kinan dan Ica saat memakan bubur.
" Enak tau, jadi rasa nya ke aduk rata !" Jawab Ica hanya acuh, ia tidak peduli walau pun saat ini di hadapan nya ada cowo ganteng sekali pun yang terpenting perut nya kenyang.
Tidak lama kemudian mereka sudah selesai dengan sarapan mereka dan Carol mengajak ketiga nya untuk kembali berkeliling karna tadi ia sempat melihat banyak yang berjualan.
" Mau beli apa lagi sih bule, udah cape nih gua !" Gerutu Kinan tapi tidak di pedulikan oleh Carol karna saat ini ia sedang asik melihat-lihat beraneka pernak-pernik lucu.
" Dia CFD bawa duit berapa sih, gua aja cuma bawa 50 ribu doang ?" Bisik Kinan pada Ica dan hanya di jawab dengan gidikan bahu oleh gadis itu, untung saja tadi mereka makan vubur di traktir oleh Gael jadi uang yang mereka bawa masih utuh di dalam kantong.
Gael nampak risih saat melihat tatapan para remaja yang menatap nya penuh damba,dan Ica sadar akan hal itu ia pun segera berdiri di dekat Gael dan langsung memeluk lengan lelaki itu.
" Heheh sorry om, tuh para betina minta di colok kaya nya mata nya, enak aja mereka mau liat jodoh Ica !" Ucap Ica dalam hati sambil menyengir menampil kan gigi nya, kemudian mata nya kembali melihat ke sekeliling memastikan jika para remaja ganjen itu sudah pergi.
" Ca !" Pekik Kinan dan Carol membuat Ica cengengesan sementara Gael hanya bengong saja karna syok dengan apa yang di lakukan oleh Ica.
Ica langsung melepas rangkulan tangan nya dari lengan Gael dan menatap lelaki itu dengan penuh rasa bersalah.
" Hehehe maaf Om, abis tadi aku liat Om kaya risih gitu di liatin sama cewe-cewe di sana tadi !" Ucap Ica penuh penyesalan saat para remaja itu sudah menjauh.
Tapi percaya lah saat ini jantung Gael seperti merosot ke perut akibat aksi Ica yang tak terduga.
__ADS_1
" Lu gila Ca ?" Omel Kinan tapi Ica masih saja cengengesan.
" Gua cuma niat bantu Om nya si kolor kok, suerr deh !" Jawab Uca dengan jari yang membentuk huruf V, sementara Gael masih syok dengan apa yang di lakukan oleh Ica dan ia mengaminkan dalam hati semoga saja ucapan Ica bisa menjadi kenyataan nanti dan benar Ica akan menjadi ibu dari anak-anak nya.
" Om marah sama Ica ?" Tanya Ica saat melihat Gael hanya diam saja, perkataan Ica mampu membuat Gael tersadar dari lamunam nya dan ia pun segera menggeleng kan kepala tidak ingin Ica merasa bersalah.
" Engga kok, makasih ya kamu udah bantuin saya, saya memang risih dengan tatapan para anak remaja tadi !" Jawab Gael menenangkan Ica membuat gadis itu menghela nafas nya lega.
" Heheh Ica kira Om marah, sekali lagi Ica minta maaf ya Om ?" Ucap Ica lagi dengan mengatup kan kedua tangan nya di depan dada sebagai tanda ia benar-benar merasa bersalah, padahal Gael sama sekali tidak mempersalahkan itu dan malah bersorak girang dalam hati.
" Iya di maafin !" Jawab Gael lagi.
Mereka semua pun memutuskan untuk kembali ke rumah Ica karna Carol sudah selesai membeli aneka aksesoris nya, sepertu berangkat tadi Ica kembali di bonceng oleh Gael dan Kinan bersama Carol.
Si Uncle yang merasa kembali menjadi ABG karna seorang Arissa Diamanda.
Ica si centil pujaan hati Om duda, yang selalu membuat jantung Om Ganteng itu berdisko ria.
...----------------...
***Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya para kesayangan 😊 terima kasih sudah selalu mendukung karya Echi 🙏
__ADS_1
LUV YU 😘😘😘😘😘***