om duda, merry me

om duda, merry me
Bab 53 : Pacaran yuk


__ADS_3

Gael sangat menikmati moment bersama Ica saat ini, karna di saat Ica berada di dekat nya hati Gael selalu menghangat dan Gael semakin bertambah tidak sabar untuk memiliki Ica dan menjadi kan gadis itu istri nya.


" Mau nambah gak Ca ?" Tanya Gael saat melihat piring milil Ica hampir kosong.


" Engga ah mas, udah kenyang !" Tolak Ica karna tadi sebelum bertemu Gael ia juga sempat makan batagor.


" Beneran ?" Tanya Gael memastikan.


" Iya massss !" Jawab Ica dengan gemas karna setiap mereka jalan pasti Gael selalu menawari nya makan, seolah-olah perut Ica adalah perut karet yang mampu menampung semua jenis makanan, padahal Gael hanya tidak ingin jika Ica kelaparan di saat sedang bersama nya.


" Hahaha oke oke !" Ucap Gael seraya terkekeh.


" Ca ?" Panggil Gael pada Ica yang sedang minum dan Ica hanya membalas dengan deheman saja.


" Pacaran yuk !" Lanjut Gael seperti mengajak main kelereng membuat gadis itu terkejut dan alhasil menjadi tersedak.


Uhuk Uhuk


" Pelan-pelan Ca minum nya !" Ucap Gael lamgsung berpindah ke samping gadis itu dan menepuk pelan punggung Ica.


Ica mencoba meredakan rasa perih di tenggorokan nya karna tersedak dan ia menyingkirkan pelan tangan Gael dari punggung nya.


" Udah Mas, Ica udah gapapa !" Ucap Ica karna ia merasa gugup saat ini.


" Tadi Mas ngomong apa ?" Lanjut Ica bertanya dengan raut wajah tidak percaya.


" Pacaran !" Jawab Gael singkat.


" Mas sama Ica maksud nya ?" Tanya Ica lagi memastikan dan di balas anggukan oleh Gael.


" Iya lah aku sama kamu, masa aku sama bu Rt nanti pak Rt marah lagi !" Jawab Gael ngasal membuat Ica mencebik.


" Mas ngajak Ica pacaran kaya ngajak main layangan tau gak, gak romantis banget sih !" Cebik Ica sebal membuat Gael mengusap tengkuk nya salah tingkah.


" Emang kamu mau nya aku kaya gimana ngomong nya hem ?" Tanya Gael menggoda Ica.

__ADS_1


" Gak tau ah !" Sahut Ica merajuk membuat Gael terkekeh geli.


" Ca mau gak jadi pacar Mas, hemm ?" Tanya Gael sambil menggenggam tangan Ica membuat wajah gadis itu memerah karna malu.


" Mas serius nembak Ica ini ?" Tanya Ica balik karna takut di php in oleh Gael.


Gael mengangguk mantap menjawab pertanyaan Ica membuat wajah Ica semakin memerah.


" Iya beneran, dari awal Mas ngeliat kamu mas udah jatuh cinta sama kamu Ca, dan sebenar nya mas mau langsung lamar kamu tapi Mas juga gak yakin karna kamu baru aja kuliah, mas takut kamu nolak !" Sahut Gael dengan raut wajah serius.


" Dan lagi apa keluarga kamu mau nerima mas mengingat usia kita beda jauh dan belum lagi status duda yang melekat di diri mas !" Lanjut Gael.


" Ica mau jadi pacar mas, dan untuk lamaran kita tunggu restu keluarga dulu, mas gak keberatan kan ?" Sambar Ica tanpa memperdulikan ucapan Gael, dan mendengar jawaban Ica Gael paham bahwa keluarga Ica memang tidak suka jika diri nyaberhubungan dengan gadis itu, tapi Gael tidak akan menyerah untuk mendapat restu dari keluarga Ica karna gadis itu sendiri sudah menerima nya.


" Beneran, berati sekarang kita pacaran yah ?" Tanya Gael tidak percaya dan senyum nya pun mengembang dengan sempurna.


" Iya masku !" Jawab Ica seraya mengedipkan sebelah mata nya.


" Makasih sayang !" Ucap Gael dengan mesra mencium punggung tangan Ica membuat gadis itu tersipu malu dengan kelakuan Gael.


" Ish baru jadian udah manggil sayang-sayang !" Protes Ica yang belum terbiasa dengan panggilan sayang dari Gael.


Ternyata cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan, Ica tidak menyangka jika Gael juga menyukai nya bahkan menyatakan cinta lebih dulu pada nya, begitu pun dengan Gael yang tidak menyangka jika Ica akan menerima pernyataan cinta nya langsung, dan untuk restu keluarga Ica Gael akan terus berjuang untuk mendapat kan nya.


" Udah selesai kan makan nya ?" Tanya Gael pada gadis nya.


" Udah Mas !" Angguk Ica singkat.


" Ya udah yuk, mas bayar dulu makanan nya sebentar !" Ajak Gael dan menuju kasir untuk membayar pesanan mereka tadi.


" Kita mau kemana lagi Mas ?" Tanya Ica begitu mereka keluar dari cafe.


" Sayang mau nya kemana hemm ?" Bukan nya menjawab pertanyaan Ica Gael malah balik bertanya membuat gadis itu mencebik.


" Ihh di tanya malah balik nanya !" Cebik Ica membuat Gael terkekeh.

__ADS_1


" Hahaha iya iya, gimana kalo kita ke mall? Mas mau beli sesuatu di sana ?" Tanya Gael dan di angguki oleh Ica.


" Mas mau beli apa emang ?" Tanya balik Ica.


" Mau beli beberapa kemeja sama dasi, nanti sayang bantuin pilihin yah !" Jawab Gael.


" Tapi nanti gak sesuai sama selera mas gimana ?" Tanya Ica tidak yakin dengan permintaan Gael yang menyuruh nya memilih kan kemeja dan juga dasi untuk lelaki itu.


" Apapun yang sayang pilihin mas pasti suka !" Jawab Gael dengan kerlingan mata nya menggoda Ica membuat gadis itu tersipu malu di buat nya.


" Gombal aja, awas nanti Ica pilihin warna yang norak !" Ujar Ica balik menggoda Gael membuat lelaki itu terkekeh mendengar nya.


" Apapun pilihan kamu sayang !" Jawab Gael membuat Ica mencibir dalam hati.


Tidak lama mobil yang di kendarai oleh Gael pun memasuki parkiran pusat perbelanjaan dan setelah itu Gael langsung mengajak Ica untuk memasuki Mall tersebut.


Nampak Gael merangkul bahu Ica dan terlihat jelas berbedaan badan mereka, Ica yang bertubuh mungil seakan hilang di dalam dekapan tubuh tinggi besar Gael.


" Kamu kecil banget sih Yang ?" Celetuk Gael meledek Ica karna ini pertema kali nya mereka bersentuhan fisik secara intens seperti ini.


" Ish Ica tuh unyu-unyu, badan mas aja yang kegedean !" Jawab Ica memanyun kan bibir nya tidak terima di ledek oleh Gael.


" Iya sih pacar Mas ini unyu-unyu, mas jadi makin gemes ngeliat nya !" Ujar Gael seraya mencubit pelan pipi chuby Ica membuat Gadis itu mengaduh.


Mereka terus bercanda dan tertawa tanpa menghiraukan tatapan orang sekitar yang melihat mereka dengan tatapan aneh, mungkin mereka pikir Gael dan Ica adalah ayah dan anak yang begitu akur, tapi Gael.tidak peduli yang terpenting ia bahagia dengan Ica saat ini.


" Pilihin ya Yang, mas ke toilet dulu sebentar !" Ucap Gael begitu mereka tiba du salah satu store yang menjual pakain formal.


" Jangan lama-lama !" Pesan Ica sebelum lelaki itu beranjak dan Gael hanya menganggukan kepala nya saja sebagai jawaban.


Saat Ica sedang asik memilih kemeja untuk Gael terdengar suara seseorang yang memanggil nya dan begitu Ica berbalik untuk melihat orang tersebut seketika mata nya langsung terbelalak.


" Mampus gua !" Batin Ica.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2